Alifah Afriliya Ditolak Sekolah Gara-gara Yatim
Posted by KabarNet pada 10/01/2012
Alifah Afriliya Anugerah, anak almarhum Ery Nugraha, wartawan Media Indonesia yang meninggal beberapa waktu lalu saat bertugas di Pulau Umang, Kepulauan Seribu, tak diterima oleh Sekolah Islam Terpadu SMPIT Nururrohman, Depok, Jawa Barat.
Dari rilis yang diterima redaksi, sesaat lalu (Senin malam, 9/1), alasan penolakan tersebut sangat tidak Islami, yakni hanya karena ayah si anak yakni Ery Nugraha telah meninggal dunia. Pihak sekolah khawatir kalau Ina, sang Ibu, tidak sanggup membayar biaya sekolah.
Bagi Ina kabar itu bak petir di siang bolong. Sebab tanggal 21 Desember 2011 lalu pihak sekolah memberitahukan, kalau anaknya diterima dan melakukan ukur seragam sekolah. Tapi kemarin, justru pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Nururrohman, Ahmad Fawzan, meneleponnya dan menyatakan kalau Alifah tidak berhak menimba ilmu di SMPIT Nururrohman.
Tadinya, anak almarhum Ery sekolah di sekolah mahal. Namun sejak Ery meninggal dunia, Ina berinisiatif mencari sekolah lain dan pilihannya jatuh ke sekolah SMPIT Nurrohman. Rekan-rekan Ery dari Media Indonesia dikabarkan mendatangi sekolah tersebut untuk melayangkan protes terhadap perlakuan yang dialami anak rekan mereka. RakyatMerdeka
Entri ini dituliskan pada 10/01/2012 pada 04:48 dan disimpan dalam Moralitas, Penderitaan Rakyat, Pendidikan. Dengan kaitkata: jawa barat, media indonesia. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.









































achmad hidir berkata
Pendidikan menjadi salah kaprah……pemerintah hrs sgr turun tangan….jangan diam saja
dodo berkata
kalau BETUL berita itu …harus dipertanyakan leislaman sekolah tersebut ……..
Anisa Azzahra berkata
@SMPIT Nurrohman.
Nilailah calon anak didik itu dari kemampuan otaknya. Jgn dinilai dg uang. Yakinlah ALLAH Maha Kaya.
Ridho Senopati berkata
sekolah SMPIT mata duitan tidak ada bedanya dengan sekolah sekuler lainnya bahkan lebih parah , perlu dipertanyakan mutu pendidikan di sekolah tsb ayo demo rame rame,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tya zihab berkata
Ini sekolahan pendirinya dulu sekolah dimana yah?.
rani_tea berkata
sekolah islam apaan tuch…harus dipertanyakaan keislaman kepala sekolah dan guru2nya tuch, bukannya dalam islam siapa yg mengayomi anak yatim itu mulia…?
ada2 saja negri ini…
SHARING berkata
Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 9 :
inna alladziina ya/kuluuna amwaala alyataamaa zhulman innamaa ya/kuluuna fii buthuunihim naaran wasayashlawna sa’iiraan
“Dan HENDAKLAH TAKUT (KEPADA ALLAH) orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
Seandainya berita ini benar, maka seharusnya pihak sekolah khusunya Sekolah Islam harus betul-betul memahami firman Allah SWT ini. Insya Allah jika ybs memahami tidak ada alasan apapun untuk menolak seorang anak Yatim untuk belajar disekolahnya.
Menjadi hikmah bagi kita semua khusunya yang berkecimpung dalam bidang pendidikan.
amat080278 berkata
silahkan baca berita terkait agar para pembaca membacanya secara utuh dan tidak parsial
Allah Maha Tahu apa yang sesungguhnya terjadi
Lukman Nulhakim berkata
Jika benar cabut Izin sekolah itu..emang negara ini punya nenek moyang nya apa…