Iran Akan Bongkar Pesawat Siluman AS
Posted by KabarNet pada 17/12/2011
Teheran – KabarNet: Polemik seputar jatuhnya pesawat siluman mata-mata AS ke tangan pasukan Iran masih belum tampak akan usai. Ditengah berlangsungnya saling klaim tentang latar belakang jatuhnya pesawat canggih itu, pemerintah Iran kini menyatakan pihaknya hendak membongkar sendiri pesawat jenis RQ-170 Sentinel tersebut, tanpa bantuan dari pihak manapun.

Pesawat siluman itu akan dipreteli untuk menyingkap teknologi canggih yang digunakan, untuk kemudian diproduksi ulang. Kepala Parlemen Iran Komisi Keamanan Nasional, Parviz Sorouri menyatakan hal itu dalam sebuah siaran televisi Iran yang dikutip oleh kantor berita AFP.
“Selanjutnya kami akan melakukan tindakan membongkar mesin pesawat tersebut. Kami akan mampu memproduksinya secara massal di masa yang akan datang. Insinyur-insinyur Iran akan segera membuat pesawat yang lebih unggul dari Amerika dengan metode reverse-engineering,” ujar Parviz Sorouri, Rabu (14/12/2011).
Lebih lanjut Sorouri menyatakan bahwa insinyur-insinyur Iran telah sampai pada tahap akhir dalam memecahkan kode-kode rahasia yang terdapat pada pesawat AS itu. Tahapan berikutnya, teknologi dan rahasia yang ada pada pesawat tak berawak tersebut akan mampu dipelajari oleh Iran.
“Informasi intelijen yang berharga akan bisa kami peroleh dengan menguraikan metode spionase dan intelijen rahasia AS, segera setelah kodenya dipecahkan,” tandas Sorouri.
Iran: “Kami tidak perlu kerjasama dengan Rusia ataupun China. Mereka tidak akan dilibatkan….”
Kepala Parlemen Iran Komisi Keamanan Nasional tersebut juga menegaskan, bahwa Iran tidak akan bekerjasama dengan negara lain untuk membongkar dan mempelajari pesawat pengintai ini. Sorouri mengingatkan agar jangan memandang sebelah mata kemampuan Iran untuk membongkar pesawat canggih tersebut.
“Kami tidak perlu kerjasama dengan Rusia ataupun China. Mereka tidak akan dilibatkan. Ini kemampuan pertahanan yang diberikan bagi kami, dan kami tidak siap untuk membaginya dengan yang lain. Kami akan menggunakan ini untuk penangkalan. Dan saya ragu bahwa Republik Islam akan membagi teknologi ini dengan negara-negara lainnya,” tandas Sorouri.
Menurut seorang anggota parlemen AS, Pesawat Siluman AS itu Jatuh Sendiri, Bukan dijatuhkan oleh Iran
Sementara itu, anggota parlemen AS dari Komisi Intelijen, Mike Rogers, membantah klaim Iran yang beredar di media. Rogers menegaskan bahwa masalah teknis yang membuat pesawat siluman tersebut jatuh, dan bukan dijatuhkan oleh Iran.
“Saya katakan tanpa ragu-ragu, bahwa ini tidak ada kaitannya dengan menjatuhkan pesawat tersebut, melainkan karena masalah teknis,” klaim Mike Rogers, seperti dilansir kantor berita AFP, pada hari Rabu (14/12/2011).
Bantahan senator Partai Republik tersebut artinya membantah klaim pemerintah Iran yang menyatakan pihaknya telah menjatuhkan pesawat siluman RQ-170 Sentinel milik AS pada 4 Desember yang lalu, ketika melintas di atas Kota Kashmar, sekitar 225 kilometer dari perbatasan Afghanistan.
Jatuhnya pesawat siluman AS tersebut ke tangan Iran merupakan tamparan keras di wajah pemerintah AS. Karena pesawat canggih kebanggan AS itu sengaja didesain untuk mampu menghindari deteksi radar, sehingga sangat susah untuk bisa ditembak langsung. Karena itu Mike Rogers meragukan klaim yang menyebutkan bahwa Iran meretas kendali canggih yang ada di pesawat tersebut, Jatuhnya pesawat tersebut di wilayah Iran, menurutnya, lebih mungkin disebabkan oleh kerusakan atau masalah mesin.
“Ada masalah teknis yang menjadi masalah kami, bukan masalah orang lain. Saya pikir dibutuhkan lebih banyak kerja humas di sini,” kata Mike Rogers.
Pejabat AS Ragukan Kemampuan Iran membongkar dan mempelajari Pesawat Siluman AS, kecuali dibantu Rusia atau China
Selanjutnya, Mike Rogers meremehkan kemampuan Iran yang mengklaim mampu membongkar dan menganalisa pesawat RQ-170 Sentinel berteknologi canggih kebanggaan negaranya itu.
“Kabar baiknya: Ketika mereka sibuk menghabiskan waktu untuk membongkar dan merakit ulang, kita (AS) akan mempergunakan waktu itu untuk membuat yang baru, dan itulah perbedaan terbesarnya,” ujar Mike Rogers menambahkan.
Menurut perkiraan Rogers, Iran akan membutuhkan banyak waktu untuk mempelajari dan memproduksi ulang pesawat mata-mata itu. Dan di saat yang sama, AS akan mengembangkan teknologi baru yang lebih canggih dari pesawat tersebut.
“Mereka sangat bangga bahwa mereka akan membongkar dan merakit ulang pesawat ini, dan saya pikir mereka akan menghabiskan waktu selama lima, enam, tujuh, bahkan delapan tahun untuk melakukan hal itu. Itu bagus bagi kita, karena saat itu kita telah melewati semuanya,” imbuhnya.
Tak hanya Mike Rogers yang meragukan, seorang pejabat pemerintah AS yang menolak disebutkan namanya juga meragukan kemampuan Iran dalam menciptakan replika maupun duplikat pesawat mata-mata RQ-170 Sentinel tersebut. Pejabat AS tersebut berpendapat bahwa Iran tidak akan mampu menduplikasi pesawat tersebut kalau tidak dibantu oleh Rusia atau China.
“Kemampuan AS sangatlah canggih, dan tidak bisa dipastikan bahwa Iran memiliki kemampuan yang sama,” klaim pejabat pemerintah AS tersebut kepada reporter kantor berita AFP. [KbrNet/adl]
Entri ini dituliskan pada 17/12/2011 pada 05:30 dan disimpan dalam Dunia, IPTEK, Kabar Umat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Anonymous berkata
Ketahuan BOHONGNYA AMERIKA.
Kalau pesawat itu “jatuh sendiri” (bukan dibajak scr elektronik spt klam Iran), maka jatuhnya pasti terhempas ke permukaan tanah dan kondisi bodynya pasti rusak parah.
Bukti foto yg memperlihatkan kondisi pesawat tsb masih mulus ADALAH BUKTI NYATA KEBENARAN KLAIM IRAN bhw benar pesawat itu dilumpuhkan di udara dan dipaksa mendarat secara normal dgn teknologi remote control.
Rupanya Mike Rogers itu tdk biasa berbohong, makanya kalau terpaksa bohong alasannya tdk logis sama sekali.
Blokosuto berkata
Amerika bohong tapi malu ngakuin.
Mana ada pesawat “jatuh” kok masih mulus. Dianggapnya kita masyarakat dunia ini bodoh.
Yg betul ya klaim Iran, pesawat itu dibajak diudara dgn ‘electronic hijacking’ dan disita.
Nanti kalau Iran berhasil membongkar rahasia pesawat itu, apalagi alasan amerika?
marimar berkata
bodoh amerika, stupid!!! gmana bisa tetep mempertahankan “klaim bohong mereka” dgn tetep mengatakan ada gangguan teknis sehingga pesawat bisa jatuh walaupun bukti sudah jelas mengatakan pesawat itu bkn jatuh, tetapi dibajak, diambilalih kemudi oleh tim elektronik angkatan perang iran, amerika menganggap publik dunia orang yg bodoh semua dan dgn sesuka mereka, meraka membohongi terus penduduk dunia dgn “pernyataan2 bohong” para pejabat2 amerika. negara arogan tdk akan pernah bisa mengakui kalo ada negara lain yg lebih pandai dari mereka, dalam kamus mereka merekalah yg plg pintar yg plg cerdas. gangguan teknis???, hmmm…. pdhal pesawat pesawat pengintai super canggih, dibilang siluman karena kemampuan menghindar dari radar dan tanpa terdeteksi, walaupun seandainya dpt dicegat, ini pesawat dilengkapi dgn kemampuan “self destruction” jadi gak mungkin bisa menangkep pesawat ini dgn sgt utuh dan dgn kerusakan sgt kecil. tapi iran telah membuktikannya kalo teknologi amerika ini bertekuk lutut di hadapan ahli2 insinyur iran
Polisi berkata
@Anonymous
@Blokosuto
@Marimar
Sy setuju dgn Anda bertiga. Mrk amerika itu cuman malu aja ngakuin. Dan itu krn arogansi mrk. Meja & kursi aja kalo dijatuhkan dari udara pada ketinggian segitu pasti hancur. Lha ini pesawat “jatuh” kok masih utuh ga apa2.
Penonton berkata
Kabar baiknya adalah makin terbuktinya definisi berita ala Barat, yakni :
“Bahwa sama sekali tidak ada berita yang benar, karena yang ada cuma berita yang cerdas, yakni berita yang bisa dipercaya sebagai kebenaran”.
Termasuk kasus direbutnya kendali pesawat siluman RQ 170 Sentinel mata-mata canggih Amerika oleh yang disebut melanggar wilayah Timur udara Iran oleh “Hecker muda Iran” ini.
Jika berita berpindah tangannya pesawat militer tercanggih milik Amerika ini bisa dipercaya oleh dunia sebagai indisen jatuh karena kerusakan teknis belaka, maka bisa dikatakan Amerika tidak kehilangan muka karena terhindar dari asumsi dunia bahwa kemampuan teknologi dan personal militer Iran lebih tinggi atau lebih maju dari Amerika.
Jika berita berpindah tangannya pesawat militer tercanggih milik Amerika ini dipercaya oleh dunia bukan sebagai insiden jatuh karena kerusakan teknis belaka alias karena sebab disengaja oleh teknologi Iran, maka bisa dipastikan bahwa Amerika akan kehilangan muka berat, karena dunia akan berasumsi kemampuan teknologi militer Iran di bidang ini lebih unggul dari Amerika sebagai negara super power.
Jelas bukan ?