KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

MUI Ingatkan Gramedia Jangan Pancing Amarah Umat

Posted by KabarNet pada 29/07/2011

Buku berinisial “SPSB“ Edisi Revisi yang tak jelas alamat penerbitnya itu menuai protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Menurut MUI, buku tersebut tak lebih dari sampah. Toko Buku Gramedia diminta agar menyeleksi secara ketat dan menarik buku yang ditulis oleh Curt Fletemier, Yusuf dan Tanti itu.

“Karena buku ini sampah, sebaiknya masukkan saja ke tong sampah. Jelas, buku ini sangat memprihatinkan. Ketika kita bersususah payah untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, ada saja kelompok-kelompok yang menerbitkan buku seolah tentang Islam, padahal isinya menyebarkan pemahaman yang sama sekali tidak relevan dengan ajaran Islam, bahkan cenderung menyakiti perasaan umat Islam.”

Demikian dikatakan Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Slamet Effendi Yusuf ketika dihubungi voa-islam disela-sela Tasyakur Milad ke-36 MUI di Hotel Twin Plaza, Jakarta-Barat.

Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, buku tersebut dijual bebas oleh Toko Buku Gramedia di Matraman, termasuk di Bekasi. Buku cetakan ketiga, Oktober 2007 itu terdaftar pada Lembaga Perpustakaan Nasional Kanada. Cetakan pertama diterbitkan tahun 2004 dan Cetakan kedua tahun 2005. Ketika voa-Islam menghubungi penerbit Sonrise Enterprise dengan nomor kontak 0888-161-3377, nomor itu ternyata tidak terhubung.

Buku setebal 198 halaman ini dengan gamblang menuduh ibadah umat Islam mengadopsi ritual penyembahan berhala.”Kebudayaan Islam berakar dari penyembahan dewa bulan. Setidaknya, lima tiang utama dalam Islam berasal langsung dari praktik penyembahan berhala,” tulis Curt Fletiemer.

Dikatakan KH. Slamet Effendi Yusuf, biasanya, buku-buku sampah seperti ini tidak jelas penerbitnya, pengarangnya tidak bisa dilacak. Kalaupun ada namanya. Tapi belum tentu asli penulisnya. MUI sangat menyayangkan, jika buku sampah tersebut dijual di toko buku ternama, seperti Gramedia.

MUI Desak Gramedia

MUI berharap, ada langkah-langkah kongkrit dari toko buku tersebut agar selektif dalam menjual buku-buku yang bisa menyinggung perasaan umat Islam. Jika buku semacam itu menimbulkan gejolak di masyarakat, sebaiknya ditertibkan saja.

“Ingat, kasus Temanggung. Seorang non muslim menulis buku, seolah membahas tentang Islam. Padahal nyatanya justru melecehkan Islam. Buku itu harus diwaspadai,” ujar Slamet.

Terkait buku “SPSB”, kata Slamet, umat Islan tidak mau terjebak dengan tuntutan pelarangan buku, tetapi kita meminta toko-toko buku besar agar lebih selektif untuk tidak menjual buku-buku yang bisa merusak hubungan antar masyarakat, termasuk kerukunan umat beragama.

Slamet Effendi Yusuf mengingatkan penulisnya, jangan dikira buku semacam itu membuat umat Islam lari dariagamanya. “Tidak akan ada. Umat Islam sudah menyadari penuh, adanya kelompok-kelompok yang sistematik menyebarkan kebencian di lingkungan umat Islam. Mereka mengharapkan ada kemarahan dari umat Islam. Karena itu, umat Islam tidak usah terpancing, dan tidak perlu merazia buku sejenis itu.”

Jika diperlukan, MUI akan memediasi dengan mencoba melakukan pendekatan kepada toko buku yang bersangkutan untuk membatasi penyebaran buku yang bisa merangsang terjadinya konflik di masyarakat. Sebaiknya laporkan saja pada pihak berwajib. Umat Islam juga jangan terkejut, buku-buku sampah tidak akan pernah berhenti.

“Saya pernah mendapat kiriman buku komik dari Barat tentang Nabi Saw, dan cara memahami al-Qur’an. Ketika saya baca, buku itu sangat menyinggung umat Islam. Mereka mengira umat Islam akan goyah, padahal umat Islam punya penafsirannya sendiri tentang teks hadits tertentu. Tapi, rupanya, mereka sengaja membuat penafsiran sendiri. Kita tahu kok yang buat siapa.”

