Kwik Kian Gie: Utang Indonesia Rp1.800 T Hasil Nipu
Posted by KabarNet pada 21/02/2012
Jakarta – Mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie mengatakan pemerintah bakal sulit menyelesaikan jumlah utang Indonesia yang sudah menembus Rp 1.800 triliun. Menurutnya utang-utang ini penipuan luar biasa. Kenapa?
“Sudah sejak 30 tahun yang lalu saya sudah menulis banyak (soal utang). Contohnya lebih besar pasak dari tiang. Ini menjadi penipuan yang luar biasa. Utang itu tidak disebut utang dalam APBN, tetapi pemasukkan pembangunan dalam negeri. Jadi 30 tahun lamanya anggaran minus ditutupi utang. Anggaran harus berimbang, biar bisa disebut berimbang ya nipu,” kata Kwik. Hal ini disampaikan Kwik usai sebuah dialog ekonomi di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Dikatakan Kwik, jumlah utang pemerintah yang tembus Rp 1.800 triliun ini sudah sangat membahayakan dan sulit dicarikan solusinya. “Ini bukan bahaya lagi karena sumber daya mineral di perut bumi dihabiskan oleh mereka elit-elit pemerintah. Sudah kayak gini sulit (solusinya). Saya nggak tahu harus bagaimana,” tegas Kwik.
Sebelumnya, Presiden SBY mengakui jumlah nominal utang pemerintah Indonesia naik menjadi Rp 1.816 triliun di 2011 lalu. Namun rasionya turun bahkan sangat rendah dibandingkan negara-negara maju di Eropa dan Asia. Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2011 mencapai Rp 1.803,49 triliun atau naik Rp 126,64 triliun dalam setahun dibandingkan 2010 yang mencapai Rp 1.676,85 triliun. detikFinance







































Paulus Nabi Palsu berkata
Namanya juga SBY, Suka Bohong Ye
hehehe… gitu aza kok repot
jadzab berkata
Jaman skrg gak ada pejabat yg gak kedunyan mrk berjuang,berfikir,rapat dsb hanya demi uang bukan untuk rakyat dan lillahita’ala
Anonymous berkata
Astaghfirullah……
Penonton berkata
Jika kita hitung, maka setiap orang Indonesia bisa dianggap telah menanggung hutang luar negerinya sebesar :
= Rp 1.800.000.000.000.000 : 250.000.000 orang
= Rp 7.200.000 per orang.
Jika angka Rp 7.200.000,- per orang ini kita bagi 5 tahun (60 bulan) atau satu periode masa kepemimpinan seorang Presiden, maka hutang luar negeri Indonesia bisa lunas dengan car patungan mencicil sebesar :
= Rp 7.200.000 : 5 tahun x 12 bulan
= Rp 7.200.000 : 60 bulan
= Rp 120.000 per bulan.
= Rp 4000 per hari.
Jadi jika setengah dari jumlah perokok di Indonesia mau menyumbang sebungkus setengah bungkus rokoknya sehari yang rata-2 berharga hampir Rp 10.000,- per bungkus, maka hutang luar negeri Indonesia bisa lunas habis dalam waktu 5 tahun atau 1 kali masa Presiden berkuasa.
Are you ready wahai para perokok ?
OGAH berkata
Ikut, ikut, ikuuuut ……..
sandy pramuja berkata
solusinya mudah…..!!yg sulit hitung hitungan ,,,!! semakin bnyak para koruptor semakin banyak utang indonesia……!!solusinya ialah tangkap para koruptor,..!!dan hukuman yang pantas para kruptor adalah hukuman mati dan harta kekayaannya seluruhnya hak milik negara indonesia…!!!