Hanya di Indonesia, Ada Lebaran 1 Syawal Sampai 4 kali: Senin, Selasa, Rabu & Kamis
Posted by KabarNet pada 30/08/2011
Naqsabandiyah Lebaran Hari SENIN, 29 Agustus
Padang – Sebanyak 100 Jamaah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur Pasar Baru Kelurahan Cupak Tangah, Padang, Sumatra Barat menggelar takbiran sejak pukul 20.00 WIB Minggu (28/8/2011) malam menyambut 1 Syawal 1432 Hijriah .
Mursyid (pimpinan) Jamaah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Syafri Malin Mudo di Padang Minggu malam mengatakan takbiran dilaksanakan menyambut datangnya 1 Syawal 1432 Hijriah yang menurut keyakinan jatuh pada 29 Agustus 2011. “Hari ini semua pengikut tarekat Naqshabandiyah terakhir berpuasa, dan malam ini kami menggelar takbiran untuk menyambut datangnya Idul Fitri” kata dia.
Dikatakannya, berdasarkan keyakinan jamaah tarekat Naqshabandiyah 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada 29 Agustus 2011 berdasarkan metode hisab dan rukyatul hilal yang digunakan. Ia menjelaskan dalam melaksanakan rukyatul hilal (melihat bulan) dilakukan secara langsung pada tanggal 8, 15, 22 dan 30 Syaban.
Berdasarkan hasil rukyatul hilal ditetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriah jatuh pada 30 Juli 2011 dan setelah digenapkan 30 hari 1 Syawal bertepatan pada 29 Agustus 2011, kata dia.
Sementara, untuk hisab digunakan metode hisab munjid untuk menentukan awal bulan. “Metode tersebut berasal dari Mekah dan berdasarkan perhitungan Idul Fitri dilaksanakan besok,” kata dia.
Ia menyebutkan di Padang terdapat puluhan masjid dan mushalla yang menjadi pusat peribadatan Jamaah Tarekat Naqshabandiyah. Masjid dan mushalla tersebut tersebar di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Di Pasar Baru terdapat dua mushalla dan di Kecamatan Lubuk Kilangan 29 mushala. INILAH.COM
Muhammadiyah Rayakan Lebaran SELASA, 30 Agustus
Keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011, tidak mempengaruhi keputusan Muhammadiyah untuk merayakan Idul Fitri pada hari Selasa (30/8/2011).
Menurut Ketua PP Muhammadiyah Abdul Fatah, Muhamadiyah menghormati hasil Istbat yang dilakukan oleh pemerintah dan akhirnya menentukan bahwa 1 Syawal 1432 H, jatuh pada hari Rabu (31/8/2011). Ia pun meminta pemerintah menghormati kebijakan Muhamadiyah yang akan menjalankan Idul Fitri pada Selasa (30/8/2011) besok. “Apapun keputusannya, kita hargai itu, tapi kita tetap melakukan Idul Fitri pada besok Selasa (30/8/2011),” ucap Ketua PP Muhammadiyah, Abdul Fatah Wibisono, usai menghadiri sidang istbat di Kementerian Agama, Senin (29/8/2011).
Muhammadiyah menganggap perbedaan penetapan 1 Syawal 1432 Hijriah dengan pemerintah, sebagai subtansi ukhuwah Islamiyah untuk mengedepankan rasa saling mengasihi, dan saling menghormati yang perlu dilakukan antara warga yang merayakan Lebaran atau tidak pada Selasa besok.
Selain itu mengacu pada UU 45, pasal 29 ayat 2 di mana Pemerintah melindungi dan memfasilitasi warga untuk beribadah, Muhammadiyah meminta pemerintah melindungi warganya yang merayakan Idul Fitri besok. “Dari sini kita meminta pemerintah untuk melindungi warga Muhammadiyah yang menjalankan Lebaran,” kata Abdul Fatah. INILAH.COM
PBNU Putuskan Lebaran Hari RABU, 31 Agustus
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan Idul Fitri 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011, karena tim rukyah yang diterjunkan tidak berhasil melihat hilal atau bulan sabit. “Berdasarkan laporan dari 90 lokasi rukyah NU tidak satupun yang menyatakan melihat hilal,” kata Ketua Umum NU, KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (29/8).
Tim rukyah PBNU diterjunkan di 90 lokasi di seluruh Indonesia di bawah kendali Lajnah Falakiyah PBNU. Karena tim rukyah tidak berhasil melihat hilal, maka PBNU memutuskan untuk istikmal atau menggenapkan hitungan Ramadhan menjadi 30 hari.
Said berpesan kepada para pengurus NU di semua tingkatan agar menyampaikan kepada seluruh warga NU atau Nahdliyin agar berlebaran pada hari Rabu. “Keputusan ini berlaku untuk seluruh warga NU di segenap penjuru wilayah NKRI,” kata Said Aqil.
Sementara Pimpinan Pusat Muhammadiyah tetap pada keputusan bahwa Idul Fitri 1432 H tetap jatuh pada Selasa (30/8) dan mereka akan menggelar Shalat Idul Fitri pada hari itu. WartaKota
Penganut Islam Aboge Lebaran KAMIS, 1 September
BANYUMAS – Para penganut Islam Aboge (Alif Rebo Wage) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah pada 1 September 2011.
“Berdasarkan perhitungan yang telah kami yakini sejak ratusan tahun silam, Lebaran bagi penganut Islam Aboge jatuh pada hari Kamis Legi tanggal 1 September 2011,” kata seorang sesepuh Islam Aboge di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Sudiworo (60), di Banyumas, Senin.
Penetapan 1 Syawal tersebut berdasarkan perhitungan menggunakan rumusan Waljiro (Syawal-Siji-Loro) yang berarti 1 Syawal pada hari pertama dengan hari pasaran kedua. Ia mengatakan bahwa rumusan tersebut diturunkan dari hitungan hari maupun pasaran pertama pada Tahun Hijriah yang sedang berjalan.
Penganut aliran Aboge meyakini jika 1432 Hijriah merupakan tahun Ba/Be dengan 1 Muharam jatuh pada Kamis pasaran Legi sehingga muncul hitungan Bemisgi (tahun Be-Kemis/Kamis-Legi). Hitungan Bemisgi tersebut sebagai patokan perhitungan untuk menentukan hari-hari penting lainnya pada tahun Be itu. “Kamis merupakan hari pertama di tahun Be. Demikian pula Legi merupakan pasaran pertama di tahun Be,” katanya.
Sudiworo mengatakan bahwa persiapan menyambut Lebaran oleh para penganut Islam Aboge berlangsung seperti biasa. Tidak ada yang istimewa meskipun sebagian besar umat Islam telah berlebaran lebih dulu.
Hingga saat ini, di Kabupaten Banyumas terdapat ratusan penganut Islam Aboge yang tersebar di sejumlah desa antara lain Desa Cibangkong (Kecamatan Pekuncen), Desa Kracak (Ajibarang), Desa Cikakak (Wangon), dan Desa Tambaknegara (Rawalo). Selain itu, di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, juga terdapat ratusan penganut Islam Aboge.
Penganut Islam Aboge merupakan penganut aliran yang diajarkan Raden Rasid Sayid Kuning. Perhitungan yang dipakai aliran Aboge telah digunakan para wali sejak abad ke-14 dan disebarluaskan oleh ulama Raden Rasid Sayid Kuning berasal dari Pajang.
Para penganut Islam Aboge meyakini bahwa dalam kurun waktu delapan tahun atau satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim Akhir serta dalam satu tahun terdiri 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 29-30 hari dengan hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.
Hari dan pasaran pertama pada tahun Alif jatuh pada Rabu Wage (Aboge), tahun Ha pada Ahad/Minggu Pon (Hakadpon), tahun Jim Awal pada Jumat Pon (Jimatpon), tahun Za pada Selasa Pahing (Zasahing), tahun Dal pada Sabtu Legi (Daltugi), tahun Ba/Be pada Kamis Legi (Bemisgi), tahun Wawu pada Senin Kliwon (Waninwon), dan tahun Jim Akhir pada Jumat Wage. REPUBLIKA
Entri ini dituliskan pada 30/08/2011 pada 16:57 dan disimpan dalam Kabar Unik, Nasional, Peristiwa. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































▲hmad® berkata
La yg dijawa ,makasar,kalimantan yg naqsabandiyahnya jutaan saja rabu.
Pemimpin mursyid sufi di jawa yg disegani ulama2 di dunia saja rabu.gak ada yg aneh .hanya muhamadiyah yg aneh.
Mukhlis berkata
Aneh’y dimana??? jgn asal ngomong dong!!! Malysia, Brunei juga Arab yg wkt’y lbh dl kt udah lbrn….
Rina berkata
Menurut kebiasaan bila bulan terlihat malam ini (selasa malam), berarti benar hari Selasa lebaran. Sebaliknya bila terlihat besok (rabu malam) berarti yang benar lebaran hari Rabu. Biasanya gitu.. Kita lihat bareng malam ini, jadi gak usah tengkarlah. Tahun depan introspeksilah jangan melakukan kesalahan lagi. Seperti beberapa tahun lalu penentuan lebaran oleh pemerintah salah, hari lebarannya tanggal 2 syawal, terlihat bulan gede banget. Yah mau apa lagi..
Dee Sopyan berkata
parah……
usmadi berkata
kalo bulan bisa ngomong, dia akan biilang ”ketipu lo NU”
usmadi berkata
bulan : ”ciluk bhaa..!”
anangjafri berkata
rupanya orang islam indonesia yang paling hebat didunia ini
rudi berkata
TOGHUT ….. TOGHUT …….
Anonymous berkata
Orang lain mah sudah pernah ke bulan dan teknologi semakin canggih, kita masih ribut soal NGINTIP BULAN!!
MASHOR berkata
SUKA HATI KAU INDONESIA……
Stmarajo berkata
He he he he ……. yang propesor doktor dan yang tidak makan sekolahan sama aja bodonya kalau soal 1 Syawal ini.Mendingan bertengkar aja deh, kan asik, habis semuanya kan bisa jadi bahan pertengkaran dan polemik, itu tandanya demokrasi dan kita bangga dilihat bangsa lain sebagai bangsa yang selalu bertengkar,menunjukkan kehebatan diri masing2,siapa tahu orang asing mau merekrut kita jadi anteknya dan bergaji besar nantinya. Tapi yang aneh, waktu mau buat kalender tahun yang akan datang,yang biasanya pada bulan2 Nop dan Des sudah pada keluar,apa asal saja membuat penanggalan merah 1 Syawal itu?Herannya pas 1 Muharram dan 10 Zulhijah kok nggak ada yang beda ya?Apa kita nggak bisa memprediksi “datangnya bulan” setiap bulan?Apa kita ndak punya alat/teleskop yang canggih, atau ndak punya ahlinya?Mungkin harus minta tolong NASA untuk membuat almanak tahunan itu.
UmarPATEK berkata
Khusus yang hari selasa lebaran, “Selamat Hari Raya Idul Fitri minal aizin wal faizin”. Mari kita merayakan kemenangan kita. Mari kita berjihad di jalan Allah dan Rosul. Merdeka..
Rina berkata
Penentuan hari raya oleh Pemerintah tahun ini adalah benar. Malam tadi sudah saya pelototin ke langit tidak ada bulan yang menunjukkan tanggal 1 syawal. Biasanya bila tanggal 1, bulan nampak seperti sabit segaris, tapi saya tidak melihat pedahal langit cerah tanpa awan dan mendung. Saya pastikan malam ini bulan nongol, tapi bisa tanggal 1 dan tanggal 2 (mudahan tidak begitu). Perkiraan saya sepertinya ada pergeseran rotasi bumi sehingga bulan tidak tanpak bila tanggal 1.
SHELLAYART PREDICTION berkata
Sore Tgl 30 agustus sy menyaksikan bulan dgn mata telanjang. Posisi bulan sdh tinggi dr posisi ufuk vs hilal. Kurang lebih 1 jam terbenamx matahari br bulan jg terbenam. Berarti jarak hilal diatas ufuk sdh melampaui batas derajat hilal. Berarti tgl 29 agustus hilal sdh diatas ufuk, hanya mungkin penoropong hilal salah perkiraan di sangkax hilal br 0,sekian derajat diatas ufuk pdhl tgl 29 ketinggian hilal sdh mendekati -/+ 4 derajat diatas ufuk. Berarti arah telescop yg slh. Sdh pasti dan tak bs dipungkiri 1 Syawal jatuh pd hr selasa tgl 30 agustus.
anangjafri berkata
Allahu Akbar , ” Selamat Hari Raya Idul Fitri minal aizin wal faizin ” mari kita kembalikan kepada Agama Islam yang Suci , berjihad membuang segala borok borok yang mengotorinya , borok borok hawa nafsu egoisme , borok borok ashabiyah , borok borok golonganisme , borok borok penyesat aqidah ummat , dan segala borok yang menjauhkan ummat dari tuntunan al-Qur’an dan sunnah Rasulullah yang shahih
Rina berkata
Insya Allah, tanggal 1 syawal bisa dilihat malam ini dengan jelas. Tapi bukan berarti kemarin bukan 1 syawal lho. Mungkin kalau ada perubahan pergeseran rotasi bumi, boleh jadi sebagian waktu pada hari Selasa masuk 1 syawal dan yang benar2 masuk 1 syawal pada hari ini Rabu. Jadi kedua hari yakni hari Selasa dan Rabu sama2 masuk 1 syawal. Kalau masih ingin memperdebatkan 1 syawal, ya monggo..
Anonymous berkata
Hal seperti ini bukan rahmat tapi benar-benar konyol dan tolol
Stmarajo berkata
wah wah wah….. tambah mendalam debatnya ya, itu mungkin krena kita mendasarkan kegiatan memakai jam matahari, apa tidak mungkin kita pakai jam bulan saja?Atau ini menjadi aneh sendirian di dunia ini.Atau apa ada puasa setengah hari terus berbuka di siang hari atau sore hari dan sholat ied di sore hari (tambah aneh lagi).Ini cerita konyol aja kok,jangan terlalu dipikirkan.
Mobi berkata
Lihat tuh hari Bulannya dah nampak Tinggi dan jelas banget.. apakah in namanya tanggal 1 yah?
Anonymous berkata
ASTAGHFIRULLAH.. GAK USAH TENGKAR, YG TAHU 1 SYAWAL KPN HANYA ALLAH, MANUSIA CUMA BERUSAHA DENGAN ILMUNYA MASING2,,KALAU KELIRU DPT PAHALA SATU, JIKA BENAR PAHALA DUA (Hadits), TP INI UTK ULAMA YG “ROSIHUNA FIL ILMI” (YG ILMUNYA LURUS DAN MENDALAM), KALAU ULAMA YG “FI QULUBIHIM ZAIGHUN” (YG DLM HATINYA ADA PENYAKIT) JELAS DOSA BESAR, Baca Tafsir Qs 3: 7-9. Mari introspeksi diri secara JUJUR, masuk yg Rosihun atau Zaighun Saya ini ?
susii berkata
Jls2 pemerintah udh mnta maav, ktanya mrka slh prkiraan kl lebaran tgl 31 trnyta yg bnr tgl 30..
Laen x pemerintah dgrinlah pndpt ormas2 lain.. Jgn seenaknya sndiri bkin org bingung..
N satu lg.. Org muhammadiyah itu bkn org2 bodoh..
Jls2 smwa umat islam di dunia merayakn idul fitri tgl 30 agustus.. Indonesia aja yg tgl 31..
Jdi laen x.. Pemerintah dgrin ya pndpt ormas2 lain sprti muhammadiyah khususnya.. Biar gak kbykn nanggung dosa rakyat..
Lebbay Hanya di Indonesia, Ada Lebaran 1 Syawal Sampai 4 kali: Senin, Selasa, Rabu & Kamis | Lintas Berita at Bisnis Online berkata
[...] selengkapnya [...]
Rina berkata
Yah Susi ngarang! Nah tu kan nambah dosa lagi. Kapan Pemerintah minta maaf? Gw kgak dengar. Tadi malem gw dah lihat bulan tanggal 1 syawal dengan jelas. Jd bener tu Pemerintah mngambil keputusan penentuan lebaran 1 Syawal. zzzzztztp?!7??????!
berin berkata
Apapun harinya..senin, selasa, rabu (masing2 punya dsar)
tapi insyallah ttp ambil hikmah idul fitri.. yakni saling memaafkan sesama muslim.karena telah menjalani latihan selama sebulan penuh..^_^ mari saling brmaafan..
Insyallah yang perlu kita bahas sama2 adalah.. bagaimana agar ibdah selama ramadhan itu bisa tetap istiqomah .. mesjid2 banyak yg datang shubuh, dzhuru, ashar, magrib, isya, serta shakat lail.. bisa tetap diamalkan.. indahnya bermuhasabah dihari yang fitri.. minal aidzin wal faidzin, mhon maaf lahir n batin.. dari Saudarmu.. ^_^
taUbat berkata
NUANSA 1 SYAWAL 1432 SAAT INI TERJADI POLEMIK DIMASYARAKAT ADANYA MASING2 ORMAS MENGKLAIM : :
=> HARI KEMENANGAN
=>. HARI PERSETERUAN
=>. HARI PERDEBATAN
=>. HARI TERTAWA / SEDIH
=> HARI PERUSAK SUASANA KELUARGA
=> HARI MASA BODOH
=> HARI KEPRIHATINAN
LEBARAN YANG SEHARUSNYA DIRAYAKAN SEBAGAI KEMENANGAN DENGAN SUKA CITA DAN BAHAGIA, SAAT KEBERSAMAAN MENJALIN SILATURAHMI, MENJADI PAYAU, HAMBAR DAN TAK BERMAKNA LAGI.
HILANG SUDAH KESAN HARI YANG FITRI DAN HARI KEMENANGAN YANG TERKESAN HANYALAH HARI LIBURAN BERSAMA (SEDIKIT BERBEDA) BUKAN LAGI HARI LEBARAN.
GEGAP GEMBITA SANA SINI BAKAR KEMBANG API LALU SEPI DAN SUNYI.
TIDAK KETEMU SATU SAMA YANG LAIN, ADA YANG MERAYAKAN IEDUL FITRI DAN ADA YANG MELAKSANAKAN PUASA SYAWAL.
INI ADALAH KESUKSESAN PEMERINTAH YANG BERHASIL MENCABIK-CABIK HATI MASYARAKAT DAN MENJAUHKAN DARI KEMULIAAN HARI LEBARAN.
TIDAK BEREMPATI PADA MASYARAKAT DAN TAK ADA KATA MAAF …….
wonng wadon berkata
Klo menurut indonesia keukeuh lebaran tgl 31, sementara arab, malaysia dan negara2 lain hyg hari2 kemaren duluan kita waktunya, sekarang sebaiknya dirubah aja, arab duluan yang shubuh 5 jam lagi baru qta shubuh… sekalian aja runyam…gitu aja koq repot..
taUbat berkata
@ wonng wadon
Seandainya Greenwich Mean Time (GMT) dapat dirubah menjadi Kabah Mean Time (kMT), akan lebih mudah bagi umat muslim di dunia.
Karena hari rayanya dimulai dari arab dulu kemudian negara lain mengikuti sesuai dengan rotasi buminya. (waktunya)
Salam.
abu muas berkata
Kita mesti layak bersyukur kepada Allah SWT, karena Dia tidak menempatkan Ka’bah di Indonesia. Dapat dibayangkan jika Ka’bah dan Arafah di Indonesia, tdk menutup kemungkinan hari “wukuf” pun terjadi 4 kali, betapa gaduhnya jamaah haji seluruh dunia. Saya ambil hikmahnya 1 Syawal 4 kali, saya bertambah keyakinan bahwa Allah Mahatahu apa yg akan terjadi di Indonesia yg menentukan 1 syawal “satu” hari saja belum bisa dan ini akan berdampak menentukan 1 Dzulhijjah pun akan berbeda pula. Wallahu a’lam
yaya daryana berkata
soal lebaran 1 syawal di Indonesia sering terjadi perselisihan waktunya, tapi soal lebaran haji selalu seragam, apa karena kalau 1 syawal boleh ditentukan golongan masing2 sedangkan haji merujuk waktu wukuf di Arafah. apa saja kepentingan kita dengan OKI?
Rina berkata
Hari raya ini kan jadi polemik terus2an karena berhubngan dengan haramnya puasa Romadhan pada hari raya dan berhubungan zakat fitrah juga. Jadi ada dua kewajiban umat Islam yang harus benar2 dilakukan secara baik, karena bisa jadi ibadah yang kita lakukan hanya sia2 saja bahkan nambah2 dosa.
Sawios berkata
Beginilah akibat dari cerai-berainya umat Islam atau tidak adanya seorang pemimpin/Imam Mahdi. Padahal firman Allah melarang umat Islam bercerai-berai dan Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyiddin ra adalah bersatu dalam Jemaath Islam, yaitu dengan adanya Imam (Khalifah Allah atau Khalifah Rasulullah) Mahdi (mendapat petunjuk Allah) yang dibai’at dan dita’ati umatnya.
Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan KETAKWAAN YANG SESUNGGUHNYA, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri. Dan, BERPEGANG-TEGUHLAH kamu sekalian kepada TALI ALLAH, dan JANGANLAH BERCERAI-BERAI; dan ingatlah akan NIKMAT ALLAH atasmu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu Dia menyatukan hatimu dengan kecintaan antara satu-sama lain sehingga – dengan NIKMAT-NYA – kamu menjadi bersaudara; dan kamu dahulu berada di tepi jurang api, kemudian Dia menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan Ayat-Ayat-Nya kepadamu supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran 3:101-103).
Di dalam ayat suci Al Quran tersebut ada tiga kata kunci yang harus diperhatikan dan dipegang-teguh oleh umat Islam, yaitu 1. Tali Allah, 2. Nikmat Allah, dan 3. Tidak Bercerai-berai (Berjamaah).
1. Tali Allah adalah Kitab Allah atau Al Quran Karim yang telah diulurkan Allah dari langit ke bumi melalui para nabi yang telah disempurnakan melalui Baginda Nabi Suci Muhammad Rasulullah, Khaataman-Nabiyyin, saw (Jarir, IV, 30)
2. Nikmat Allah menurut Al Quran Karim ada dua versi, yaitu (a) yang dianugerahkan kepada kaum sebelum Nabi Muhammad saw, dan (b) yang dianugerahkan kepada umat Nabi Muhammad saw:
(a) Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada umat Musa as, yaitu Bani Israil, adalah Nabi-Nabi dan Raja-Raja sebagaimana firman-Nya: “Dan, ketika Musa berkata kepada kaumnya, ‘Wahai kaumku, ingatlah Nikmat Allah atasmu, ketika Dia menjadikan nabi-nabi di antaramu dan menjadikan kamu raja-raja dan Dia memberikan kepadamu apa yang tidak diberikan kepada kaum lain di antara bangsa-bangsa’.” (QS Al Maidah 5:20).
(b) Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada umat Muhammad saw, yaitu semua manusia di dunia, adalah Nabi-Nabi, Shiddiiq-Shiddiiq, Syahid-Syahid dan Shalih-Shalih, firman-Nya: “Dan, barangsiapa ta’at kepada Allah dan Rasul ini, maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: Nabi-Nabi, Shiddiq-Shiddiq, Syahid-Syahid dan Shalih-Shalih. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (QS An-Nisa 4:69).
3. Tidak bercerai-berai (berjamaah):
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang hidup lama di antara kalian niscaya akan menemukan perselisihan paham yang banyak. Maka pada waktu itu BERPEGANG-TEGUHLAN kepada SUNNAHKU dan SUNNAH KHILAFAH RASYIDAH (KHULAFA-UR-RASYIDDIN) RA yang diberi petunjuk Allah (Mahdi). Pegang-teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Sunan Abu Daud, Juz IV, hal. 201). Di dalam hadits ini pun ada satu kata kunci, yaitu berpegang-teguh kepada Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyiddin ra, yakni berjamaah. Hal ini diperkuat oleh sabda Umar bin Khattab (Khalifah II Rasulullah saw) ra: “Tiada Islam tanpa Jamaah, tiada Jamaah tanpa Imam (Mahdi), tiada Imam kecuali yang ditaati umatnya, tiada umat kecuali bai’at kepada Imamnya, tiada bai’at kecuali ta’at kepada Imamnya.”
A. Berdasarkan QS Ali Imran 3:101-103 dan HR Sunan Abu Daud, Juz IV, hal. 201, maka kita lihat Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyiddin ra adalah sebagai berikut:
(1) Jemaat Islam yang didirikan oleh Rasulullah saw atas perintah dan bimbingan wahyu Allah dan dipimpin oleh seorang Nabi dari kaum Umiyyin yang diutus kepada segenap manusia di dunia. (QS Al Jumu’ah 62:2).
(2) Setelah Rasulullah saw wafat, kepemimpinan Jemaat Islam dilimpahkan kepada Khilafat Rasyiddah Awwalin (Khulafa-ur-Rasyiddin) ra yang mendapat petunjuk Allah (Mahdi), yaitu:
- Khalifah Rasulullah I : Abu Bakar Shiddiq ra
- Khalifah Rasulullah II : Umar bin Khattab ra
- Khalifah Rasulullah III : Utsman bin Affan ra
- Khalifah Rasulullah IV : Ali bin Abu Thalib ra, dan setelah beliau ra wafat atau disyahidkan, maka mandat bai’at hakiki tidak ada lagi hingga mandat itu diturunkan langsung oleh Allah kepada Imam Mahdi/Masih Mau’ud as.
B. Juga berdasarkan QS Ali Imran 3:101-103 dan HR Sunan Abu Daud, Juz IV, hal. 201, maka kita lihat Tali Allah, Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khilafat Rasyidah (Khulafa-ur-Rasyiddin) ra yang dipegang-teguh oleh Jemaat Islam Ahmadiyah, sebagai berikut:
(1) Jemaat Islam Ahmadiyah yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud) as atas perintah dan bimbingan wahyu Allah dan dipimpin oleh seorang Nabi Ummati dari kaum Aakhorin (QS Al Jumu’ah 62:3) yang ta’at sempurna kepada Rasulullah saw (QS An-Nisa 4:69) dan juga diutus kepada segenap manusia di dunia.
(2) Kepemimpinan Jemaat Islam Ahmadiyah dilimpahkan kepada Khilafat Rasyiddah Aakhorin (Khilafat ‘Ala Minhajjin Nubuwwah/Khalifatul Masih) atba yang mendapat petunjuk Allah (Mahdi), yaitu:
- Khalifatul Masih I : Hadhrat Hakim Nuruddin ra
- Khalifatul Masih II : Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra
- Khalifatul Masih III : Hadhrat Mirza Nasir Ahmad rh
- Khalifatul Masih IV : Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rh
- Khalifatul Masih V : Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atba hingga sekarang.
Dengan demikian, maka satu-satunya organisasi Islam yang berpegang-teguh kepada Tali Allah (QS Ali Imran 3:101-103) dan Sunnah Rasulullah saw serta Sunnah Khilafat Rasyidah (Khulafa-ur-Rasyiddin) ra (HR Sunan Abu Daud, Juz IV, hal. 201), hanyalah Jemaat Islam Ahmadiyah.
taUbat berkata
@ Sawios
HASIL SIDANG ISBAT KEMENTERIAN AGAMA RI : HARI RAYA IDUL FITRI 2011 / 1 SYAWAL 1432 H JATUH PADA HARI RABU 31 AGUSTUS 2011
TAPI ANDA TIDAK MEMATUHI PUTUSAN PEMERINTAH (ULIL AMRI) LALU ANDA IKUT MENYALAHKAN ……………
MAKSUDNYA APA ….
Sawios berkata
@ TaUbat,
Saya mematuhi putusan Pemerintah (Ulil Amri) dan saya tidak ikut menyalahkannya. Tetapi, Pemerintah cq Departemen Agama adalah Ulil Amri dalam bidang kenegaraan yang hanya merupakan fasilitator umat beragama. Sedangkan Ulil Amri dalam agama Islam menurut Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyiddin adalah Khalifah. Jadi, kalau mayoritas umat Islam Indonesia mau bersyukur kepada Allah (QS Ibrahim 14:7) dengan menerima Khalifah yang sekarang ada, yaitu Khalifatul Masih V atba, maka perbedaan penentuan Hari Idul Fitri, 1 Syawal 1432 H dapat dihindarkan. Perlu Anda ketahui bahwa menurut Al Quran Karim Khalifah Allah atau Khalifah Rasulullah itu adalah Nikmat Allah yang dapat menyatukan orang-orang yang beriman dan beramal shalih (QS An-Nuur 24:55) menjadi bersaudara, dan Allah melarang umat Islam bercerai-berai (QS Ali Imran 3:103) seperti sekarang.
Wassalam,
Love for All, Hatred for None
Anonymous berkata
dan Allah melarang umat Islam bercerai-berai ( QS Ali Imran 3:103 ) seperti sekarang. Karenanya,…Jangan Memilih Pemimpin yang hanya memecah belah ummat yang seharusnya bersatu,.. Era saat ini banyak Pemimpin yang hanya pandai bertengkar,adu ego dengan memecahkan masaalah menjadi kepingan – kepingan masaalah) Tapi,…TIDAK PERNAH TAHU MENYELESAIKAN MASAALAH….! NAUZU BILLAH,
Geuleuh berkata
32. TaUbat berkata
02/09/2011 pada 22:55
Bla…bla…bla
@TaUbat
Asalamualaikum,
Mrk itu tim sales agama ahmadiah (agama sesat yg diberi kulit islam) yg sdg bertugas propaganda menjajakan dagangannya di blog ini. Kalau anda ga mau beli ya udah cuekin aja. Saya yakin rekan2 muslim seperti anda di blog ini juga ga bakalan mau beli krn udah pada cerdas.
Mampir Doank berkata
Setuju Gan.
Sawios berkata
###Saya yakin rekan2 muslim seperti anda di blog ini juga ga bakalan mau beli krn udah pada cerdas.###
Kalimat di atas adalah ungkapan dari seseorang yang menurut Rasulullah saw: “dia matinya secara jahiliyah.” (HR Muslim).
taUbat berkata
@ Sawios
Saya mematuhi putusan Pemerintah (Ulil Amri) dan saya tidak ikut menyalahkannya. Tetapi, Pemerintah cq Departemen Agama adalah Ulil Amri dalam bidang kenegaraan yang hanya merupakan fasilitator umat beragama. Sedangkan Ulil Amri dalam agama Islam menurut Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyiddin adalah Khalifah. Jadi, kalau mayoritas umat Islam Indonesia mau bersyukur kepada Allah (QS Ibrahim 14:7) dengan menerima Khalifah yang sekarang ada, yaitu Khalifatul Masih V atba, maka perbedaan penentuan Hari Idul Fitri, 1 Syawal 1432 H dapat dihindarkan. Perlu Anda ketahui bahwa menurut Al Quran Karim Khalifah Allah atau Khalifah Rasulullah itu adalah Nikmat Allah yang dapat menyatukan orang-orang yang beriman dan beramal shalih (QS An-Nuur 24:55) menjadi bersaudara, dan Allah melarang umat Islam bercerai-berai (QS Ali Imran 3:103) seperti sekarang.
Wassalam,
Love for All, Hatred for None
———————————–
Terima kasih akhirnya …….. Saudaraku juga telah mematuhi putusan pemerintah (ulil Amri) dan tidak suka adanya perbedaan (dihindarkan) serta sebaiknya umat islam tidaklah bercerai-berai ….
Walaupun ……..
Kenyataannya masyarakat masih menganggap sebagai saudara seiman tapi sesungguhnya ajaran yang dianut/dibawa adalah membawa petaka dengan melakukan perberbedaan dan bertentangan/menyimpang serta sangat menyakitkan kami semua ………
Ajaran yang Saudaraku anut ini masih belum/tidak dapat diterima umat islam sedunia dan khususnya NKRI yang mayoritas memeluk agama Islam …….
Kembalilah kepada Islam yang sebenar-benarnya ………
Semoga di bulan syawal ini Saudara2ku mendapatkan hidayahnya ……. Amin
Wassalamualaikum Wr Wb.
Geuleuh berkata
38. TaUbat berkata
09/09/2011 pada 22:48
Semoga di bulan syawal ini Saudara2ku mendapatkan hidayahnya ……. Amin
@TaUbat
Asalamualaikum
Amin, tapi saya pesimis.
Utk mndpt hidayah Allah seseorang hrs berusaha utk menggapainya dg bertaqwa agar mndpt ridhoNya. Mana mungkin hidayah Allah akan dtng kl hidupnya memalsu tafsir Qur’an dan Hadits utk menjual seorang nabi palsu? Mana mungkin Allah akan meridhoi kl mereka makan dari hasil menipu umat dg berjualan tafsir2 plesetan dan hadits2 palsu dg sanad amburadul?
Syukur alhamdulillah umat islam yg cerdas dan tak mudah tertipu jumlahnya lebih banyak.
Yusuf AG berkata
@Geuleuh
betul, umat islam harus cerdas dan waspada terhadap segala hal yang palsu, seperti nabi palsu, mahdi palsu, khalifah palsu, tafsir palsu, hadis palsu, islam palsu, aqidah palsu, muslim palsu, masjid palsu, dsb.
islam yang asli ga perlu iklan dan dijaja-jajakan seolah barang ga laku.
Yusuf AG berkata
Perbedaan metode penentuan awal ramadhan dan idul fitri bukan masalah aqidah, melainkan hanya masalah furu’iyah yg tidak perlu dibesar-besarkan.
N-Basyaiban berkata
Kerajaan Arab Saudi membayar 1 bilion Riyal Saudi sebagai kifarah kerana tersalah umum tarikh Eidul Fitri yang sepatutnya jatuh pada 31 Ogos bukan 30 Ogos. Anak bulan yg kelihatan rupanya adalah planet Saturn! Kerajaan Arab Saudi memerintahkan rakyatnya berpuasa sehari bagi.cp
Anonymous berkata
goblog kabeh
taUbat berkata
@ N-Basyaiban
Di Indonesia belum/tidak perlu membayar kifarah puasa karena “Perbedaan itu Rahmat” menurut ulama2 besar disini.
Salam.