Maling Kambing Dibunuh Massa, Koruptor Bebas Berkeliaran
Posted by KabarNet pada 20/04/2012
Bekasi – KabarNet: Sebaiknya setiap insan menjadi orang baik-baik dan berbudi luhur. Namun apabila seseorang sudah memutuskan menjadi manusia yang tidak baik, misalnya menjadi pencuri, maka jangan tanggung-tanggung, jadilah maling uang rakyat yang bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah. Karena kenyataannya, para maling uang rakyat bisa berbuat banyak dengan uang yang digarongnya. Kalaupun tertangkap, dengan uang hasil garongannya dia bisa menyuap sipir penjara agar diberi sel bak hotel bintang lima, dan berjalan-jalan keluar dari penjara setiap saat. Sedangkan kalau menjadi maling kecil-kecilan, nyawa bisa melayang seperti nasib pencuri kambing dalam artikel ini.
Masih ingatkah Anda dengan Artalyta Suryani alias A Yin, terpidana kasus suap yang sel penjaranya berupa kamar super mewah dengan fasilitas bagaikan hotel bintang lima? Untuk mengingatkan Anda dengan “sel” super mewah A Yin silahkan Klik disini.
Kemudian masih ingatkah Anda dengan Gayus Tambunan, terpidana kasus manipulasi pajak yang bisa berulang kali keluar-masuk dari jeruji penjara untuk berjalan-jalan keluar negeri? Untuk mengingatkan Anda pada kisah perjalanan Gayus yang keluar-masuk pintu penjara seenaknya untuk berpesiar ke luar negeri, silahkan Klik disini.
Kemudian bandingkanlah dengan kisah sedih tentang nasib seorang anak manusia di bawah ini yang terpaksa mencuri karena perutnya kelaparan. Saat ini dia sudah menjadi almarhum karena tewas dikeroyok massa setelah ketahuan berusaha mencuri seekor kambing yang harganya hanya ratusan ribu saja.
Nanim (34 tahun), warga Bekasi, akhirnya tewas mengenaskan akibat dikeroyok massa di Perumahan Sukaraya Regency, Kampung Sukamantri, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Selasa (17/4/2012) sekitar pukul 12.00 WIB.
Yang bersangkutan diduga berusaha mencuri seekor kambing. Informasi yang didapat dari pihak Polsek Cikarang antara lain menyebutkan, bahwa Nanim tertangkap tangan tengah membawa seekor kambing milik Risin, seorang warga yang tinggal di perumahan tersebut.
Saat ketahuan, Nanim diteriaki maling sehingga warga setempat berdatangan. Ia pun dikeroyok, dipukuli bertubi-tubi dengan tangan dan berbagai macam alat pemukul sampai babak belur dan terkapar di tanah tak sadarkan diri. Dalam keadaan babak belur, tubuhnyapun diseret oleh massa ke Polsek Cikarang.
Melihat kondisi sekujur tubuhnya yang bermandikan darah dan sangat mengenaskan, aparat kepolisian di Polsek Cikarang segera membawa Nanin, ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, ditengah perjalanan sebelum sampai di RS itu, nyawanya sudah melayang.
Menurut keterangan polisi, Nanim antara lain menderita luka-luka di sekujur tubuhnya, terutama luka lebam di bagian wajah dan kepala. Sedangkan dari mulut dan telinga kanannya mengeluarkan darah.
Artikel ini sama sekali tidak bermaksud membenarkan tindakan pencurian. Karena mencuri adalah perbuatan haram dan melanggar hukum yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan dan dalih apapun. Namun bagaimanapun juga, fakta membuktikan bahwa ada berbagai macam motif pencurian. Ada orang yang mencuri karena memang malas bekerja mencari rejeki halal. Ada pula yang terpaksa harus mencuri karena kesulitan hidup yang menghimpitnya. Dan ada pula yang sengaja mencuri uang negara yang notabene adalah uang rakyat, bukan karena terpaksa, melainkan untuk memperkaya dirinya yang dari sejak awal memang sudah kaya-raya! [KbrNet/adl]







































omong kosong berkata
makanya bagi para maling saya sarankan. sekalian kalau ngerampok itu yang besaran napa?, kalau yang kecil itu jadinya yang ngadilin masyarakat. kalau yang besar – besar tidak ngerugikan rakyat kecil, yang dirugikan orang besar, kalau malin besar dijamin tidak dihukum mati indonesia itu. (omong kosong)
Sang Kata berkata
Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
stmarajo berkata
Itu gunanya sekolah,supaya kalau mau maling tidak tanggung2 dan bisa bebas lagi.Kalau ndak sekolah ya pandainya ngembat kambing atau jemuran, dan kalau merasa perkasa paling ngerampok atau maling motor.Lihatlah yang bertitel2 itu pinter maling uang rakyat tanpa merasa berdosa,apalagi pinter dan berduit wah bisa mengangkangi aturan tdk peduli masyarakat kecil tergusur,hilang rumah dan penghasilannya krn kerendam lumpur dan banjir.