Lagi… Prestasi Kemaksiatan Generasi Muda Indonesia
Posted by KabarNet pada 23/02/2012
Banjarmasin – KabarNet: Kebejatan moral yang melanda generasi muda bangsa Indonesia makin memprihatinkan. Budaya seks bebas dan pornografi yang diimpor dari negara-negara Barat melalui tayangan media liberal berhaluan Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme (SEPILIS), jaringan internet, dan media informasi lainnya, bukan saja melanda kota-kota besar di pulau Jawa, namun bahkan sudah meracuni moral remaja di daerah-daerah lain. Hasil temuan Dinas Kesehatan kota Banjarmasin belakangan ini akan membuat setiap bangsa Indonesia yang masih memiliki etika moral untuk mengurut dada. Betapa tidak, angka kenaikan remaja ABG belasan tahun yang hamil diluar nikah dalam waktu 1 tahun mengalami kenaikan sampai 650 persen.
Temuan itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin yang mendata prilaku seks bebas di kalangan remaja kota itu. Menurut data yang dikumpulkan, angka pergaulan seks bebas di kalangan remaja Banjarmasin pada tahun 2011 mengalami kenaikan yang sangat drastis dibandingkan data tahun 2010.
Remaja Banjarmasin Hamil Diluar Nikah, Meningkat 650 Persen
Berdasarkan laporan data resmi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada akhir tahun 2011, terjadi peningkatan pada persalinan remaja usia belasan tahun. Dari data tahun 2010 yang menunjukkan angka sebanyak 50 orang, pada akhir tahun 2011 angka tersebut melonjak menjadi 235 orang. Dari angka tersebut yang terkategori sebagai kehamilan di luar nikah atau KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan), dari 35 orang pada tahun 2010, melonjak menjadi 220 orang pada akhir 2011, atau mengalami kenaikan fantastis sebesar 650 persen.
Angka kehamilan diluar nikah tersebut di atas dikumpulkan dari 26 Puskesmas se Kota Banjarmasin yang bekerjasama dengan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) untuk tingkat SMP dan SMA di seluruh Kota Banjarmasin. Para gadis yang hamil diluar nikah tersebut tercatat berusia antara 9 hingga 19 tahun.
Saat dikonfirmasi tentang hal ini, seorang pejabat Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Diah, mengungkapkan bahwa data-data tersebut dikompilasi atas hasil kerjasama antara Dinas Kesehatan dan UKS yang ada di sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin. “Berdasarkan data kumpulan dari 26 Puskesmas yang tersebar se Kota Banjarmasin dan telah dievaluasi Dinkes,” tutur Diah, pada hari Selasa (21/2/2012).
Lagi-lagi, sebuah prestasi gemilang dalam bidang kemaksiatan telah berhasil diraih oleh bangsa Indonesia. [KbrNet/adl]









































dul berkata
ah sok suci
MUHRANI JAHRY KEC. LAS KALSEL berkata
Peran utama anak adalah orangtua, masyarakat dan guru disekolah, namun anak tersebut yang sudah mulai remaja haruslah diberikan
dasar-dasar agama yang kuat agar punya iman yang kuat pula, ditambah dengan peran orang tua yang benar-benar bertanggungjawab
terhadap masa depan anak tersebut .
hantu berkata
dul bloon
Wanda berkata
angka itu yg ketahuan.
yg ga ketahuan, spt yg digugurkan, atw melahirkan pake dukun beranak, dsb, kalo ditambahkan kenaikannya bisa diatas 1000 persen.
memrihatinkan.
Numpes berkata
ABG Banjarmasin rupanya masih bnyk yg bego.
Kalo ABG Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan kota2 besar di Jawa sudah lebih CANGGIH.
Mereka pake kondom, pil KB dll. Ga bakalan hamil.
Dari survei Mu’ammar Emka thd mahasiswi & pelajar putri di Yogyakarta… 75 persen mengaku sudah TIDAK PERAWAN.
Siapa yg salah???
Abdul Wahid berkata
Yg pakai nickname @Dul (No.1) di atas mungkin produk kehamilan diluar nikah.
laskar sakera berkata
Realistis ajalah..
Yg komen apa sdh merasa benar kelakuannya ?!?
Termasuk si wahit, ente yakin dgn prkataan ente ??
Jangan2 ente ato emak ente yg produk haram yg dilaknat Allah. Trbukti dari komen ente seperti org yg belum mendapat hidayah dari Allah Yang Maha Karim
Dinas Kesehatan Banjarmasin berkata
Dari mana pian kaolehan data nanginih? Bah pangaramput kabarnet ni!
DUL berkata
Maaf saya keceplosan…. sekali lagi maaf…
maklum aja malem tadi saya baru DUGEM ……….
BINTANG berkata
TERBUKTI SUDAH !
Dengan adanya peningkatan angka kehamilan di luar nikah yang mencapai 650% di daerah tersebut menjadi sampel nyata bahwa budaya hidup bebas yang diimpor dari negara-2 barat yang mengagungagungkan paham liberalisme (kebebasan), kapitalisme dan individualisme TANPA BATAS telah meracuni bangsa Indonesia khusunya generasi muda penerus bangsanya. Betapa tidak media-2 corong suara mereka telah memborbardir Indonesia dengan berbagai tayangan yang menggiurkan syahwat pria dari yang sekedar menayangkan ke-sexy-an tubuh hingga yang menjurus pada perilaku bebas tanpa norma kesopanan. Di sisi lain media corong suara mereka juga rajin menayangkan kehidupan yang penuh keglamouran dan materialistis yang mana menjadi pendorong lahirnya sifat-sifat individualis (mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain) serta prinsip memaksakan diri (belanja di luar kemampuan). Akibat nyatanya, para tulang punggung keluarga tidak jarang terpeleset (terdorong) untuk mengambil apa yang bukan menjadi haknya (KKN) serta bersaing secara tidak sehat (sikut-menyikut) dengan sesamanya.
Jadi jelas bahwa budaya hidup bebas (free live) seperti : free sex (gonta-ganti pasangan/hidup bersama tanpa menikah), free way (kebebasan berperilaku tanpa aturan) dan free policy (kebebasan buat aturan sendiri) yang diekspor barat melalui media corong suaranya sangat tidak menguntungkan bangsa Indonesia dari berbagai sudut terutama moral dan ahlak bangsa. Budaya kebebasan (free) barat yang tanpa batas yang kerap diusung-2 juga oleh antek-2nya di Indonesia ini cepat atau lambat pasti akan mengubah wajah Indonesia menjadi modern tanpa aturan, liar dan memprihatinkan.
Di negara-2 tempat budaya hidup bebas itu berasal, diketahui bahwa 1 dari 10 anak tidak mengetahui siapa bapak kandung (biologisnya). Jadi di sana ada negara barat yang berpenduduk 200 juta jiwa, maka bisa dianggap bahwa di negara tersebut terdapat kurang lebih 20 juta anak yang lahir tanpa bapak atau tidak tahu siapa bapaknya kandungnya ketika dewasa. Artinya di negara tersebut pula bisa dianggap telah terjadi 20 juat kemaksiatan dalam berbagai bentuk terutama hidup bersama tanpa menikah alias kumpul kebo.
Bukan sok suci. Tapi sadarlah betapa mahalnya harga yang harus dibayar oleh keselamatan masa depan bangsa Indonesia yang awalnya terkenal santun dan ramah tamah ini oleh kehadiran budaya bebas yang kebablasan ala barat. Intinya, kita harus cerdas dan berprinsip kokoh untuk menjaga keselamatan masa depan bangsa dan negara. Jadi jangan mau dipedaya oleh keindahan budaya bebas ala barat, karena sesungguhnya kebahagiaan yang diperoleh dari budaya itu hanya bersifat sesaat dan semu, sedangkan sisanya cuma akan melahirkan penderitaan belaka sepanjang masa. Seharusnya kita semua malu dengan kalimat ini :
“Lagi-lagi, sebuah prestasi gemilang dalam bidang kemaksiatan telah berhasil diraih oleh bangsa Indonesia.” (Kobarnet)
nokia male berkata
@ll: malah aduh argumen, gimana cara kedapannya buat bangsa ini?
Saiful berkata
generasi BEJAT!
Tampan berkata
Yuk, pada nikah… Halalan Thoyyiban kalo udah nikah…
Nikah dini gak masalah rek, yakin tawakal nang Alloh…
Rejeki udah ada yg nanggung, jangan kwatir melarat…
WONGCILIK berkata
Tul Pan, modal KTP ama duit goban juga udah bisa nikah secara agama.
Adit berkata
Wah,gaul itu perlu di tiru.hebattt…bravo buat anak-anak banjarmasin..semoga pada cepat masuk neraka…
Tan Panama berkata
Generasi muda yang jadi wakil rakyat menjadi PENGKHIANAT, mereka sbg pekau tipikor.
Generasi muda yang masih makan bangku sekolah menjadi GENERASI MAKSIAT.
Masih ada waktu untuk TAUBAT
Dulkenyut berkata
Tumben ni Kabarnet ngeluyur ke Banjarmasin, emang sempet ke Pal 22, pembatuan, pulau kadap dan pal pal lainnya.. Disanalah byk warga jawa yang jualan esek-esek. Kalau tidak percaya cek sendiri. saya sampek malu lihat kenyataan ini, krn saya masih darah jawa. Org bjm sangat jarang yang jualan pundut itu. Coba survey lagi Kabarnet..
Penonton berkata
Yang jualannya mungkin ya, tapi yang belinya ???
SHARING berkata
Astagfirullah !
1 dari 10 orang anak di negara-2 barat tidak tau siapa bapaknya ???
Akibat apa ?
Akibat rasa kasih sayang di antara mereka yang berjalan tanpa batasan norma etika dan agama. Budaya kasih tanpa batas sebagai wujud dari pemahaman HAM yang salah kaprah ini telah melahirkan manusia-2 yang bersifat individualis, yakni mementingkan diri sendiri dan masa bodoh terhapa lingkungan. Dengan prinsipnya itu mereka menjadi kurang mau perduli atau tidak mau ambil pusing manakala hubungan suami isteri yang mereka lakukan atas nama kebebasan individu itu telah mengabaikan norma-2 etika dan agama serta resiko kehamilan yang membutuhkan pertanggungjawaban dari pihak-2 yang terlibat. Resiko dan tanggungjawab utamanya adalah resiko dan tanggungjawab yang berhubungan dengan kelahiran anak dari hasil hubungan kasih antar mereka.
Namun sayang, fakta menunjukkan bahwa kasih yang menjadi dasar hubungan layaknya suami isteri antar mereka tidak selalu diimbangi dengan pelaksanaan tanggungjawab yang nyata, yakni melahirkannya sebagai ‘anak halal’ dari pasangan ‘yang resmi’ menikah secara agama dan tercatat di Kantor Catatan Sipil. Akibatnya sang anak menjadi tumbuh dan besar dikalangan orang-2 dewasa yang belum tentu memiliki tanggungjawab atas dirinya. Tentu saja sianak tidak selamanya mendapatkan kasih sayang yang tulus seperti layaknya yang seharusnya ia peroleh dari ayah dan ibu kandungnya. Belum lagi memikirkan resiko sosial yang baka ditanggungnya ketika ada pihak yang bertanya : “Siapakah ayah kandungmu ?” Ketiadaan jawaban yang pasti atas pertanyaan itu menyebabkan sang anak menjadi berkecil hati dan tidak percaya diri, yang akan selalu menjadikannya beban sosial seumur hidupnya. Itulah akibat dari kasih sayang di antara pria dan wanita yang tidak didasari dengan keimaman dan ketakwaan kepada Yang Maha Kuasa. Kasih sayang seperti ini cenderung menjadikan mereka lari dari tanggungjawab manakala sang anak yang tidak pernah mereka dambakan lahir ke dunia tanpa dosa.
Apakah kita menginginkan jumlah anak yang lahir tanpa mengetahui siapa bapaknya ini bertambah lagi dari 1 berbanding 10 menjadi 1 berbanding 11, 1 berbanding 12, dst ?
adjienz berkata
wow MANTAP !!!!
JET berkata
Ada yang mau hamil di luar nikah karena kasih ?
JET berkata
Valentine sering dianggap sebagai hari istimewa untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya. Sayangnya rasa kasih itu tidak jarang diwujudkan dengan “kado spesial untuk mama dan papa” sehingga yang terjadi kado itupun berbuah kado berikutnya, yakni jabang bayi. Jabang bayi yang terlahir dari rasa kasih yang salah kaprah ini pun akhirnya menjadi terlantar, karena tidak diharapkan kehadirannya oleh mereka. Jadila sijabang korban dari rasa kasih yang kebablasan di antara sepasang muda-mudi hari valentine mereka.
Dan ketika besar, ia akan bertanya pada ibunya : “Mom, who is my father ?”
Sang ibu cuma bisa menjawab dengan terbata-bata : “May be, one of all my best friend, sorry son”
usman berkata
Hanyalah Islam yang mampu mengobati Penyakit masyarakat ini …….. Insya Allah ..
BANDUNG Paris van Java With Love: KARTU UNDANGAN MURAH DAN EKSKLUSIF
Dulkenyut berkata
@Penonton
Tidak tau! Sulit dicek krn berpindah2, yg jelas org yg tdk beriman..gt aja kok repot.