Lebih jauh Slamet Effendi Yusuf menegaskan, ada realitas munculnya kelompok fundamentalis di lingkungan berbagai agama, termasuk mereka yang pro aktif menerbitkan buku-buku yang mendiskreditkan Islam. Buku itu itu disebarkan di Indonesia.

“Kami meminta agar toko buku itu selektif, dan tidak memancing kemarahan umat Islam. Tentu, akan lebih baik agar toko buku itu menarik buku yang bisa merusak suasana dan mengganggu kerukunan antar umat beragama,” ungkap Slamet. Voa-Islam.COM

10 Tanggapan to “MUI Ingatkan Gramedia Jangan Pancing Amarah Umat”

  1. SD berkata

    Itu buku mesti yang nulis jew wannabe atau murtadin palsu dari FFI. Soalnya tentang dewa bulan yang mereka bilang itu kan karangan mereka semua. Dari dulu FFI bikin gemes, rasanya pengen bunuh mereka semua karena di webnya mereka seenaknya aja menghina Allah dan Nabi Muhammad. Padahal orang Islam nggak menghina sesembahan mereka lho.

    Salam kenal :)

  2. CosmicBoy berkata

    Padahal orang Islam nggak menghina sesembahan mereka lho.

    ——————————————————————————————-

    Hahaha, satu lagi kebohongan Islam.

  3. Rina berkata

    Islam dalam Alquran memang tidak pernah menghina sesembahan agama lain. Malah menganjurkan agar menghormati agama lain. Kecuali jika Islam diperangi dan didholimi.

  4. Wow berkata

    Rina,
    Itulah bedanya Islam.
    Bagi Islam tujuannya adalah sekedar mengingatkan diangap menghina.
    Serba salah memang. Yang pasti setelah mengingatkan, gak dianggap
    maka jadi tanggungjawab sendiri.

  5. CosmicBoy berkata

    Islam dalam Alquran memang tidak pernah menghina sesembahan agama lain. Malah menganjurkan agar menghormati agama lain. Kecuali jika Islam diperangi dan didholimi.

    ——————————————————————————–

    Sepertinya anda mengaku Islam diluar AQ menghina sesembahan agama lain?

  6. taUbat berkata

    Buku “SPdSB”, “HBI”, dan “AIS” yang ditulis oleh Curt Fletemier

    —————————

    untuk : Gramedia
    ………: (warning)

    Sebaiknya seluruh buku2 yang dituliskannya segera dimusnahkan …..

  7. bondo_nekat berkata

    Bubarkan Partai Demokrat !!!

    Dan turunkan yudhoyono, karena melindungi para koruptor di partainya!!

    warning!!! penggarongan besar2an telah dilakukan partai2 poltik dipimpin demokrat sebagai lokomotipnya oleh karena itu sekali lagi Bubarkan Demokrat keparat!

  8. ABLASA berkata

    Banyak yang tidak mengerti apa yg dimaksud dengan berhala, yaitu setiap agama pasti memakai simbolis masing-masing,itulah yang disebut berhala.
    Agama HINDU simbolisnya patung dewa&dewi
    Agama BUDHA patung laki2 botak berperut besar
    Agama KRISTEN salib,patung Yesus&bunda Maria serta gambar2nya
    Agama ISLAM ka’bah
    Makanya semua agama menyembah berhala.
    Sedangkan manusia sendiri adalah simbol ketuhanan, karena manusia makhluk yang sempurna,SIAPA MENGENAL DIRINYA MAKA KENALLAH DIA AKAN TUHANNYA. begitulah kedekatan Tuhan dengan ciptaannya tampa harus memakai simbol diluar diri sendiri.

  9. Pendir Lu! berkata

    Coba Anda baca komentar2 di atas.

    Tulisan seseorang adalah cerminan dari kepribadian penulisnya. Dari komentar2 di atas kita bisa menilai siapa dan bagaimana penulisnya :

    - Ada yang bijaksana.

    - Ada yang mempunyai semangat pembelaan yang tinggi terhadap agamanya.

    - Ada yang realistis berkata apa adanya.

    - Ada yang berkomentar cerdas.

    - Ada yang salah posting sehingga tidak nyambung dengan topik.

    - Ada domba tersesat yang sakit jiwa karena disiksa rasa dengki dan kebencian, akhirnya terdampar menjadi ulat bulu spesialis ngurusin agama orang lain.

    - Ada yang berkhayal menjadi teolog, tapi berakhir menjadi kurcaci idiot yang hanya mampu menunjukkan ketololannya.

    Komplit.

  10. cosmicboyz berkata

    @ Pendir Lu,

    Penasaran, anda dibagian mana???

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: