KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Waria Eks PSK Calon Anggota Komnas HAM

Posted by KabarNet pada 21/01/2012

Jakarta – KabarNet: Para aktifis penggiat paham SEPILIS (Sekularisme – Pluralisme – Liberalisme), tidak pernah lelah dalam mengikis aqidah dan nilai-nilai Islam, agama yang dianut oleh 90 persen rakyat Indonesia. Kalau belum lama ini Komnas HAM, suatu organisasi yang dikenal “memiliki kedekatan” dengan kelompok penggiat paham SEPILIS, telah berhasil mempengaruhi Mendagri Gamawan Fauzi untuk mencabut Perda Miras di berbagai daerah. Kini Komnas HAM pun membuat kejutan baru, yaitu menerima pendaftaran seorang waria mantan PSK menjadi calon komisioner anggota Komnas HAM.

Saat ini Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sedang melakukan pendaftaran dan seleksi bagi calon komisioner Komnas HAM untuk masa tugas 2012-2017, menggantikan jajaran komisioner yang ada sekarang. Pendaftaran calon komisioner ini akan berlangsung sampai dengan 31 Januari 2012. Selanjutnya nama-nama pendaftar akan diseleksi oleh panitia seleksi (pansel) untuk diajukan ke Komisi III DPR-RI, yang nantinya akan memilih calon anggota Komnas HAM. Direncanakan pada akhir Juli 2012 nanti Komisi III DPR sudah menjatuhkan pilihan mengenai nama-nama anggota Komnas HAM yang baru, karena pada bulan September 2012 para komisioner baru itu sudah harus mulai bekerja.

Ada hal yang menarik perhatian wartawan dari berbagai media yang sedang meliput kegiatan pendaftaran anggota baru di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta, pada hari Jumat (20/1/2012). Yaitu adanya puluhan waria berpakaian menor mengiringi kedatangan seorang Waria bernama Yulianus Rettop Laut (50 tahun), seorang mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ikut mendaftar untuk menjadi komisioner anggota Komnas HAM.

Dari keterangannya kepada para wartawan usai melakukan pendaftaran, Yulianus mengungkapkan bahwa dirinya pernah malang melintang menggeluti hidup sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan nama Yuli selama 17 tahun. “Saya terjun menjadi PSK di Taman Lawang dan di Jalan Prapanca selama 17 tahun. Saya juga sempat berpacaran dengan seorang pria, namun cinta saya kandas,” ujar Yuli tentang masa lalunya.

Namun kini Yulianus yang lebih kerap disapa dengan nama panggilan “Tante Yuli” itu ingin mengabdikan diri memperjuangkan hak-hak kaum waria dengan mencalonkan sebagai anggota Komnas HAM. “Dengan pendaftaran sebagai calon komisioner Komnas HAM, saya berharap kami bisa hidup di dalam masyarakat dengan layak serta mendapatkan haknya secara normal seperti warga negara indonesia sewajarnya,” ujar Tante Yuli di Kantor Komnas HAM,

Tante Yuli yang juga Ketua Waria DKI Jakarta ini menegaskan bahwa walaupun dirinya dan kaum waria lain di Indonesia merupakan kelompok minoritas di tengah masyarakat, namun mereka mampu berprestasi. Bahkan, menurutnya, di antara mereka banyak yang berpendidikan S1 hingga S2. Salah satu contohnya adalah dirinya sendiri yang bisa menyelesaikan kuliah sampai selesai sebagai Sarjana Hukum.

Mata jeli wartawan memperhatikan bahwa Tante Yuli terlihat kenal baik dengan sejumlah personil dikantor Komnas HAM. Hal itu karena dia memang selama ini aktif sebagai pejuang HAM memperjuangkan hak-hak kaum waria. Bahkan sebelumnya dia pernah mencalonkan diri sebagai anggota Komnas HAM pada 2007, namun kandas di tengah jalan. “Saat ini saya bekerja sebagai pejuang HAM, saya aktif bekerja di Arus Pelangi dan di Yayasan Srikandi Sejati,” katanya.

Kalau dilihat dari perjuangan kaum gay dan waria, selama ini mereka gigih memperjuangkan persamaan hak dengan kaum heteroseks yang benar-benar normal sebagai lelaki dan perempuan. Yang paling gigih diperjuangkan oleh para gay dan waria adalah hak mereka untuk hidup dan diterima ditengah masyarakat seperti hak-hak manusia normal lainnya. Yaitu antara lain hak untuk mendapat pekerjaan, hak untuk tampil, berdandan dan berpakaian seperti wanita sebagaimana yang selama ini mereka lakukan, dan yang paling penting adalah menuntut pengakuan dari pemerintah dan masyarakat atas hak kaum gay dan waria untuk menikah secara resmi antar sesama jenis.

Akankah Yulianus berhasil terpilih menjadi anggota komisioner Komnas HAM? Seandainya nanti dia berhasil terpilih, bagaimanakah reaksi ormas-ormas Islam dalam menyikapi hal ini? Marilah kita tunggu, karena hanya waktulah yang akan membuktikan hal itu. [KbrNet/adl]

13 Tanggapan to “Waria Eks PSK Calon Anggota Komnas HAM”

  1. Anonymous berkata

    kalo seorang eks PSK sampai terpilih, ya jangan salahkan dia. Salahkan yg milih.

    akhir jaman. Padahal dulu Indonesia ga kayak begini ya.

  2. rani_tea berkata

    ntar yg milih sapa ya..?

  3. Tya zihab berkata

    Makin hancur aja indonesia..lama2 presidennya waria dan psk..sepilis berbaju ham..

  4. rudi setiawan berkata

    @tya zihab : emang belum tau ya ? presiden Indonesia kan memang bencong..

  5. Polisi berkata

    Sbg warga negara, kaum gay, waria, homoseks, lesbian dan transgender punya hak yg sama dgn warga negara indonesia lainnya. Tapi kalau mereka menuntut agar masyarakat menerima hubungan seksual sesama jenis, agar masyarakat menganggapnya “biasa saja”, apalagi menuntut pengesahan pernikahan sesama jenis, ya nanti dulu. Itu sama saja meng-acak2 hukum alam dan Tuhan dlm agama apapun.

  6. Wanda berkata

    Hah? Memperjuangkan hak menikah sesama jenis? Loh di buku nikah tuh khan harus ditulis nama Suami dan nama Istri. Trus andaikan kalo Susilo nikah sama Bambang, atw Angie nikah sama Nining, entar siapa yg jadi suami dan siapa yg jadi istri?? (Maksud gw dibuku nikah, kalo ditempat laen gw ga perduli)

  7. Anonymous #3 berkata

    @Wanda
    Maap ni ye, bukannya ane mau bcr ngeres. Soalnye pertanyaan kamu tuh ujung2nya mau ga mau mesti kembali ke urusan ranjang. Sbb petugas catatan sipil yg mencatat pernikahan gay/waria/lesbi pasti nanya dulu, siapa yg bertindak (diranjang) sbg suami dan siapa yg jadi istri. Dari jwbn mrk entar ditentukan mana yg suami mana yg istri. Gitu loh :)

  8. heriandi berkata

    Indonesia dah giila mask waria di calonkan eks psk di calon kan sebagai komisioner anggota Komnas HAM.

  9. Kompret berkata

    Tidak masalah masuk Komnas HAM, Setelah itu bubarkan Komnas HAM!

  10. cakbagongdanpbs berkata

    apapun juga latar belakang dari seseorang, apabila benar-benar mengabdikan dirinya untuk kepentingan mereka-mereka yang terpinggirkan, bukanlah masalah yang penting niat tulus dalam hati tidak bertentangan dengan hak asasi manusia dan tidak mengambil hak orang lain secara tidak sah

  11. Capedeh berkata

    Itulah susahnya hidup dinegeri yang masih nganggap urusan perut sebagai yang utama. Profesi apapun bisa jadi dilatarbelakangi bukan oleh profesionalisme melainkan urusan perut. Gak perduli lagi apa nyambung apa enggak keahlian sama jabatan yang dikejar. Salah satu tanda-tanda semakin dekatnya akhir jaman adalah ketika urusan umum mulai ramai dipegang oleh yang bukan ahlinya. Capedeh.

  12. mkurniacipta berkata

    Dari jaman dulu KOMNAS HAM CUMA SEKUMPULAN PROYEK PESENAN ASING UNTUK MENGHANCURKAN IDENTITAS BANGSA INI…WARIA EX PSK TERSEBUT..AGENDA TERSELUBUNG..WARIA BERDAR MENGHANCURKAN BANGSA INI MULAI DARI IVAN GUNAWAN, OLGA Dkk

  13. XXX berkata

    wah, kapan nih presiden kita psk? mau nih, napa ga warga indonesia jadi psk semua aja .

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: