KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Diduga, 10 Kader Partai Demokrat Terima Duit Haram

Posted by KabarNet pada 23/12/2011

SURABAYA – Setelah sebelumnya ‘mencatut’ nama Rasiyo, Sekdaprov Jatim dan Hartoyo selaku Ketua Organisasi Kepemudaan dan Kemasyarakatan (OKK) DPD Partai Demokrat Jatim, ‘nyanyian’ Elizabeth Susanti (37) berlanjut. Kini, sepuluh anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) juga ikut diseret. Dalam testimoninya, Santi menegaskan jika mereka ikut rapat rahasia dan menikmati aliran dana ‘segar’ yang diperoleh dari kecurangan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Disebukan, kesepuluh anggota F-PD yang menerima ‘duit haram’ masing-masing Agus Dono Wibawanto, Heri Prasetyo, Suhartin, Feriyal Naftalin Zahra, dan Dini Rijanti. Bahkan, dalam surat yang dibuat Santi dengan tulisan tangan itu menyatakan, Imam Sunardhi yang juga Ketua DPRD Jatim dan Lilik Muharti yang menjabat sebagai Ketua F-PD DPRD Jatim juga disebut menerima dana tersebut.

Bukan hanya itu, anggota F-PD lainnya, terindikasi ikut ‘makan’ anggaran dari hasil kejahatan yang dilakukan Santi . Masing-masing dari ketiga dewan asal Partai Demokrat itu adalah Sugiri Sancoko, Sri Subiati, dan Saut Marisi Siahaan. “Pak Sutoyo (salah satu anggota F-PD lainnya) tidak menerima karena 10 hari setelah kesepakatan terjalin meninggal dunia di Jakarta,” kata sumber sembari menunjukkan copy 3 lembar surat testimoni Santi yang tidak tertera tanggal dan hari pembuatannya itu.

Lantas sejauh mana keterlibatan 10 anggota dewan dalam ‘bancakan’ dana penipuan CPNS Jatim? Di surat tersebut, Santi menulis, adanya pertemuan kedua sekitar September 2009 di Hotel Sheraton. Saat itu, tampak Sekdaprov Rasiyo datang bersama istri mudanya, Ida Ariyani dan mantan suami pelaku, Hartoyo..

Isi dalam surat tulisan tangan dengan tinta hitam tersebut juga tertuang adanya kesepakatan dalam sebuah pertemuan pada September 2009 lalu. Pertemuan di Hotel Sheraton Surabaya itu membahas jumlah kuota yang bisa lolos sebagai CPNS Jatim. Selama kesepakatan pada pertemuan kedua itu, para perserta CPNS semakin banyak yang mendaftar bersamaan dengan masuknya aliran dana dari para peserta ke ‘kantong’ Hartoyo.

“Semua saya serahkan full pada Hartoyo, mantan suami saya. Selain dari dana tersebut juga diserahkan ke Bapak Rasiyo dan juga dibagi ke 10 anggota DPRD Jatim,” tulis Santi dalam testimoninya. Berdasar testimoni tersebut, keterlibatan Hartoyo dan Rasiyo dituding sebagai biang dari ‘grand scenario.’

Menurut Santi dalam suratnya, Sekdaprov Jatim Rasiyo yang hadir dalam pertemuan tertutup itu memerintahkan Hartoyo dan Santi untuk mencari orang-orang yang berminat masuk jadi CPNS Provinsi Jatim. Tanpa menunggu lama, usai pertemuan, Hartoyo langsung membuat sebuah perjanjian yang diberikan kepada peserta yang akan menjadi CPNS.

Selanjutnya, dana yang masuk beserta berkas peserta yang ikut mendaftar melalui masing-masing koordinator diserahkan ke Hartoyo. Kemudian, dana dan berkas yang dikirim peserta CPNS itu diserahkan semuanya ke Rasiyo selaku, Sekdaprov Jatim. “Saya katakan, Hartoyo dan Rasiyo ada dibalik semua ini. Merekalah otaknya. Uang saya habis semua termasuk mobil saya diambil Hartoyo. Hartoyo dapat Rp 5 miliar dan Rasiyo Rp 7 miliar,” teriak Santi saat digelandang anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya memasuki mobil Avanza menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, sekitar pukul 15.00, Kamis (22/12).

Santi Berkelit

MENYOAL keterlibatan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Bendahara DPP Partai Demokrat, Nazaruddin yang sebelumnya disebut menerima transfer dana CPNS senilai Rp 100 miliar? Agak tergopoh-gopoh, Santi yang dikawal dua polisi berpakaian preman untuk dibawa ke Kejari Surabaya itu mengelak, jika dirinya pernah mengatakan kedua petinggi partai penguasa itu menerima aliran dana CPNS.

Ia mengaku, hanya menyetorkan uang kepada Sekdaprov Jatim Rasiyo dan pengurus Partai Demokrat Jatim Hartoyo yang sebelumnya sebagai Ketua OKK DPD PD Jatim yang juga mantan suaminya itu. “Saya nggak pernah mengatakan itu (aliran dana ke Anas-Nazar, Red). Kalau Hartoyo dan Rasiyo, iya. Karena keduanya adalah otak semua ini,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekretaris DPD PD Jatim, Junianto Wahyudi alias Masteng dan pengacaranya, Dedy Prihambudi. Kedua lelaki bertubuh tambun yang langsung mendatangi Mapolrestabes Surabaya ini menolak keras pernyataan Santi yang menyebut Ketum DPP PD Anas Urbaningrum dan Nazaruddin menerima duit penipuan CPNS.

“Ya, kami sengaja datang untuk menemui Bu Santi. Kami ingin tahu kebenaran transfer Rp 100 miliar ke Mas Anas dari Bu Santi sendiri. Ternyata, itu tidak benar dan Mas Anas tidak terlibat dalam kasus penipuan CPNS ini,” kata Masteng yang diangguki Dedy Priambudi SH, HM yang juga Koordinator AU (Anas Urbaningrum) Jawa Timur. “Saya katakan, clear! Kami juga sudah klarifikasi kepada Burhan,” sambung Dedy.

Sementara itu, seluruh anggota DPRD Jatim dari F-PD yang dituding terlibat dalam kasus penipuan CPNS yang dilakukan Santi juga menyangkal. Sugiri Sancoko, anggota F-PD yang namanya ikut ‘dicatut’ menilai Santi sedang ngelindur. “Saya tidak terlibat apapun dalam CPNS, dan tidak benar itu,” ujar Sugiri.

Pun demikian dengan Agus Dono yang mengaku tidak tahu-menahu tudingan Santi apalagi pertemuan di Hotel Sheraton bersama Sekdaprov Jatim Rasiyo. Agus juga tidak mengenal Santi apalagi terlibat penipuan CPNS. “Soal CPNS itu saya tidak pernah tahu, saya juga tidak kenal dengan Santi apalagi pertemuan di Hotel Sheraton itu juga tidak ada,” katanya.

Sekedar mengingat, Elizabeth Susanti, pelaku penipuan CPNS Jatim ditangkap jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya di sebuah kafe Hotel Mulia, Jakarta (bukan Apartemen Aston seperti diberitakan sebelumnya) dalam pelariannya selama 8 hari. [KbrNet/SurabayaPost]

Satu Tanggapan to “Diduga, 10 Kader Partai Demokrat Terima Duit Haram”

  1. taUbat berkata

    ROY SURYO : ANAS URBANINGRUM URUSAN PARA DEWA

    Rabu, 01 Februari 2012 | 07:38 WIB

    TEMPO.CO, Jakarta -Politikus Partai Demokrat Roy Suryo menilai kisruh internal partainya khususnya menyangkut kabar penonaktifan Ketua Umum Anas Urbaningrum bukan menjadi hal yang khusus di ranahnya. “Kuwi urusane poro dewo, saya tidak ahli di situ,” kata Roy seusai menghadiri prosesi Tingalan Dalem peringatan Ulang Tahun Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam IX di Puro Pakualaman Yogyakarta 31 Januari 2012.

    Roy yang duduk sebagai anggota Komisi I DPR menilai dirinya lebih baik memikirkan kondisi lebih riil dalam kontek pelayanan masyarakat. “Itu bukan sesuatu yang penting buat rakyat, jadi saya jalankan tugas sesuai kapasitas saya saja di DPR,” kata Roy yang juga pengurus bidang Komunikasi dan Informatika itu.

    Meski enggan berkomentar banyak, Roy optimistis apa yang nantinya berakhir untuk partainya pasti yang terbaik. ”Saya mendukung apa saja yang akhirnya diputuskan partai soal itu (kabar penonaktifan Anas),” kata dia. Roy mengaku sebagai kader dirinya tidak banyak mengetahui informasi seputar penyebab kisruh di partainya yang akhirnya berujung pada munculnya isu penonaktifan Anas. “Yang saya dengar seperti yang Anda dengar,” dia menambahkan.

    Pada Selasa 31 Januari 2012 lalu jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat se-Jawa Tengah menggelar pertemuan di Hotel Quality Yogyakarta. Mereka mendukung Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk terus memimpin partai serta menolak wacana penonaktifan yang kini berhembus kuat.

    “Kami menolak pernyataan yang meminta penonaktifan Anas sebagai Ketua Umum,” kata Juru Bicara Acaranya Mohammad Abdullah. Alasannya sampai saat ini belum ada fakta hukum yang menunjukkan bahwa Anas terkait dengan kasus yang ditudingkan kepadanya.

    PRIBADI WICAKSONO

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: