KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Tragis! Demi Sekolah Harus Bertaruh Nyawa

Posted by KabarNet pada 22/01/2012

Banten – KabarNet: Ini adalah realitas lain di tengah riuhnya pembelian kursi impor di ruangan banggar dan biaya renovasi toilet gedung DPR yang menelan biaya miliaran rupiah. Anak-anak sekolah di Desa Sangiang Tanjung, Lebak, Banten, harus menempuh titian maut saat hendak masuk sekolah. Merayap bergelantungan di atas sungai berarus deras sambil memegangi bentangan tali kawat sisa-sisa jembatan yang rusak diterjang banjir.

Negeri kita ini seolah negeri tanpa pemimpin, di tingkat lokal seperti tidak ada bupati maupun kepala desa. Pejabat!.. bukalah mata hatimu, tengoklah rakyatmu, jangan biarkan anak-anak bergelantungan di tengah sungai arus deras di bawah ancaman maut!!.

Kondisi jembatan itu miring hampir 90 derajat, satu bagian jembatan telah putus. Sehingga, untuk menyeberang dengan jembatan ini, kedua tangan harus memegang tali besi yang belum terputus. Sedangkan kaki menginjak bagian jembatan yang sudah terputus.

Meski di bawah ancaman maut, siswa sekolah dasar (SD) dan SMP di Kampung Ciwaru, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, terpaksa bergelantungan di jembatan gantung yang rusak diterjang hujan dan angin. Mereka harus melewati jembatan tersebut karena merupakan satu-satunya akses untuk bisa sampai ke sekolah mereka dengan cepat.

Jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Ciberang yang berarus deras “terlebih kala musim hujan seperti sekarang” yang menghubungkan Desa Sangiang Tanjung dengan Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung. Kini pascabanjir dan hujan angin setiap hari warga dua desa tersebut memanfaatkan jembatan itu sebagai satu-satunya jalur transportasi yang paling cepat dan murah.

Kondisi jembatan dengan panjang lebih dari seratus meter itu sangat mengkhawatirkan bagi siapa pun yang melintasi. Sebab, tempat berpijak yang semestinya datar merata kini berubah miring seperti tebing labil yang bergoyang-goyang saat dilewati. Fisik jembatan tinggal menyisakan sling (tali kawat penyangga) dan tempat pijakan terdiri atas potongan-potongan papan kecil yang sudah rusak.

Untuk bisa melintasi jembatan tersebut, para siswa yang di punggungnya menggantung tas ransel berisi buku-buku pelajaran itu harus ekstrahati-hati. Mereka harus berpegangan kuat-kuat ke tali kawat jika tidak ingin jatuh dan hanyut terbawa arus Sungai Ciberang yang deras.

Karena itu, telapak tangan anak-anak yang sebagian besar murid sekolah dasar tersebut terlihat memar kemerahan karena harus berpegangan tali jembatan kuat-kuat sambil merambat. “Kami minta pemerintah segera memperbaiki jembatan ini. Sebab, jembatan ini satu-satunya jembatan penghubung menuju sekolah kami di Ona Rangkasbitung,” ujar Roni, siswa kelas satu SMPN 6 Rangkasbitung, kepada wartawan.

Meski sangat membahayakan keselamatan jiwa, Roni bersama teman-teman lain memberanikan diri bergelantungan di sling agar sampai ke sekolah. “Kadang kami terlambat datang ke sekolah karena terlalu lama menyeberangi jembatan gantung ini. Sebenarnya bisa saja tidak melalui jembatan ini, tapi harus memutar dan jarak tempuhnya cukup jauh hingga lebih dari sejam. Belum lagi, biaya transpornya (ongkos naik angkutan, Red) cukup mahal,” ungkapnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sangiang Tanjung Hasanudin saat ditemui menyatakan, jembatan gantung yang ambruk diterjang banjir pada Sabtu (14/1) itu merupakan jembatan gantung penghubung antara warga Kampung Cikiray, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, dan Desa Pasir Tanjung. “Kami berharap pemerintah secepatnya memperbaiki jembatan gantung ini,” katanya.

Peristiwa ini tidak luput dari pemberitaan media asing. Kantor berita Inggris, Reuters bahkan mempublikasikan foto-foto menyesakkan dada itu. Bahkan media Inggris lainnya, Daily Mail, menyebut kondisi itu mirip dengan salah satu adegan dalam film terkenal “Indiana Jones And The Temple Of Doom”… “Sekilas, itu terlihat seperti adegan aksi dari film “Indiana Jones And The Temple Of Doom”, demikian tulis Daily Mail mengawali artikelnya, Jumat (20/1/2012).

Alhasil, lokasi jembatan yang rusak parah tersebut hanya sekitar lima kilometer dari Kantor Bupati Lebak di Kota Rangkasbitung. Sebenarnya, untuk memperbaiki jembatan rusak tersebut dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan saja dengan dana diperkirakan mencapai Rp 600 juta. Warga hingga kini hanya bisa berharap kepada pemerintah agar bisa segera memperbaikinya.

Lain halnya dengan gerak cepat pembangunan fasilitas gedung DPR RI, seperti toilet DPR seharga Rp 2 Miliar dan parkiran motor sebesar Rp 3 Miliar. Belum lagi renovasi terhadap ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) yang menelan biaya Rp 20 Miliar dari uang rakyat. Inilah kenyataan negeri ini yang sebenarnya.

TRAGIS!!..

[KbrNet/Slm/jpnn]

16 Tanggapan to “Tragis! Demi Sekolah Harus Bertaruh Nyawa”

  1. prinarto yusuf berkata

    wahai para pemimpin , mohon bukalah mata hatimu apakah kalian tidak miris melihat anak anakmu menantang maut tiap hari sementara kalian duduk berlha leha menikmati kekayaanmu , sungguh kalian akan menjadi manusia terkutuk jika melihat kondisi begini hatimu tidak terketuk

  2. taUbat berkata

    Ini adalah gambaran/wujud sebagian saja yang tampak dari potret masyarakat baik dipedesaan dan diperkotaan dalam kehidupan dikesehariannya (gunung es)

    Mental2 berani dan tangguh anak bangsa ini terbentuk oleh keadaan walau ada kendala terus berkarya tanpa henti tiada keluh kesah berarti. (bangga)

    Prasarana baik tempat tinggal ataupun jalan yang sudah tidak layak ditambah dengan yang kadang makan kadang tidak adalah fenomena sehari-hari.

    Ada yang lebih menghawatirkan lagi, ini sudah puluhan tahun, jalan yang dilalui melalui jembatan rel kereta api pijakan papannya hanya 1 langkah tengahnya bolong untuk kedalaman jembatan itu puluh meter dan panjang, berspekulasi dengan lewatnya kereta api.

    Tidaklah aneh jika diperkotaan orang berani berdiri diatas kereta api dan bergelantungan di mobil karena fasilitas dan prasarananya yang tersedia dan terjangkau hanya itu dan terbatas. (wajar)

    Ironis wakil rakyat kita yang mulia anggota DPR, dari fasilitas dan prasarana sudah terpenuhi masih belum mensyukuri juga dan masih mengakali dengan proyek irasionalnya. (komisi)

    Harga kursi Rp. 24 juta, berikan contohnya pada pengrajin/funitur di tanah air…… harganya …….
    Lalu apa artinya Cintailah Produk Dalam Negeri … (Slogan belaka)

    DPR ooooooh DPR …..

  3. Polisi berkata

    Seandainya duit rakyat yg dirampok para anggota DPR lewat proyek2 aneh, spt proyek ruang rapat Rp20M, proyek vitamin anggota dewan Rp841juta, proyek papan reklame Rp4,8M, proyek kalender Rp1.3M dll, itu kalau dipakai membangun jembatan buat anak2 sekolah ini, tentunya bisa jadi jembatan yg hebat. Tapi sayang duitnya sudah dikuras habis oleh perampok2 yg menyamar jadi wakil2 rakyat di DPR itu.

  4. KOI berkata

    2014 tanpa DPR, setuju ???

  5. Hiu berkata

    RUANG BANGGAR telah memakan duit rakyat yang anak-2nya pada bergelantungan di jembatan yang nyaris putus itu sebanyak 24 milyar ???

    No DPR !

  6. KOI berkata
    22/01/2012 pada 13:56

    2014 tanpa DPR, setuju ???

    #

    SETUJU 1000 %

  7. SYAIFUL berkata

    Betul kata Gusdur Anggota DPR seperti anak TK. dan lebih banyak ke luar negeri studi banding dari pada mikirkan dalam negeri.

  8. rakyat berkata

    ciri2 negara merdeka!

  9. Chloe berkata

    pejabat sekarang tidak ada yang memikirkan kesejahteraan rakyat, rakyat Indonesia akan selalu susah jika terus dipimpin bangsa sendiri?

  10. arsipkita berkata

    sebenernya kejadian seperti ini bisa di ambil nilai positif..supaya anak2 muda di jkt dan kota2 besar lainya lebih menghargai pendikan (sekolah) karna mungkin nasib mereka lebih baik dari adik2 kita yg di serang banten..dengan segala keterbatasan aja masih semangat untuk mengenyam bangku pendidikan

  11. heru12345 berkata

    setuju banget no DPR… artinya uang trilyunan utk pemilu bisa digunakan utk rakyat. Biarklah rakyat yg langsung mengawasi pemerintah.

  12. Anonymous berkata

    Untuk toilet 2M, untuk sofa 24 juta per-unit, untuk pengharum 1,4M………wow hebat………..untuk jembatan Rp oooooooooooooooooooooooooooo, wow goblok ngak ada otaknye, ngomong doang banyak, kalo kerja tidur nonton, bokep maen kebo keboan diruangan kerja…….ngak ada otaknye!!!!!!!!!!

  13. Anonymous berkata

    rakyat berkata :
    hai anjing-anjing wakil-wakil rakyat, gue udah enek ama lo-lo pada, rakyat banyak sengsara, kalian makin ksini makin babi aja kelakuan.. enak-enakan korupsi dengan berbagai alasan, dajal lo pade monyyyeeeeeet.

  14. Ya Alloh.. Ampunilah dosa-dosa kami, dan ampunilah dosa kedua orang tua kami..
    Ya Alloh.. Ampunilah dosa-dosa para pemimpin bangsa kami..
    Ya Alloh.. Kembalikanlah naluri para Anggota DPR-RI menjadi manusia yang seutuhnya.. Aamiin ya robbal alamiin!

  15. Waah … hebat lho anak-anak itu .. keren!!

    salam kenal, tukeran link ya mas .. punya smpean sdh sy add di:
    http://thesmilingchickpea.wordpress.com/

    sekalian bisa lihat tulisan saya hehe
    http://thesmilingchickpea.wordpress.com/2012/02/06/menuntut-ilmu-via-jembatan-maut/

  16. taUbat berkata

    MK BUBARKAN RSBI

    Selasa, 08 Januari 2013, 15:31 WIB

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengabulkan gugatan pendirian Rintisan Sekolah Rintisan Internasional (RSBI).

    “Mengabulkan permohonan untuk seluruhnya,” kata Mahfud di gedung MK, Selasa (8/1).

    Dalam sidang kali ini, putusan sembilan hakim konstitusi tidak bulat. Wakil Ketua MK Achmad Sodiki memilih dissenting opinion dan tidak setuju RSBI dibubarkan.

    Untuk diketahui, Pengujian pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas ini dimohonkan sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan yang mengaku tak bisa mengakses satuan pendidikan RSBI/SBI ini lantaran sangat mahal.

    Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan).

    Mereka menilai pasal yang mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional itu diskriminatif. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktek perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI/SBI.

    Misalnya, dalam sekolah umum fasilitasnya minim dan guru-gurunya kurang memenuhi kualifikasi. Sementara di sekolah RSBI fasilitas lengkap dan guru-gurunya berkualitas.

    Jika pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas tetap dipertahankan potensi pembatasan akses hak warga negara untuk mengenyam kualitas pendidikan yang baik akan terus dilanggar. Para pemohon meminta MK membatalkan pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas karena bertentangan dengan Pasal 28C ayat (1), Pasal 28I ayat (2), Pasal 32 ayat (1), (2), (3), Pasal 36 UUD 1945.

    Fernan Rahadi / Erik Purnama Putra

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: