Rakyat Kelaparan, 2 Tahun Cuma Makan Pisang Rebus!
Posted by KabarNet pada 06/03/2012
Kupang – KabarNet: Sungguh ironis. Ketika rakyat disuguhi tontonan tentang gaya hidup para anggota DPR yang hedonis bermandikan harta. Kemudian berita tentang proyek-proyek DPR dan pemerintah yang menghambur-hamburkan uang rakyat sampai triliunan rupiah untuk hal-hal yang semestinya kurang perlu atau masih bisa dihemat. Ditengah itu semuanya, kini berhembus berita mengenaskan tentang kehidupan saudara-saudara kita di daerah Kupang, Indonesia Timur, yang sedemikian melaratnya. Kehidupan yang berbeda jauh bagaikan langit dan bumi dibanding hedonisme wakil-wakil mereka di DPR. Bahkan saking melaratnya, sampai-sampai saudara-saudara kita itu tidak punya cukup uang untuk membeli beras dan terpaksa bertahan hidup dengan memakan pisang rebus dicampur kelapa selama 2 tahun!
Kisah sedih tentang rakyat Indonesia ini datang dari Desa Muke, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Warga di desa itu harus rela menunggu berjam-jam di halaman rumah Kepala Desa hanya untuk membeli beras murah untuk orang miskin (Raskin) lantaran saat ini sebagian warga Desa Muke sudah mulai mengkonsumsi pisang rebus dicampur kelapa karena persediaan beras mereka semakin menipis. Hal itu disebabkan oleh kegagalan panen jagung dan padi yang merupakan mata pencaharian penduduk di desa tersebut.
Menurut pernyataan salah seorang warga desa Muke bernama Yunus Kause (50 tahun), yang ditemui wartawan saat yang bersangkutan tengah mengantri berjam-jam menunggu pembagian Raskin, pada hari Kamis (2/3/2012) yang baru lalu, diungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir ini mereka terpaksa harus bertahan hidup dengan memakan pisang rebus dicampur kelapa akibat kegagalan panen jagung dan padi yang merupakan mata pencaharian mereka. “Tahun ini jagung kami mengalami gagal panen karena hujan yang tidak menentu, maka itu ketergantungan kita terhadap raskin cukup tinggi, sehingga kami harus rela menunggu lama dalam pembagian jatah raskin ini,” tutur Yunus dengan wajah pasrah.
Selama dua tahun belakangan ini Yunus yang mempunyai 5 orang anak ini mengaku bahwa warga desa Muke selalu mengalami gagal panen, sehingga mereka terpaksa harus rela mengkonsumsi pisang rebus dan kelapa untuk mengisi perut dan bertahan hidup. Menurutnya, kadang kala ada juga warga yang makan nasi, namun hal itu hanya bisa mereka lakukan kalau mereka kebetulan memiliki uang untuk membeli beras. “Jika ada uang kami hanya bisa membeli empat kilogram, itu pun hanya bisa bertahan satu minggu, selanjutnya kami harus makan pisang lagi,” ujar Yunus.
Hal senada juga diungkapkan oleh Usian Rini (46 tahun) warga RT 08, dusun III Nifukou, yang saat ditemui sedang mengangkut 47 Kg Raskin, “Kami senang sekali dapat jatah raskin karena kami lebih sering makan pisang dan kelapa. Memang ada juga jagung tapi sampai sekarang ini belum bisa dipanen. Jagung yang kami panen ini juga tidak terlalu banyak hasilnya, mungkin hanya cukup untuk dua sampai tiga minggu,” katanya.
Disamping itu, warga juga mengatakan hasil kebun mereka tidak menentu karena musim hujan yang berubah-ubah sehingga tahun ini pun akan banyak petani di desa tersebut yang akan mengalami gagal panen lagi seperti tahun lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Muke, Anderias Lopo, mengatakan bahwa desanya akan mengalami situasi rawan pangan. Menurutnya, sejak dua tahun belakangan ini desa Muke selalu mengalami gagal panen sehingga warga setempat harus bertahan hidup dengan makan pisang rebus dicampur kelapa. “Memang ada jagung tapi tidak semua warga yang memiliki stok, hanya sebagian saja yang memilikinya. Untuk itu mereka yang tidak punya harus mengkonsumsi pisang dan kelapa,” ungkap Anderias saat ditemui di tempat kediamannya.
Anderias berharap agar pihak Depot Logistik (Dolog) jangan terlalu lama mendistribusikan beras Raskin. Sebab, lanjut Anderias, walaupun pihaknya telah cukup lama menyetor uang ke Dolog, namun pendistribusiannya harus menunggu lama karena alasan masih menunggu desa lain.
Disamping itu Anderias juga mengeluhkan masalah kelambatan pendistribusian bibit jagung yang dibagikan oleh Kecamatan. Menurutnya, bibit jagung untuk warga desa Muge baru dibagikan pada bulan ini, sehingga kalau diambil pun tidak ada gunanya karena musim tanam sudah lewat.
Demikianlah kisah memilukan dari saudara-saudara kita yang hidup sengsara di belahan Indonesia Timur. Semoga jeritan mereka bisa mengetuk hati pemerintah dan para wakil rakyat di DPR yang hidup mewah dan hedonis dari hasil uang rakyat yang sebagian besar masih sengsara dan menderita. [KbrNet/adl]








































Rakyat Tertindas berkata
SBY Jahat.. Pemerintah maling.. Lanjutkan jadi antek Neoliberalisme, rakyat semakin tercekik, kelaparan gara2 SBY jadi budak amerika yang jahat.. SBY Kejam!!!.. termasuk anggota DPR semua anjing!!!..
reymon berkata
penguasa pesta pora,
rakyat menderita.
masihkah pemerintah mencintai rakyatnya?
sandy pramuja berkata
Azab dari ALLAHA pasti datang ko…,bagi orang2 yg memakan hak rakyat/orang lain…..!!
Dulkenyut berkata
Mohon Bapak SBY, headline ini Anda beri perhatian secara khusus. Diantara yang komen di sini sangat berharap banyak dari Anda. Maaf telah mengganggu tugas Bapak. Terimakasih
Gugug berkata
SBY ANJING AMERIKA!!!!!!!!!!
DASAR ANJING
Kaum Fakir berkata
Ya Allah
Timpakanlah azabmu kepada pemimpin2 kami yang zalim
Perlihatkanlah kebesaranMu ya Rabb..
AwankRicardo berkata
Sebaiknya tak perlu sampai memaki seperti itu. Apa bedanya anda dengan yang anda maki?? Prinsipnya sih saya setuju, pemerintahan sekarang sudah sedemikian korup dan kronis. Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. Revolusi harus terjadi. Maka buat anda yang telah salah pilih pemimpin pada pemilu yg lalu, jangan sampai diulangi lagi. Pilihlah calon presiden yang merakyat, bukan yang menjilat negara barat.
rani_tea berkata
susah nya jadi president, satu saja warganya yg kelaparan,akan diminta pertanggung jawaban di akherat nanti…
tapi kenapa banyak yg mau ya…? padahal dulu para sahabat klo ditunjuk jadi amir, malah ngucap innalillahi..
beda sama sini, bukan ditunjuk tapi malah pengen, abis itu ngucap alhamdulillah…klo dapet
aneh…
taUbat berkata
KENAIKAN HARGA BBM
PERLINDUNGAN SOSIAL DISIAPKAN
Kamis, 8 Maret 2012
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah memastikan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan disertai dengan program jaminan perlindungan dan pemberdayaan bagi masyarakat luas. Melalui program itu, diharapkan kebijakan menaikkan harga BBM tersebut tidak terlalu membebani masyarakat.
“Kenaikan harga BBM ini harus disertai program perlindungan sosial kepada masyarakat. Karena itu, pemerintah akan menyeimbangkannya dengan program pemberdayaan masyarakat lainnya,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebelum menghadiri pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Rabu (7/3) malam.
Hatta Rajasa yakin, kenaikan harga BBM tidak terlalu berdampak signifikan terhadap kenaikan harga pangan khususnya beras. Apalagi, menurut dia, kecenderungan harga beras sedang turun karena akan memasuki masa panen raya. “Jadi saya yakin, kenaikan harga pada beras tidak terjadi,” ujarnya.
Kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi, menurutnya, akan menyelamatkan kondisi perekonomian nasional secara keseluruhan sehingga hal itu mutlak dilakukan. Oleh karena itu, menurut Hatta, sangat tidak benar apabila ada yang beranggapan bahwa kebijakan terkait dengan penyesuaian harga BBM bersubsidi itu akan merugikan masyarakat luas.
Ia menambahkan, jika harga minyak atau BBM bersubsidi dibiarkan tidak berubah, sedangkan harga minyak telah berada di tingkat 120 dolar AS per barel, maka hal itu akan menghabiskan banyak dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang seharusnya bisa digunakan secara lebih bermanfaat di bidang lain. “Dana APBN kita akan tersedot untuk subsidi dan dinikmati oleh masyarakat yang relatif mampu,” ucapnya.
Namun, jika dana APBN habis tersedot untuk subsidi, hal tersebut sama saja dengan tidak tersedianya dana yang cukup untuk membangun berbagai fasilitas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.
Hatta juga mengingatkan, sekitar 70 persen subsidi yang disalurkan oleh APBN dinikmati bukan oleh kalangan masyarakat lemah, melainkan oleh kalangan masyarakat yang relatif mampu. Sebagian besar dana subsidi habis di kendaraan-kendaraan roda empat.
“Tidak akan ada kenaikan BBM tanpa ada perlindungan kepada masyarakat miskin yang lemah dan industri kita yang terkena dampak. Lebih dari 18,5 juta atau 30 persen masyarakat kita yang berada di bawah diberi perlindungan, agar tidak terkena dampak,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) pada bulan Januari mencapai 115,91 dolar AS per barel dan pada Februari diperkirakan 121,75 dolar AS per barel. Padahal, asumsi harga ICP yang dipatok dalam APBN 2012 hanya sebesar 90 dolar AS per barel.
Sebagai perbandingan, harga jenis minyak WTI (West Texas Intermediate) di New York Mercantile Exchange per 27 Februari adalah 108,56 dolar AS per barel, dan harga jenis minyak Brent di Inter Continental Exchange London sebesar 124,17 dolar AS per barel.
Terkait hal ini, Menteri Keuangan Agus Martowardojo akan mendiskusikan mengenai penggunaan kuota volume BBM pada 2012 dengan DPR yang diperkirakan meningkat dari 40 juta kiloliter menjadi 43 juta kiloliter.
“Kita juga mau mendiskusikan tentang volume BBM bersubsidi yang diperkirakan lebih tinggi dari 40 juta kiloliter. Kita perkirakan itu akan mencapai 43 juta kiloliter,” katanya.
Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat memperkirakan kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan memengaruhi pertumbuhan industri nasional sepanjang tahun ini dengan target 6,75 persen. “Target saya bukan kenaikan pertumbuhan, tapi tetap seperti yang ditetapkan,” ujarnya.
Dia optimistis pertumbuhan industri tidak akan mengalami penurunan akibat kenaikan harga BBM bersubsidi karena banyaknya realisasi investasi tahun ini yang akan mendorong kinerja industri nasional.
“Kalau pertumbuhan (ekonomi) nasional terkoreksi, saya akan melihat dampaknya. Tapi saya juga menghitung, sekarang ini justru investasi yang dirundingkan dua tahun lalu mulai terealisasi dan itu akan memengaruhi pertumbuhan industri,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Dirjen Pengembangan Pewilayahan Industri Kemenperin Dedi Mulyadi. Dia menegaskan, pertumbuhan industri nasional tidak terganggu sama sekali tahun ini, meski terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Ada empat variabel yang mendorong pertumbuhan industri, yaitu belanja masyarakat dan pemerintah, investasi, ekspor, dan impor,” katanya.
Ia menambahkan, dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dari 3.000 dolar AS menjadi 3.500 dolar AS, maka belanja masyarakat terhadap produk industri akan meningkat. Selain itu, menurut dia, realisasi investasi pada 2011 juga naik, yang akan mendorong peningkatan kinerja industri.
“Untuk meningkatkan belanja masyarakat terhadap produk industri nasional, kami akan terus mempromosikan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri,” kata Dedi.
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Rizal Edy Halim menilai, kenaikan harga BBM tentunya akan memberikan keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Menurut dia, menaikkan harga BBM seharusnya dilakukan pada tahun lalu sehingga beban biaya subsidi bisa lebih ringan. Sebab, menurut dia, subsidi bisa dialihkan untuk kepentingan rakyat kecil yang lebih membutuhkan.
Menurut dia, seharusnya kenaikan juga dilakukan secara bertahap, misalnya Rp 500 per liter hingga kenaikan mencapai Rp 1.500 per liter.
Senada dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rizal mengatakan, jika harga minyak atau BBM bersubsidi tidak dinaikkan, akan membebani perekonomian negara. Saat ini harga minyak telah berada di tingkat 120 dolar AS per barel, maka hal tersebut akan menghabiskan banyak dana APBN yang seharusnya bisa digunakan secara lebih bermanfaat di bidang lain.
“Ini merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. Ke depan, beban biaya subsidi bisa lebih ringan maka program-program untuk kepentingan masyarakat harus dipastikan berjalan lebih maksimal lagi,” katanya. (Bayu/A Choir)
taUbat berkata
BBM NAIK, KURSI SBY TETAP AMAN
Minggu, 11 Maret 2012 , 20:15:00
JAKARTA — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan melahirkan gerakan menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
“Apakah kenaikan harga BBM ini akan melahirkan gerakan menjatuhkan SBY? Hasil riset kualitatif LSI (Lingkaran Survei Indonesia) memprediksi itu tidak akan terjadi. Seandainya ada kelompok yang ingin makar dengan menunggangi isu BBM, itu hanya minor dan hilang digulung waktu,” ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby, Minggu (11/3), saat konperensi pers hasil survei bertajuk “BBM, BLT dan Efek Elektoralnya”, Minggu (11/3), di Jakarta.
Apakah kenaikan harga BBM akan menimbulkan kerusuhan dan gelombang demonstrasi? Menurut dia, hasil riset kualitatif LSI memerediksi itu memang akan terjadi. Massif atau panjang tidaknya gelombang demonstrasi sangat tergantung dari cara pemerintah merespon. “Juga tergantung dukungan logistik dari aneka pemain politik terhadap gelombang demokrasi itu,” jelasnya.
Yang pasti, kata Adjie, respon mayoritas publik akan menghukum semua partai dan tokoh yang mereka lihat mendukung kenaikan harga BBM. Menurut Adjie, Demokrat dan SBY adalah sasaran utama mereka. Bisa diduga, kata dia, Demokrat dan SBY pula yang akan berjuang agar program BLT atau sejenisnya dijalankan juga.
Kemarahan publik karena kenaikan harga BBM atas Demokrat dan SBY, secara elektoral hanya bisa dinetralkan dengan program BLT atau sejenisnya. “Jika tidak SBY dan Demokrat semakin melorot lagi ke titik terendah,” ungkapnya.
Ia menilai, kebijakan publik soal harga BBM dan BLT selalu terkait dengan politik pencitraan. “Kebijakan dua isu itu apalagi menjelang 2014, tidak akan pernah dirumuskan murni dari sisi teknokratis belaka,” katanya.
Dikatakan lagi, sikap partai saat ini terhadap rencana kenaikan BBM juga beragam. Pendukung kenaikan BBM adalah partai pemerintah sendiri, Partai Demokrat. “Yang menentang kenaikan BBM adalah partai oposisi, Gerindra, Hanura, PDIP,” tegasnya.
Menurutnya, partai koalisi berada di tengah, seperti PKS, PAN, PKB dan PPP. Dia menjelaskan, PKS ada kecenderungan menolak kenaikan harga BBM tapi tak selantang PDIP. PAN, kata dia, ada kecenderungan mendukung tapi tak selantang Partai Demokrat. Partai koalisi, terang dia, ada di tengah dalam spektrum kenaikan harga BBM.
“Seandainya pun sepakat soal kenaikan harga BBM, masih terus diperdebatkan seberapa besar kenaikannya,” kata Adjie. (boy/jpnn)