Jam 7.00 FPI Dibubarkan, Jam 7.05 Bikin Ormas Baru!
Posted by KabarNet pada 22/02/2012
Jakarta – KabarNet: Kampanye negatif yang digembar-gemborkan oleh kelompok Pro-Maksiat dan Pro-Aliran Sesat yang dimotori oleh LSM SEPILIS agar ormas Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan, terbukti berbuah kegagalan total. Bukannya mendapat dukungan, justru sebaliknya mayoritas masyarakat dari berbagai kalangan malah menunjukkan simpatinya kepada FPI, dan menolak keras kalau ormas Islam pimpinan Habib Rizieq Syihab ini dibubarkan. Pernyataan dukungan dan pembelaan terhadap FPI, baik yang tersurat maupun yang secara tersirat, berdatangan dari berbagai kalangan, mengindikasikan bahwa keberadaan FPI diinginkan oleh masyarakat luas di Indonesia, khususnya umat Islam. Dukungan terhadap FPI itu kini kembali datang dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), DR. KH. Hasyim Muzadi.
Kiyai Hasyim secara tegas menentang wacana pembubaran FPI sebagai ormas yang oleh sejumlah kalangan dinilai sering bertindak anarkis dalam aksi-aksinya.

Menurut Kiyai Hasyim Muzadi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa “Al Hikam”, di Malang, Jawa Timur ini, apabila terjadi tindakan anarkis, maka yang harus ditindak tegas adalah oknum pelakunya, bukan organisasi induknya.
“Kalau ormasnya yang dibubarkan, dia akan ganti kulitnya (ganti nama, red.), lebih baik siapa yang salah dia yang dihukum,” tandas Kiyai Hasyim di hadapan sejumlah wartawan dari berbagai media, di Jakarta, pada hari Senin (20/2/2012) malam.
Lebih lanjut, Kiyai Hasyim menyatakan penolakannya atas usulan pembubaran ormas. Langkah itu, menurutnya, hanya akan menambah daftar ormas baru menggantikan ormas lama yang dibubarkan. Undang-Undang Ormas pun, menurut Kiyai Hasyim, tidak bisa mengatur keberadaan ormas yang memiliki susunan kepengurusan yang sama meski dengan nama yang berbeda. Pemerintah diharapkan mampu melakukan pembinaan terhadap ormas agar kegiatan organisasinya tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku. “Yang membina pemerintah sebagai pelaksana Undang-Undang,” kata Kiyai Hasyim dalam paparannya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Dakwah DPP FPI, Habib Muhsin Alatas, dalam sebuah acara talk show di TvOne. dengan dipandu oleh presenter Indiarto Priadi dan Indy Rahmawati yang juga menghadirkan narasumber Ketua Tim Perumus RUU Ormas DPR-RI, Abdul Malik Haramain, beberapa waktu yang baru lalu.
Dalam dialog tersebut, Habib Muhsin juga menolak wacana pembubaran ormas. Pengurus teras Front Pembela Islam ini menyatakan bahwa FPI senantiasa memberikan pengarahan kepada setiap anggotanya agar dalam aksi-aksinya taat hukum dan menghindari tindakan anarkis. Kalaupun di lapangan terkadang ada anggota FPI yang terprovokasi oleh keadaan dan akhirnya terpancing melakukan anarkisme, menurutnya, hal itu terjadi bukan dari sebab kebijakan FPI secara organisasi, melainkan karena ulah oknum anggota FPI itu sendiri yang tidak taat aturan. Dalam hal itu, Habib Muhsin mengatakan bahwa FPI selalu menjatuhkan sanksi tegas kepada siapapun anggotanya yang tidak taat aturan, dari mulai teguran keras bahkan sampai ke pemecatan.
Menjawab pertanyaan presenter TvOne seputar peristiwa pemukulan oleh “simpatisan” FPI terhadap anggota LSM penggiat paham Sekularisme-Plularisme-Liberalisme (SEPILIS) saat melakukan unjuk rasa anti FPI di Bundaran HI beberapa waktu yang lalu, Habib Muhsin menyatakan bahwa organisasinya menolak bertanggung jawab. “Itu tindakan spontan, mereka bukan anggota FPI, tapi hanya simpatisan saja. Kalau simpatisan FPI sih dimana-mana banyak. Para tukang bakso pun banyak yang bersimpati kepada FPI, khan tidak mungkin kita harus mengontrol mereka semuanya.” cetusnya.
Senada dengan pendapat KH Hasyim Muzadi terkait wacana pembubaran ormas, Habib Muhsin pun menyatakan tidak setuju. Menurutnya, organisasi FPI memiliki Prosedur Tetap (Protap) dalam setiap aksinya, yang melarang anggotanya bertindak anarkis. Kalau sampai ada anggota FPI yang terbukti melakukan anarkisme maka, tambahnya, FPI akan menjatuhkan sanksi organisasi yang keras dan akan menyerahkan oknum FPI tersebut kepada aparat kepolisian untuk mempertanggung-jawabkan tindakannya secara pribadi. “Jadi kalau ada oknum anggota FPI yang terbukti bersalah bertindak anarkis, ya silahkan ditangkap untuk diproses hukum. Bukan organisasinya yang mau dibubarkan. Sebab kalau jam 7 FPI dibubarkan, maka jam 7 lewat 5 menit saya bisa bikin ormas baru.” pungkasnya. [KbrNet/adl]
Entri ini dituliskan pada 22/02/2012 pada 05:55 dan disimpan dalam Kabar Umat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































SINGA BETAWI berkata
MANTAP!!
Jam 7 FPI dibubarin… jam 7 KURANG LIMA MENIT bikin ormas baru.
SINGA BETAWI berkata
Kalo ade yg nekat gangguin FPI, langkahin dulu mayat2 seluruh orang Betawi!!!
ALLAHU AKBAR!!
SHALAWAT!!
Brilliant berkata
Kiyai yang cerdas, pasti menelorkan gagasan dan pemikiran yg cerdas juga. Salut sama KH.Hasyim Muzadi.
Rosyidi berkata
Jam 7 Front Pembela Islam dibubarkan.
Jam 7.05 lahirlah Front Pasukan Islam.
Hidup FPI!
Ganyang Pro Maksiat!
Basmi Pro Aliran Sesat!
maria berkata
Judul berita ini menunjukkan arogansi FPI….brani gak ngomong gitu zaman soeharto?? Intinya, silahkan aja berorganisasai dan mengusung keyakinan masing2 tapi ketahuilah Indonesia bukan negara Islam walaupun mayoritas penduduknya Islam. Jadi ikutilah aturan yang ada jgn bertindak anarkis karna FPI bukan Tuhan yang bisa menghakimi orang lain.
abby na zalfa berkata
pemerimtah komprador.kebanyakan makan duit dr negara yahudi.buta MATA tambah buta HATI,DEMI ALLOH!!!!!! ga rela,ga akan diam diri ini kalo FPI DIBUBARKAN.ISLAM DI HINA….
Ronny Muhammad Syachronny berkata
AllahuAkbar..
Hancurkan kemaksiatan dan kesesatan..!
Paulus Nabi Palsu berkata
@ Maria
Islam bukan macem agama lo yang gak bisa menghukum para pezina, perampok, pemerkosa, pembunuh, pencuri, koruptor dll yang anti sosial hanya dengan alasan ajaran KASIH.
Bener bener KASIHAN DEH LO!
Gitu aza kok repot
nokia male berkata
@Maria
Bacalah dan pahami artikelnya… baru coment… salam
Sontoloyo berkata
Kalau boleh saya berpendapat, FPI sebaiknya tidak berpolitik atau mendukung partai tertentu. Jika itu dilakukan garis perjuangan FPI sebaiknya diubah alias tidak membela Islam lagi melainkan membela partai yang bersangkutan.
Pejalan kaki berkata
maria berkata
22/02/2012 pada 08:01
Judul berita ini menunjukkan arogansi FPI….brani gak ngomong gitu zaman soeharto?? Intinya, silahkan aja berorganisasai dan mengusung keyakinan masing2 tapi ketahuilah Indonesia bukan negara Islam walaupun mayoritas penduduknya Islam. Jadi ikutilah aturan yang ada jgn bertindak anarkis karna FPI bukan Tuhan yang bisa menghakimi orang lain.
Komen :
Maria, ente gak keberatan ya kalo suatu ketika ada sanak keluarga ente yang pulang dalam keadaan teler, terkena AIDS, terlibat kasus karena butuh uang buat judi, terlibat tawuran dengan preman, nabrak orang kaya di tugu tani, dihamilo\i orang yang tidak bertanggungjawab dan sebagainya ?
Maria,
Tanpa harus ente teriakan sekeras-2nya pun, FPI jelas paham betul kalau NKRI ini adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Mau bukti ?
Baik, jika ormas macam FPI walau kadang ada anggotanya yang terpancing situasi di lapangan itu tidak paham makna Panbasila sebagai Dasar Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai azas kebersamaan dan kerukunan hidup berbangsa dan bernegara, maka Non Islam yang jumlahnya cuma 10% – 15 % mungkin tidak ada yang kerasan hidup di Indonesia. Tapi kenyataannya gimana ? Semua umat beragama bisa hidup aman dan damai di Indonesia dan lancar dalam menjalankan aktivitas-2 sehari-2 termasuk dalambidang keagamaan. Malah ormas-2 Islam macam FPI seringkali menawarkan perlindungan keamanan bagi mereka di waktu-2 tertentu.
Itulah logoka yang nasuk akal.
Maria,
Pernahkah anda mendengar pepatah berikut : “Jangan suka membangunkan macan tidur, nanti di gigit.” JIka pernah, itulah kiranga yang terjadi Indonesia saat ini. Umat Islam di Indonesia ini bagaikan macan besar yang sedang tertidur pulas (tidak menganggu siapa-2), namun akan terusik dan berang manakala ada yang mengganggu tidurnya. Jadi justru anda harus koreksi, siapakah yang coba-2 menganggu macan tidur itu sehingga ia mulai terusik dan mengaum. Sipenggagu itulah yang harus diwaspadai dan bukan simacannya yang sudah dari dulu asyik tidur di tempatnya. Itu namanya berfikir dengan logika terbalik.
santun berkata
KH. Hasyim Muzadi patut menjadi salah satu contoh ulama yang memang membela agama Islam. Andai saja pemerintah bisa membuarkan JIL (Ulil absar abdala, ratus sepilis dan lain-lain) yang sekarang berada di balik PEmerintah SBY. JIL itulah yang harus dibubarkan. bukan ormas Islam yang memang membela ISlam kaya FPI.
rani_tea berkata
Menurut Kiyai Hasyim Muzadi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa “Al Hikam”, di Malang, Jawa Timur ini, apabila terjadi tindakan anarkis, maka yang harus ditindak tegas adalah oknum pelakunya, bukan organisasi induknya.
mantab pak kiyai..
ibaratnya klo ada oknum partai yg korupsi, jangan partainya yg dibubarin ya..? tapi oknum nya aja yg ditangkap
yayuk berkata
coba pemerintah membentuk aparat anti maksiat atau aparat anti perusakan moral yg tegas dan melakukan pekerjaannya dengan baik, pasti fpi kagak kebagian tugas karna aparat udah ngelakuin tugasnya dengan baik….
saya yakin kagak ada agama yang setuju dengan hal2 yang merusak moral seperti pelacuran,miras,narkoba,judi,koruptor dan sebagainya, jdi bentuk saja aparat semacam itu kalau kagak bisa buat, ya biarin aja fpi berjuang itung-itung demi kebaikan moral bangsa….
