Pemerintahan Baru ‘Libya’ Kembali Pada Syariah Islam
Posted by KabarNet pada 24/10/2011
BENGHAZI – Libya memulai proses transisi kekuasaan pada hari Minggu ini, tiga hari pasca terbunuhnya Moammar Gaddafi. Dewan Transisi Nasional atau National Transitional Council (NTC) Libya mengumumkan deklarasi kebebasan, pada Ahad (23/10/2011), sebagai langkah awal dimulainya era baru.
Kematian Muammar Gaddafi menjadi babak baru bagi perjalanan politik Libya. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, Libya mempunyai tokoh dan pejuang legendaris, Umar Mukhtar yang sekaligus menjadi inspirator bagi rakyat negara ini. Figur Umar Mukhtar dicerminkan sebagai pejuang tanpa kenal lelah dalam melawan kezaliman. Perjuangan bangsa Libya dalam melawan rezim Gaddafi kembali terukir oleh anak-anak ideologis Umar Mukhtar.
Perlawanan rakyat Libya terhadap Rezim Gaddafi berlangsung selama tujuh bulan. Dengan kematian Gaddafi, rezim ini tutup buku. Pada hari Ahad, tepatnya tanggal 23 Oktober 2011, rakyat Libya di seluruh negara ini merayakan kemenangan dan kebebasan. Perayaan kemenangan ini akan dirayakan selama tiga hari. Dewan Peralihan Nasional (NTC) Libya, hari Ahad, secara resmi mengumumkan kemerdekaan Libya dari cengkraman Gaddafi.
Pemerintah baru Libya bertekad membangun negara yang lebih baik. Abdel-Munem Al-Houni, anggota senior NTC menyatakan, “Kita telah mengakhiri jihad kecil. Kini, kita akan menghadapi jihad besar, yakni pembangunan Libya baru.”
“Upaya kami bertujuan merealisasikan negara yang demokratis. Realisasi penting ini mengharuskan pengorbanan dan perspektif luas demi kepentingan nasional,”jelas Al Houni.
Menurutnya, lebih dari 20 ribu syahid dan 30 hingga 60 ribu orang hilang selama perang terhadap pasukan yang loyal pada Gaddafi. Selama perang, lebih dari 280 milyar dolar AS disebut-sebut sebagai kerugian material. Al Houni mengatakan, “Harga mahal ini menghasilkan kemenangan nyata revolusi besar rakyat Libya.”
Sementara itu, Kepala NTC, Mustafa Abdul Jalil mengatakan kepada ribuan pendukungnya di Benghazi, bahwa hari ini (Minggu) telah dideklarasikan kebebasan Libya. Mustafa Juga mengatakan, negara akan kembali pada Syariah Islam. Setelah pembentukan kabinet baru Syariah Islam akan menjadi sumber utama Undang Undang pada pemerintahan Libya yang baru dan setiap hukum yang bertentangan dengan syariat Islam dinyatakan ilegal. NTC juga mengisyaratkan akan mengubah sistem perbankan nasional Libya. “Sistem perbankan syariah akan kita tetapkan bagi Libya era baru. Sistem perbankan Islam melarang adanya bunga (riba),” kata Mustafa, Minggu.
Kepala NTC lebih lanjut mengajak seluruh rakyat Libya kepada kesabaran, kejujuran, saling memaafkan dan berjuang untuk kemajuan negara mereka.
Sebelumnya, Perdana Menteri NTC, Mahmoud Jibril mengatakan, rakyat Libya harus dibiarkan untuk memilih sebuah dewan nasional yang akan merancang konstitusi baru dan membentuk pemerintah sementara dalam delapan bulan mendatang. “Untuk saat ini, prioritas adalah mengumpulkan senjata dari jalan-jalan dan mengembalikan stabilitas serta ketertiban,” tambah Jibril pada Forum Ekonomi Dunia di Yordania. [KbrNet/IR/KPS]
Entri ini dituliskan pada 24/10/2011 pada 05:41 dan disimpan dalam Dunia, Kabar Umat, Peristiwa, Politik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Brocolli berkata
Syariat Islam??
Demokrasi ala Barat ??
Demokrasi ala Barat itu sendiri sdh bertentangan dgn Syariat Islam.
Mimpi kau rakyat Libya yg dungu & tolol !
