KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Ambon Rawan Bergolak Lagi

Posted by KabarNet pada 13/09/2011

AMBON rusuh lagi. Lima orang tewas, sejumlah kendaraan dibakar massa, dan kaca-kaca gedung hancur berantakan. Perang antarkelompok yang meletus pada Minggu (11/9) itu menyisakan trauma yang menakutkan. Menakutkan, karena warga masih menyimpan luka mendalam tentang konflik panjang di negeri rempah itu pada 1999.

Kerusuhan pada Minggu itu dipicu kabar mengenai tewasnya seorang tukang ojek bernama Darwis Saiman. Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka. Satu versi menyebutkan luka-luka itu akibat pembantaian. Namun, polisi menyebutkan Darwis meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

Kabar yang simpang siur itu seperti bensin yang disiramkan ke api. Kerusuhan segera menjalar. Warga membakar sepeda motor dan menggulingkan mobil-mobil. Suasana Ambon yang tenang tiba-tiba berubah menjadi tegang mencekam. Warga panik, ketakutan, kemudian mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman.

Setiap konflik di Ambon selalu menjadi mimpi buruk. Ada pengalaman pahit dan kelam yang belum pupus. Konflik yang berlarut-larut sejak Januari 1999 itu merenggut ribuan jiwa dan menghancurkan hampir semua tatanan kemasyarakatan. Konflik baru reda setelah ditandatangani Perjanjian Malino II pada 11 Februari 2002.

Konflik yang berlarut di Ambon semestinya menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk menjaga kohesitas masyarakat. Pemerintah harus lebih kreatif menemukan terapi-terapi sosial guna merawat kerekatan yang sudah terjalin antarberbagai kelompok masyarakat.

Namun, kerusuhan yang masih mudah meletus akibat informasi yang bias menunjukkan buruknya terapi sosial itu. Ternyata publik tidak percaya pada penjelasan pemerintah sehingga mudah marah dan gampang diprovokasi.

Penjelasan polisi bahwa korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas tidak begitu saja diterima. Masyarakat lebih memercayai informasi yang diterima dari kenalan, sahabat, maupun SMS yang beredar.

Atas dasar informasi itulah publik bertindak. Padahal, bisa saja informasi itu berasal dari sumber yang sengaja memanaskan situasi. Pemerintah selalu bertindak terlambat dan suka menjadi pemadam kebakaran. Mengerahkan polisi dalam jumlah besar dan menurunkan bala bantuan justru setelah publik marah dan korban berjatuhan. Pemerintah berdialog dengan pemimpin agama dan tokoh masyarakat justru tatkala gedung-gedung sudah hancur dilempari dengan batu dan kendaraan dibakar oleh massa.

Padahal, Perjanjian Malino II harusnya menjadi modal sosial. Dialog dengan pemimpin umat mestinya menjadi menu bulanan atau tiga bulanan bagi setiap pemimpin daerah.

Kita sungguh prihatin karena masyarakat selalu menjadi korban akibat kealpaan para pejabat. Karena kelalaian pemerintah itu, jiwa warga melayang dan harta benda hangus dilahap api.

Kita ingatkan pemerintah bahwa harus ada jaminan di negeri ini setiap warga mendapatkan kenyamanan hidup. Jangan sampai warga menjadi pengembara untuk mencari tempat-tempat yang tenang karena tidak ada lagi tempat yang damai di negeri ini. EDITORIAL MI

2 Tanggapan to “Ambon Rawan Bergolak Lagi”

  1. Anonymous berkata

    kpda yang trhormat seluruh masyarakat di tanah air marilah kita mnyadari diri utk tdk membawa slogan agama sbgi alat dasar utk bertikai kita harus sadar saat ini kita hidup sdh di zaman kemerdekaan jgn kt mnjdi jiwa orang yg egois dan selalu mnuruti kemauan setan tuhaan sdh mengutus pmerintah sbgai tmpt uk mengadu permasalahan kita perlu di sadari kematian itu adalah takdir yg memang semua org akan melaluinya jadi apabilh ada kejadian baik dia org muslm atau kristiani budah atau hindu yg mati di tmpt kelompk klmpk di atas sbgai manusia yg punya perasaan mari kt bantu orang tersbt apapun agamanya kt harus sadari dan imani dgn tdk berprasangka buruk dulu kepada yg lain kalau kejadian yg di alami seseorang tersbt melainkan krn kehendak tuhan yg maha esa kalau dia mati krn kecelakaan atau di bunuh,sbgai masarakat yg baik marilah kt sama sama serahkan proses kjdian tersbt pada pemerintah dlm hal ini pada pihak penegak hukum bukan saudara kt keluaga kt atau bahkan pada etnis tertentu yg dapat memprofokasi benih benih kersuhan itu sndiri yg nntnya permasalan tersebut kt jg akan merasakan,atau pd keluarga kt lainya…………wasslm….

  2. EPOY GOZI berkata

    @Anonymous; coba anda post apa yang anda pikirkan juga kepada umat lain, selain Islam karena anda sendiri atau keluarga anda mungkin belum mengalaminya maka bisa berkata seperti itu, tapi saya yakin belum tentu sama apa yang akan dipikirkan kalau anda mengalaminya. Masalahnya yang berwajib menangani masalah yang timbul itu kredibel tidak? (dalam hal ini penegak hukum), fair berdasar fakta dan benar-benar mau menyelesaikankan, bukan memanfaatkan masalah untuk kepentingan tertentu.
    Tapi saya berprasangka baik bahwa anda masih menginginkan kedamaian, itu sudah cukup penting bagi warga Indonesia.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: