BBM Naik?.. Pemerintah Tidak KREATIF
Posted by KabarNet pada 29/02/2012
1. Apakah Penyebab Pemerintah selalu ingin menaikkan harga BBM?
2. Kenapa Harga BBM selalu jadi kambing hitam ketika APBN terbebani?
3. Kenapa selama 8 Tahun ini, Pemerintah selalu mengutak atik harga BBM?
Saya buka tulisan ini dengan tiga pertanyaan untuk menggugah pemikiran kita agar bisa berfikir obyektif dan jernih serta menambahkan daftar pertanyaan terhadap problema ini.
- Pertama, Pemerintah Menganggap Harga BBM (khususnya Premium) saat ini terlalu murah dibandingkan dengan harga pasar Dunia sehingga pemerintah harus memberikan subsidi untuk BBM yang dijual dipasar domestik tersebut. Bahkan Sri Mulyani saat jadi Menteri mampu memberikan alasan bahwa harga BBM di Indonesia jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM di Malaysia.
Kita semua tahu bahwa saat ini bumi RI mampu menghasilkan +/-850.000 Barel BBM per hari, tapi sebagian besar hasil tersebut sudah bukan milik RI lagi sehingga untuk mencukupi kebutuhan domestik pemerintah membeli lagi BBM dipasar global untuk dijual ke pasar domestik dibawah harga pasar global dengan SUBSIDI Pemerintah. Adakah kesalahan atas SUBSIDI tersebut? Kita tahu jika harga BBM dinaikkan lagi dari harga yang sekarang maka yang menanggung akibatnya adalah rakyat kecil, dikarenakan kepastian kenaikan tersebut akan diikuti oleh naiknya harga-harga barang kebutuhan lainnya dan akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat miskin dan menengah.
Yang menjadi catatan adalah, apakah memang benar harga BBM di Indonesia terlalu murah jika dibandingkan dengan daya beli sebagian besar Rakyat Indonesia? adakah Sri Mulyani lupa membandingkan daya beli rakyat Indonesia dengan rakyat Malaysia sehinggah mampu memberikan alasan harga BBM di RI jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga BBM di Malaysia? sungguh alasan tersebut sangat naif dan terkesan asal ucap tanpa perhitungan.
- Kedua, Selama ini kita hanya tahu bahwa harga BBM selalu jadi kambing hitam ketika APBN RI terbebani, dikarenakan saat ini Pemerintah memberikan subsidi BBM +/- 76 trilyun yang diambil dari APBN.
Kita tidak pernah tahu berapa beban APBN atas bunga hutang yang harus pemerintah bayar setiap tahun yang sebenarnya tidak perlu. Karena APBN tidak pernah diserap 100% oleh Kementerian bahkan terkesan menghambur-hamburkan anggaran. kita tidak pernah melihat pemerintah kreatif untuk memikirkan efisiensi terhadap kebijakan-kebijakan yang berdampak negatif terhadap rakyat Indonesia. Kalau boleh saya mencontoh Sri Mulyani, maka saya akan lebih senang membandingkan harga rokok di Indonesia dengan Malaysia. Saat ini rata-rata harga rokok di RI +/-Rp 11.000,- per bungkus, sedangkan di Malaysia rata-rata harga rokok sudah mencapai +/-35.000,- jumlah perokok di Indonesia mencapai 100 juta orang, jika setiap perokok menghabiskan 7 batang per hari, maka akan ada 700 juta batang rokok yang dihisap per hari, jika cukai rokok dinaikkan Rp 250 per batang, maka harga rokok (dengan isi 16 batang per bungkus) akan menjadi Rp 15.000,- per bungkus (masih jauh lebih murah dibandingkan dengan harga rokok di Malaysia), hal tersebut akan menambah pendapatan baru dari Cukai rokok, yakni: 700 juta batang rokok X Rp. 250,- X 365 Hari = 63,875 Trilyun.
Kalau saja Pemerintah mau sedikit kreatif masih banyak lagi permasalahan untuk di Efisiensi, terutama yang dampaknya negatif buat rakyat.
- Ketiga, baru 8 tahun ini Pemerintah selalu mengutak-atik harga BBM, energi pemerintah banyak terkuras untuk memikirkan kebijakan-kebijakan mengenai harga BBM ini, sehingga lupa memikirkan hal-hal yang lebih urgen. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Kita tahu saat ini Perusahaan Asing seperti Shell, Total banyak membuka SPBU-SPBU di Kota-kota besar di Indonesia. Wajar jika saya sebagai Rakyat Indonesia curiga bahwa kebijaksanaan dan kerja keras Pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada pasar Domestik adalah buah dari hasil keinginan perusahaan-perusahaan Asing tersebut agar bisa menjadi tuan di negeri orang karena telah menguasai produk BBM dari hulu ke hilir.
Beginilah faktanya di negeri ini yang Pemerintahnya lebih mendahulukan kepentingan pengusaha (lokal maupun asing) ketimbang kebutuhan rakyat. Entah perhitungan macam apa yang dipakai untuk menghasilkan kebijakan yang lagi-lagi tidak pro rakyat. Ekonomi kita tidak butuh pencitraan, tapi fakta nyata di lapangan akan makin banyak rakyat Indonesia yang lapar dan tercekik hidup di negeri yang kaya raya. Ironis!
Husin Ali








































Rakyat Lapar berkata
Analisa rakyat lebih cerdas.. Pemerintah otaknya rusak!
Fajar Nagara berkata
Harga BBM belum naik saja rakyat sudah pusing apalagi ibu2 rumah tangga yang namanya minyak tanah itu sangat perlu buat dapurnya berasap beda sama ibu2 yang bergaya hedonism mungkin nyalain kompor saja gak bisa, gak tau kalo ibu2 yang bergaya hedonism tadi punya alat canggih seperti kompor gas anti ledak atau tiba2 si ibu bergaya hedonism mendadak sadar menggunakan kayu bakar. Indonesia dengan berbagai ceritanya.
Syaiful berkata
Namanya juga pedagang minyak mana mau rugi apa lagi memikirkan rakyat kecil.
Ridho Senopati berkata
pemerintah kita mata duitan semua , daripada mikirin rakyat lebih baik memperkaya diri dan keluarga lawong saat tes masuk pegawai saja sudah habis habisan sekarang bagaimana caranya bisa cepat balik modal itulah kawan efek dari gaya ‘DEMOKRASI” maka jangan sungkan cepat kita arahkan supaya berazas ISLAM dengan sistem kekalifahan.
Anonymous berkata
Saya setuju dinaikkan dan bila perlu disamakan dengan PERTAMAX…..DAN TIDAK PERLU ADA LAGI SUBSIDI… Rakyat indonesia ini sudah terlena dengan SUBSIDI,… Apalagi para orang kaya , jelas mereka yang memiliki mobil pribadi tetapi mereka yang rakus menggunakan PREMIUM BERSUBSIDI … SEKALI LAGI LANJUTKAN NAIKKAN HARGA BBM DAN HAPUS SUBSIDI…
MEREDEKA…
Abeh aladin berkata
Ya ALLAH ,,berilah beliau2 petunjuk supaya bisa benar2 faham atas penderitaan rakyat2nya. .ALLAAHU AKBAR. . .
tempakul berkata
naik rp. 2000/liter…. nanggung.
kalo bisa harga premium jadi Rp.10.000/liter. Jadi sekalian bisa nyumbang ke pemerintah….hehehe. Jadi kan naik tuh UMR menjadi 5jt/bulan.
Sekalian aja ganti aja mata uang menjadi Dollar Indon…. atau… kalo mau ganti aja menjadi Dinar & Dirham … gaji kita….kan lebih enak.
Bila kita menerapkan Gaji dengan Dinar / Dirham…. kan ngga ada lagi inflasi / 0% inflasi…. Intinye Stabil kita Gaji / Pendapatan kita.
Gue aja beli Dinar 3 or 4 taon lalu dengan Harga Rp. 1.25jt….. lah sekarang sudah Rp. 2.3jt…Gimana ?
Nilai tukar kita yang merosot atau Dinar-nye yang dari zaman Rasulullah segitu2x aja…. namun nilainye tetep terjaga / stabil.
Kalo gue sih usul…. Ganti aja tuh yang namanye Rupiah / Uang Kertas…. dengan Emas / perak.
Kalo uang kertas itu kayak maen monopoli…. hanya kertas yang bertuliskan nilai-nilai…. Bila kebakar… akan hangus dan tak bernilai… apalagi kasus uang yang kadaluarsa….hehehe
mending pake emas / perak lah…. bila terbakar paling2x hanya meleleh… namun zat/unsurnye tetep emas & laku bila dijual sampe kapan pun….
Gimana…. ? masih mau pake uang kertas or beralih menggunakan emas / perak ?
tempakul berkata
kita bila menggunakan uang kertas… yang namanye rupiah…. terus merosot nilainye terhadap Dollar AS (USD)… padahal sama2x uang kertas…yang bila terbakar…. sama2x akan menjadi abu yang tiada arti.
INI MANANYE PERAMPOKAN TANPA KITA SADARI, rakyat terus menjadi miskin…malah makin parah (makin kere/melarat).
cepet2x deh pada hijrah menggunakan Dinar / Dirham. Bila kita ingin maju & tidak ingin terus-terusan di rampok dengan Dollar AS (USD).
Indonesia adalah negara terkaya di muka bumi, namun rakyatnye pada sengsara… alias belangsak/kere/miskin.
Ayo… hijrah menggunakan dinar / dirham…. Jangan biarkan negeri ini di RAMPOK dengan negara2x Kapitalis.
Benci Panggung Sandiwara berkata
Jalan terakhir rezim penguasa mengumpulkan kekayaan sebelum di tumbangkan…………………biar anak cucunya tidak kekurangan sampai 7 turunan………….
Laskar Sakerah berkata
FPI dan Neo Komunis
Kenyataannya, komunisme masih menjadi sesuatu yang harus diwaspadai di negeri ini.
SEBAGAI sebuah ideologi, komunisme hinga kini tak juga mati. Penganutnya tampil menyesuaikan diri. Ada yang berjubah agama, dan menduduki posisi strategis di perguruan tinggi berlabel agama. Ada juga yang berjubah nasionalis-demokrat, ada yang bersembunyi di balik Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dan sebagainya. Pada umumnya, penganut komunis tidak berani tampil telanjang. Namun demikian, ada satu-dua yang berani muncul dengan gegabah-berani, antara lain Ribka Tjiptaning Proletariati.
Sikap gegabah-berani Ribka antara lain diekspresikan dengan menerbitkan sejumlah buku, seperti Aku Bangga Menjadi Anak PKI dan Anak PKI Masuk Parlemen. Ia bangga menjadi anak PKI, karena bapaknya yang anggota PKI dinilainya tidak pernah korupsi. Barangkali, Ribka ingin mensosialisasikan sebuah nilai sesat, yaitu mendingan menganut komunis daripada menjadi koruptor.
Konstruksi logika Ribka ini nampaknya sudah mulai tersosialisasikan dengan baik. Antara lain, diadopsi oleh seniman liberal seperti Oppie Andaresta yang memodifikasi logika Ribka dalam bentuk “mendingan jadi pelacur daripada jadi koruptor”. Konstruksi logika yang sama boleh jadi menunjukkan bahwa keduanya mempunyai kecenderungan ideologis yang sama: komunis!
Konstruksi logika seperti itu disebut sesat, karena bertentangan dengan etika, ekspektasi (harapan, dugaan) sosial, dan tentu saja agama. Tidak ada satu agama pun yang membenarkan logika itu: mendingan jadi pelacur daripada jadi koruptor, atau mendingan berpaham komunis yang anti agama daripada jadi koruptor. Karena, pelacur, koruptor, dan komunis sama-sama negatifnya.
Sikap gegabah-berani Ribka dimulai pada masa mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jadi presiden. Kemudian berlanjut, ketika Megawati anak Soekarno menjadi presiden menggantikan Abdurahman Wahid yang didaulat mundur karena korupsi. Artinya, Abdurrahman Wahid selain bersimpati kepada (penganut) komunis, ia juga punya kecenderungan korup.
Eksistensi Ribka sebagai anak PKI bisa tegak di zaman Abdurrahman Wahid, masih bisa dimengerti, walaupun amat membingungkan. Begitu juga ketika Megawati anak Soekarno jadi presiden, masih bisa dimengerti. Karena, Soekarno mendukung eksistensi PKI di tanah air. Akibatnya Soekarno terpelanting dari kekuasaannya.
Namun, yang tidak bisa dimengerti, eksistensi Ribka dan kegegabah-beraniannya tetap tegak di masa SBY, padahal SBY adalah seorang jenderal bintang empat yang saptamargais dan anti komunis. Apalagi, SBY selama ini dikenal sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie yang dikenal tegas memberantas pengikut komunis. Kiprah Ribka di parlemen dan sebelumnya menerbitkan dua buku yang terang-terangan membangun simpati kepada PKI, seolah-olah mengejek sang jenderal.
Salah satu ciri khas kaum komunis (PKI) di dalam melawan siapa saja yang dianggapnya musuh adalah melancarkan gerakan fitnah, dan sebagainya. Mereka juga gemar membuat kekacauan, menyebar isu SARA, menimbulkan kebencian dan permusuhan horizontal. Ribka nampaknya penganut setia doktrin ini. Contohnya, sebagaimana terjadi pada FPI (Front Pembela Islam). Setidaknya, sudah dua kali FPI menjadi sasaran. Yaitu, pada kasus Purwakarta (Mei 2006) dan kasus Banyuwangi (Juni 2010).
Kasus Purwakarta
Kasus Purwakarta terjadi pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2006. Pada saat itu berlangsung sebuah acara bertajuk Dialog Lintas Agama dan Etnis, Merajut Cinta yang Terserak. Acara yang berlangsung di Gedung PKK Jalan RE Martadinata, Purwakarta ini, dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari kalangan ormas berbagai agama.
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam acara tersebut didapuk sebagai Keynote Speaker (pembicara kunci), sedangkan pembicara lainnya antara lain Albertus Patti, Romo Sarafin, Dani Sanusi, JM Nainggolan Mth dan I Wayan Giri Sudhiarta.
Bila Gus Dur memang seorang guru bangsa sebagaimana selama ini digadang-gadang oleh pengikutnya, seharusnya ia sebagai keynote speaker bisa tampil santun, bijaksana, dan bisa menerima adanya pebedaan. Nampaknya, Gus Dur lebih banyak diatur oleh hawa nafsunya. Sehingga yang ia sampaikan di forum adalah provokasi dan menebar fitnah.
Sebagai keynote speaker kala itu, Gus Dur jusru memilih topik pembicaraan yang sedang sensitif, dan ia berada pada posisi yang sangat kekanak-kanakan. Ia ngotot mengutarakan pendiriannya yang tidak setuju dengan RUU APP (Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi) yang kala itu sedang hangat memasuki wilayah pro-kontra.
Kalau Gus Dur memang punya kepantasan sebagai guru bangsa, tentu ia akan berhati-hati dan tidak menjadi tukang kompor atau tukang kipas, padahal tujuan forum itu justru untuk menurunkan tensi. Kesalahan utama jelas pada panitia yang telah menjadikan tukang kompor sebagai keynoye speaker. Pilihan pantia menjadikan Gus Dur sebagai keynote speaker boleh jadi dengan maksud baik, antara lain berharap Gus Dur bisa jadi semacam solusi bagi konflik yang terlanjur bergulir. Namun sayangnya harapan itu tak kesampaian, justru Gus Dur menjadi sumber konflik. Begitulah watak orang yang punya kecenderungan ke kiri.
Pada forum itu Gus Dur tidak saja mengutarakan sikapnya yang anti RUU APP, tetapi juga menuding aksi 21 Mei 2006 berupa pengerahan massa mendukung RUU APP disahkan menjadi Undang-undang sebagai aksi bikinan yang dibiayai oleh pihak ketiga, alias tidak murni. Lebih jauh, Gus Dur juga mengatakan aksi tersebut tidak dihadiri oleh sejuta umat tetapi hanya seratus ribu orang saja.
Pernyataan provokatif Gus Dur tentu saja mendapat reaksi. Antara lain dari Asep Hamdani (Koordinator FPI Purwakarta). Menurut Asep, keterlibatan berbagai ormas Islam pada Aksi Sejuta Umat 21 Mei 2006 adalah murni inisiatif umat Islam yang mewakili masyarakat untuk memberikan dukungan kepada RUU APP. Pada kesempatan itu Asep menyilakan Gus Dur meninggalkan Purwakarta bila tidak mau minta maaf.
Kalau toh akhirnya Gus Dur meninggalkan Purwakarta, itu karena perannya sebagai keynote speaker telah ditunaikan, dan ia bergegas menuju acara lain. Sebagaimana diberitakan The Jakarta Post edisi 29 Mei 2006:
Gus Dur also clarified Saturday that he was not forced to leave the podium by FPI members during an interfaith discussion in Purwakarta on Tuesday. He said he left the discussion because he had another event in Jakarta to attend.
Sebelumnya, pemberitaan media massa mengabaikan etika cover both side dengan memuat opini yang menyudutkan FPI. Sehari setelah ‘pengusiran’ Gus Dur, beberapa media massa lokal seperti Surya (Jawa Timur) dan Pikiran Rakyat (Jawa Barat) edisi 24 Mei 2006 langsung menerkam opini yang disebarkan oleh Agung Nurhalim yang saat itu menjabat sebagai Korwil Garda Bangsa Jawa Barat. Garda Bangsa (Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa) merupakan salah satu organisasi massa di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat fanatis mendukung sosok Gus Dur.
Menurut Garda Bangsa, Gus Dur diusir FPI (Front Pembela Islam), MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), dan FUI (Forum Umat Islam). Sementara itu, pada hari yang sama RCTI mengutip pernyataan Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan (AMAK) bahwa Gus Dur diusir dari Purwakarta oleh FPI dan sebagainya. Selain itu, AMAK juga menuding FPI, MMI, FUI dan HTI sebagai ormas Islam yang meresahkan masyarakat dan suka main hakim sendiri.
Di media massa, Rieke Diyah Pitaloka dan Badriyah dari AMAK menyebut keempat ormas Islam itu sebagai penjahat berjubah. Di Metro TV, Rieke Dyah Pitaloka dan Taufiq (dari AMAK) menggunakan istilah preman berjubah kepada keempat ormas Islam di atas yang ditudingnya telah mengusir Gus Dur dari Purwakarta.
Jadi, meski mereka menggunakan judul anti kekerasan bagi kelompok mereka, namun secara terang benderang dapat dilihat mereka juga menggunakan kekerasan untuk menghadapi dan mencemooh lawan politiknya. Antara lain dalam bentuk kata-kata dan istilah yang bermakna kasar (preman dan penjahat).
Kasus Banyuwangi
Kasus Banyuwangi terjadi pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2010. Ketika itu, Ribka Tjiptaning, Rieke Dyah Ayu Pitaloka dan Nursuhud dari Komisi IX DPR (membidangi Kesehatan dan Tenaga Kerja), seharusnya melakukan tatap muka dengan PPI (Persatuan Perawat Indonesia) dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia) pada pukul 13:00 WIB, untuk sosialisasi kesehatan gratis. Namun, di luar rencana semula, mereka menggelar acara lebih awal di rumah makan Pakis Ruyung, Banyuwangi, Jawa Timur. Peserta sosialisasi ternyata tidak hanya dari Banyuwangi, tetapi juga berasal dari luar Banyuwangi seperti Malang dan sebagainya.
Acara di rumah makan Pakis Ruyung itu memang di luar acara resmi, dan bisa terselenggara karena Ribka Tjiptaning dan kawan-kawan diminta oleh sejumlah elemen masyarakat. Mereka pun memenuhi undangan itu. Begitu versi Ribka. Namun, bagi elemen masyarakat lain, agenda tambahan itu merupakan agenda tersembunyi. Antara lain berisi acara temu kangen dengan para korban PKI mantan anggota PKI dan keluarganya.
Sejumlah elemen masyarakat pun membubarkan pertemuan itu. Dengan alasan, sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya sebagai kedok semata, karena dicurigai merupakan kegiatan terselubung untuk menumbuhkan semangat komunisme. Apalagi, banyak pesertanya yang datang berasal dari luar Kabupaten Banyuwangi. Demikian pandangan Aman Faturahman, Ketua FPI Banyuwangi.
Hal itu disangkal Ribka. Menurut Ribka, ia dan kawan-kawan tidak melakukan temu kangen dengan bekas anggota atau keturunan PKI di Banyuwangi, tetapi murni dalam rangka menjalankan tugas Komisi IX DPR tentang sosialisasi pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis di daerah. Namun menurut Rieke, kegiatan sosialisasi kesehatan gratis tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri siapa saja, termasuk bekas anggota atau keturunan PKI.
Keberadaan bekas anggota atau keturunan PKI juga dibenarkan Muhammad Abas (Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi). Menurut Abas, undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi kesehatan gratis tersebut berasal dari berbagai elemen, namun beberapa peserta yang hadir merupakan keturunan keluarga bekas anggota PKI.
Kalau memang demikian, Ribka kurang jujur dan tidak taat prosedur. Kalau memang ada acara tambahan apalagi melibatkan bekas anggota atau keturunan PKI, sudah seharusnya ia menyampaikan laporan pendahuluan kepada aparat terkait. Sikap Ribka dan kawan-kawan jelas mendudukkan aparat pada posisi sulit.
Solusi paling memungkinkan, mendayagunakan elemen-elemen masyarakat yang kontra dengannya. Sejauh untuk kepentingan negara, pendayagunaan ini sah-sah saja. Kenyataannya, komunisme masih menjadi sesuatu yang harus diwaspadai di negeri ini. Keterlibatan pentolan ormas tertentu di dalam pembubaran pertemuan ‘ilegal’ tersebut, jangan lantas dikaitkan secara resmi dengan lembaga tempat mereka berkiprah. Karena, belum tentu kiprah mereka resmi mewakili lembaganya. Di sinilah kekurang hati-hatian Ribka dan kawan-kawan, sehingga cenderung kepada memfitnah FPI.
Munarman pada sebuah teve swasta pernah mengatakan, FPI tidak pernah menugaskan anggota dan pengurusnya untuk membubarkan sebuah acara tertentu di Banyuwangi. Dalam gerakannya, FPI mempunyai protap seperti adanya surat perintah resmi dari pimpinan, menggunakan atribut resmi FPI, dan lapor diri kepada aparat sebelum bergerak.
Semangat Membubarkan
Bukan kali ini saja muncul semangat membubarkan FPI dan ormas Islam lainnya. Sejak beberapa tahun lalu, suara seperti itu sudah berdengung. Para pendengungnya selain dari entitas yang secara jelas kiri (penganut komunisme) seperti Ribka, namun juga dari kalangan liberal seperti Ulil Abshar Abdalla pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal).
Mereka menamakan diri kelompok anti kekerasan, namun dalam prakteknya juga menggunakan kekerasan verbal. Mereka tidak punya keberanian menghadapi kekerasan fisik dengan kekerasan fisik, dan cenderung menghindar karena pasti kalah.
Di zaman Orde Lama, semangat membubarkan ormas Islam dan partai Islam sudah pernah terjadi. Kalangan komunis yang kala itu merasa kuat, meminta presiden Soekarno membubarkan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia).
Kini, di era reformasi sasarannya tidak lagi kepada ormas dan partai Islam tetapi apa saja yang beraroma Islam: perda yang dituding bernuansa syari’at Islam, rancangan undang-undang yang dituding bernuansa syari’at Islam (seperti RUU APP), dan sebagainya.
Bahkan, kaum liberalis yang lebih bisa menerima paham kiri, berusaha menghilangkan Islam itu sendiri. Ada di antara mereka yang mengatakan Allah itu bukan nama tuhannya umat Islam, karena sebutan Allah sudah ada sejak pra Islam untuk menyebut sejenis dewa air.
Ada yang mengatakan, shalat itu tidak wajib. Makna wajib dari perintah shalat itu mengikuti kaidah bahasa Arab. Sehingga kewajiban itu datangnya bukan dari Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa atheisme itu berhak hidup sejajar dengan penganut agama-agama lainnya.
Ada yang dengan kekuasaannya sebagai petinggi institusi pendidikan Islam ‘menekan’ mahasiswanya tidak boleh menulis kata Allah dengan lanjutan SWT (subhanahu wa ta’ala). Karena yang mengakui Allah itu subhanahu wa ta’ala hanya orang Islam, sedangkan mereka yang bukan Islam, tidak demikian. Ia juga melarang mahasiswanya menulis kata Muhammad dengan diakhiri SAW (shallallahu ‘alaihi wa sallam); tidak boleh menulis Muhammad dengan sebutan Nabi. Karena yang menganggap Muhamad sebagai Nabi hanya orang Islam, sedangkan non-muslim tidak menganggap Muhammad Nabi. Bahkan ia juga melarang dalam sebuah karya ilmiah ada kalimat-kalimat Islam sebagai agama yang sempurna atau Islam sebagai agama yang haq, dan kalimat-kalimat sejenis itu.
Bila mereka tidak mampu menghapuskan Islam, setidaknya mereka telah berhasil membuat orang Islam bingung, ragu-ragu dan boleh jadi kelak meninggalkan agama Islam. Upaya-upaya itu dibungkus dengan nama indah yaitu pluralisme, inklusifisme, liberalisme, dan sebagainya. Semangatnya sama: ‘membubarkan’ Islam sebagai agama yang diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala .
Dan, Ulil merupakan komandan dari kelompok ini. Ia konon masih keponakan Gus Dur yang juga punya semangat sama. Bila dulu Ulil gagal memanfaatkan NU untuk ‘membubarkan’ Islam, kini ia boleh jadi sedang mempersiapkan hal yang sama di tempat yang baru.
Di masa Hasyim Muzadi jadi Ketua Umum PBNU, ia pernah berkata bahwa NU selama ini sudah terlalu ke kiri. Sehingga, ketika ia berusaha membawanya ke tengah, oleh sebagian orang dirasakan terlalu ke kanan. Mereka yang dimaksud boleh jadi kaum kiri yang bercokol di NU. Sayangnya, kini NU dipimpin oleh imam yang punya kecenderungan terhadap paham sesat syi’ah, pluralisme-liberalisme, dan akomodatif terhadap penganut paham kiri.
Kini, para neo komunis dan penganut komunis original semacam Ribka, bersatu-padu di dalam sebuah wadah yang sering kali dibentuk secara mendadak, dan memberi kesan bahwa mereka dalam jumlah yang banyak. Namun sesunguhnya sedikit sekali. Buktinya, ketika sejumlah media mengadakan polling pembubaran FPI (sekitar Juni 2008), hasilnya tak seperti dugaan mereka: suara yang menolak FPI dibubarkan justru lebih besar dari yang setuju.
Boleh jadi, oleh masyarakat kita FPI dan sejenisnya telah diposisikan sebagai garda terdepan di dalam melawan paham kiri atau paham sejenis itu yang berubah-ubah wajah, jenis kelamin dan jubah. Kalau demikian adanya, pastilah FPI dan sejenisnya akan menjadi musuh bebuyutan mereka, para pengusung neokomunisme yang suaranya pating clebung (tidak keruan) namun arahnya sama yakni anti Islam dan ngotot ingin membubarkan Islam dengan macam-macam cara seperti tersebut di atas.
http://nahimunkar.com/2827/fpi-dan-neo-komunis/
Dulkenyut berkata
Yang jelas minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak bisa dibaharui, artinya semakin lama semakin habis, tentu saja harganya semakin mahal. Pemahaman seperti ini sebagian masyarakat umum masih belum tahu, tahunya beli dan pakai..udah gitu! Selaku masyarakat, kita berharap kepada Profesor doktor yang ahli dibidangnya agar segera menciptakan energi alternatif pengganti bbm untuk masa depan.
Benci Panggung Sandiwara berkata
tu..cerita orang goblok tu coy………………..orang yang gila retorika
Dulkenyut berkata
Sorry coy..itu cuma pendapat. Kalau tidak setuju begini saja.. kita perang saja di wilayah yang penduduk padat lalu mayatnya kita endapkan dilumpur kemudian kita hanyutkan ke laut..entar kan jadi minyak semua tuh!
myxfikri berkata
Yang paling lucu adalah…..kok pemerintah nggak pernah ngusik2 pengeluaran DPR dan kroni2nya yang sangat membebani APBN…..tanya kenapa????? harga kursi aja 24jt/biji wkwkwk
Tan Panama berkata
PEMACU DAN PEMICU HARGA SEMBAKO
Dalam prakteknya, BBM tidak naik, tanpa dikomando harga sembako naik perlahan dan pasti dengan berbagai dalih dan alasan. Produsen, pengusaha, pedagang, pemasok sampai penjual yang kontak langsung dengan pembeli lebih jeli dalam membaca peluang. Banjir lokal pun bisa mempengaruhi harga jual sembako di lokasi yang aman dari banjir, alasannya transportasi terhalang. Pergerakan manusia dan barang ditentukan oleh moda angkutan umum.
Bayangkan, kalau harga BBM naik secara resmi dan berlaku nasional, dengan berbagai opsi, dampak apa saja yang akan menimpa rakyat !!!
taUbat berkata
Pertanyaan dengan jawaban yang kurang berkenan …
1. Apakah Penyebab Pemerintah selalu ingin menaikkan harga BBM?
Sebabnya Pemerintah tidak mempunyai kemampuan
2. Kenapa Harga BBM selalu jadi kambing hitam ketika APBN terbebani?
Karena BBM satu2nya harapan dan tambang lainnya dianggap tidak memberikan efek.
3. Kenapa selama 8 Tahun ini, Pemerintah selalu mengutak atik harga BBM?
Karena BBM bersentuhan dengan kebutuhan rakyat, maka dengan kekuasaannya dapat menentukan segalanya (pengaruh)
====================
Solusinya segerakan renegosiasi kontrak karya, utamakan kebutuhan dalam negeri dahulu, lalu sisanya di export.
Pemilik saham SPBU BBM Asing, hendaknya tidak memaksakan kehendak agar harganya dapat disejajarkan.
=====================
HALLOO…. BERITANYA MENGHILANG :
.
.
CURI BBM LEWAT PIPA BAWAH LAUT
09 Sep 2005, 16:35
Banyak Pejabat Pertamina Terlibat, Hari Ini, SBY Panggil Direksi
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah besar. Kemarahan meledak setelah presiden mengetahui banyak pejabat Pertamina yang diduga terlibat pencurian dan penyelundupan BBM hingga negara rugi triliunan rupiah.
Salah satu modusnya adalah menyedot minyak Pertamina melalui pipa bawah laut. Diameter pipa 1,5 meter, panjang 7 mil (10 km lebih). Minyak itu dialirkan ke kapal-kapal tanker, kemudian dijual ke luar negeri.
Kemarahan SBY itu tampak dengan digelarnya jumpa pers mendadak kemarin. Di depan wartawan, dia berjanji memanggil seluruh direksi Pertamina hari ini. “Ada 18 pejabat Pertamina yang diduga terlibat. Nama-namanya ada pada saya. Kita akan periksa. Kalau atasannya ternyata mengetahui, tentu kita tindak tegas,” kata SBY dengan nada tinggi setelah rapat terbatas di Kantor Presiden, kemarin.
Rapat mulai pukul 15.00 itu diikuti oleh Kepala BIN Syamsir Siregar, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Menhan Juwono Sudarsono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menko Polhukam Widodo A.S., Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, Menko Kesra Alwi Shihab, dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie.
“Saya melalui sekretaris kabinet meminta direktur utama dan direksi lainnya untuk menghadap saya besok (hari ini) untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi di Pertamina ini,” sambung SBY. Presiden juga minta Widodo dan Sutanto mengusut tuntas kasus ini. Widodo dan Sutanto yang berdiri dengan sikap sempurna di belakang SBY mengangguk-angguk mendengar perintah bosnya itu.
Presiden mengungkapkan, saat ini, Polri berhasil mengungkap sejumlah kasus penyelundupan BBM berskala besar di tanah air. Yaitu, di Kepulauan Riau, Batam, perairan Arafuru, Jawa Timur, dan Cilacap. Polisi sudah menahan 58 tersangka dan menyita 17 kapal dengan muatan 6.000 ton BBM sebagai barang bukti. Di antara para tersangka itu, termasuk lima warga negara asing dan 16 pejabat Pertamina yang diduga terlibat penyelundupan BBM di Balikpapan, Kaltim.
Dengan terungkapnya kasus tersebut, pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara Rp 52 miliar. Presiden menyebutkan bahwa kejahatan penyelundupan BBM selama ini merugikan negara Rp 8,8 triliun per tahun.
Dalam pertemuan dengan direksi Pertamina hari ini, presiden akan meminta penjelasan mengenai kasus-kasus tersebut. Presiden tidak merilis nama ke-18 pejabat itu. Alasannya, investigasi masih berjalan. “Saya perintahkan kepada Kapolri dengan supervisi Menko Polhukam agar langkah-langkah ini dilanjutkan dengan lebih intensif di seluruh Indonesia,” tandasnya.
Kasus yang mendapat perhatian besar presiden adalah penyelundupan BBM yang menggunakan pipa bawah laut berdiameter 1,5 meter dengan panjang 7 mil. Kasusnya terjadi di tepi perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Tepatnya, di SBM (Single Buoy Mooring/pelabuhan terapung) Lawelawe.
“Saya tidak habis pikir. Dengan pipa berdiameter 1,5 meter dan panjang 7 mil, BBM itu mudah dialirkan dan mudah diselundupkan,” kata presiden.
Kapolri menambahkan, keberhasilan membongkar kejahatan penyelundupan BBM ini merupakan hasil penyelidikan kepolisian yang bekerja sama dengan Bea Cukai dan TNI-AL. Mereka telah menggulung jaringan penyelundupan BBM yang selama ini beroperasi di wilayah timur, tengah, dan barat Indonesia.
Untuk wilayah barat, jaringan penyelundupan BBM berpusat di Riau. “Sekitar 70 persen kejahatan BBM di wilayah barat berlangsung di sana. Ironisnya, kejahatan itu terjadi sejak dibukanya Pulau Batam,” terangnya.
Kejahatan di wilayah timur melibatkan jaringan yang beroperasi di Surabaya, Makassar, Bitung, dan Arafuru. Di Kepulauan Arafuru banyak berlayar kapal penangkap ikan asing yang ternyata kemudian diketahui menggunakan BBM subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat kecil.
Di wilayah tengah, penyelundupan BBM terjadi di lepas pantai Kalimantan Timur. Di sini BBM diselundupkan ke tanker melalui pipa bawah laut itu.
Para kapten kapal tanker itu kebanyakan mantan kapten tanker milik Pertamina. Dengan begitu, mereka bisa tahu persis jadwal dan unsur bongkar muat minyak lepas pantai. “Mereka menggunakan pompa berkekuatan sangat besar. Menyedot 3.000 ton BBM hanya butuh waktu dua jam. Semua aksi dilakukan pada tengah malam,” tandas jenderal polisi bintang empat itu.
Di Cilacap, Polda Jateng berhasil mengungkap penyelundupan BBM di Pelabuhan Tanjung Intan. Disita kapal tanker berbendera China KM Yoto yang memuat 528 ton solar. Sebanyak 18 awak kapal yang berkapasitas angkut 1.350 ton itu sekarang ditahan aparat Polda Jateng. Setiap hari kapal itu mampu menyedot 80 ribu liter solar jatah untuk daerah Jawa Barat.
Dirut Pertamina Widya Purnama mengaku siap memberantas penyelundupan yang terjadi. Menurut dia, Pertamina akan terus memperbaiki dan mengawasi distribusi sehingga penyimpangan bisa diperkecil. “Kami juga akan meningkatkan pengawasan dan penertiban untuk memperbaiki jalur distribusi Pertamina,” jelasnya setelah rapat dengar pendapat dengan komisi XI di Jakarta kemarin.
Menurut Widya, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa kinerja BUMN perminyakan tersebut. “Penyelundupan juga merugikan Pertamina sehingga direksi komitmen untuk memberantas habis praktik tersebut,” tegasnya. (noe/iw/jpnn)
ORANG AWAM berkata
Cadangan Devisa Meningkat: Cadangan Devisa adl Tabunga suatu Negara… Beberapa hari yg lalu Teman saya salah satu VP di Citibank menawari saya unt membeli Sukuk 004 yg akan dikeluarkan oleh Pemerintah (sederhanya bisa diartikan negara ini akan berhutang pd anda)… dan saya bertanya pd teman saya tsb “buat apa sih Negara ini mengeluarkan Sukuk 004 dan Nanggung Beban hutang+bunga lagi padahal sdh terlalu banyak Beban2 Hutang dan Jenis Surat Hutang yg sdh dikeluarkan negara ini?” dijawab oleh teman saya tsb “Pak Sebagaian Besar dari hasil Penjualan ORI dan Sukuk tsb adl unt menambah Cadangan Devisa biar semakin kuat Pak”…. saya Kembali tanya lagi “Lho Bagaimana Ekonom di Negara ini mau Nabung kok uangnya dihasilkan dr Hutang? krn terus terang saya heran”… dan teman saya tersebut diam tdk bisa menjawab… “akhirnya saya tambahkan lagi dng Analogi “wahai Teman kalau anda sdh tau bhw penghasilan anda 1jt/bln kira2 berapa pengeluaran yg akan anda anggarkan per bln?”… dijawab oleh teman saya tsb “ya saya akan anggarkan pengeluaran Paling banyak 800rb
atau 80% dr pendapatan saya”… saya bertanya lagi “Jika sdh tau Pendapatan anda 1jt/bln tapi anda menganggarkan pengeluaran 1,2jt/bln dan itu anda lakukan setiap bulan kira2 bagaimana?”… dijawab oleh teman saya tsb “berarti saya bunuh diri artinya mungkin saya bisa bertahan 1thn menyicil hutang+bunga tapi setelah itu saya akan bangkrut”… saya tanya lagi “walaupun yg 100rb anda tabung apakah anda akan bangkrut?”… dijawab oleh teman saya tsb “Absolutly…. krn pasti bunga Debitor lebih tinggi dr bunga yg dihasilkan oleh Kreditor, kedua juga saya bakalan kehilangan kendali atas Pendapatan saya krn setiap bulan harus menganggarkan Pembayaran Hutang+bunga, ketiga kalau saya sdh kehilangan kendali atas pendapatan saya, maka saya akan dng mudah dikendalikan oleh orang lain dan jika saya dikendalikan orang lain itu adl Bunuh diri menurut saya”….
taUbat berkata
Pemerintah kok jahat sekali sama rakyatnya ……
Dampak kenaikan BBM yang dirasakan oleh rakyat :
-Mematikan usaha pengrajin di seluruh Indonesia, biaya produksi jadi mahal dan untuk pembelian bahan pokok saja diperkirakan akan sebanding dengan barang yang telah jadi, dari para importir.
-Menumbuhkan usaha pembuatan Narkoba (menguntungkan)
-Pihak Asing yang tidak menyukai perkembangan NKRI dan akan memanfaatkan serta menyaksikan kekacauan di Negara yang telah memberikan tanda2nya bahwa ekonominya akan bergerak beranjak tumbuh/stabil. (sebagian baru bernapas)
-Premanisme dan kelaparan akan berkembang dimana-mana.
-Perusahaan siap2 mem PHK karyawannya
-Tamak sekali pemerintah, bukan menyelamatkan kepentingan rakyatnya tapi naga2nya berpihak pada pesanan.
======================
-Katanya Indonesia adalah Negara OPEC kok begini ……….
-Pemerintah wajib memberikan BLT pada rakyatnya tanpa harus menaikan BBM
taUbat berkata
SOLUSI DAN ALTERNATIF SUDAH DIPAPARKAN OLEH BANYAK PAKAR …….
MASIH BERSIKERASKAH PEMERINTAH DENGAN KEHENDAKNYA ……………
taUbat berkata
KWIK KIAN GIE : ADA KELEBIHAN UANG PER LITER RP. 3,870
Posted on 14 Mei, 2008 by Admin
Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya Dilarikan Kemana?
Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?
Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata “subsidi BBM” itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?
Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.
Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.
Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.
Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.
Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.
Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.
Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?
Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.
PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)
DATA DAN ASUMSI
Produksi : 1 juta barrel per hari
70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter
PERHITUNGAN
Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000
Konsumsi dalam liter per tahun = 60,000,000,000
Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun = 19,375,500,000
Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini
(19,375,500,000 : 159) x 100 x 10.000 = 121,900,000,000,000
Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri
40,624,500,000 x Rp. 3.870 = 157,216,815,000,000
Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar = 35,316,815,000,000
Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
liter bensin premium yang dijual,
Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) = 4,500
Biaya lifting, pengilangan dan transportasi
US $ 10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) = 630
Kelebihan uang per liter = 3,870
Oleh Kwik Kian Gie
taUbat berkata
=> Sangat disesalkan pembahasan Komisi XI DPR RI dengan pemerintah terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak ditayangkan langsung oleh kedua stasion TV Swasta,
=> Kejanggalan kedua TV Swasta dimaksud adalah bila ada kepentingan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di DPR selalu tidak ditayangkan padahal wartawan TV tersebut meliput dari awal sampai akhir
=> Adakah pembahasannya mengenai dampak dari kenaikan BBM yang akan /sudah dirasakan oleh masyarakatnya ………
=> Produksi BBM mencapai 1,6 jt barel/hari thn 1995 dan Indonesia pernah mencapai produksi tertinggi 1,7 jt barel/hari, tapi kini produksinya tinggal 930 rb barell/hari, penyebabnya belum dijelaskan ….
=> Kalau untuk hitung2an angka DPR akan tidak berimbang karena Pemerintah setiap hari berkutatnya pada angka hitungan saja dan mengabaikan yang terjadi dimasyarakat. (Untung, untung dan untung)
=> Kebanjiran barang impor dari kebijakan Pemerintah untuk AFTA, ACFTA, AKFTA DAN IJ-EPA yang akan mematikan usaha rakyat / masyarakat kecil (tidak dapat bersaing karena biaya produksi menjadi tinggi)
=> Ada tenaga ahli anak bangsa yang telah berpengalaman diluar negeri dalam membuat kilang baru kenapa tidak diperdayakan membuat sumur baru
=> Pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi dapat dilakukan di dalam negeri kenapa harus di luar negeri
=> Tempat penampungan / Depot / Tangki dengan lahan yang luas di tanah air seharusnya dapat dialihkan kedalam negeri……
=> adakah upaya untuk merenegosiasi kontrak dahulu sebelum berpikiran menaikan harga BBM …..
=> Harga BBM di SPBU bbm Asing akan sama/mendekati harga SPBU Pertamina yang katanya di Subsidi ..
Dan buanyak lagi upaya yang seharusnya dapat dilakukan oleh pemerintah sebagai Negara yang kaya SDA ini untuk kepentingan/membantu masyarakat dan bukan untuk pencitraan ……
Siska Siska Ika berkata
apakah pemerintah sdh memikir kan nasib rakyat kecil,jika BBM naik kasian dg nelayan2 juga tukang ojek..mana hasil nya belum pasti. sebaik nya pemerintah buat peraturan bagi rakyat menengah sampai atas.tidak boleh beli BBM bersubsidi.termasuk instansi pemerintah…
Yunita Ayou Rosita berkata
BBM naik presiden ngk becus…….BODOH….?
Anonymous berkata
Rakyat Indonesia makin pada pinter aja nyalahin orang lain (dalam kasus ini, pemerintah) atas hal yang menimpa diri. Kenapa sih ente2 pada minta subsidi sebagai cara buat memenuhi kebutuhan? Kenapa nggak minta naik gaji?
Saat ente punya masalah, ente berdoa malah minta masalahnya dihapus, bukan berdoa minta kekuatan buat nyelesein masalah.
KAPAN NAIK LEVEL KALO BEGITU TERUS?
taUbat berkata
Gaji Pegawai Negeri memang sudalh lumayan tinggi ditambah dengan remunerasi serta tunjangan2 apalagi para Direksinya yang ber-lipat2 …… (dari pajak rakyat)
Bila dibandingkan dengan UMR sangatlah jauh, setuju bila UMR dinaikan dan Gaji PNS/BUMN dipotong persentase untuk mensubsidi BBM…. (salah satu dari sekian cara)
Kalau BBM dinaikan yang menikmati hanya orang2 kaya/mampu saja, jalanan menjadi lancar tidak macet (enjoy)
Sudut macetnya pada ekonomi masyarakat akan menjadikan gejolak dimana-mana, jalan pintas (bunuh diri/perampokan), PHK/pengangguran, kelaparan, kerusuhan dan demo yang tak berujung.
Partai besar/penguasa silahkan membuat statemen apapun dan oleh siapapun …….karena tahu diPartainya untuk kedepannya akan menjadi seperti apa ……. (menggerogoti popularitas)
Semoga saja ………… ada jalan dan petunjuknya untuk yang tebaik bagi Negara dan Masyarakatnya ……… amin.
taUbat berkata
KELOMPOK ANEH :
Kebangkrutan SPBU bbm Asing, yang letaknya ditempat-tempat strategis dibiarkan begitu saja, tidak dialih fungsikan ……
YLKI yang ngotot menganjurkan agar pemerintah tetap menaikan BBMnya ….
YANTO berkata
sapa bilang BBM di malaysia lebih mahal dibanding di indonesia..?
jika ada yang bilang bergitu..jelas itu ORANG PALING BODOH SEDUNIA..
ini faktanya..
BBM RON-95 MALAYSIA adalah Rm 1.90 atau Rp 6100.
BBM RON-95 INDONESIA adalah RP8700 = Rm 3.00
jelas…RON-88 di indonesia TIDAK DIJUAL DI MALAYSIA KERANA KUALITASNYA SANGAT RENDAH..!!!
PEMERINTAH MEMBANDINGKAN BBM INDONESIA AMA MALAYSIA SEPERTI MEMBANDINGKAN MOBIL ESEMKA AMA MOBIL B.M.W. DAN MERCEDIS.
yanti berkata
Percaya atau tidak….tidak lama lagi,kita semua akan lihat pehak media dan pemerintah akan “BEKERJASAMA” untuk mengadu-domba kita ama malaysia atas kasus baru / lama …hanya untuk mengalihkan perhatian warga atas kenaikan BBM..
perkara sama sudah dilakukan beberapa kali loh…buktinya sangat jelas..rakyat akan lupa BBM naik..malah terus berdemo di kedutaan besar malaysia..
pasti akan timbul semula kasus AMBALAT..kasus TKI..kasus PRT ..kasus nelayan…kasus batik dan kasus klim tarian atau makanan….
LIHAT AJA..PASTI ADA…!!!!
taUbat berkata
@ Yanti
Percaya para politisi kita adalah pakarnya “Pengalihan Isu”
BBM naik masyarakat resah namun dapat diredam dengan dengan memunculkan kembali masalah Nazaruddin, Century itupun hanya sementara saja dan tidak akan dituntaskan ……..
Politisi Partai Penguasa mengomentari ” Demo itu syah2 saja”, ironinya aspirasinya tidak dianggap/didengar …..
Politisi Partai Penguasa mengadu dombakan antara sikaya dan simiskin ….
MENDZOLIMI RAKYATNYA …………
susno berkata
saat ini..pehak media sudah “meluncurkan ” kasus baru..narapidana yang dipenjara menikmati fasilitas mewah…
dan kasus BBM mula dilindung-lindung supaya menjadi semakin kurang dibicarakan..
hari ini aja lebih 22.000 polisi dan 8.000 TNI bersiaga untuk menghancurkan para demostran jalanan..
katanya indonesia negara dekokrasi terbaik seasia tenggara…..buktinya..MALAYSIA AJA TIDAK PERNAH MENGGUNAKAN TENTERANYA UNTUK MENGHADAPI PARA DEMOSTRAN JALANAN..!!
Yanti berkata
di saat pemerintah mahu menaikan BBM..mereka tidak pernah memikirkan solusi yang lebih baik
untuk mengurangkan dampak kenaikan BBM itu terhadap rakyatnya.
coba dilirik pada cara kerja pemerintah malaysia saaat ini….disaat BBM dunia merangkak naik..
secara sendirian pemerintah malaysia membuka KR1M iaitu Kedai Rakyat Satu Malaysia.
KR1M tidak pernah diadakan oleh mana-mana pemerintah dunia sekalipun….
itu benar-benar satu solusi pemerintah malaysia untuk menahan dampak kenaikan harga barang-barang keperluan rakyatnya..
apa itu KR1M…. ia adalah toko-toko yang dibangunkan pemerintah untuk menjual terus barang
keperluan rakyatnya pada harga murah meriah..toko-toko ini adalah dibuka tiap hari selama 365 hari pertahun..
menjual barang keperluan rakyat pada harga lebih murah sehingga 70% dari biasanya.
itu tidak termasuk dengan Klinik Satu Malaysia , atau disini Pukesmas..
ianya banyak dibangunkan oleh pemerintah malaysia untuk mengurangkan beban rakyatnya..
hanya membayar Rm1 , atau Rp2.800 untuk mendapatkan segala obat-obat untuk penyakit warganya.
tidak perlu kartu miskin untuk mendapatkan fasilitas itu semua..hanya cukup menunjukkan mykad atau disini KTP.
menghantar anak – anak kesekolah di malaysia juga akan diberikan uang untuk setiap anak sebesar Rm100 per orang anak..
atau Rp280.000.
tidak ada bayaran untuk menyekolahkan anak-anak di malaysia….itu semua dilakukan sebelom pemerintah malaysia menaikan BBM nya….
taUbat berkata
@ D P R
HENDAKNYA TIDAK MEMPOLITISI MASYARAKAT DENGAN ASUMSI “OPSI” BUKAN DOMAIN PEHAMANNYA. CUKUP PEMBAHASANNYA DIINTERN SAJA.
SEDERHANA SAJA DPR SEBAGAI WAKIL RAKYAT DAPAT MEMBERIKAN ARGUMENTASINYA KEPADA PEMERINTAH BAHWA SEBENARNYA :
” BBM ITU BELUM DAPAT DINAIKAN”
ITU BARU NAMANYA DPR SESUAI FUNGSINYA.
(NAIK ATAU TIDAK)
taUbat berkata
SBY MERASA BERDOSA JIKA TIDAK NAIKKAN BBM
Demi menyelamatkan perekonomian nasional
Kamis, 29 Maret 2012 , 17:40:00
JAKARTA– NASIONAL – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kembali menginjakan kaki di tanah air usai melakukan lawatan kerja ke Korsel. Presiden langsung memberikan pernyataan mengenai situasi panas di tanah air, menyusul rencana pemerintah menaikan harga BBM.
SBY mengakui, rencana Pemerintah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang bukan keputusan yang populer. Namun, kebijakan ini diambil bukan tanpa tujuan. Jika kebijakan menyesuaikan harga BBM tidak diambil maka perekonomian Indonesia diprediksi jatuh. APBN menjadi tidak sehat, yang pada akhirnya rakyat juga yang menderita.
“Jika kebijakan populer yang diambil, yaitu tidak menaikkan harga BBM, maka keadaan perekonomian Indonesia akan mandek dan begitu-begitu saja. Saya akan merasa bersalah dan berdosa karena tahu ekonomi kita tidak sehat, ekonomi kita akan jatuh,” kata Presiden SBY dalam keterangan pers yang dibuatnya di Hotel Renaissance, Seoul, Korsel, Kamis (29/3) pagi sebelum bertolak kembali ke tanah air.
SBY pun meminta semua pihak melihat rencana kenaikan ini, tidak hanya dari harga BBM saja. Melainkan juga opsi-opsi yang sudah pemerintah paparkan mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
“Pemerintah juga telah memperhitungkan bagaimana memproteksi rakyat yang terdampak akan kebijakan ini. Jangan yang kaya ikut-ikutan menikmati BBM yang bersubsidi,” tegas SBY.
Menurut Presiden, harga BBM di Indonesia adalah seperempat dari harga BBM di Korsel. Bahkan kalau dinaikkan saja seperti harga BBM tahun 2008 lalu, harganya juga masih di bawah harga BBM di Korsel. Pemerintah meyakini bahwa keseluruhan ekonomi Indonesia akan terganggu kalau opsi kenaikan ini tidak ditempuh.
“Pemerintah yakin bahwa penyesuaian harga BBM adalah kebijakan yang benar. Tidak mungkin kami asal-asalan, ngarang, dan begitu-begitu saja,” kata Presiden.
Mengenai adanya pihak yang kurang sejalan dengan pemikiran pemerintah dan kemudian melakukan unjuk rasa, Presiden menilai itu adalah hal yang wajar dan merupakan hak politik masing-masing. Lagipula, di semua negara demokrasi, hak untuk berunjuk rasa dijamin dan dilindungi undang-undang sepanjang sesuai dengan aturan hukum dan tidak mengganggu yang lain.
Namun, Presiden SBY mengimbau kepada para demonstran untuk tidak melakukan aksi yang anarkis dan merusak apapun yang sudah susah payah dibangun bersama. “Marilah kita bangun politik yang cerdas dan rasional. Jangan merusak, jangan membongkar yang sudah kita bangun bersama-sama di negeri ini. Mari kita menjaga stabilitas pembangunan termasuk perekonomian kita agar ke depan semakin membaik,” imbaunya.
Dengan kondisi perekonomian dunia saat ini, Presiden SBY meyakini bahwa siapapun Presiden Indonesia, pasti akan mengambil kebijakan seperti yang dilakukannya saat ini.
“Jadi, tidak baik kalau misalkan mereka yang berada di luar kekuasaan lantas melawan apa saja yang sedang dilakukan oleh yang memimpin sekarang. Bukan strategi seperti itu yang kita harapkan,” tegas SBY.(afz/jpnn)
==================
PEHAMANNYA = pemahamannya
Orang Awam berkata
Sesungguhnya kami tidak keberatan harga BBM naik tapi bukan untuk saat ini, karena masih banyak hal yang lebih penting untuk di efisiensi seperti Hutang-hutang pemerintah yang tidak perlu jika memang penyerapan anggarannya di kementerian tdak pernah lebih 90% sehingga APBN bisa dihemat dari beban bunga hutang. Pemerintah harusnya lebih bisa memilih mana kebijakan yang berdampak negative buat rakyat, itulah kebijakan yang dievaluasi dalam hal ini Pemerintah punya waktu yang banyak untuk hal tersebut.
Jika saat ini BBM dipaksa untuk dinaikan maka yang paling terkena dampaknya adalah golongan menegah kebawah, tidak ada hasil UMR untuk para buruh beberapa saat yang lalu dinaikan kalau pada akhirnya juga hanya bisa dirasakan 2 bulan saja setelah itu upah meraka tidak cukup lagi untuk membeli kebutuhan-kebutuhan pokok lagi… kebijakan – kebijakan seperti inilah yang sering terjadi di Negeri ini. untuk golongan menengah keatas saat ini naik berapapun harga BBM mereka masih mampu membeli bahkan lebih ekstrim saya katakan jika terjadi kenaikan BBM menjadi Rp. 6.000,- tidak ada pengaruhnya untuk golongan menengah keatas.
Negeri ini tidak se dramatisir seperti yang dikatakan SBY kemarin saat jumpa pers, bahwa jika BBM tidak dinaikan maka ekonomi akan mandeg dan jalan ditempat, banyak sekali formula – formula untuk menyederhanakan APBN jika cuma membutuhkan 40 Trilyun tambahan karena ini masih bulan maret kesempatan masih panjang untuk mencari jalan keluar asalkan pemerintah betul – betul mau bekerja keras untuk rakyatnya. dan yang paling penting untuk pemerintah jangan membodohi rakyat awam dengan mengatakan hal – hal mengenai Subsidi yang masih debatable, jangan membodohi rakyat lagi dengan mengatakan bahwa harga BBM di Indonesia masih sangat murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain tanpa memberikan informasi yang jelas dan terbuka tentang produksi minyak yang dipunyai oleh negara-negara pembanding juga informasi mengenai daya beli masyarakatnya.
Target pemerintah adalah merubah total cara penyusunan APBN yang dikatakan berimbang, saat ini rakyat sudah mulai muak dengan APBN yang dikatakan berimbang akan tetapi dalam posturnya masih ada pos penerimaan yang dihasilkan dari Hutang baik hutang Domestik maupun Hutang Luar Negeri, pemerintah harus cerdas dalam mengelolah ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa bertambahnya devisa negara ini banyak dihasilkan dari hutang yang didalam nya ada unsur beban bunga yang harus ditanggung sehingga surplus APBN yang dikatakan pemerintah adalah semu, rakyat sudah tidak mempunyai kebanggaan lagi jikalau Pemerintah mengumumkan cadangan Devisa naik karena rakyat sudah mengetahui bahwa naiknya cadangan devisa banyak dihasilkan oleh Hutang.
Sedikitpun kami tidak mempunyai niatan yang jelek dalam hal ini, kami hanya memberikan kritik kepada pemerintahan SBY karena sudah sejak delapan tahun yang lalu mengikuti problem – problem lama… Delapan tahun adalah waktu yang lebih dari cukup untuk merubah problem masalah hutang, Postur APBN dan melihat peluang untuk pos pos pendapatan baru dan masih banyak solusi yang bisa dikerjakan… negara ini adalah negara kaya raya dengan segala sumber daya yang baik di perut bumi, dibumi maupun diatas bumi Indonesia ini.
zaky scoterboys blitar berkata
BUAT PETINGGI PERCUMA HARGA NAIK KALO UJUNG UJUNGNYA TETEP UANG RAKYAT DIKORUPSI SAMA TIKUS TIKUS KELAPARAN
taUbat berkata
Inilah Dosa Besar SBY Terhadap Bangsa Kita!
politik.kompasiana- 27 March 2012 | 20:45
G-20: Presiden Sampaikan Proposal Indonesia
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan proposal Indonesia pada sesiWorking Breakfast KTT G-20, di ExCel London, Inggris, Kamis (2/4) pagi waktu setempat atau petang di Indonesia. Presiden SBY duduk bersebelahan dengan Presiden AS Barack Obama. Indonesia mendukung terjadinya kesepakatan dalam empat isu penting.
Keempat isu itu adalah pentingnya stimulus fiskal maupun kebijakan moneter. Kedua, koreksi terhadap kegagalan regulasi dan supervisi yang mengakibatkan krisis global. Ketiga, perlu bantuan dana bagi negara berkembang yang menjadi korban tak berdosa. Keempat, reformasi terhadap lembaga keuangan internasional.
Indonesia sudah mendiskusikan sikapnya itu dengan negara-negara peserta KTT G-20, melalui serangkaian pertemuan bilateral yang dipimpin SBY. Sehari sebelum puncak acara KTT, Presiden SBY juga menyampaikan proposal Indonesia kepada Barack Obama, yang ramah menyapa SBY dalam beberapa kosa kata Indonesia. (presidensby.info)
Tayusani Yusa
=======================
SBY Pastikan Pemerintah Akan Naikkan Harga BBM
Sabtu, 31 Maret 2012 | 22:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi di waktu-waktu mendatang. Hal itu disampaikan Presiden di Istana Merdeka, Sabtu (31/3/2012) malam, menyikapi hasil rapat paripurna DPR mengenai APBNP 2012.
“Kenaikan harga BBM akan dilakukan jika benar-benar terpaksa. Dan jika kebijakan itu diambil, akan ada bantuan dan perlindungan kepada masyarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah.”
Kebijakan itu diambil sesuai Pasal 7 ayat 6a UU No 22 Tahun 2011 mengenai APBN 2012, yakni dilakukan jika harga minyak Indonesia (ICP) sudah melebihi 15% selama enam bulan terakhir.
“Jika ada lonjakan harga minyak pada bulan-bulan ini, pemerintah berhak menguji perkembangan itu, apakah sudah diperlukan untuk menaikkan harga BBM atau belum perlu dinaikkan,” tegas SBY.
Sebelum mengambil keputusan itu, SBY mengungkapkan, pemerintah juga akan menyikapi terlebih dulu kondisi yang terjadi terkait harga minyak. “Apakah harga minyak dunia itu sudah akan melumpuhkan eknomi kita jika tidak ada penyesuaian harga, atau kita masih bisa bertahan dengan memilih solusi yang lain. Kita akan mengikuti minggu demi minggu, bulan demi bulan,” tutur SBY. [tjs]
Oleh: Santi Andriani
taUbat berkata
PETRAMAX NAIK…………. SPBU PERTAMINA SEPI PINDAH KE SPBU ASING (SKENARIO)
KADAR OKTAN DAN HARGA :
SPBU PERTAMINA :
Premium (88)=Rp4.500/liter
Pertamax(92)=Rp10.200/liter
PertamaxPlus(95)=Rp10.300/liter
SPBU TOTAL :
Performance(92) = Rp9.050/liter
Performance(95)=Rp9.500/liter
PerformanceDiesel =Rp9.600/liter
SPBU PETRONAS :
Primax(92)=Rp9.050/liter
Primax(95)=Rp9.300/liter
Diesel=Rp9.600/liter
SPBU SHELL :
Super R (92)=Rp9.950/liter
Superekstra R (95)=Rp10.350/liter
Diesel=Rp10.300/liter
(Harga sementara)
=======================
MENGISI BENSIN SUBSIDI UNTUK MOBIL ANYAR DAN MEWAH MALU ……
BERANI MEMAKAI MOBIL KEREN MENGERTI BENSIN YANG PANTASNYA
PEMAKAI PETRAMAX ADALAH BANYAK HARGANYA HENDAKNYA DAPAT DIPERHITUNGKAN KEMBALI, GUNA MENGURANGI ANGKA SUBSIDI …..
taUbat berkata
Berbagi pengalaman :
Terpengaruh dengan simpang siurnya informasi perhitungan pemerintah yang tidak jelas (belum dapat diterima), lebih baik bereksperimen :
Memperhatikan kadar Oktan diatas, tertarik untuk mencoba mengoplos/mencampur antara Permium dan Pertamax (88 : 92)
Motor yang digunakan bebek tahun 1994, tadi diisikan pada SPBU ternyata memang benar berpengaruh pada suara mesin dan kecepatan, untuk tarikan berasa dan kecepatan spedometer 100 lebih sedikit hampir 1 strip. (Km/jam).
Perhitungan sederhana / efisiensi :
Premium : Pertamax => 88 : 92 => 4500 : 10200
jika di campur 1 :1
Harga bensin = 4.500,- + 10.200 = Rp. 14.700,-
Kadar Oktan = 88 + 92 = 90
Artinya Bensin (90) = Rp.14.700/2 = Rp. 7.350,-
Pemerintah berencana mengeluarkan Premix Ron 90 dengan harga Rp. 7.200,-
Tentunya kadar oktan ada kaitan dengan tenaga perhatikan rasio dibawah ini :
Compression – Octane Number
5:1 – 72
6:1 – 81
7:1 – 87
8:1 – 92
9:1 – 96
10:1 – 100
11:1 – 104
12:1 – 108
Bila menyayangi kendaraan yang dimiliki tentu akan memilih bahan bakarnya ….
Juga jika banyak yang menggunakan BBM Non Subsidi berarti akan mengurangi besaran angka subsidi.
Alangkah baiknya Pemerintah dapat lebih “Bijak” lagi dalam perencanaannya ……
taUbat berkata
Pemerintahpun telah memberikan Solusi untuk beberapa pilihan BBM : Premium, Premix RON, Pertamax, Pertamax Plus (bersaharja)
Harapan masyarakat :
=> Subsidi BBM Premium masih diperlukan (harga merakyat)
=> Segera menormalisasikan harga sembako (keresahan)
=> Aparat dapat meyakinkan dalam menciptakan rasa aman/nyaman baik siang ataupun malam pada “pengguna” Jasa Angkutan Umum, seperti dicontohkan pada Negara tetangga (BBM subsidi tepat sasaran)
=> Seandainya anggaran subsidi BBM dapat disisihkan, alangkah baiknya dialihkan pada infra struktur (jalan, sungai/DAS, dll)
Sudahilah yang namanya berpolemik apapun, mulailah dengan lembaran baru “berbuat untuk rakyat”.
fakhry berkata
Saya termasuk yg setuju BBM Naik tapi syaratnya para koruptor atau orang2 yg diduga korupsi semua hartanya diserahkan untuk rakyat dan wajib bekerja tanpa bayaran untuk rakyat. Atau paling tidak hukuman seumur hidup untuk para koruptor
fkawau berkata
This is the exact BBM Naik?.. Pemerintah Tidak KREATIF KabarNet blog for anyone who wants to attempt out out about this topic. You observance so untold its most wearing to reason with you (not that I rattling would want…HaHa). You definitely put a new prolong on a substance thats been written active for eld. Respectable meaninglessness, but majuscule!
taUbat berkata
ADA PENCURIAN BBM LEWAT PIPA BAWAH LAUT
BP MIGAS MENGETAHUI ATAU TIDAK ? ……..
Grosir baju bayi surabaya berkata
Thanks like your BBM Naik?.. Pemerintah Tidak KREATIF KabarNet