KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Tragis, Bayi 8 Bulan Tewas Ditelantarkan Rumah Sakit

Posted by KabarNet pada 24/10/2011

Jakarta – Hanya karena kurang membayar biaya administrasi perawatan pasien, Rumah Sakit (RS) Mitra Anugrah Lestari, Cimahi, Jawa Barat, dituduh telah membiarkan bayi sakit hingga meninggal dunia.

Bayi wanita malang itu bernama Nisza Ismail (10 bulan). Dia mengalami step disertai demam tinggi pada Jumat (20/10/2011), namun keluarga Nizsa berusaha melakukan penanganan sendiri di rumah.

Karena panik demam Nizsa tak juga turun, orang tua Nizsa, Martin dan Susan, membawa Nizsa ke rumah sakit. Namun karena keterbatasan biaya, Martin dan Susan, terpaksa harus berpindah-pindah rumah sakit karena tidak ada yang mau mengobati Nizsa.

“Dikarenakan kondisinya tidak kunjung membaik maka kami (orang tua) memutuskan untuk membawanya ke RS Mitra Kasih, tapi dikarenakan biayanya yang terlalu mahal maka kami pun membawa ke RS Handayani, akan tetapi di RS Handayani tidak menerima pasien bayi dikarenakan tidak memiliki alat yang cukup memadai. Akhirnya pihak RS Handayani merujuk ke RSU Mitra Anugrah Lestari (MAL),” jelas Martin, saat dihubungi, Minggu (23/10/2011).

Di RS MAL, Nizsa langsung dibawa ke UGD, akan tetapi karena masalah administrasi, Nizsa tidak diperkenankan masuk ruang rawat. “Dan tidak ditangani dengan baik, padahal lebih dari setengah dari uang administrasi telah dibayar,” kata Martin.

Sore hari Nizsa baru diberi bantuan infus oleh tim perawat, tapi pihak rumah sakit belum juga memindahkan Nizsa ke ruang rawat, hanya karena kekurangan biaya administrasi senilai Rp70.000. “Baru sekitar jam delapan malam, Nizsa dipindahkan ke Ruang Rawat Anak, setelah kami melunasi biaya pendaftaran (Administrasi) sekitar Rp500 ribu. Akan tetapi itupun belum ditangani dengan baik, dikarenakan tidak adanya dokter spesialis yang masuk pada hari itu,” keluh Martin.

Dokter baru tiba tengah malam untuk memeriksa Nizsa. “Tapi itu bukan dokter spesialis melainkan dokter jaga (umum),” kata Martin.

Setelah diperiksa, dokter memberikan resep untuk ditebus, yang berupa obat dan selang sedot lambung dikarenakan dokter mendiagnosa bahwa Nisa terkena infeksi lambung dan perlu untuk dibersihkan lambungnya. “Tapi dikarenakan kami tidak memiliki biaya, resep pun tidak dapat ditebus karena mereka bilang ada uang, ada obat. Padahal resep itu diperlukan secepatnya,” ucap Martin.

Martin dan istrinya berusaha bernegosiasi dengan pihak rumah sakit agar diberikan keringanan untuk menebus obat anaknya, namun pihak rumah sakit tetap tak mau memberikan keringanan. “Kami pun terpaksa melakukan negosiasi untuk meminta keringanan agar resep diberikan dan biaya akan dibayar besok pagi, tapi itu semua tidak digubris oleh RS MAL. Baru setelah negosiasi dengan sedikit penekanan dan dengan mencoba tuk menjaminkan STNK, pihak RS MAL memberikan obat tersebut dan langsung memasang selang sedot lambung,” kata Martin.

Kondisi Nizsa semaki memburuk di rumah sakit, hingga akhirnya pada Subuh keesokan harinya, Sabtu (24/10/2011), Nizsa kembali mengalami step untuk yang keduakalinya, dan pihak rumah sakit kembali memberikan resep yang harus ditebus Martin.

Karena sudah kehabisan uang untuk membiayai pengobatan anaknya di rumah sakit, Martin pun berusaha melakukan negosiasi lagi agar obat dapat ditebus dengan menggadaikan telepon selulernya. “Kami mencoba untuk menjaminkan handphone, karena mereka bilang obatnya mahal, tapi setelah dicek obat tersebut hanya Rp70 ribu,” kata Martin.

Martin berusaha meminta bantuan pada keluarganya, dan sekembalinya ke rumah sakit bersama keluarga-keluarganya, nyawa Nizsa belum juga mendapatkan pertolongan medis.

Akhirnya setelah berdebat dengan keluarga dan dijanjikan resep akan dilunasi paling lama empat jam lagi, obat pun baru diberikan. Namun sayang, sudah terlambat. Kondisi Nisa makin memburuk. Dokter jaga kemudian memeriksa kembali dan menyarankan Nisa dibawa ke ICU, apabila sampai pukul 06.00 WIB keadaannya tidak kunjung membaik.

Dokter jaga yang memeriksa Nizsa menyarankan agar Nizsa dipindahkan ke ruang rawat ICU, namun pihak rumah sakit tak juga melaksanakan saran dokter lagi-lagi karena alasan uang. “Tapi sampai pukul 07.00 WIB, pihak RS belum juga memindahkan Nisa ke ICU dan dokter pun belum datang. Alasan mereka belum memindahkan Nisa adalah karena uang, uang dan uang,” geramnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (22/10/2011) Nizsa baru dipindahkan ke ICU, dan orang tua diminta untuk menebus resep kembali seharga Rp 217.000 yang berupa alat-alat dan obat perawatan selama di ICU.

Kejanggalan ditemukan orang tua Nizsa pada saat pertama resep itu diberikan. “Dokter bilang bahwa resep itu diperlukan secepatnnya, tapi setelah kami berbicara kepada pihak administrasi untuk memberikan dahulu obat-obatan tersebut sambil menunggu kami mengambil uangnya, pihak Administrasi RS mengatakan bahwa resep tersebut tidak begitu mendesak dan akan digunakan nanti siang sekitar pukul 12.00 siang, dan kami disuruh untuk mengambil uangnya terlebih dahulu,” kata Martin.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak RS mengatakan sudah tidak sanggup untuk menangani Nizsa, dan sekitar pukul 11.00, ayah Martin masuk ke ruang ICU dan melihat Nizsa sedang dimasukan selang ke mulut.

“Entah apa fungsinya, tapi mereka bilang itu untuk pertolongan pertama,” kata Martin. Namun nyawa Nizsa sudah tidak bisa tertolong lagi, Nizsa pun menghembuskan nafas terakhirnya pukul 11.00 WIB. Itu pun pihak keluarga masih dipersulit untuk membawa pulang jasad bayi malang ini, dengan alasan harus mnyelesaikan proses administrasi terlebih dahulu, sebelum membawa jasad anaknya yang sudah tak bernyawa lagi.

Martin Ismail  dan istrinya Susan Kania  hanya bisa pasrah menerima kenyataan anaknya Nisza Ismail yang baru berusia 8 bulan meninggal dunia. Padahal mereka telah berjuang mati-matian mencari biaya agar anaknya bisa mendapatkan perawatan yang laik di RS. Untuk membayar uang administrasi pendaftaran, Martin pun membawa ratusan uang recehan yang ia ambil dari celengannya. “Uang administrasinya Rp 500 ribu, tapi saya enggak punya uang. Saya minta masuk dulu bayar belakangan tapi enggak bisa,” ujar Martin pada wartawan saat ditemui di rumah orang tua Martin, di Gang Madsari RT 01 RW 08 Jalan Pesantren Kota Cimahi, Senin (24/10/2011).

Selain biaya administrasi Martin pun mengeluarkan uang Rp 160 ribu dan Rp 56 ribu untuk menebus resep. “Kami sudah minta keringanan supaya obatnya dikasih dulu lalu uangnya belakangan, tapi tidak dikasih juga. Saya cari pinjaman kemana-mana,” katanya. Dalam upaya menebus obatnya itu Martin bahkan berupaya menawarkan STNK motor milik kerabatnya dan handphone miliknya. Namun itu pun tetap tak diterima pihak RS. Ia mengaku tak akan menggugat pihak RS, hanya berharap tak ada yang mengalami kejadian serupa seperti dirinya. INILAH.COM/ DETIK.COM

Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari
Address : Jl Cibaligo 76,Kebonlega, Bojongloa Kidul – BANDUNG 40235
Phone : 6027204 – 6047524 – 6047530 – 6047534
Fax : 6027259

7 Tanggapan to “Tragis, Bayi 8 Bulan Tewas Ditelantarkan Rumah Sakit”

  1. rakyat berkata

    ciri2 negara merdeka!

  2. stmarajo berkata

    memang rumah sakit untuk yang mampu saja, kalau ndak mampu ya ke dukun atau belajar sendiri ngobati.pakai daun2an atau jamu atau bumbu2 dapur.Semua orang harus bertanggung jawab atas kesehatan diri dan keluarganya.Kalau bisa sebenarnya kemenkes dapat memberi kursus di desa2 tentang obat2 tradisional sebelum kita harus pakai obat paten.Bagi ananda Nizta, hanya duka yang kau temui di dunia ini,semoga kau masuk surgaNya dan menjadi tabungan amal kedua orang tuamu. Kalau kita nyalahin rumah sakit, bisa2 dituntut seperti mbak Prita.

  3. Rumah Dijual berkata

    yah orang miskin emang gag ada artinya buat orang-orang yang tidak punya rasa ibanya terhadap anak bayi sekalipun , biarlah allah yang akan membalas semuanya ?

  4. rani_tea berkata

    kan iwan fals dah bilang…

    ” orang miskin dilarang sakit ”

    terjajah dinegri merdeka..

    memilukan..indonesiaku…tidak ada lagi rasa iba, kasihan, yang ada hanya uang,uang dan uang..

    akan jadi apa indonesiaku di 10 thn mendatang..

    Piss

  5. Kusdianto Kusro berkata

    ya ALLOH tunjukanlah kepadaku sesuatu yang salah sehingga aku tetap bisa mengenal kebajikan , tunjukanlah ya ALLOH bahwa KUASAMU adalah pada yang benar. ya ALLOH ampunilah orang2 yang merasa dirinya benar padahal mereka telah mendustakan kalamMU, ingatkanlah mereka ya ALLOH.

  6. Bocah Angon berkata

    Saatnya rumah sakit waktunya menjalankan misi terselubung sebagai tempat pembunuhan masal sebagaimana yang telah diagendakan Gerakan Freemasonry

  7. fakhry berkata

    Mudah2an allah memberikan hidayah bagi penguasa negri ini…Amin

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: