Jika direkayasa, Kapolri dan Wakapolri Harus Lengser
Posted by KabarNet pada 28/12/2011
JAKARTA – KabarNet: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencopot Kapolri Jendral Timur Pradopo dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna. Menurut Neta, langkah itu perlu dilakukan SBY jika ternyata kasus-kasus kekerasan oleh aparat akhir-akhir ini ternyata terkait dengan friksi di antara petinggi Polri.
Neta menegaskan, jika memang benar ada perpecahan di antara Kapolri dan Wakapolri maka hal itu tidak boleh dibiarkan berkepanjangan. “Kalau benar isu yang selama ini beredar bahwa ada perpecahan diantara keduanya sehingga ada rekayasa dalam penanganan kasus Mesuji dan Bima, maka Presiden SBY harus mengambil langkah tegas. Presiden harus mencopot keduanya,” kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Selasa (27/12).
Ia menyarankan kepada Komisi III DPR RI untuk memanggil Kapolri dan Wakapolri terkait isu perpecahanan itu, agar tidak berkembang menjadi liar dan tidak bisa diklarifikasi. Pembiaran isu ini akan merusak institusi Polri. “Komisi III pun harus memanggil Kapolri dan Wakapolri untuk meminta klarifikasi karena kalau dibiarkan akan merusak koordinasi kerja, mengganggu mentalitas anak buah di lapangan,” cetusnya.
Neta juga meminta agar Kapolri melakukan evaluasi total terhadap kinerja bawahannya dan menarik semua kapolda yang tidak becus. Dia pun menilai minimal ada tiga kapolda yang harus ditarik, Kapolda Lampung karena kasus Mesuji, Kapolda NTB karena kasus Bima dan Kapolda Kaltim karena kasus jembantan ambruk dan pembantaian orang hutan. “Contohnya jelas ada korban masyarakat akibat tindakan berlebihan kepolisian. Untuk Kapolda Kaltim juga aneh, jembatan runtuh sampai hari ini tidak juga menetapkan tersangkat termasuk kasus pembunuhan orangutan. Masa kasus besar sampai hari ini tidak ada tersangkanya,” pungkas Neta.
Sebelumnya dikabarkan, Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan kemungkinan adanya rekayasa dalam kasus Bima dan Mesuji, akibat isu perpecahan antara Kapolri Jendral Timur Pradopo dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna. Marzuki juga mengaku telah mendengar hal itu, dan dirinya berjanji untuk mencari tahu informasi terkait, jika benar, ia berkewajiban menyampaikan hal tersebut kepada presiden. [KbrNet/Gress]









































Kironggo berkata
Kasus Polri ini sgt merusak citra pemerintah SBY Mudiono. polri hrs bertanggung jawab semua ini dan memeriksa siapa saja yg terlibat dlm kekerasan dam mengadilix kalu cpot dr jabatanya. Polri di beri pakan oleh rakyat bukan pengusaha!!!
Kironggo berkata
Tolong rakyat jgn merusak tmpt /fasilitas umum tangkap jg
paull bella berkata
Membangun kerja sama melalui sinergi polisional yang proaktif. terlebih Pembenahan kinerja reserse kompetensi penyidik knp dana buat penyidik tdk terpernah diberikan pimpina untuk mengambil P21, VISUM, ATK dan byk lgi lain nya knp para penyidik yg membenahi semua memakai uang gaji sendiri, jadi PIMPINAN jgn terlalu RAKUS jgn semena-mena terhadap bawahan khusus nya RESKRIM jgn slu lht keatas sesekali tolong lht kebawah.