Sidang Isbat Malam Ini Pembodohan Umat
Posted by KabarNet pada 31/07/2011
INILAH PROFESOR BODOH!
Den Haag – Perintah agama untuk melakukan ru’yatul hilal (mengamati bulan baru, red) dilakukan pada tanggal 29 Sya’ban, bukan pada 30 Sya’ban atau 31/8/2011 malam ini. Sidang isbat malam ini merupakan pembodohan umat dan cuma seremoni buang-buang anggaran.
Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA, pakar syariah pada Universitas Islam Eropa, Rotterdam, kepada detikcom, Minggu (31/7).
“Jika memang terlihat hilal setelah maghrib 29 Sya’ban (Sabtu, 30 Juli 2011) kemarin, maka ditetapkan besoknya adalah awal bulan Ramadan. Namun jika tidak bisa dilihat, baik karena mendung atau karena posisi hilal masih terlalu kecil atau masih di bawah horizon, maka besoknya dianggap hari ke-30 Sya’ban, sehingga Ramadan dimulai bertepatan dengan 1 Agustus 2011,” terang Sofjan.
Dijelaskan, konjungsi terjadi pada 29 Sya’ban atau Sabtu (30/7/2011). Posisi hilal di Indonesia pada waktu terbenam matahari tidak memungkinkan untuk bisa diru’yah, maka otomatis besoknya 31/7/2011 adalah 30 Sya’ban 1432 H, sehinggaawal Ramadan jatuh pada 1/8/2011.
“Dengan demikian usaha Kementerian Agama menggelar sidang isbat pada malam ini, 30 Sya’ban atau Minggu 31/7/2011, bukan hanya sia sia, tapi termasuk pembodohan umat,” ujar Sofjan.
Menurut Sofjan,Menteri Agama harus berhenti menghamburkan uang APBN menggelar sidang isbat pada 30 Sya’ban atau 31/7/2011, yang tidak ada pengaruhnya dengan penentuan awal Ramadan. “Lain halnya jika dilakukan pada 29 Sya’ban, itu masih bisa difahami oleh umat. Bertahun-tahun sudah kebiasaan buruk semacam ini dilakukan. Itu sangat sesat dan menyesatkan umat,” pungkas Sofjan. detikNews
Padahal hari ini TANGGAL 29 SYA’BAN bukan TANGGAL 30 SYA’BAN 1432 H ?..
Entri ini dituliskan pada 31/07/2011 pada 20:12 dan disimpan dalam Kabar Umat, Musibah, Nasional. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































asdi.hadian@yahoo.com berkata
Mungkin Pak mentri punya solusi lain. Misalnya malam ini tak terlihat hilal, lalu dimajukan puasa pada 2 agustus, begitu juga kalau malam besok masih tak keliatan juga, puasa 3 agustus dst.
Akhirnya tak jadi deh puasa.
hehehe maaf Pak Mentri
Lek Sam berkata
Yah,daripada nggak ngapa-ngapain. Yang penting besok kita puasa…
cool man berkata
itulah…orang kalo sdh kelewat pinter akhirnya jadikelihatan guobloknya! Makanya pak, buat apa gelar tinggi2 kalo membuat kita sombong dan mengaku paling bener….hehehe nggak taunya keliatan bodohnya.
taUbat berkata
Adalah suatu usaha yang sungguh luar biasa dimulainya awal kesepakatan dengan pengorbanan untuk menggapai kesetaraan/kebersamaan.
Awal yang sulit tapi harus dimulai ………. dan dijadikan tolak ukur dikedepannya..
Adanya Dinamika kecaman dan dukungan hal yang biasa/wajar ……
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN
——– MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ———
Rakyat Jelata berkata
Makanya kalo mo ngomong pikir dulu, jgn asal njeplak kaya orang gila. Titel profesor, tapi otaknya di dengkul. Itulah hasil belajar Islam di eropa.. Sidang Isbat itu ga ngawur dul..
satriapratamatria berkata
orang sinting bin ga waras
taUbat berkata
Hasil Sidang Isbat telah diumumkan jam 21:00 wib tanggal 19 Juli 2012, yang diputuskan bahwa 1 Ramadhan jatuhnya pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.
Sidang isbat ini telah disaksikan seluruh permirsa Televisi di tanah air secara langsung.
Bahwa didalam sidang secara terbuka ini telah terjadi adanya perbedaan pendapat dalam menetapkan harinya, tapi secara legowo seluruh perwakilan ormas menerima/menyetujui penetapan pada putusannya. (kepentingan umat)
” RINDUNYA KEBERSAMAAN”
” RINDUNYA PERSATUAN”
” RINDUNYA KE’AKURAN”
” RINDUNYA TANPA PERBEDAAN”