KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

PKS Dianggap Partai Tak Beretika dan Tidak Santun Berpolitik

Posted by KabarNet pada 20/04/2012

Jakarta – KabarNet: Bagaikan duri dalam daging, tidak mematikan, namun menimbulkan rasa sakit dan tak nyaman. Kurang lebih begitulah yang dirasakan oleh partai-partai politik anggota koalisi pendukung pemerintah terkait masih bercokolnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meski sudah diusir secara halus. Dalam beberapa kali rapat Setgab, PKS tidak lagi diundang. Bendera PKS di Kantor Setgab Koalisi, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat juga sudah dicopot. Namun PKS masih saja “ndableg” tak mau keluar. Bagi seorang yang peka dan masih memiliki harga diri serta rasa malu, sebetulnya tanpa diusirpun tindakan tersebut sudah jelas-jelas berarti pengusiran, karena banyak cara untuk mengusir.

Bagi para politisi parpol anggota Setgab Koalisi, PKS dinilai tidak pantas untuk tetap berada di dalam barisan partai koalisi pendukung pemerintah. Politisi PKS dianggap tidak santun dalam berpolitik, tidak paham dan hanya ingin mengambil keuntungan secara ekonomi dan politik untuk kepentingan sendiri dari keberadaan mereka di koalisi.

Paling tidak itulah yang dikatakan oleh Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi Pendukung Pemerintah, Syarif Hasan, mewakili parpol anggota koalisi. “Saya sangat menyesalkan sikap PKS yang tidak paham, tidak mengerti substansi berkoalisi. Jelas sekali PKS hanya mau mengambil keuntungan ekonomi dan politik sesaat dalam berkoalisi saat ini,” ujar Syarif Hasan, di hadapan wartawan di Jakarta, Kamis petang (19/4/2012).

Selanjutnya Syarif Hasan mengatakan, jika PKS santun dalam berpolitik, seharusnya secara bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah. Bukan malah sebaliknya mencari popularitas dan menuduh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berani berbeda pendapat dengan Partai Golkar atau partai yang lain. “Berpolitik harus menggunakan etika, jujur, konsisten dan berkomitmen. Jangan cuma mau ambil untung untuk kepentingan diri sendiri. Itu sama sekali tidak santun, tidak beretika,” tandasnya.

PKS dinilai kerap menjadi penghambat dan selalu melontarkan kritikan tajam dalam menyikapi beberapa kebijakan pemerintah. Sikap PKS dalam pembahasan UU APBN-P 2012, menurut Syarif, lebih karena PKS mencari popularitas ketimbang karena memikirkan kesejahteraan rakyat. “Tidak ada solusi dari PKS. Mereka tidak menggambarkan sikap yang dewasa dalam berpolitik,” lanjutnya.

Perilaku PKS tersebut, menurut Syarif, sangat berbeda dengan partai anggota koalisi yang lain. Dari sejak awal pembahasan UU APBN-P 2012, tambahnya, PKS sudah bersikap berseberangan dengan posisi pemerintah. Padahal, dalam berpolitik yang santun dan bertanggungjawab, PKS seharusnya menyadari makna dari pilihan berkoalisi yakni secara bersama-sama memecahkan persoalan. “Tidak bisa menolak UU APBN-P tanpa solusi apapun. PKS berbicara sana-sini, tapi apa yang mereka tawarkan. Tidak ada!” kata Syarif Hasan yang juga Menteri Negara Koperasi dan UKM ini.

Dalam kesempatan yang lain, Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsy pernah menuding, bahwa Presiden SBY takut pada partai-partai koalisi selain PKS jika terjadi perbedaan pendapat atas kebijakan pemerintah. Dalam pembahasan UU APBN-P, PKS mengambil sikap yang berbeda dengan mayoritas partai koalisi. Terhadap sikap PKS itu, menurut Alhabsy, semua pihak di koalisi pendukung pemerintah langsung mengeritik, mengevaluasi PKS bahkan sampai dihujat, dan diusir. Namun, ketika Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar mengambil sikap berbeda dalam pembahasan UU Pemilu, tidak satu pihakpun yang berani mengevaluasi, mengusir atau mengutak-atik menteri-menteri dari kedua partai tersebut.

Menanggapi tudingan itu, Syarif Hasan membantah dan mengatakan bahwa semua partai lain dalam koalisi sangat menjunjung tinggi etika berkoalisi. Hal itu telah lama tak pernah ditunjukkan oleh PKS. Karenanya, keberadaan PKS di koalisi saat ini bagaikan seorang pemain bola yang sudah dua kali terkena kartu kuning dalam satu pertandingan. “PKS harus minta maaf secara terbuka kepada publik dan Pak Presiden. Harus tahu dengan konsekuensi dua kartu kuning itu,” pungkasnya.

Terkait posisi PKS di Setgab Koalisi dan di pemerintah akan kembali dibahas dalam rapat Setgab yang akan diadakan dua hari mendatang ini. Dalam beberapa kali rapat Setgab, PKS sudah tidak lagi diundang. Bendera PKS di Kantor Setgab, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat juga sudah dicopot. Bagi seorang yang peka dan masih memiliki harga diri serta rasa malu, sebetulnya tanpa diusirpun tindakan tersebut sudah jelas-jelas berarti pengusiran. Karena banyak cara dan bahasa isyarat untuk mengusir tanpa harus terang-terangan melontarkan suara menghardik yang berbunyi: “KELUAR KAU DARI SINI!!” [KbrNet/adl]

4 Tanggapan to “PKS Dianggap Partai Tak Beretika dan Tidak Santun Berpolitik”

  1. Sang Kata berkata

    Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.

    Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.

    Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.

  2. Anonymous berkata

    buat pak syarif hasan,,, anda itu yang tidak beretika,,, anda itu yang tidak sopan, ngaca dulu pak, anda sok tau…

  3. gua anak berandal berkata

    weleh weleh ini web ngaco amat………ketinggalan berita atau emang nggak mudeng? PKS itu banyak pendukungnya kaleeeeeeeeeeee…. wkwkwk. banyakyang langsung menyatakan masuk PKS dengan adanya berita bodoh tentang KPK yang menjadikan LHI tersangka. loe orang ngaco…wkwkwkwk. apa? maksudnya ingin nurunin derajat PKS? gak bakalan bisa. Allah sudah berjanji akan melindungi hambanya yang membela agamanya. wkwkwk.ini web ketinggalan berita ya. wkwkwkwk

  4. gua anak berandal berkata

    banyak premanjuga yang menyatakan dirinya dukung PKS. anak2 jalanan dukung PKS, termasuk gue. PKS partai yang beda ama partai lain. wajib ngaji dulu sebelum jd pemerintah. biar gak salah langkah, en bener ngejalanin amanah. gue malah makin salut ama PKS. walau banyak berita ini itu, termasuk yang di web ini. PKS malah makin jaya!!!!!!!!!!!!! wkwkwkwk

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: