Tragedi “Tugu Tani” Dominan Akibat Miras
Posted by KabarNet pada 25/01/2012
Jakarta – KabarNet: Jalan raya masih menjadi pembunuh nomor wahid yang kian menakutkan. Menakutkan karena 90% kecelakaan lalu lintas ternyata akibat faktor manusia, si pengendara. Apalagi kalau si pengendara berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba, jalan raya pun menjadi ladang pembunuhan.
Saat itu, Afriani Susanti yang masih berada dalam pengaruh alkohol dan narkoba mengendarai mobil. Ia bersama tiga temannya baru saja selesai berpesta minuman keras dan narkoba jenis ekstasi di sebuah kelab malam. Kasus Afriani semakin membuktikan betapa ancaman narkoba semakin mengerikan. Bertambah mengerikan bila kita melihat fakta dengan mata telanjang bahwa peredaran narkoba di kelab malam Ibu Kota semakin bebas.
Pemakai bisa membunuh orang lain yang tidak berdosa secara massal seperti yang terjadi dalam tragedi di Tugu Tani. Namun, kesadaran politik mengenai soal itu masih rendah, sangat rendah. Tragedi maut di Tugu Tani mestinya menyadarkan para pemimpin negara ini betapa parahnya narkoba telah merusak anak bangsa.
Afriyani Susanti, pengemudi Daihatsu Xenia B 2479 XI, ternyata menenggak tiga botol minuman keras jenis whiskey dan bir pada malam sebelum kecelakaan terjadi pada Minggu (22/1/2012) siang. Saat itu Afriyani yang bekerja freelance di production house perfilman itu berpesta miras bersama teman-temannya, yakni Arisandi (34), Denny M (30), dan Adistina (26)di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan. Hal ini disampaikan Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, Selasa (24/1/2012) di Mapolda Metro Jaya. “Jadi pas minum itu, mereka konsumsi tiga botol whiskey dan tiga botol bir bersama-sama,” kata Nugroho.
Sebelumnya, pada Sabtu 21 Januari malam sekira pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, Afriani Cs menghadiri pesta ulang tahun di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Di cafe kemang, keempatnya menghabiskan malam dengan menikmati minuman beralkohol berupa bir dan whisky. Belum puas, pesta berlanjut ke diskotik Stadium, mereka kemudian berpindah tempat. Dengan menggunakan mobil Xenia, mereka menuju sebuah kelab malam di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Di sana mereka kembali minum dan juga mengonsumsi narkoba jenis ganja dan pil ekstasi, masing-masing orang setengah butir.
Nugroho menambahkan, sekira pukul 10.00 WIB, keempatnya berniat kembali ke Kemang untuk mengambil kendaraan salah satunya yang diparkir di sana. Namun, sekira pukul 11.00 WIB, Afriani tidak bisa mengendalikan kendaraan hingga akhirnya menabrak trotoar, pejalan kaki, pagar dan halte bus.
Menurut Nugroho, kecelakaan lebih diakibatkan pada pengaruh minuman keras dan bukan pil ekstasi sebab tersangka Afriyani hanya menelan setengah butir ekstasi. “Lebih ke pengaruh minuman kerasnya karena mereka cukup banyak minum malam itu,” ujar Nugroho.
Akibat miras yang terlampau banyak dan juga dampak pesta semalam suntuk, kondisi tubuh Afriyani diduga tak lagi prima. Dia mudah hilang konsentrasi dan bahkan diduga mengantuk. Naas, ia kehilangan kendali saat melintas di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Mobil Xenia yang dikendarainya oleng bak badak mabuk dan menyeruduk 13 orang pejalan kaki. Sembilan orang tewas pada peristiwa itu. Nugroho menambahkan lagi, tersangka Apriyani mengemudikan mobil dalam kondisi out of control karena pengaruh minuman keras, bukan akibat ekstasi.
Pengaruh miras tersebut tak heran membuat pengemudi melajukan kendaraan melebihi batas kecepatan normal. Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Afriani Susanti, mengemudikan kendaraan Daihatsu Xenia mencapai 100 kilometer per jam ketika menabrak 13 orang di di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu kemarin.
Kini Afriyani dilimpahkan dari Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan mendalam terkait kepemilikan ekstasi. Salah seorang petugas piket Direktorat Penitipan Tahanan dan Perawatan Barang Bukti, Ajun Komisaris Umar Wirahadikusuma, mengatakan, saat dibawa masuk ke sel barunya, Afriyani tampak tenang. “Dia tenang. Tidak syok dan terlihat enjoy, biasa saja. Enggak kelihatan seperti orang bingung juga, komunikasi lancar,” papar Umar, Senin malam, di Mapolda Metro Jaya. Umar mengatakan, saat dirinya bertanya apakah ada keluhan, Afriyani menjawab tidak ada yang dikeluhkan.
Kronologi Tabrakan
Saksi mata bernama Suwarto menjelaskan, bahwa mobil itu datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Saat mendekati Tugu Tani, mobil itu oleng kehilangan kendali. Saat hilang kendali, mobil kemudian menabrak para pejalan kaki yang sedang ada di trotoar.
“Mobil nyamber pertama tiga orang, terus sekelompok lagi, terus sekelompok orang lagi. Sampai akhirnya menabrak lagi halte di situ ada anak, ibu-ibu, dan remaja. Semuanya abis pulang dari Monas, mereka ada di trotoar, bukannya nyeberang,” papar Suwarto.
Setelah menabrak halte, mobil ternyata tidak berhenti juga. Mobil itu lalu meringsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. “Saat masuk ke kantor kementerian aja, mobil itu membuat dua orang lagi terpental,” tutur Suwarto. Akhirnya, usai masuk kantor kementerian, mobil itu berhenti.
Suwarto adalah salah satu pejalan kaki yang beruntung selamat dari kecelakaan maut tersebut. Padahal, orang-orang sekitarnya sudah terpental dan ada pula seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. “Setelah kejadian, saya gemetaran. Ini semua pertolongan yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan,” kata Suwarto. Seperti dikutip kompas.com.
Sementara itu, kondisi mobil “Badak Mabuk” berjenis Daihatsu Xenia itu ringsek hingga terlihat aki dan mesin dari depan. Mobil berplat nomor B 2579 XI yang berwarna hitam itu ringsek di bagian kapnya. Bemper depannya hilang sehingga aki dan mesin mobil tampak dari depan. Roda di bagian kiri depan sobek, kempes dan velg-nya penyok. Sedangkan bodi terlihat penyok di bagian kanan belakang, gardan belakang patah hingga roda dan velg mencuat ke kanan.
Kini Polisi telah menetapkan Apriani sebagai tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan 9 orang itu. Apriani dijerat dengan Pasal 283, 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4.
Seperti diberitakan sebelumnya, mobil Xenia hitam yang dikemudikan wanita berusia 29 tahun itu menabrak sejumlah pejalan kaki di kawasan Tugu Tani, Minggu (22/1/2012) pukul 11.10 WIB. Sembilan orang tewas dan empat lainnya luka-luka. Saat kejadian, mobil ditumpangi empat orang, yaitu si pengemudi dan tiga rekannya, Arisendi (34), Denny Mulyana (30), dan Adistina Putri Grani (25).
Berikut ini Video Kecelakaan maut:
[KbrNet/Slm]
















































Mansur berkata
Itu Pemerintah mau cabut perda miras…. biar makin banyak yg terbunuh gara-gara miras dan narkoba
Sujatmiko Kencana berkata
ini yang dinamakan MIRAS adalah pembunuh masal./teroris yg sebenarnya………masih nekat melegalkan miras??????????????………
deny berkata
perda miras bagus memang dihapuskan krna akan menambah penghasilan negara dari miras dan terahir dikorupsi oleh dirjen pajak..merdeka indonesia
erwin berkata
DENY….. lu tuh gak ngerti tata negara. byk baca dululah. baru komentar.
PEMERINTAH memang kaya keledai bloon, gak punya gigi dan nyali menerapkan kebijakan2 yg memihak rakyat. memihaknya hanya ke cukong2 kaya. mirip pelacur.
cakbagongdanpbs berkata
hidup ini indah . . lebih indah lagi hidup tanpa minuman keras dan narkoba
XYZ berkata
SHARING berkata
24/01/2012 pada 12:18
Pada treat lain Kobarnet, pernah disampaikan sbb :
BAHAYA MINUMAN KERAS
MINUMAN KERAS adalah minuman yang mengandung ETHANOL, yakni sejenis senyawa kimia organik yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang utamanya terikat pada atom-2 Carbon (C) dan Hidrogen (H), yang secara umum mampu MENURUNKAN KESADARAN.
Jadi unsur-unsur kimia yang terlibat dalam alkohol meliputi :
1. Carbon (C)
2. Hidrogen (H)0
3. Oksigen (O)
Ketiga unsur kimia ini terikat secara kimiawi dalam struktur yang bisa dirumuskan sebagai CnHn2n+1OH.
Dalam prakteknya, kadar alkohol yang terkandung dalam berbagai jenis minuman itu tidak sama, tergantung dari komposisi yang diracik untuk menimbulkan efek psikis berupa penurunan tingkat kesadaran yang dituju, antara lain :
1. Minuman berkadar alkohol rendah antara 1 sampai 7%
2. Munuman berkadar berkadar alkohol sedang antara 10 – 15%
3. Minuman berkadar alkohol tinggi antara 35 – 55%
4. Minuman berkadar alkohol tak beraturan (oplosan) bisa mencapai lebih dari 55%.
Secara psikis efek minuman keras berupa penurunan konsentrasi atau kesadaran tubuh si peminum hingga mabuk ini terjadi paling cepat dalam waktu 1/2 jam setelah minumam keras tersebut diminum.
Banyak diantara kita yang menyangka bahwa efek akhir dari meminum minuman keras atau miras ini adalah penurunan kesadaran atau mabuk belaka dan setelah itu persoalan selesai karena tinggal menunggu pulihnya kesadaran si peminum. Hal ini adalah kesalahan terbesar dari anggapan para peminum minuma keras, karena kalau mereka mau membuka wawasan sedikit tantang efek minuman keras ini, maka mereka yang masih mencintai kesehatan dan kelangsungan tubuhnya tentu akan segera mengurangi bahkan menghentikan kebiasannya meminum minuman keras tersebut.
Efek-efek lain dari meminum minuman keras selain hilangnya konsentrasi atau kesadaran (mabuk), pusing, beser dan naiknya berat badan (kadar gula) adalah sbb :
1. Mengganggu dan merusak sistem metabolisme tubuh.
2. Meningkatkan lemak yang merusak organ Hati.
3. Menurunkan elastisitas dan kekuatan ginjal untuk berkontraksi.
4. Menimbulkan kemampatan paru-paru yang bisa menyesakkan nafas.
5. Menebalkan katup dan selaput jantung yang merusak fleksibilitas kerjanya.
6. Penurunan kesadaran terus-menerus berpotensi merusak sistem syaraf otak.
7. Menurunnya daya ingat hingga tingkat alzeimer.
8. Meningkatnya tekanan darah yang berpotensi pada stroke.
9. Timbulnya efek negatif kejiwaan, seperti : paranoid, pemarah dan bicara tak terkontrol.
Jadi kalau ditimbang-timbang, maka minuman keras LEBIH BANYAK MEMBERIKAN EFEK NEGATIF KETIMBANG POSITIFNYA, dalam arti lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungan bagi si peminum. Dalam jangka pendek si peminum memang merasakan efek psikis berupa kehangatan tubuh, kesenangan dan halusinasi yang bisa melupakan berbagai problematika hidup yang dialaminya. Namun tanpa disadari minuman keras yang ditenggaknya perlahan-lahan tapi pasti akan merusak kesehatan tubuh dan jiwanya. Dengan russaknya kesehatan tubuh dan jiwa, maka si peminum akan kehilangan kontrol atas kehidupannya yang jelas bisa merusak masa depannya dan menimbulkan gangguan yang menyusahkan lingkungannya.
Pertanyaanya :
SETELAH MENGETAHUI BAHWA MINUMAN KERAS TERNYATA LEBIH BANYAK MERUGIKAN DARIPADA MENGUNTUNGKAN SI PEMINUMNYA, MAKA ADAKAH KEYAKINAN YANG TIDAK MELARANG UNTUK MENDEKATINYA ?
Nah, dengan adanya kasus tabrak mati 9 orang oleh pengemudi kendaraan yang kedapatan mabuk miras dan barang psikotropika ini menjadi makin jelas keterkaitan antara minuman keras dan narkoba terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan di masyarakat. Gangguan ketertiban dan keamanan tersebut antara lain berupa ugal-ugalan hingga hilangnya kontrol atas kendaraan yang dikemudikan oleh sipemabuk. Akibatnya selain terjadinya kerugian materil berupa rusaknya benda-2 milik umum dan orang lain, juga dan yang terpenting hilangnya sejumlah nyawa orang yang tidak berdosa di tempat umum. Betapa jahat pengaruh miras dan psikotropika ini kepada kesehatan dan kelangsungan hidup manusia di dunia. Minuman keras dan narkoba adalah musuh utama seluruh umat manusia yang berahlak dan berakal sehat.
Betul apa kata rekan-rekan komentator. Dengan adanya kejadian yang teramat memilukan hati ini maka TAK ADA ALASAN APAPUN LAGI YANG BISA DIUCAPKAN oleh para penentang Perda Miras walau mengatasnamakan Hak Azazi Manusia sekalipun, karena Hak Azazi Manusia dari segelintir orang pemabuk dan pencandu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan keselamatan ribuan bahkan jutaan umat manusia lainnya yang tak berdosa akan terkena akibatnya seperti kasus yang telah menewaskan 9 orang tak berdosa ini.
Waspadalah !
Anonymous berkata
yaa namanya aja pemerintah bs berbuat semaunya yg penting dia dapat uang walaupun pd akhirnya rakyat lah korbannya…
lyna,, sangatta,,,, berkata
Ttap kepada kepedulian ajja,,
Trsangka harus di hukum kmudian di rehabilitas,, supaya nyadar,,
wong ndeso berkata
Inilah negara yg sebagian besar pengusanya iblis, aturan yang dipakaipun aturan yang dibuat okeh iblis, padahal Allah sdh memberikan aturan agar manusia selamat dunia dan akhirat, tapi dibuangnya, , , itulah iblis2 berwajah manusia
Dian berkata
Terkutuklah si afriani, smga kejadian ini menimpa keluarganya biar dia sadar.afriani ini bukan manusia tapi binatang. Saya panggil dia afriani sableng karena dia pantas untuk itu.
Teddy berkata
Sekarang miras & narkoba sudah meraja lela di indonesia kita ini karena terlalu banyak pengaruh luar yg msk ke indonesia ini
hukum mati aja berkata
woi afriyani…mati aja lo..
asli gondok banget gw…kenapa gk dibakar idup2 aja tu si apriyani sama massa..
mending cantik orangnya..
udah jelek,item,kaya buntelan kentut,banyak gaya pula..
langsung hukum mati aja..
sis berkata
Itu Pemerintah mau cabut perda miras…. biar makin banyak yg terbunuh gara-gara miras dan narkoba.lumayan membantu program KB. pengurangan penduduk melalui narkoba
Penonton berkata
He, heee … kemana ya suara para pengusung pencabutan Perda Anti Miras atas nama HAM ? Kok gak ikut terak-terak nih ….
Anonymous berkata
hukum mati ja