yang mengherankan fpi yang melakukan hal positif semacam itu ketika keluar di media koq cuman negatifnya, apa gara-gara nama belakang fpi yg artinya islam maka disudutkan ketika membantu korban bencana alam seperti stunami gempa jogja dan masih banyak lainnya koq kagak muncul ya dimedia. (((aneh)))
dan kebanyakan yang tidak suka dengan fpi tidak lain kaum homo lesbi pecandu alkohol pelacur dan kumpulan orang yang moralnya sudah hancur lainnya, mereka benar-benar kagak suka sama fpi karena merasa terusik kesenangannya, memang itu hak mereka untuk tidak setuju, tetapi mereka yang berpikir positif juga punya hak untuk mendukung fpi dan juga jangan melihat huruf i (islam) dibelakang nama fpi tetapi lihatlah hal positif yang dibawa fpi.tetapi masyarakat juga bisa nilai mana yang benar dan salah.
Dulkenyut berkata
Jelaskan dulu mashab yang dipake pimpinan FPI itu apa?
WASIT berkata
@Pro FPI
@Pro Maksiat / Pro Aliran Sesat
Buat teman2 semuanya, (baik yg Pro FPI, maupun yg Pro-Maksiat / Pro Aliran Sesat). Alangkah baiknya kalo Anda sekalian berdialog secara ilmiah dan santun, dgn menghindari kata2 buruk, cacimaki dan sumpah serapah yg tdk sesuai dgn budaya bangsa Indonesia yg luhur.
Salam.
Asiten Wasit berkata
Priiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttt
taufiq berkata
Wah klo pemerintah membuat pasukan (aparat) anti maksiat, ujung-ujungnya nambah anggaran negara, pasti ujung-ujungnya buat proyek baru dan ujungnya korupsi, nambah lagi dech daftar korupsi di Indonesia
MUHRANI JAHRY KEC. LAS KALSEL berkata
Ayo kita sama-sama dukung semua aktifitas FPI, agar negeri ini bebas dari
maksiat dan bersih dari kuropsi .
Anak bandel berkata
Setuju saja misi dan visi FPI, namun jelasin dulu mashab yg di pake pimpinan FPI sekarang. Agar masyarakat tidak salah pilih, karena pilihan itu penting dalam bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama.
ISLAM ITU MURNI berkata
Dulkenyut berkata : Jelaskan dulu mashab yang dipake pimpinan FPI itu apa?
Nah Ni lah contoh orang yg memper besar perbedaan dan mengecilkan ke bersamaan
Setahu qw yg masih cetek ilmu agama nya,. yg ada cuman mashap yg Nabinya Muhammad SAW dan tuhannya ALLAH SWT,..gini lah contoh orang kalau ngomongin islam yg lebih dulu di tanyain mazhap bukannya kalau ente mati nanti yg di tanya bukan mazhap tapi sapa tuhan ente siapa nabi ente apa agama ente dan lain lain,..Bagusnya lho baca alquran lagi sana yg serius ma artinya
bung mazhap
Benci Panggung Sandiwara berkata
nich semua pada ngelantur……………pada lagi mabok yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
malas,,,,,,,,,,,,,,ngeliat orang bersandiwara berkata
ya kita liat aja kenyataannya dilapangan,,,,,,,,,,
CITSONGA berkata
Setuju,FPI jgn dibubarkan,sebaiknya dipelihara &diarahkan untuk memberantas ormas2 geblek lainnya,yg tindakannya ala Mafia,spt melindungi Perjudian,Club2 malam,lahan parkir,sengketa tanah dll.
(Berani gak ya FPI memberantas gang spt. AMKEY?)keliatannya gak
pernah nyinggung2 itu,,? ngeper kali yee?!!!
Budi berkata
Ya krn mereka yg ingin FPI bubar mereka yg terlalu cinta dngan maksiat
WONGCILIK berkata
Kalau sekarang di negara-2 barat terdapat 1 dari 10 anak yang lahir tanpa tau siapa bapak kandungnya, maka tak usah heran, karena itu akibat dari saling berkasih-kasihan tanpa batas antara pria dan wanita yang belum menikah alias hidup bermaksiat. Kasihan.
Penonton berkata
Masih maraknya kasus-2 premanisme akhir-2 ini menunjukkan betapa FPI yang berjuang untuk memberantas kemaksiatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
usman berkata
Selama Perjuangannya karena Allah ….. Insya Allah ane dukung …..
BANDUNG Paris van Java With Love: KARTU UNDANGAN FOTO
SOETRISNO berkata
FPI DIBUBARKAN FUNDAMENTALISME OF ISLAM SEBAGAI PENGGANTINYA,,, OKE
"GOLONGAN ISLAM GOBLOG" berkata
BUBARKAN FPI
lorenzo berkata
@SOETRISNO,@SINGA BETAWI,NKRI HARGA MATI FUCK FANATISM,GO TO HELL FPI,JI,JAT,NII,APA AJA DEH,BAWA MARI TUCH ANTEK2 PALESTIN,IDEOLOGI KOLOT,JANGANKAN FPI.,.AMA YG LO PADE SEBUT TUHAN AJE GUE KAGAK TAKUT,CUKIMAY KALIAN SEMUA.,.,.,.,!!?!?!
ANTI ANARKIS berkata
Yg tdk saya sukai dari FPI bukar ormasnya, tapi perilaku oknum2 anggota FPI yg suka anarkis dlm aksi2 di lapangan..
Pimpinan FPI harus mampu mengontrol anggotanya di lapangan agar tdk bersikap anarkis. Kalo pimpinan FPI ga mampu mengontrol anak buahnya di lapangan, ya lebih baik FPI dibubarin aja.
travianhandoko berkata
FPI tolong jangan masuk politik, tetap jadi media perjuangan rakyat. Saya takut kalau masuk politik itulah awal dari kejatuhan FPI
Anonymous berkata
sebaiknya yang coment membela FPI berfiqir dulu saya orang muslim alhamdulilah ,tapi setahu saya klo sikap FPI itu terlalu so paling bener dan tolong jangan apa2 membawa nama agama saya pribadi sedih sekali mendengar saudara saya sesama muslim ada yang terluka oleh muslim itu sendiri…kita ini saudara dan ada aturan alqur’an jadi buat warga muslim yang setuju dengan cara2 FPI tolong pahami alquran dulu klo ga ngerti mending jangan so pahlawan.so paling bener…..
Anonymous berkata
@Anonymous #34
Bagi yg setuju dgn cara2 perjuangan FPI ya silahkan mendukung.
Bagi yg ga setuju yg ga usah mendukung.
Yg setuju dgn perjuangan FPI tentu punya alasan2 tersendiri.
Yg ga setuju ya tentu juga punya alasan tersendiri.
Jadi Setuju dan tdk setuju itu biasa dlm alam demokrasi.
Asal anda tau aja, pemegang kartu anggota FPI itu di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Jayapura ada 5 juta orang.
Kl ditambah dgn ‘simpatisan non anggota’ minimal ada 10 juta orang.
Maka kalau andaikata (diulang: “andaikata”) FPI itu jadi parpol, mk dgn 10 juta simpatisan posisinya dlm pemilu 2009 adalah No 4 dibawah Demokrat, Golkar dan PDI-P..
Kesimpulan: MASIH LEBIH BANYAK YG SETUJU dgn perjuangan FPI drpd yg tidak.
Mau setuju dgn FPI? ya Silahkan.
Mau ga setuju? Ya silahkan juga.
Gitu aja…. bebas kok.
Kalau saya sih setuju banget. Malah pendukung berat FPI. (Boleh khan?)