Ga ada “makan siang gratis” dlm prinsip negara2 Barat yg merupakan koalisi dunia akhirat bagi zionis yahudi israel.
Setelah gugurnya Qaddafi kekayaan Libya akan dikuras habis2an oleh grup yahudi yg tergabung dlm sekutu NATO. Kalian rakyat Libya yg dungu dan tolol akan gigit jari spt rakyat Iraq dan Afganistan.
Perang saudara spt di Iraq dan Afganistan sdg menanti didepan kalian.
Kalo dulu Alm Gaddafi dianggap diktator anti Barat, mk skrg diktator baru yg pro Barat dan pro yahudi israel akan berpesta pora mengeruk kekayaan Libya.
Rakyat Libya akan terus berperang dan berperang dlm PEPERANGAN ABADI yg tak ada ujungnya.
Tdk akan lama lagi, Tunggu dan lihat aja.
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/24/sakit-membawa-nikmat/
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/24/kisah-seekor-sapi-dan-ayam/
P4ngeran Mud4 berkata
Barang siapa meniru orang kafir itu tdk d benarkan kita hrs kembali kpd syariat islam betul2 d isyariatkan islam
FPA (Front Penolong Allah) berkata
Saya setuju !!!! mari kita semua para penolong Allah, kita semua yang mendukung tumbuh kembangnya syariat Islam di Lybia, mari kita berangkat bersama dengan saudara muslim lainnya, kita akan membantu mengajari mereka bagaimana menjalankan syariat yang benar serta menjadi negara yang kuat serta pintar !!! Mari kawan-kawan ku kita memerlukan 3000-an relawan untuk pemulihan Lybia, bagi setiap kita yang setuju kita akan dirikan posko dan pendaftaran supaya bisa cepat direalisasikan.
Tunggu kabar berikutnya !
mr.gendru berkata
Kita liat aja… Paling jg sama.
stmarajo berkata
Bener nih? Apa ndak akan berlawanan dengan majikannya di Paris sana? Kalau di Paris khabarnya muslimat ndak boleh pakai jilbab.Majikannya mungkin akan berkata, mau rusuh terus mau damai mau jadi diktator baru ya silahkan,asal ladang minyaknya mereka kuasai seperti Irak sekarang ini.
noeprasetyo berkata
aneh,
di salah satu pernyataan Al-Houni ““Upaya kami bertujuan merealisasikan negara yang demokratis. Realisasi penting ini mengharuskan pengorbanan dan perspektif luas demi kepentingan nasional”
Tapi di lain Sisi Mustafa Juga mengatakan, negara akan kembali pada Syariah Islam. Setelah pembentukan kabinet baru Syariah Islam akan menjadi sumber utama Undang Undang pada pemerintahan Libya yang baru dan setiap hukum yang bertentangan dengan syariat Islam dinyatakan ilegal.
Padahal secara jelas sudah dapat diketahui bahwa Antara demokrasi dgn Syariat Islam adalah dua ideologi yg saling bertentangan satu sama lain …
Lalu sistem mana yang sebenarnya benar-benar jadi ideologi Libya …. ?? membingungkan ..
Brocolli berkata
@Noeprasetyo
Tdk usah bingung2. Lihat aja gimana sekarang nasib Iraq dan Afghanistan yg ter-cabik2 oleh perang saudara abadi, ya nasib yg sama itulah yg akan menimpa rakyat Libya yg tolol & dungu itu.
Budiana berkata
Selamat Datang di Libya
Wahai Yahudi Amerika & NATO
Negeri kaya minyak ini sekarang dibawah kekuasaanmu (karena Gaddafi Singa Afrika sudah tiada).
SALING BUNUH berkata
(IRAQ & AFGHANISTAN SERI KE 2)
Human Right Watch:
LIBYA JADI LADANG PEMBANTAIAN LOYALIS QADDAFI
REPUBLIKA.CO.ID, SIRTE – Human Rights Watch (HRW) memperingatkan sebuah tren baru di Libya, yaitu pembunuhan, penjarahan, dan pelanggaran lainnya oleh mereka yang telah berjuang melawan Qaddafi. Sasarannya, adalah kaum yang diketahui loyal terhadap mantan diktator itu.
HRW mengatakan telah menemukan 53 mayat membusuk, tampaknya adalah loyalis Qaddafi, di Sirte. Ada indikasi mereka mungkin telah dieksekusi oleh pasukan revolusioner. Buktinya, mayat yang ditemukan di halaman hotel Mahari, misalnya, tewas dengan tangan masih terikat ke belakang.
Penliti HRW, Peter Bouckaert, mengatakan hotel itu berada di bawah kendali pejuang NTC dari Misrata sebelum pembunuhan terjadi. Kondisi mayat menyisyaratkan mereka dibunuh antara tanggal 15 – 19 Oktober. Noda darah di rumput menunjukkan bahwa beberapa ditembak dan tewas di tempat mereka ditemukan.
“Ini pembantaian terbaru tampaknya bagian dari tren pembunuhan, penjarahan, dan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh kubu anti-Qaddafi bersenjata,” Bouckaert mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Pejuang NTC di Misrata, sebuah kota yang telah dikepung oleh pasukan Qaddafi selama berminggu-minggu awal tahun ini, tidak berkomentar atas temuan ini.
Sebelumnya, NTC memerintahkan penyelidikan atas kematian Qaddafi setelah tekanan internasional untuk memeriksa kabut yang menyelimuti sebab kematiannya.
SUMBER BERITA:
http://id.berita.yahoo.com/human-watch-libya-jadi-ladang-pembantaian-loyalis-qaddafi-061413784.html
Cepedeh berkata
Ternyata dibalik kebaikannya, sistem demokrasi juga menyimpan kelemahan yang seabreg-abreg, yakni kekuasaan para pemimpinnya mudah digoyang-2 sama pihak lain pakek kaki tangan penduduknya sendiri ?!
Caranya ?
Caranya dengan memanfaatkan rasa fanatisme dan isu-isu sensitif.
Jadi selama masih nurut, ya aman-aman aja. Tapi begitu bangkang dikit aja karena baru nyadar misalnya, langsung diisuin ini itu yang ujung-ujungnya nih ….. pada bertumbangan bak pohon Oak kering yang jatuh ke got, karena dijorokin akarnya sendiri.
Gitu aja kok pakek mikir.
"Q" berkata
Ada etnis2 tertentu di dunia ini yg memang harus diperintah dg sistim “diktator”.
Salah satunya adalah etnis Arab. Kalau diberlakukan sistim demokrasi maka setiap orang akan memaksa utk jadi pemimpin.
Contoh lain adalah Yugoslavia, begitu ditinggal oleh Presiden Tito langsung hancur terpecah menjadi beberapa negara kecil.
Berita terakhir ttg Libya, suku2 di Sirte, Misrata dan Benghazi akan memisahkan diri. Masing2 dgn “tuan” nya sendiri2. Ada yg bertuan Perancis, ada yg bertuan Itali, ada yg bertuan Amerika.
Sudah nasib rakyat Libya.
stmarajo berkata
Pada dasarnya mereka2 yang menghalalkan cara2 kejam untuk mengalahkan lawan2nya adalah pennganut ajaran komunisme karena menyakini “perbedaan klas dalam masyarakat” seperti ajaran Karl Mark.Jika orang itu mendasarkan ke syariat Islam ia akan berprinsip bahwa pada dasarnya manusia itu sama di mata Allah Swt, yang membedakan adalah ketaqwaannya,dan ini tidak bisa dilihat dari luar karena menyangkut hablum minallah.Rasullulloh Saw sendiri memaafkan kaum Quraisj di kota Mekkah setelah berhasil mengalahkan mereka,tidak ada balas dendam malahan mereka dirangkul supaya bertauhid kepada Allah Swt.
Insan berkata
Masalahnya Islam belum bersatu di seluruh dunia. Jika umat Islam seluruh dunia yang berjumlah lebih dari 1,5 milyar ini bersatu, kompak dan konsisten menjalankan ajaran agamanya, maka para calon penghuni neraka jahanam seperti : syeitan, iblis, dajjal dan jongos-2nya tidak mampu lagi memuaskan rasa benci pada Islam dan hawa nafsunnya pada kesenangan duniawi. Hidup mereka yang sia-sia belaka akan menjadikannya stress dan frustasi, karena di dunia hanya menemui kebahagiaan semu, sedang diakherat hanya akan mendapatkan kemalangan tak berkesudahan.
Syukron berkata
@no.1 pernah denger ga sistem Demokrasi ala RasuluLah ?