KPK Pimpinan Abraham Samad Dianggap Seperti Keong
Posted by KabarNet pada 20/04/2012
Jakarta – KabarNet: Rakyat Indonesia sudah sedemikian muaknya menonton serial pertunjukan korupsi dan penghamburan uang negara yang diperagakan oleh sejumlah oknum pejabat pemerintah dan politikus busuk anggota DPR. Hal itu tak pelak menimbulkan ekspektasi masyarakat yang begitu besar kepada institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun belakangan ini, harapan masyarakat yang sedemikian besar kepada KPK itu tampaknya mulai berbalik dan berubah menjadi rasa kecewa. Langkah KPK dinilai terlalu lamban dalam menuntaskan kasus-kasus besar. Saking lambannya akhirnya KPK di bawah pimpinan Abraham Samad dianggap seperti keong.

Penilaian tersebut diungkapkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, yang menjadi salah seorang narasumber dalam sebuah diskusi bertema: “Apa Kabar 100 Hari KPK?”, bertempat di gedung Nusantara III, kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis, (19/4/2012).
Saat ini KPK, menurut Neta, bukannya mengusut tuntas kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, namun KPK malah diterpa isu pecah kongsi, terjadinya protes dari sejumlah penyidik, dan isu hilangnya berkas pemeriksaan tersangka kasus suap Wisma Atlet SEA Games, Angelina Sondakh. “Sekarang lembaga KPK sangat lambat, seperti keong,” tandas Neta S. Pane saat menyampaikan makalahnya.
Selanjutnya Neta S. Pane meminta pimpinan KPK, khususnya Abraham Samad, untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah diucapkannya pada saat fit and proper test di Komisi III DPR. Untuk itu, Neta meminta LSM, mahasiswa, pers dan masyarakat agar selalu mengingatkan KPK dengan janji-janji yang telah diucapkan, termasuk dengan cara berunjuk-rasa. “Kalau sampai 120 hari ke depan Abraham belum merealisasikan janji-janjinya, kita minta Abraham pulang kampung. Kalau nggak ada tiketnya, kita patung-patungan untuk beli tiketnya,” ujarnya.
Disamping itu Neta juga menyatakan setuju dengan adanya usulan tentang pembubaran KPK kalau kinerja lembaga itu masih juga jelek. Karena anggaran KPK sangat besar. “Kalau seperti ini terus, saya setuju KPK dibubarkan dengan menguatkan lembaga Kejaksaan dan Kepolisian. (Namun) ini juga akan jadi dilema. Karena Kejaksaan dan polisi belum menunjukkan yang baik selama ini,” tandasnya. [KbrNet/adl]







































jono berkata
hanya tinggal 1 pilihan logis bagi bangsa ini….buang jauh-jauh sistem demokrasi yang telah gagal ini, kembali kepada sistem khilafah untuk kemudian diterapkan islam secara kaffah olehnya….
Sang Kata berkata
Regenerasi Bangsa 2012. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Regenerasi Bangsa 2012. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Regenerasi Bangsa 2012. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Sang Kata berkata
Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.
Regenerasi Bangsa 2014. Terbukti partai politik sebagai pembunuh karakter bangsa nomer satu.