Nelayan Indonesia Miskin, Malaysia Kaya-kaya
Posted by KabarNet pada 25/10/2011
JAKARTA – Wan Abubakar, anggota Komisi IV DPR RI mengaku prihatin melihat kondisi nelayan Indonesia, khususnya di daerah perbatasan Malaysia. Nelayan Indonesia, hidup di bawah garis kemiskinan. Sedangkan nelayan negeri tetangga justu hidup sejahtera.
“Nelongso benar hati saya melihat kondisi nelayan kita. Mana itu program pemerintah yang katanya akan mengangkat nelayan kita. Nyatanya nelayan kita rata-rata semuanya miskin,” kata Wan Abubakar dalam rapat kerja dengan Menteri KP Syarif Cicip Sutardja, Senin (24/10).
Dia mencontohkan nelayan di Bagan Siapi-api, Rokan Hilir. Daerah yang dikenal kaya akan hasil lautnya, tapi nelayannya sebagian besar masih sangat miskin. “Saya minta pemerintah meninjau langsung ke lapangan biar bisa tahu keadaan nelayan kita. Mereka hidupnya sengsara, tapi tidak ada kebijakan pemerintah untuk mengangkatnya. Berbeda sekali dengan nelayan Malaysia. Rumah mereka bagus-bagus, malah punya rumah lagi,” tuturnya.
Dia juga meminta pemerintah untuk menjadikan Pulau Sinaboi sebagai kawasan minapolitan. Mengingat potensi Sinaboi yang cukup menjanjikan.
Sementara Sudin, anggota Komisi IV dari FPDIP ini mendesak agar Kementerian Kelautan Perikanan meninjau kembali pengembangan program perikanan yang hanya terpusat di daerah tertentu saja. “Masa” bantuannya paling banyak di Sulawesi Utara. Ada apa ini, pemerintah harus menjelaskan dan mengevaluasi lagi, karena yang butuh bantuan bukan cuma daerah itu saja,” tegasnya. (esy/jpnn)







































stmarajo berkata
Masa ndak tahu dan heran lagi. pake bumbu prihatin lagi.Rasanya sejak Indonesia merdeka sampai sekarang belum pernah ada yang bilang nelayan kita kaya dan cukup makan/pendidikan.Kecuali, tentu saja, para pemilik tambak di pantura serta nelayan yang merangkap pedagang (doeloe semasa penyelundupan masih marak diSelat Malaka).Jadi kalimat2 itu sudah bosan kita dengar, yang penting pandangan dasar seluruh rakyat dan pemimpin Indonesia adalah bagaimana kita bisa menguasai laut di antara pulau2 ini sehingga tidak dijarah oleh bangsa lain/tetangga kita sendiri.Ndak bisa cuma Kemen Kelautan dan Perikanan saja, yang lain acuh2 saja atau malah memperlemah perjuangan kita di bidang bahari ini.Yakinlah kita, bahwa nelayan2 negara tetangga itu bisa kaya2 karena mereka bisa mengumpulkan kekayaan bahari kita,sedangkan kita membiarkan saja itu terjadi.
rakyat berkata
basa basi!
Anonymous berkata
Mental penduduk / rakyat adalah basic dari pada maju tidaknya. Kalau mental tempe, ya selamanya makan tempe.
Pemerintah jangan yg disalahkan melulu. Bisa dimulai dengan pemimpin2 nya tidak korupsi.
Kalau mau mengangkat kesejahteraan rakyat, dimulai dengan memajukan program pendidikan, bukan asal dibantu dibidang keuangan. Diisi uang banyak, tapi kalau gak ada pendidikan, ya percuma, seperti mengisi air di kotak bocor.
Tempe Penyet berkata
Kementerian Perikanan, bekerjasama dengan semua BUMN, dan Perbankan Nasional agar menyisihkan 2,5% dari laba bersihnya untuk membantu para nelayan Indonesia, lebih baik lagi kepada semua petani, peternak dan para pengusaha kecil menengah berupa kredit berbunga kecil dan lunak. Sebaiknya, perlu dibentuk setiap BUMN tim pembina usaha kecil dan menengah bekrjasama dengan kementerian kelautan, kementerian pertanian dan Peternakan……… selanjutnya masalah premnisme di tempat-tempat pelelangan ikan mulai dibersihkan oleh para aparat hukum, kalau perlu kalau premannya membandel langsung ditembak mati di tempat….. maaf preman di tempat pelelangan ikan sudah menjamur di mana pun di wilayah Indonesia….. jadi aparat hukum terutama polisi dan TNI harus tegas bertindak.
mr.gendru berkata
Bacot doang dr dulu sampe sekarang…. Semoga kena azab segera.