Hasil Survei: DPR Paling Korup, TNI Paling Bersih
Posted by KabarNet pada 09/01/2012
Jakarta – KabarNet: Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebuah lembaga survei paling kredibel yang keakuratan hasil Hitung Cepat-nya (Quick Count) sudah terbukti pada setiap Pemilu, Pilpres dan Pilkada pada era reformasi, kembali mengadakan survei jajak pendapat masyarakat. Kali ini yang disurvei adalah persepsi masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara terkait tingkat kebersihan lembaga-lembaga itu dari unsur korupsi. Hasilnya sungguh mengejutkan. Ternyata survei LSI tersebut memperoleh data temuan yang mengindikasikan mayoritas rakyat Indonesia beranggapan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga negara paling korup, yang merupakan sarang bercokolnya para koruptor berpakaian baju seragam Anggota DPR yang notabene adalah wakil rakyat.
Peringkat paling korup berikutnya “dimenangkan” oleh Partai-Partai Politik (Parpol). Demikian laporan hasil survei LSI yang diselenggarakan antara tanggal 8-17 Desember 2011 belum lama ini. Hasil survei tersebut disampaikan oleh peneliti senior LSI, Dodi Ambardi, dalam keterangan persnya di hadapan berbagai media, di kantor LSI, Jakarta, pada hari Minggu (8/1/2012).
Ilmuwan peneliti itu menegaskan bahwa temuan hasil survei ilmiah oleh LSI membuktikan bahwa lembaga yang oleh masyarakat paling dianggap tidak bersih dan paling korup adalah lembaga DPR dan partai-partai politik. “Penilaian paling buruk diberikan publik kepada DPR RI (31,1 persen) dan Partai Politik sebesar 30,2 persen. MK dan KPK pun yang selama ini bersih, juga dipersepsikan tidak bersih oleh rakyat pada umumnya,” ungkap Dodi Ambardi.

“Penilaian paling buruk diberikan publik kepada DPR RI (31,1 persen) dan Partai Politik sebesar 30,2 persen,…” ungkap Dodi Ambardi dari LSI melaporkan temuannya.
.
.
.
TNI Paling Bersih
Sebaliknya, hasil survei tersebut membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) paling harum namanya di mata masyarakat. TNI merupakan lembaga yang paling dianggap bersih dari korupsi. Berdasarkan hasil survei LSI tersebut, TNI mendapatkan angka 57,2 persen, sebuah peringkat tertinggi yang merupakan indikator tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI. “Hanya pada TNI, rakyat pada umumnya masih percaya bahwa lembaga ini bersih dari korupsi,” tandas Dodi sambil menunjukkan lembaran dokumen hasil survei tersebut.
Urutan kedua lembaga yang bersih dari korupsi adalah Istana dengan angka 51 persen dan disusul dengan Polri, KPK dan Bank Indonesia. “Pada lembaga presiden (Istana), penilaian rakyat pun terbelah,” kata Dodi melanjutkan.
Lebih jauh Dodi Ambardi mengungkapkan bahwa persepsi rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja rezim SBY dalam upaya pemberantasan korupsi terlihat hampir merata di semua lini, kalau ditinjau dari tingkat pendidikan para responden. “Penilaian negatif rakyat terhadap kinerja pemerintah dalam pemberantasan korupsi hampir merata di seluruh tingkat pendidikan, bukan hanya di kalangan terpelajar. Ini artinya, penilaian tersebut sudah sangat masif,” pungkasnya. [KbrNet/adl]







































Wanda berkata
nggak usah disurvei pun rakyat udah tau kalo DPR dan Parpol itu lembaga paling korup dan gudangnya para koruptor.
Anonymous berkata
Yang saya heran, sudah tau DPR n Parpol2 itu sarang koruptor tapi kok rakyat Indonesia masih mau aja ditipu setiap 5 tahun disuruh ikut Pemilu milih koruptor2 itu.
Apa sudah sedemikian tololnya rakyat Indonesia?
XYZ berkata
Habis yang benernya belum nongol, mau gimana lagi bro ?
Awaluddin Hasrin berkata
hahahahaaaa….. wajar.
Tya zihab berkata
Maunya golput,tp dibilang tidak melaksanakan kewajiban sebagai warga negara..kayaknya kedepan jadi males mau ikut pemilu..
XYZ berkata
Bener-bener dilematis ya …….
Ikut Pemilu salah-2 malah milih penjahat alias kayak gali lobang yang bisa bikin kejebur sendiri, gak ikut Pemilu dibilang bukan Warga Negara yang baik.
Keder euy !
Anonymous berkata
Polri bersih????perlu dipertanyakan si raja tembak dan raja jalanan ini bersih,gx Yakin saya!!!!
Polisi berkata
Anonymous #7
Hasil survei LSI ga bilang Polri bebas korupsi. Tapi peringkat Polri lebih baik (lebih bersih) ketimbang DPR & Parpol2 yg dr dulu memang terkenal sarang penyamun.
Gitu loh.
Anisa Azzahra berkata
Polri dan istana bersih???
MK korup???
SIAPA YANG SETUJU!?
Rakyat jelata berkata
@ Anisa Azzahra
Sy tdk setuju.
Polisi berkata
@All
Yg disurvei oleh LSI sebagai riset ilmiah di atas adalah persepsi (anggapan) masyarakat thd lembaga2 tsb. Respondennya adalah masyarakat. Ternyata hasilnya menunjukkan begitu, ya itulah anggapan masyarakat. Artinya dari riset ilmiah di atas mk MAYORITAS rakyat Indonesia beranggapan demikian. Sy katakan “MAYORITAS” krn metode riset LSI sudah terbukti selalu akurat dalam setiap penghitungan cepat (quick count) kalo pas ada Pemilu n Pilpres. Pasti hitungan quick count LSI ga jauh2 amat dari penghitungan manual.
Jadi, riset LSI kali inipun tentu akurat. Tapi siapapun boleh setuju boleh tidak
Anisa Azzahra berkata
@Polisi
Kutipan tulisan di atas:
~ MK dan KPK pun yang selama ini bersih, juga dipersepsikan tidak bersih oleh rakyat pada umumnya,” ungkap Dodi Ambardi.
~ Urutan kedua lembaga yang bersih dari korupsi adalah Istana dengan angka 51 persen dan disusul dengan Polri, KPK dan Bank Indonesia.
# Jelas sekali tulisannya bung Polisi.
Punya maksut apa LSI?
P’lu diketahui, di MK ada Mahfud MD, yg b’peluang di calonkan menjadi Capres di 2014.
Sekarang ini rezim SBY sedang di hujat habis2an dari b’bagai kalangan.
Begitu pula Polri.
LSI sebagai lembaga survai ingin merubah imet masyarakat?
Anisa Azzahra berkata
@Polisi
Kutipan tulisan di atas:
~ MK dan KPK pun yang selama ini bersih, juga dipersepsikan tidak bersih oleh rakyat pada umumnya,” ungkap Dodi Ambardi.
~ Urutan kedua lembaga yang bersih dari korupsi adalah Istana dengan angka 51 persen dan disusul dengan Polri, KPK dan Bank Indonesia.
# Jelas sekali tulisannya bung Polisi.
Punya maksut apa LSI?
P’lu diketahui, di MK ada Mahfud MD, yg b’peluang di calonkan menjadi Capres di 2014.
Sekarang ini rezim SBY sedang di hujat habis2an dari b’bagai kalangan.
Begitu pula Polri.
LSI sebagai lembaga survai ingin merubah imet masyarakat?
Mungkinkah LSI mempunyai niatan terselubung? Atau ini hanya pesanan oknum tertentu yg sedang terpojok?
Akhirnya sy mengucapkan terimakasih kepada K@barnet yg mempublikasikan berita diatas. Sehingga masarakat dpt memberikan komentar atau kritikan t’hadap lembaga survei ini.
Wasalam
One Da berkata
@Anisa Azzahra #13
Betul sekali itu ukhti. Ana punya analisa juga semacam itu. SLI terima olderan.
joppie worek berkata
istana bersih ???? Muosaaaaaaa ??? Kalau bersih orang-orang yang sering ke Istana pasti bersih juga… Nazar itukan orangnya Istana juga…! Tidak hujan tidak panas….kok LSI bikin survey ???
Sugik berkata
Nuwun sewu Numpang Coment kang, Sama aja Kalu (Istana) pak SBY bersih tapi punggawanya kagak, namanya tetep aja Korup. Salut untuk TNI. Kayaknya mmg pemimpin bangsa ini perlu kita percayakan dari Purn TNI, selain tegas disiplin juga, hehe, udah biasa sengsara dan hidup susah di medan tugas bro, jadi peduli rakyat bukan peduli anggota DPR,….
Anonymous berkata
DPR korup,setuju
TNI bersih,setuju
Polri bersih,nggak percaya,
aku berkata
TNI paling bersih? haalaaaaaaah,,,,,,itu mah karena nggak ada yang berani mengaudit anggaran Internal TNI bosss!!!! padahal????!!!huuuuuuuuuuuu, jas bukak iket blangkon! Sama juga sami mawon!
taUbat berkata
ANEH, HARGA SIMULATOR PERANG TNI BISA BENGKAK 300 PERSEN
Selasa, 11 Desember 2012 , 15:23:00 WIB
Komisikepolisianindonesia.com – Anggaran pengadaan simulator perang Virtual Arm Solution (VAS) untuk TNI mengalami lonjakan hingga 300 persen dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran (APBN-P TA) 2010.
Harga satu paket VAS diketahui sebesar Rp 74,94 miliar. Angka itu tercatat dalam dokumen Revisi Sasaran Kebutuhan Mendesak Kemhan/TNI Melalui APBNP-TA 2010.
Dokumen ditandatangani oleh Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan, Marsda BS Silaen SIP, tertanggal 18 Mei 2010 sebagai Lampiran Surat Menteri Pertahanan Nomor: R/147/V/2010, yang salinannya diperoleh wartawan, Selasa (11/12).
Padahal, Surat Panglima TNI Djoko Santoso Nomor B/3495-03/05/07/Sru tertanggal 26 Oktober 2009, yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan mengenai “Permohonan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) TA 2010″, menyebutkan bahwa TNI membutuhkan delapan paket VAS dengan harga sebesar Rp 199,840 Miliar. Artinya, harga satu paket Rp 24,980 Miliar
Harga satuan paket VAS yang tercantum dalam surat Djoko Santoso itu kemudian dipertegas lagi dalam surat Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI, Marsekal Muda TNI Amirullah Amin, nomor B/57-03/05/144/Sru, tanggal 8 Januari 2010 yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan.
Dalam lampiran surat mengenai Rencana kebutuhan anggaran mendesak TA 2010 itu, Amirullah menyebutkan bahwa harga satuan untuk satu paket VAS juga Rp 24,980 miliar.
Nah, tanpa disertai penjelasan yang memadai, tiba-tiba harga per unit VAS itu melonjak tiga kali lipat menjadi Rp 74,940 miliar per paket, sebagaimana tertulis dalam lampiran surat yang diteken Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan Marsda BS Silaen SIP tadi.
Pembelian alat simulator perang itu mendapat perhatian setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam melaporkan dugaan korupsi di Kemenhan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kementerian Pertahanan sendiri memang telah membenarkan adanya pembelian simulator perang khusus untuk TNI. Simulator itu untuk latihan TNI sebelum terjun ke lapangan. Menurut Kapuskom Kemenhan, Bambang Hartawan, simulator perang tersebut berfungsi untuk melatih para anggota TNI dalam bertempur melawan serangan musuh yang mengancam keamanan negara.
“Simulator perang itu ada, buat latihan. Simulator menembak, simulator pesawat, simulator alat perang, sebelum terjun kan harus latihan dulu,” jelas Bambang, Senin lalu (3/12). [ald]
(dikutip dari Rakyat Merdeka/kki-wied)