Ustaz Solmed Pilih Mundur dari FPI
Posted by KabarNet pada 26/10/2011
JAKARTA – Setelah menjalani proses pendiskusian, Ustaz Soleh Mahmud (Solmed) akhirnya memilih mengundurkan diri dari salah satu pimpinan pusat Front Pembela Islam (FPI).
Ustaz Solmed merupakan salah satu petinggi FPI dengan jabatan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP FPI. Keputusan itu diambil setelah para petinggi FPI menggelar rapat khusus membahas aktivitas Solmed. Pertemuan yang digelar beberapa bulan lalu itu juga dihadiri Ustaz Solmed. Termasuk, ketua umum FPI Habib Rizieq.
“Ustaz Solmed menjelaskan dengan lapang dada dan menerima keputusan tidak lagi menjabat Wasekjen, beberapa bulan lalu. Kalau dari penjelasannya, dia lebih condong dakwah di televisi dengan gaya dia. Akhirnya, kita lepas,” kata salah satu petinggi FPI Ustaz Abdurrahman Djaelani, Senin (24/10/2011) malam.
“Secara struktural, dia sudah tidak ada dan sekarang oleh anggota tidak diakui lagi sebagai ulama FPI. Umat bisa menilai, mereka sudah dewasa. Orang FPI juga melihat ke mana arahnya Ustaz Solmed,” lanjut Ustaz Abdurrahman Djaelani, saat berbincang dengan okezone, Senin (24/10/2011) malam.
Seperti petinggi FPI lainnya, Solmed dikenal sebagai sosok yang tegas. Berbeda halnya ketika dia tampil di televisi. Perubahan itulah yang membuat anggota dan simpatisan FPI kecewa. “Banyak kritikan yang datang ke FPI. Simpatisan dan grass root menganggap dia tidak mencerminkan seorang aktivis FPI lagi,” imbuhnya.
FPI sebenarnya menyayangkan keputusan Ustaz yang membintangi sinetron Pesantren dan Rock n Roll itu. Namun, mereka juga tidak bisa memaksakan perbedaan prinsip yang mereka jalani.
“Itu jalan yang sudah dia pilih. Wallahualam. Kita sangat menyayangkan. Tapi kami melihat ada batasan yang melihat terlalu jauh antara kita. Jadi, ini memang masalah perbedaan prinsip. Kita tidak berdebat, tapi lebih pada keteguhan memegang prinsip perjuangan FPI,” paparnya.
Meski begitu, Djaelani tetap berhubungan baik dengan Ustaz Solmed. Apalagi, semasa menjadi anggota FPI, Solmed merupakan aktivis dakwah yang lumayan disegani. “Karena memang kesibukan dia di luar FPI, sampai sekarang tidak ada satupun aktivitas yang dia lakukan atas nama FPI. Perubahan itu dimulai setelah dia mulai meninggalkan FPI. Artinya, bawalah diri sendiri. Meskipun secara pribadi di luar organisasi kita tetap baik,” tandasnya. OKEZONE
Entri ini dituliskan pada 26/10/2011 pada 08:22 dan disimpan dalam Info, Kabar Umat, Nasional. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Orang awam berkata
Ustad jaman sekarang memang sedang di uji keikhlasannya dalam dakwah bagi agama Allah. Memang benar kata Baginda Nabi SAW, di akhir zaman akan ada segelintir orang yang menjual agama Allah hanya untuk HARTA yg sedikit sekali.
Ustad solmed berhak mencari harta, tapi juga harus tegas terhadap hukum2 Allah. Jangan takut bersikap atau menyampaikan kebenaran syari’at, takut dianggap ekstrim (keras) terus tidak laku lagi dan kekurangan harta, na’uzubillah…
Pelajaran untuk ustad yang lain, bukannya ustad tidak boleh mencari kesenangan dunia, tapi juga jangan tunduk oleh harta dunia kemudian menggampangkan hukum Allah.
Kalau memang berniat cari dunia, lebih baik jadi artis atau pengusaha sekalian, jangan bawa-bawa label ustad.
Resiko memilih menjadi pendakwah agama, maka konsekuen lah hai ustad solmed.
mr.gendru berkata
Betul itu… Mending Alm. Gito Rollies sama Alm. Hari Mukti yg mantan artis… Daripada yg pada gagal jd artis trus jadi Ustaadz… Katjaoew!
Paulus Nabi Palsu berkata
@ All
Inti permasalahan baik ulama maupun umat Islam sekarang yakni yaitu adalah udeh kena penyakit WAHN (terlalu cinta dunia tapi takut mati) dalam pola dan gaya kehidupannya sehari hari mangkenye Allah Swt cabut kemulian dan kebesaran Islam dari umat Islam tersebut.
Kalo kita umat Islam mau jaya, kembalilah kepada Al Qur’an dan Assunah dan mulailah dengan pola hidup yg ZUHUD serta menegakkan Amal Ma’ruf dan Nahi Munkar.
Gitu aza kok repot.
wassalam.
Bingung berkata
lho orang FPI toh? untung cepet mengundurkan diri, kalo sampai banyak yang tau, ntar ga ada yg ngajak syuting lagi…..bisa bahaya, biaya hidup lagi tinggi…
hidup ustad solmed! yang penting selalu eksis ya tad..
biar arus masuk juga lancar terus…
jadi banyak panggilan ceramah, udah gitu kalo ceramah jangan keras-keras ya tad, ntar gak gaul lagi dong..
it’s all about the money..money..money
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/26/kisah-seorang-biksu/
Anonymous berkata
kalo ane sh lebih bagus dah die mundur aje, dari pada ngerusak citra ulama, habib, ustadz yg tergabung dlm FPI…, FPI punya misi memberantas kemaksiatan , US maen di sinetron ntu udah jelas ngumbar maksiat,,,, apalagi sering tampil di show2 tv swasta ama cewe2 seleb tanpa hijab ……itu udah bikin malu kita umat muslim…. perbaiki dulu akhlak baru jadi ustadz dah…
Habibi Habibiku berkata
kalo ane sh lebih bagus dah die mundur aje, dari pada ngerusak citra ulama, habib, ustadz yg tergabung dlm FPI…, FPI punya misi memberantas kemaksiatan , US maen di sinetron ntu udah jelas ngumbar maksiat,,,, apalagi sering tampil di show2 tv swasta ama cewe2 seleb tanpa hijab ……itu udah bikin malu kita umat muslim…. perbaiki dulu akhlak baru jadi ustadz dah…
Anonymous berkata
Pilihan yang bagus buat Ustadz…. lebih memilih dakwah yang diterima dengan penuh kelapangan jiwa, bukan dengan agresivitas.. semangat tad.. dimanapun kau berjuang dan berdakwah..saya yakin ustadz menjalaninya penuh dengan keikhlasan… kalau ada yang bilang keluar dari FPI karena uang,, saya g yakin tuh…. itu klaim sepihak dan itu fitnah yang keji…. membela islam or membela fitnah….??? semanagat selalu tad…
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/26/marco-simoncelli-sebuah-nasehat-kehidupan/
Ahmad Fadli berkata
terserah dia aja deh yg penting jangan bawa2x organisasi FPI lagi, karena dia sudah bukan menjadi anggota…..
makhfud berkata
memang begitu manusia,ndak heran kalau ustd.solmet begitu,wong pergaulannya aja sudah beda antara dulu dengan sekarang
Alvin berkata
Setahu sy cukup banyak kalangan ulama dan ustadz yg tergabung di FPI. Tapi mayoritas mereka pejuang amar makruf nahi munkar (da’i/ustadz/ulama beneran – bukan ustadz selebritis yg bergelimang harta dan wanita).
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/26/abu-nawas-keledai-pandai/
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/wp-admin/index.php?page=stats
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/27/bagaimana-saya-tidak-iri/
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/27/apa-arti-cintamu/
Ridho Coe-coe Batawiee berkata
harta untuk akhirat lbh baik dripada harta dunia,krna disaat ajal menjemput malaikat pasti bertanya “HARTA APA YG ANDA BAWA HAI UMAT ISLAM….??
Hanya Umat berkata
Asal jangan jadi ustad (apalagi yang ngetop) karena tahu bakal dapat banyak kemudahan, bakal dikenal banyak kalangan dan bisa gampang dekat dengan orang besar kedudukan dan besar harta.
Awas…ustad akan juga dilaknat Allah karena tanggung jawab menyampaikan hukum Allah yang sebenar-benarnya akan dituntut kelak. Hati-hati, resiko memilih menjadi ustad (bukan ustad rupiah) harus disertai hati yang ikhlas juga harus konsisten dengan syariat, kalo ngga lebih baik jadi umat aja, tanggung jawabnya ngga sebesar ustad.
Ustad juga harus benar-benar ber-ilmu. jangan baru hafal sepuluh hadits trus baca-baca buku agama ditoko buku, langsung di klaim sebagai ustad (padahal ilmunya nol besar). bisa bahaya umat islam kalo punya ustad yang miskin ilmu dan tidak tegas menegakkan hukum Allah.
bisa jadi. besok lusa ustad pun ikutan salaman sama perempuan yang bukan mahramnya padahal Nabi SAW dengan tegas melarang, tapi karena sosok yang dulunya anak gaul mendadak jadi ustad dan tampil dengan cara seperti ini, akhirnya umat pun ikut-ikutan ustadnya, NA’UZUBILLAH
Kalo ada sosok disebut ustad, tapi cara hidup bersosialnya, bersikap, apalagi berdakwah jauh dari tuntunan Alqur’an dan Sunnah lebih baik JANGAN DIIKUTIN, carilah ustad biar nggak ngetop tapi yang sungguh-sungguh menegakkah hukum Allah di dunia ini, karena kita hidup untuk mempertanggung jawabkan segala tindakan dan ucapan kita di akhirat kelak.
Nina berkata
iya nih, sekarang banyak banget ustad sih, sampe bingung pilih yang mana…
kanan kiri ustad semua, ada yang menang lomba ceramah (padahal modal baca buku doang) trus nyoba-nyoba ceramah, besoknya dah jadi ustad deh…
tinggal tunggu panggilan ceramah berikutnya…weleh..weleh..
danhi akhmad berkata
saya dukung solmed dgn dewi persik
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/29/abu-nawas-pakaian-kering/
FPA (Front Penolong Allah) berkata
yah keluar dari FPI nggak papa sih, asal jangan keluar dari islam ajah, soalnya yang bingung pastinya agama lain,
kalo masuk kristen, dibilang kristenisasi
kalo masuk budha, dibilang budhanisasi
kalo masuk hindhu, dibilang hindhunisasi
masuk konghuchu, dibilang konghuchunisasi,
masuk katolik dibilang, katoliknisasi,
masuk kejawen dibilang, kejawenisasi,
masuk komunis dibilang, komunisnisasi,
masuk aliran kepercayaan dibilang, kepercayaannisasi,
repot deh udah yang penting tetep solat, kalo mau pindah jeyakinan pindah dalam hati dulu, kalo dah mantep baru bilang, supaya nggak muncul itu sasi, sasi, yang kayak diatas itu.
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/30/untuk-apa-engkau-hidup/
CAH NDESO KOYO THUKUL berkata
KALO KELUAR DARI FPI JADI USTADZ DAGELAN SAJA…..KAYAK DI TRANSTV ITU.
JAMA’AH……OH….JAMA’AH……ALHAMDUU…
pejuangislam76p berkata
Hidup Solmed!
Haleluya Solmed slamat datang di Rumah Bapa…
Islam mau mendiskreditkan Solmed ya biarin aja, jawab saja : yang penting bojoku artis & aku kaya raya
Solmed penerus Gereja Bapa mendingan lu ngisi pengajian di Katedral
Haram ustadz mabok dunia kayak lu mendakwahkan ayat2 Allah
Kalo ustadnya bertingkah dajal kayak Solmed trus mau seberapa parah umat Muslim yg jadi jamaah majelisnya????
teguh berkata
ngomong2 berapa biaya naggap usatadz kita ni ya?
Udin berkata
Jalan dakwah itu kan memang jangan sampai sama, ada yang keras seperti FPI, ada yang moderat, dan lain-lain. Yang penting sampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Masalah gaya penyampaiannya saya kira sah-sah saja berbeda. Para Sahabat Rasulullah SAW juga begitu, ada yang keras seperti Umar Bin Khattab RA, ada juga yang bijak seperti Abubakar Assyiddiq RA. Wallahua’lam
Chendi muhamad ilham berkata
Asalamualikum
Pa ustad mau tanya bgi mna
Menangisi seseorang yg sdh meninggal gimana hukum nya??