Ternyata, Jika Harga BBM Tak Dinaikkan ‘PLN’ Jebol
Posted by KabarNet pada 29/03/2012
Jakarta – KabarNet: Data DSCR menggambarkan bahwa PLN berada dalam keadaan darurat, dengan minus Rp 35,72 triliun, serta bila tidak ditolong akan bangkrut.
Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dituding dilakukan untuk menyelamatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Soalnya, data Debt Service Coverage Ratio (DSCR) PLN menunjukkan bahwa kalau PLN tidak ditolong, akan jebol, dan bukan APBN yang jebol.
“Menaikkan harga BBM bersubsidi ternyata untuk menutupi kebobrokan PLN. Ada borok membusuk di proses penyediaan listrik yang selama ini tersembunyikan,” kata anggota Banggar DPR dari Fraksi Gerindra, Sadar Subagyo, di Jakarta, Rabu (28/3).
Sadar mengatakan, data DSCR itu menggambarkan bahwa PLN berada dalam keadaan darurat, dan bila tidak ditolong akan bangkrut. Secara keseluruhan menurutnya, PLN tercatat minus Rp 35,72 triliun, terdiri atas net income minus Rp 17,25 triliun dan kewajiban membayar hutang sebesar Rp 18,47 triliun.
“Jadi, masuk di akal bila pemerintah ngotot merubah asumsi makro, yang diperkirakan akan menambah pemasukan Rp 47 triliun. Dan penaikan harga BBM bersubsidi akan menambah pemasukan Rp 60 triliun. Jadi, total Rp 107 triliun,” ujarnya.
Sadar mengatakan bahwa di balik rencana kenaikan harga BBM, agaknya tersimpan niat pemerintah untuk menolong PLN sebesar Rp 48 triliun, dan sisanya baru untuk BLSM dan penyesuaian dana pendidikan maupun cadangan risiko volume konsumsi BBM. Selain itu juga untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
“Yang mengusik rasa keadilan adalah mengapa kesalahan perhitungan PLN dibebankan ke rakyat? Mengapa pemerintah berdalih subsidi BBM membengkak, padahal sesungguhnya (itu merupakan) operasi penyelamatan PLN dan adanya justifikasi untuk pemberian BLSM?” kritiknya.
Menurut Sadar, sebenarnya ada banyak cara untuk menyelamatkan PLN tanpa harus membebani dan menambah kesengsaraan rakyat. Salah satunya adalah PLN dengan jaminan negara/pemerintah, menerbitkan obligasi konversi senilai Rp 50 triliun, yang wajib dibeli oleh semua BUMN dan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, serta dengan menaikkan tarif listrik. [KbrNet/BeritaSatu]







































taUbat berkata
DULU PLN RUGI TERUS TIDAK PERNAH DIBAHAS SEKARANG PLN MEMPUNYAI KEUNTUNGAN DIKATAKAN “J E B O L”
BESOK APA LAGI YANG ” J E B O L ” ……
budhiardjo berkata
jadi, mulai tahun ini, semua BUMN dan BUMD diharuskan diaudit oleh akuntan publik yang independen dan terpercaya
Anonymous berkata
Seperti itulah klau kita melakukan suatu kesalahn, kita pasti akan mncari kambing hitam……
arman berkata
Alasan baru lagi….? Kapan sih pemerintah pro rakyat ?
