Kafé Koruptor di DPR akan Ditutup
Posted by KabarNet pada 24/02/2012
Jakarta – KabarNet: Dua buah Kafé berlokasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), akan ditutup. Tuntutan penutupan itu datang dari Dewan Kehormatan DPR yang menduga kuat bahwa Kafé tersebut selalu dijadikan tempat pertemuan antara para calo mafia anggaran dengan oknum-oknum anggota DPR korup yang menjadi mitra percaloan mereka, untuk membahas berbagai macam isu terkait anggaran pemerintah daerah dan lain lain yang yang ingin diloloskan. Tentang wacana penutupan kafe tersebut, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR, Siswono Yudohusodo, telah secara resmi meminta Ketua DPR Marzuki Alie agar segera menutup kafe yang berlokasi di gedung Nusantara II, di kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta.
Rapat konsultasi DPR dengan sejumlah perwakilan lembaga tinggi negara tersebut dihadiri antara lain oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Kepala Polri Komjen Nanan Soekarna, dan Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman, pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan Zulkarnaen, dan Jaksa Agung Basrief Arief. Sedangkan Pimpinan DPR didampingi oleh pimpinan fraksi-fraksi, pimpinan Komisi III, pimpinan Badan Anggaran, pimpinan Badan Kehormatan, dan pimpinan Komisi XI.

Dalam pertemuan rapat konsultasi itu Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, Siswono Yudohusodo mengungkapkan bahwa BK telah menemukan indikasi yang sangat kuat bahwa kafe yang berada di lantai dasar gedung Nusantara II selalu dijadikan tempat berkumpulnya para calo dan mafia anggaran untuk bertemu dengan oknum-oknum Anggota DPR korup yang menjadi mitra percaloan mereka, untuk membahas berbagai macam isu terkait anggaran daerah dan lain sebagainya yang ingin diloloskan. Oleh karenanya pihaknya merekomendasikan agar kafe tersebut segera ditutup. ”Kami minta itu direnovasi dan direlokasi untuk menjaga citra DPR,” ujar Siswono dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dengan aparat penegak hukum, Kamis (23/2/2012).
Untuk diketahui, ada dua kafe di kompleks DPR berlokasi di lantai dasar gedung Nusantara II yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari. Kafe yang menyajikan berbagai macam kopi dan makanan ringan ini memang tak pernah sepi dari pengunjung. Di kafe inilah anggota DPR sering terlihat duduk untuk menjamu tamu-tamunya.
Menanggapi permintaan penutupan kafe ini, Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil pengelola kafe. “Pihak kafe sudah dipanggil. Nanti akan ditutup, tidak ada apa pun di belakangnya. Karena di sana tempat duduk calo-calo. Kami sudah benahi DPR dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan bangsa dan rakyat,” kata Marzuki seusai rapat konsultasi antara pimpinan DPR dengan pimpinan institusi penegak hukum dan kementerian di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Perlu diketahui, kafe yang diberi nama ‘Bengawan Solo’ di gedung Nusantara II DPR itu adalah milik anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) bernama Albert Yaputra yang duduk di Komisi VII DPR. Kafe ini ditengarai menjadi tempat para calo anggaran berkumpul.

Albert Yaputra (Bos Cafe di Gedung DPR)
[KbrNet/adl]







































Cinta NKRI berkata
Cafenya yg gak salah kok ditutup. Tangkap calo2 dan anggota2 DPR yg KKN kalau memamg niat mau bersihin KKN.
REPUBLIK PENYAMUN berkata
DPR = Dewan Percaloan Rakus, adlh sarang koruptor dan pusat segala macam korupsi di Indonesia.
Selama msh ada lembaga DPR biar sampai kiamat korupsi di Indonesia akan jalan terus.
BUBARKAN LEMBAGA DPR!!
BUBARKAN PARPOL2!!
GANTI FUNGSI DPR DGN DEWAN PERWAKILAN DAERAH (TANPA PARPOL)!
H2O berkata
Setuju !!!
Oleh karena kebanyakan sekarang rakyat merasa tidak terwakili lagi, baiknya lembaga perwakilan rakyat yang sekarang diganti saja dengan 3 lembaga, yakni :
1. Lembaga Pengawas Kinerja Eksekutif.
2. Lembaga Pengawas Pembuatan dan Revisi Undang-Undang.
3. Lembaga Perwakilan Daerah Propinsi.
Semua angggotanya bukan dari parpol dan dibursakan ke umum.
rani_tea berkata
analisa yg aneh…cafe nya ngak salah kok ditutup..
kasihan yg kerja disono, malah nganggur..
klo mental2 korupsi, mau cafe ditutup kek, ngak kek, tetep aja ada tempat ngobrol2 diluar gedung toh
yg perlu dibenahi itu mental DPR nya, bukan tempatnya
orang pinter kok mikirnya cetek..
Jawab berkata
Biasa …..
adjienz berkata
ko caffe na nu di dibubarkeun…..
BoloHo teuing nya….
Ogah berkata
Rupanya ada tren baru, yang dibubarin kafenya dulu, baru pengunjung-2 nya, he, he, he ……
Tukang ronda berkata
Bubar, bubaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr !!!
CAFE berkata
Woooi !
Salah apa daku padamuuuuu !
Aku tidak membeda-bedakan siapa yang dateng, karena semuanya pada pesan kopiiiii !
Kenapa tiba-2 kafe ini mau dibubarkan ?
Salah apa daku padamuuuu !
Kalau engkau malu karena korupsi, kenapa aku yang kena getahnyaaaa !
Tanpa dakupun engkau tetap bisa korupsi dimana-mana ….
Apa hubungannya dengan daku yang cuma nyuguhi kopi ?
Denga adanya daku engkau tidak pada ngantuk
Bukan begitu ???
Capedeh ……
zack berkata
Kalo cafe nya ditutup yaaaa pindah tempat lain laaah…. susah amat!!
Ogah berkata
Iya nih susah banget nyari tempat yang pelanggannya gak pernah minta kembaliannya, he, he, heee …
musuh Munafik berkata
baiklah cafe nggak usah ditutup tapi pemiliknya mengizinkan cafe tersebut dipasang penyadap sehingga kalau ada calo2 yg gentayangan langsung tangkap, jadikan cafe sebagai perangkap tikus2 calo dan oknum anggota DPR….setujuuuuuuuuuu!!!
Anonymous berkata
Betul juga ya.. dua tiga kafe di tutup, ada koq dan masih banyak kafe2 lain. Jangan cuma anggota DPR yang di tangkap, tapi itu banyak calo2 proyek dari daerah yang bergentayangan sekitar Gedung DPR. Calo2 proyek tersebut menggiring proyek sampai ke daerah untuk di makan sendiri bersama SKPD yang minta fee 10%.
surya berkata
bukam cafenya yang ditutup tapi DPRnya, Sumberdari segala bencana di NKRI ini
Perlukah DPR? berkata
@Surya
Setuju 100%
Indonesia ga butuh DPR.
Cafe berkata
Tapi Cafe nye tetep buka ya pak ….
sandy pramuja berkata
bagaimana indonesia bisa maju kalau kursinya ditempati orang2 yang tidak pantas mendudukinya….