KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Subhanallah, Setelah Dikubur 8 Jam Masih Hidup

Posted by KabarNet pada 07/12/2011

Kajadian yang menggegerkan warga Banjarmasin ini sungguh langka. Betapa tidak, seorang yang telah dinyatakan oleh dokter meninggal dunia dan sudah dikubur selama 8 jam, ternyata masih hidup. Kejadian ini nyata dan terjadi di Kalimantan Selatan. Oleh karenanya, tidak ada satu pun manusia yang dapat menentukan mati hidup seseorang kecuali Allah Ta’ala yang Maha Kuasa. Saksikan tayangannya sbb:

Banjarmasin – Kuburan seorang lelaki dibongkar kembali oleh pihak keluarga karena diyakni mayat dalam kubur tersebut masih hidup. Lelaki yang sudah dikubur delapan jam itu diketahui bernama Yadi, warga Kelurahan Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan.

Setelah diambil dari kuburnya, jasad Yadi yang terbungkus kain kafan dibawa ke Rumah Sakit Banjarbaru. Tim medis setempat menyatakan kalau pria berselimut kain kafan sudah meninggal. Karena tidak yakin, pihak keluarga lalu membawa korban pulang ke rumah.

Warga setempat berdatangan untuk melihat Yadi. Suatu keanehan terjadi pada korban. Sekalipun tak bergerak dan bernapas, tubuhnya masih hangat bahkan mengeluarkan keringat. Sejumlah pemuka agama yang datang menyatakan ada tanda-tanda kehidupan pada Yadi.

Adapun Yadi dinyatakan meninggal setelah tenggelam di sebuah sungai. Keluarga menemukan Yadi dalam keadaan sekarat karena sudah 10 menit tenggelam. Saat dibawa ke RS Umum Ulin, pihak dokter mengatakan Yadi sudah meninggal. Selanjutnya keluarga menguburkan Yadi.

Pada malam harinya, istri Yadi kesurupan dan meminta agar kuburan suaminya dibongkar. Sebab suaminya belum meninggal. Pihak keluarga yang mendengar itu sepakat menggali kuburan Yadi. Kini, rumah korban terus didatangi warga yang penasaran. Adapun jasad Yadi tergeletak di pembaringan.

Sumber : http://forum.vivanews.COM

8 Tanggapan to “Subhanallah, Setelah Dikubur 8 Jam Masih Hidup”

  1. duaribuan berkata

    blognya keren, jgn lupa mampir http://duaribuan.wordpress.com

  2. Muhammad Aris berkata

    Allah memperlihatkan kekuasaanNYA,…
    Semoga dia masih hidup,…
    namun jangan DI KERAMATKAN,.. karena itu perbuatan syirik,…
    dia juga hanya manusia biasa,..

  3. rani_tea berkata

    ketimbun tanah ngak sesak napas ya..

    ajaib…

  4. Insan berkata

    Assalamualaikum wwb,

    Ada yang ‘pernah dengar’ istilah ORANG MATI SURI ?
    Jika sudah, setidaknya menjadi bagian dari pengetahuan kita bersama khususnya sesama muslim.

    Dalam Surat Az-Zumar ayat 42, Allah SWT berfirman, yang artinya :

    “Allah memegang jiwa orang ketika matinya (maut) dan jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya (manam). Maka DIA TAHANLAH JIWA (ORANG) YANG TELAH DIA TETAPKAN KEMATIANNYA DAN DIA MELEPASKAN JIWA YANG LAIN SAMPAI WAKTU YANG DITETAPKAN.”

    Dari firman Allah SWT di atas kita mendapat petunjuk bahwa jiwa manusia tatkala berhadapan dengan kondisi tidak hidup bisa berada pada 2 kondisi umum, yakni :
    a. Maut, yakni kondisi tubuh tidak hidup karena memang ajal telah menjemput = mati permanen (meninggal).
    b. Manam, yakni kondisi tubuh terlihat tidak hidup namun sebenarnya ajal belum menjemput = tidak mati permanen (belum meninggal).

    Kondisi b, yakni Manam atau belum mati permanen atau belum meninggal bisa dikategorikan lagi menjadi 2, yakni :
    1. Pingsan, dimana tubuh tidak sadarkan diri namun organ tubuh terlihat masih berfungsi (jantung berdenyut).
    2. Mati suri, dimana tubuh tidak sadarkan diri dan organ tubuh terlihat tidak berfungsi (jantung seperti tidak berdenyut).

    Pada kondisi b alias mati suri inilah orang sering terkecoh antara penilaian koma atau mati permanen, sehingga tidak jarang terjadi kasus seseorang yang belum mati permanen dikira telah mati permanen dan telah disemayamkan (dikuburkan). Jika telah terjadi seperti ini dan tiba-tiba tanpa dinyana mayat atau jenazah yang telah disemayamkan atau bahkan dikuburkan itu tiba-tiba bangkit kembali, seringkali membuat orang-2 disekitarnya terkejut setengah mati, tidak menyangka, tidak percaya dan bahkan ngelantur.

    Kembali pada firman Allah di atas, pada kondisi a, yakni kematian permanen karena memang takdir atau ajal telah menjemput, Allah SWT memberikan petunjuk bahwa jiwa atau ruh orang yang meninggal adalah berada dalam kondisi sudah dipegang atau diambil oleh Yang Maha Kuasa dan kemudian ditahan-Nya hingga saat yang ditentukan-Nya, yakni Hari Pembalasan. Sedangkan pada kondisi b, yakni yang disebut dengan Manam, jiwa orang yang disangka mati itu sebenarnya telah dipegang namun dilepaskan kembali sampai waktu yang ditentukan oleh-Nya untuk kembali kepada-Nya. Secara logika, jika ada manusia yang belum takdirnya meninggal namun disangka telah meninggal atau mati permanen seperti pada kasus mati suri atau meninggal permanen karena sebab bunuh diri (bukan kehendak Allah), maka jika mengacu pda ayat diatas, yakni bahwa Allah SWT hanya menahan jiwa yang sudah ditetapkan waktunya oleh-Nya untuk mengalami maut dan meninggal permanen, maka jiwa orang tersebut bisa diasumsikan belum ditahan oleh Allah SWT atau akan dilepaskan kembali oleh Allah SWT sampai pada waktu yang ditentukan oleh-Nya. Walahu alam.

    Namun yang terpenting bagi kita sebagai hamba-2-Nya yang masih diberikan kesempatan hidup oleh-Nya adalah mengambil hikmahnya, yakni janganlah menyia-nyakan waktu hidup kita yang teramat berharga ini untuk terus berpacu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, agar menjelang waktunya nanti kita memiliki bekal amalan yang cukup untuk menemani diri kita di alam pertanggungjawaban (hisab) dihadapan-Nya. Janganlah sampai terjadi , apapun bentuk kematian yang ditakdirkan Allah SWT kepada kita sebagai hamba-Nya, kita merasa menyesal dan berharap bisa kembali diberikan kesempatan hidup kedua oleh-Nya agar bisa menebus kesalahan di masa lalu padahal sudah terlambat karena SUDAH MENCAPAI WAKTU YANG DITETAPKAN-NYA (TAKDIR-NYA) dan PINTU TAUBAT TELAH TERTUTUP BAGINYA SEIRING TELAH WAFATNYA IA, sebagaimana petunjuk Allah SWT dalam firmann-Nya sbb :

    Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:

    Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”

    Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

  5. kerajinan rotan berkata

    Subhaanalloh! sungguh peristiwa yang di luar dugaan.. beginilah kalau Alloh sudah berkehendak!

  6. stmarajo berkata

    Baca saja surat Kahfi,jelas bahwa Allah dapat berbuat menurut kehendakNYa.

  7. yuniar berkata

    Subhanallah….bgitu besarnya kekuasaan Allah dan kuatnya ikatan bathin dgn istrinya

  8. Anonymous berkata

    Subhanallahu – Walhamdulillahi – Wa Laa Illaha Illa Allahu – Allah HU Akbar – Laa Haula Wa Laa Quata Illa Billahi Aliyu’ll Adzim

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: