Menag: Matikan TV saat Maghrib!!
Posted by KabarNet pada 08/01/2012
JAKARTA — Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan kebijakan baru dengan istilah Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji). Kebijakan itu berupa larangan atau imbauan menyalakan alias menyetel televisi pada saat Maghrib sekitar pukul 18.00 hingga 20.00.
Hal ini dinyatakan secara tegas oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali, usai menyerahkan penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dalam rangka Hari Amal Bakti ke-66 Kemenag RI, di Hotel Borobudur Jakarta.
Menag mengatakan, Gemar Mengaji merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membentuk karakter, kepribadian anak atau generasi muda. Karenanya para pimpinan daerah atau bupati/wali kota untuk mensosialisasikan gerakan ini ke masyarakat.
“Sekarang yang namanya mengaji di waktu maghrib sudah mulai pudar. Padahal, maaf, mengaji di waktu maghrib itu adalah peninggalan orang tua kita. Ternyata itu manfaatnya sangat luar biasa,” katanya.
Jika bisa membiasakan hal tersebut pada anak-anak, maka pada waktu maghrib mereka berada di rumah. Dan keluarga bisa berkesempatan untuk shalat bersama, belajar bersama, makan bersama dan yang lainnya.
Dengan demikian akan terjadi transfer pengetahaun orang tua terhadap anak. Transfer ahlak orang tua terhadap anak. Itu akan bisa menjadi penghindaran akan bahaya malam. “Bayangkan kalau maghrib masih di luar. Berbagai bahaya malam mengincar. Dari mulai narkoba, kekerasan, seksual dan lain sebagainya mengancam kepribadian anak-anak kita.”
Dengan maghrib mengaji, Suryadharma Ali yakin mereka (anak-anak) akan terisi jiwanya dengan pengetahuan-pengetahuan yang baik. Apalagi maraknya televisi-televisi dengan siaran yang menarik pada saat maghrib. Itu juga merangsang anak-anak untuk melambat-lambatkan shalat. Merangsang anak-anak untuk tidak belajar apalagi mengaji.
“Mengaji menjadi terasa berat apabila ada siaran televisi yang bagus. Saya mohon walkota/bupati untuk terus mensosialisasikan dan menggalakkan program maghrib mengaji. Program maghrib mengaji tidak hanya mengudara di perkotaan saja tapi juga di pedesaan. Oleh karenanya kita perbaiki, dengan demikian kita memberikan partisipasi yang sangat tepat, sangat baik untuk pembentukan karakter anak-anak kita di masa mendatang,” tegasnya.
Terkait imbauan menteri tersebut, Wali Kota Tegal Ikmal Jaya mengatakan, sebenarnya pemkot sebelum akhir tahun Tegal Cerdas 2011 lalu, membuat Peraturan Wali Kota (Perwal). Tentang lingkungan keluarga berpendidikan dan lingkungan masyarakat berpendidikan.
Dalam lingkungan berpendidikan, lanjut Ikmal, salah satu poinnya menyebutkan, pada pukul 18.00-20.00 dilarang menyetel acara TV. Dan dalam durasi waktu tersebut digunakan untuk belajar. “Ini kami kerjasamakan dengan Kemenag Kota Tegal untuk gerakan Gemar Mengaji.”
Menurutnya, perwal tersebut akan mulai diberlakukan awal tahun ini. Dari perwal tersebut, minimal lingkungan kelurahan dan masyarakat tidak menyalakan TV pada durasi waktu tadi. Bagi yang beragama Islam gunakan untuk belajar dan mengaji. Sedang agama lainnya untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing. Ini merupakan bukti, bahwa pemkot serius terhadap pendidikan Islam. “Sosialisasi dilakukan awal tahun ini. Karena akhir tahun lalu baru diproses dan aturannya baru jadi,” ujar Ikmal.
Masih kata wali kota, terkait sanksi dalam pelaksanaannya nanti, belum mengarah kepada administrasi atau pidana. Bentuk sanksinya berupa sanksi moral pada keluarga yang melanggar. “Sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen. Seperti satuan tugas yakni camat, lurah, staf-staf, PKK, dan Posyandu. Juga guru dan kepala sekolah yang berada di masing-masing wilayahnya. Selain mensosialisasikan juga melakukan pengawasan dalam pelaksanaannya,” pungkasnya. [KbrNet/JPNN]
Sebuah renungan…
Terjemahan Hadist Nabi Muhammad SAW:
“Akan datang suatu masa, orang-orang Islam lebih hina daripada kambingnya”
Maksud Hadits: Seorang pemilik / penggembala kambing yang bertanggung jawab, apabila sudah menjelang waktu mahgrib namun kambing peliharaannya belum juga pulang ke kandang, maka penggembala itu pasti akan mencari kambingnya sampai ketemu.
Akan tetapi di zaman sekarang banyak orang tua yang notabene umat Islam, meski mengetahui putra putri mereka tidak kembali / pulang ke rumahnya saat mahgrib tiba, bahkan hingga larut malam, namun mereka para orang tua itu hanya membiarkan begitu saja, bahkan tidak mencarinya. Dengan kata lain, kambing-kambing yang diperdulikan dan disayang oleh pemilik / penggembalanya tersebut masih jauh lebih mulia ketimbang anak-anak manusia yang tidak diacuhkan dan dibiarkan begitu saja oleh orang tuanya.
Apabila saat ini kita merenungkan Hadits Nabi Muhammad SAW tersebut di atas yang diucapkan oleh lisan suci Beliau lebih dari 14 abad yang lampau, maka jelas sekali terbukti kebenarannya.
LALU BAGAIMANA DENGAN PUTRA-PUTRI KITA?
KabarNet
Entri ini dituliskan pada 08/01/2012 pada 18:12 dan disimpan dalam Info, Kabar Umat, Nasional, Pendidikan. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































mahmud berkata
Betul kan, yg diurus itu peraturan2 yg aneh2 aja, hanya bikin sensasi dan mengalihkan perhatian.
Babak selanjutnya larangan TV, bioskop, internet, radio.
Indonesia mundur selangkah lagi, bagus kalau gitu, lebih mudah di obok2 nantinya.
Anonymous berkata
Bagus! Setuju dgn gagasan Menteri Agama.
Penting skali mempersiapkan generasi muda yg bermutu. Waktu yg hanya (HANYA) 2 jam itu (18:00 s/d 20:00) sangat penting dan bermakna untuk membentuk kepribadian anak dan keharmonisan keluarga.
Wahai Umat Islam, MARI KITA DUKUNG PROGRAM INI.
ALLAHU AKBAR!!!
Anonymous berkata
@mahmud bahlul …
Itu hanya himbauan … mau diikutin terserah tidak juga tak apa apa.
Kalau anda mau liar juga terserah . … jangan jangan anda termasuk PUNK .
Ridho Senopati berkata
MAHMUD YANG TOLOL TIDAK BERILMU , ITU HIMBAUAN YANG SANGAT POPULER JADI JANGAN DI CELA DONG , JANGAN JANGAN NAMA KAMU YANG MAHMUD ITU ASLINYA NAMANYA MARMUD ATAU TRUWELU YANG TAHUNYA MAKAN , NGISING DAN TIDUR
dodo berkata
@mahmud degel …. komentar ada NORAK ….
Cuma mau eksis saja NORAK ……
Nurul Inayah berkata
astaghfirullah …komen di atas tadi kok panas banget.
yang jelas, saya sangat appreciate dengan kebijakan yang terasa sederhana tapi GOOD ABIIISS… ini sesuai juga dengan saran Bapak saya, hehe.
sebaiknya Pak mentri juga koordinasi dengan media Tifi, untuk menampilkan acara2 yang sesuai pada jam itu (bukan menarik untuk anak2 atau remaja). mingkin seperti jaman saya kecil, habis magrib acaranya paling bincang-bincang atau berita.
muhammad *** berkata
ada aja neh..menag..apa kagak ada kerjaan lagi ya???
Hamba Allah berkata
Yang nama@ mahmud dan muhammad pasti orang misionaris yang licik kan mau membuat nama Rasulullah tercemar,insya Allah,niat anda akan dibalas kemurkaan Allah,aamin.