KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Demo Akbar Anti-SBY 28 Oktober

Posted by KabarNet pada 25/10/2011

Rencana aksi demo besar-besaran pada 28 Oktober nanti akan diantispasi oleh pihak keamanan. Mabes Polri sudah memerintahkan Kapolda Metro Jaya untuk melakukan pengamanan.

“Ya, kami sudah mendengar adanya informasi (demonstrasi) itu dari intel. Kami sudah menyiapkan Renpam yang akan dipimpin Kapolda Metro Jaya,” terang Kadiv Humas, Irjen Pol Anton Bahrul Alam, Senin (24/10/2011).

Persiapan Rencana Pengaman (Renpam) ini dibuat menyusul rencana aksi besar-besaran yang akan dilakukan sejumlah kelompok pada 28 Oktober mendatang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Informasinya, aksi besar-besaran akan dilakukan di Gedung DPR untuk menuntut diturunkannya Presiden SBY karena kecewa jalannya pemerintahan yang dinilai gagal. Bahkan beredar kabar akan ada upaya tindakan anarkis memanfaatkan momentum aksi tersebut.

Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Kosgoro (GEMA KOSGORO) Dian Assafri mengatakan aksi besar-besaran itu akan dihadiri oleh 142 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.

“Nanti itu ada 142 organisasi kepemudaan masing-masing organisasi itu pesertanya ada 1.000 orang. Jadi sekitar 140 ribu orang akan turun ke jalan,” ujar Dian Assafri, Senin (24/10/2011).

Para pengunjuk rasa akan menggelar aksi di depan Istana Negara Jakarta untuk memperingati dua tahun kinerja pemerintahan SBY-Boediono. “Ini dijadikan sebagai evaluasi tentunya agar pemerintah bisa mawas diri lagi. Namun yang jelas ini sebagai bahan evaluasi,” imbuhnya.

Dian menegaskan aksi tersebut tidak akan anarkis. Mahasiswa menginginkan aksi yang damai. “Saya setuju dengan sikap Polri yang ingin mengawal aksi ini,” katanya.

Ketua DPP PDIP Mayjen (Purn) TB Hasanuddin berharap demo besar-besaran itu berlangsung damai. “Dalam demokrasi, tidak ada larangan untuk demonstrasi. Tapi jangan sampai mengganggu keamanan,” ujarnya.

Dia meminta agar unjuk rasa berlangsung tertib. Apalagi kini tidak ada lagi pelarangan melakukan aksi. “Mau seribu atau dua ribu orang kan tidak ada larangan. Pemberitahuan ke polisi sifatnya pemberitahuan bukan izin,” tegasnya. JakartaPress

8 Tanggapan to “Demo Akbar Anti-SBY 28 Oktober”

  1. stmarajo berkata

    Jangan bikin rusuh dan malah merugikan rakyat serta masyarakat yang sedang beraktifitas.Mestinya mahasiswa itu lebih menggedor para wakil rakyat di DPR itu,atau mereka ndak percaya lagi kepada para anggota DPR?Mungkin mereka sudah muak melihat segala penyelewengan oleh anggota DPR,jadi mestinya mereka demonya ke DPR bukan ke istana negara.

  2. RAKYAT LAPAR berkata

    @Stmarajo
    Setuju!
    Yg demo itu salah alamat. Sebetulnya pusat koruptor itu di Gedung DPR (Dewan Penghisap Rakyat).

  3. mr.gendru berkata

    Ya dua-duanya! Ya DPR ya SBY…
    Dua-duanya gak pro-rakyat. Bubarkan! TURUNKAN!

  4. Insan berkata

    Berhati-hatilah bangsa Indonesia.

    Jangan sampai niat baikmu ditunggangi oleh pihak-2 di luar yang selalu mencari jalan buat melemahkan bangsa Indoensia agar tidak berkembang menjadi negara kuat yang berpenduduk muslim.

  5. Heri berkata

    asal jangan rusuh aja, 13 tahun yang lalu pada tahun 1998 negeri ini sudah rusuh, hasilnya? Demokrasi yang kebablasan dan korupsi yang makin menggila

  6. eris sazuke berkata

    Tidak salah alamat bung yg menyetujui Stmarajo dan Stmarajo.. sekelompok koruptor itu memang ada di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Dan lebih banyak mafia korupnya dari partai demokrat.. Nah, lalu apa hubungannya dg SBY? Tentu saja sangat ada, karena SBY itu sendiri yg menjadi germo dari pada partai demokrat (partai korup) &sedang di istana negara, itu pun kalo tidak kabor dan harus menghadap seluruh demonstran

  7. eris sazuke berkata

    next: Sesungguhnya seluruh demonstran sudah bersikap sabar dan mengalah oleh karena tindakan pengamanan polisi yg bersikap represif terhadap demonstran mahasiswa waktu itu (apakah mereka itu ternyata beberapa mafia polisi?) Jika memang, maka polisi semacam ini perlu dimusnahkan, mentang2 jumlah demonstran mahasiswa masa itu sedikit lantas pihak kepolisian bertindak semena-mena trhadap demonstran, apalagi seorang mahasiswi dipaksa dg keras untuk dimasukkan ke dalam kotak besi. sungguh ironi. Nah, anarkis atau tidak itu sesuai dg sikap dari kontra demonstrasi, SBY-Budiono mundur dari jabatannya itu lebih baik.

  8. [...] agar pemerintah bisa mawas diri lagi. Namun yang jelas ini sebagai bahan evaluasi,” imbuhnya. Sumber Berita Share this:TwitterFacebookStumbleUponLinkedInLike this:SukaBe the first to like this [...]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: