KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

NEGERI SOGOK-MENYOGOK

Posted by KabarNet pada 07/11/2011

SOGOK-MENYOGOK dalam berbisnis sudah lazim di negeri ini. Pengusaha yang ingin mendapatkan proyek harus menyogok penyelenggara negara. Publik pun sudah mengenal tabiat tidak terpuji itu. Bahkan, kelakuan buruk itu ternyata juga dibawa pengusaha kita ke luar negeri saat berbisnis di mancanegara. Hasil survei terbaru Transparansi Internasional tentang kecenderungan pebisnis menyuap menunjukkan pebisnis Indonesia masuk peringkat keempat terburuk di dunia.

Dalam survei yang melibatkan 28 negara ekonomi besar dunia dan meneliti secara fokus perilaku pengusaha saat berbisnis di luar negeri itu, Indonesia masuk peringkat atas bersama Rusia, China, dan Meksiko.

Penelitian itu secara gamblang juga memaparkan penyebab dari praktik tidak terpuji itu. Faktor yang penting ialah akibat rendahnya reformasi antisuap di negara masing-masing.

Tingginya tingkat penyuapan yang dilakukan pengusaha dari satu negara dilaporkan berbanding lurus dengan rendahnya reformasi antisuap yang dijalankan di negara asal.

Hasil survei itu mencemaskan sekaligus memalukan. Mencemaskan, karena semakin terbukti program pemberantasan korupsi yang dijalankan dengan hiruk-pikuk di negeri ini telah gagal. Korupsi yang telah menjadi penyakit kronis semakin sulit disembuhkan, bahkan bertambah parah. Memalukan karena dalam urusan yang buruk-buruk, Indonesia selalu masuk peringkat atas dunia. Sebaliknya untuk urusan yang baik-baik, kita selalu tercecer di daftar paling dasar.

Tentu tidak adil untuk menggeneralisasi hasil survei itu dengan menarik kesimpulan bahwa seluruh pengusaha kita gemar menyuap, apalagi di luar negeri. Kita percaya masih ada pengusaha Indonesia yang jujur dan menjalankan bisnis berdasarkan prinsip clean and good corporate governance.

Akan tetapi, di negeri yang tergolong terkorup di dunia ini, orang jujur dan bersih merupakan pengecualian. Tidak aneh bila perilaku minus itu juga dibawa ke luar negeri yang akan semakin memerosotkan kepercayaan internasional terhadap bangsa ini.

Adalah perlu untuk menggarisbawahi penyebab perilaku busuk itu, yaitu rendahnya reformasi antisuap yang merupakan produk pemerintah dan DPR. Pengusaha di Indonesia terpaksa menyuap karena sistem yang ada mengharuskan mereka menyuap agar memperoleh proyek.

Bahkan, suap-menyuap dan korupsi justru semakin ganas terjadi di masa presiden dan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat serta di era ketika DPR memiliki kekuasaan yang besar sekarang ini. EDITORIAL MI

Satu Tanggapan to “NEGERI SOGOK-MENYOGOK”

  1. P4ngeran Mud4 berkata

    SAJAK PALSU
    By: Agus R. Sarjono, 2001

    Selamat pagi, Pak. Selamat pagi, Bu
    Ucap anak sekolah dengan sapaan PALSU
    Lalu merekapun belajar sejarah PALSU
    Dari buku-buku PALSU
    Di sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka PALSU

    Karena tak cukup nilai, maka berdatanglah mereka
    Ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop
    Berisi perhatian dan rasa hormat PALSU
    Sambil tersipu PALSU, dan membuat tolakan-tolakan PALSU
    Akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji PALSU
    Untuk mengubah mengubah nilai-nilai PALSU
    dengan nilai-nilai PALSU yang baru.

    Masa sekolah, demi masa sekolah berlalu
    Merekapun lahir sebagai ekonom-ekonom PALSU
    Ahli hokum PALSU
    Ahli pertanan PALSU
    Insinyur PALSU
    Sebagian menjadi guru PALSU
    Ilmuwan atau seniman PALSU
    Dengan gairah tinggi mereka menghabur ke tengah pembangunan PALSU
    Dengan ekonomi PALSU sebagai panglima PALSU

    Mereka saksikan ramainya perniagaan PALSU
    Dengan ekspor impor PALSU
    Yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong PALSU

    Dan bank-bank PALSU dengan giat
    Menawarkan bonus dan hadiah-hadiah PALSU
    Tapi diam-diam meminjami juga
    Peminjam dengan ijin dan surat PALSU

    Masyarakat berniaga dengan uang PALSU
    Yang dijamin dengan uang PALSU
    Maka orang-orang asing menggertak dengan kurs PALSU
    Sehingga semua blingsatan dan terperosok
    Krisis yang meruntuhkan pemerintahan PALSU
    Ke dalam nasib buruk PALSU

    Lalu orang-orang PALSU
    Meneriakkan kegembiraan PALSU
    Dan mendebatkan gagasan-gagasan PALSU
    Di tengah seminar dan dialog-dialog PALSU
    Menyambut tibanya demokrasi PALSU
    Yang begitu nyaring dan PALSU

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: