Mafia Minyak Tak Nyaman, Tuntut Petral Dibubarkan
Posted by KabarNet pada 28/02/2012
Jakarta – KabarNet: Wacana pembubaran Petral salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam trading bahan bakar minyak untuk meyokong kegiatan perdagangan BBM oleh Pertamina adalah merupakan wacana pembusukan bagi Pertamina dan khususnya Petral, apalagi wacana tersebut datang dari Meneg BUMN yang belum banyak mengerti tentang perdagangan BBM yang selama ini dilakukan oleh Petral. Sebab sejak tahun 2006 manajemen Pertamina sudah sangat terbuka dan transparan dalam melakukan perdagangan BBM, serta pengadaan tender BBM oleh Petral.
Isu tentang adanya mafia minyak yang bergentayangan di Petral serta sebutan kepada Petral sebagai tempat korupsi oleh Menteri BUMN adalah sangat tidak mendasar, sebab untuk membuktikan ada tidaknya korupsi di Petral harus dilakukan audit secara meyeluruh, dan sampai saat ini belum ada bukti yang berkekuatan hukum tetap bahwa telah terjadi koruspi di Petral. Jika memang ada indikasi terjadinya korupsi di tubuh Petral seharusnya meneg BUMN segera saja mendesak KPK atau Kejaksaan untuk menangkap para koruptor di Petral
Anggapan Petral akan menganggu tata kelola perusahaan yang baik (GCG) bagi induk perusahaan Petral yaitu Pertamina oleh Meneg BUMN juga tuduhan yang tidak punya bukti kuat untuk mengukur pengaruh kinerja Petral terhadap GCG yang telah dilakukan oleh pemerintah.
Upaya untuk mengantikan tugas Petral dalam melakukan perdagangan BBM dan minyak mentah yang disupply ke Pertamina oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) perlu juga dikaji dan dipikirkan dengan baik sebab belum mempunyai pengalaman dalam perdagangan BBM dan Minyak Bumi, dan jangan sampai nantinya justru menganggu stock BBM Nasional yang akhirnya menambah kelangkaan BBM di Indonesia.
Dari wacana pembubaran Petral patut dicurigai adanya upaya mafia-mafia minyak yang dahulu diuntungkan oleh ketidak transparanan dan keterbukaan dalam tender perdagangan BBM dan minyak mentah oleh Pertamina, merasa tidak nyaman lagi setelah Petral melakukan tender perdagangan BBM dan minyak mentah secara terbuka dan transparan, sehingga mereka sengaja menghembuskan isu yang busuk kepada Meneg BUMN untuk membubarkan Petral.
Selain itu wacana pembubaran Petral juga kental dengan nuasa persaingan bisnis antar broker perdagangan BBM dan minyak mentah, dimana wacana pembubaran petral dilakukan oleh para broker broker minyak mentah dan BBM yang tidak dipakai oleh Petral karena terlalu tinggi ambil feenya.
Dari hasil pengamatan, pimpinan pusat pihak Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Ainur Rofiq menegaskan, mafia mafia minyak dan broker broker justru mulai merembes ke kantor meneg BUMN untuk mempengaruhi dan mendesak Meneg BUMN untuk membubarkan Petral, diduga kuat mereka masuk ke jaringan Meneg BUMN Dahlan Iskan melalui orang orang dekat Dahlan Iskan yang mulai coba coba mencari keuntungan dari kedudukan yang dijabat Dahlan Iskan.
Oleh sebab itu FSP BUMN Bersatu mendesak President SBY untuk melarang Meneg BUMN dan Direktur Utama Pertamina membubarkan Petral sebab diperkirakan pembubaran Petral justru akan menganggu stock BBM nasional serta akan meyebabkan kelangkaan BBM. Pembubaran Petral juga belum tepat serta tidak beralasan dan malah akan membuat makin banyaknya timbulnya mafia mafia minyak baru.
Selain itu FSP BUMN Bersatu meyerukan kepada pekerja Pertamina untuk melakukan aksi kejalan serta melakukan pemogokan nasional untuk menolak pembubaran Petral yang syarat dengan kepentingan politik dan kepentingan Mafia mafia minyak yang menjadi penyumbang partai politik berkuasa.
Wacana pembubaran Petral hanya menguntungkan pemilik Grup Media raksasa yang ingin mencalonkan diri sebagai President tahun 2014, dengan cara membubarkan Petral dan menganti dengan lembaga swasta/perusahaan swasta milik kroninya untuk mencari keuntungan / fee dari hasil perdagangan BBM dan minyak mentah untuk modal pemilu tahun 2014. [KbrNet/Slm]






