bintang berkata
PLN yg bermasalah rakyat yg jadi korban, skrg rakyat butuh tranparasi ….. kalau PLN bobrok, bobroknya dimana? selesaikan permalahan dengan tuntas, jangan ada gali lobang tutup lobang
Mustika berkata
negara ini yang terlalu banyak korupsi di mana-mana akhirnya rakyat yang terkena imbas nya…lihat saja,pendapatan dan pengeluaran belanja negara cuma beda tipis saja…miris melihat keadaan bangsa ini…salam damai
Link Vacancy berkata
PLN gak Pernah rugi kok, lagu lama selalu mengatakan BUMN rugi
SHARING berkata
Dengan gak bermaksud bela-2 in PLN nih,
Tapi kalau dipikir-2, gimana PLN gak bakal rugi ya, kalau di rakyatnya sendiri masih banyak yang nunggak atau melakukan pencurian listrik. Misalnya kalau dalam 1 kelurahan saja minimal ada 1 atau 2 rumah yang menikmati listrik PLN gak lewat meteran listrik yang benar menurut standar, maka apa jadinya kalau hal yang sama terjadi di ribuan kelurahan se-Indonesia ? Jadi menurut saya kita sebaiknya tidak suka seudzon dulu, karena bisa jadi kerugian tersebut disebabkan oleh banyak faktor termasuk sebab di atas. Apalagi sebagian pembangkit listrik PLN itu kabarnya digerakan oleh bahan bakar yang terus berfluktuatif harganya mengikuti harga internasional seperti minyak bumi dan batubara, rasanya jadi masuk akal juga sih jika PLN kesulitan dalam menutup biaya operasinya jika pendapatan listriknya gak maksimal sesuai dengan tenaga listrik yang dihasilkan. Saran saya mari sama-2 kita awasi lingkungan di sekitar kita, apakah sudah menjadi pelanggan listrik yang benar semua atau masih ada yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
Tan Panama berkata
Belum pernah ada pemikir, ahli otak-atik angka, pakar yang memperlihatkan korelasi jika PREMIUM naik dari Rp 4.500,00/liter menjadi Rp 6.000,00/liter atau naik 33,3%, dampaknya terhadap biaya/ongkos :
Tarif metromini jauh/dekat Rp 2.000,00 , layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
Harga gula pasir Rp 12.000,00/kg , layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
Nasi goreng Rp 7.000,00/porsi, layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
Air minum pikulan Rp 3.000,00/2 jirigen, layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
Kue manis perusahaan roti keliling Rp 4.000,00/biji, layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
Susu murni Rp 4.000,00/kantong/450 ml, layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
Beras rakyat Rp 6.200,00/kg, layaknya atau idealnya menjadi berapa Rp?
istilah kerennya tergantung mekanisme pasar …..
Dulkenyut berkata
Berarti dugaan mark up dari selisih perhitungan ICW dan Pemerintah sebesar 48 trilyun digunakan untuk menutup kerugian PLN sebesar 35.75 trilyun. Yang berarti ada selisih lagi dari 48 trilyun dikurangi 35.75 yaitu 4.25 trilyun. Nah kemana duit ni..hehehe
Benci Panggung Sandiwara berkata
itu cuma alasan si anjing penjilat kafirsaja….hitung2annya kan sudah jelas…jadi jangan percaya dengan angka2 yang di keluarkan oleh antek2 anjing penjilat kafir……hanya ada satu kata…..tumbangkan anjing penjilat kafir……negara kita bukan untuk anjing penjilat kafir………………….SBY notabanknya adalah si perpanjangan tangan kafir
bacrut berkata
Ah pusing..bahasan BBM muluk, kita wong cilik mah ngikut doank..:)
Mau cuap2 juga keputusan ditangan para petinggi negri ini
mau dibilang apa
Dt. Mantiko Radjo Diradjo berkata
Itulah kalau Negara ini dipimpin oleh orang-orang Neolib, ga salah semuanya bisa dapat dikambing hitamkan untuk menutupi kesalahannya.
Dt. Mantiko Radjo Diradjo berkata
Itulah kalau negera ini dipimpin oleh orang-orang NEOLIB, semua dapat dikambing hitamkan untuk nutupi kadzalimannya.
taUbat berkata
Singkatan YLKI yang lebih tepat adalah :
Yayasan Lembaga Konsumtif Indonesia
Pemerintah telah memberi solusi terbaik pada konsumen BBM yaitu Premix Ron 90 ditentang katanya “dapat meledak”.
Sudah beberapa catatan statement YLKI yang tidak berpihak pada konsumen/masyarakat ,,,,,,
Adakah solusinya ……