Tembak Warga, Anggota Densus 88 Ditangkap
Posted by KabarNet pada 30/06/2011
Serang – Tb Satibi (38), warga Kampung Baru, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, terpaksa dirawat di RSUD Serang, setelah kaki kirinya ditembus peluru milik anggota Densus 88 Mabes Polri, Briptu Herlambang, Rabu (29/6). Korban ditembak saat dirinya meminta ganti rugi, karena mobilnya ditabrak keluarga tersangka.
Pantauan saat ini kondisi korban masih lemah di ruang Dahlia kamar 4 RSUD Serang, usai menjalani pemeriksaan tim medis. Pasalnya, proyektil yang bersarang di kaki kiri korban belum dioperasi penggangkatan krena masih menunggu tim dokter.
Penuturan adik korban, TB Mahdi, yang bekerja di PT Marga Mandala Sakti (MMS), penembakan terhadap kakaknya oleh oknum Densus 88 tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di rumah Aeng, pemilik angkot terbanyak di kampung Cikoneng, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Sementara, menurut cerita korban, awal permasalahan dengan keluarga tersangka, ketika dirinya bersama rombongan usai menghadiri acara resepsi pernikahan salah satu temanya di Kota Serang, Minggu (26/6), sesampainya di perempatan lampu merah, tiba-tiba motor Vespa yang berada persis di depan mobil X-over yang dinaiki korban bersama temanya berhenti mendadak, melihat gelagat membahayakan korban pun terpaksa berhenti mendadak.
Namun,lanjut Satibi, tidak disangka dari arah belakang angkot yang diduga milik H. Aeng tersebut menabrak mobil korban, yang mengakibatkan bemper belakang mobil korban rusak.
“Sempat kita musyawarahkan, namun karena supir mengaku tidak memiliki uang, meminta kami untuk menemuinya di rumah bosnya yang di sebut-sebut H. Aeng,” kata Satibi saat dimintai komentarnya di ruang perawatan RSUD Serang.
Sesuai dengan hari yang disepakati yakni Rabu (29/6), kemarin. Satibi bersama Doni (teman korban) mendatangi rumah H. Aeng, setibanya di rumah H. Aeng, korban langsung bertemu H Aeng dan dua orang yang tidak dikenal. “Saya hanya mau minta ganti sesuai kerusakan mobil saya, sebesar dua juta, tapi pak Aeng minta bagi dua,” ungkap Korban.
Saat kedunya saling ngotot, tiba-tiba salah seorang yang hadir disitu langsung mengeluarkan senjata dan mengarahkan ke arah kaki Satibi. “Saya tidak bisa menghindar, karena saat dia mengeluarkan senjata langsung menembakan ke arah kaki saya,” aku Satibi.
Satibi juga mengatakan, sebelumnya dirinya juga tidak mengetahui kalau yang bersenjata tersebut adalah polisi. “Saya awalnya tidak tau kalau Herlambang itu Polisi, cuman katanya itu adik ipar pak Aeng,” kata Satibi.
Wakapolres Serang Kompol Amin Priyanto, usai mejenguk korban mengatakan, Briptu Herlambang pelaku penembakan yang diketahui anggota Densus 88 Mabes Polri berhasil ditangkap tim Reserse Polres Serang bersama anggota Gabungan Polda Banten sesaat setelah penembakan.
Ia juga mengatakan, pelaku penembakan Satibi adalah Polisi yang masih aktif bertugas di Densus 88 Mabes Polri, pelaku pernah bertugas di Densus 88 Polda Banten setelah itu ditarik menjadi Densu 88 Mabes Polri. Pelaku ditangkap di sekitar Padarincang sesaat setelah melakukan penembakan. “Saat ini pelaku masih kita periksa intensif, sebelum diserahkan ke dit propam Polda Banten,” ujar Kompol Amin saat ditemui di RSUD Serang.
Bahkan, tegas Wakapolres, pihaknya tetap akan memproses sesuai dengan prosedur terhadap pelaku penembakan tersebut. “Kami tetap akan menindak pelaku penembakan terhadap dia (Satibi,red), meskipun pelaku adalah anggota polisi,” tegas Wakapolres, seraya mengatakan, pihaknya belum mengetahui jenis senjata yang digunakan oleh pelaku tersebut, dan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. muslimdaily







































billy berkata
inilah salah satu arogansi Densus 88.
rakyat yg lagi musyawarahpun langsung di dooor, apalagi yg diduga teroris, tanpa basabasi lagi maen tembak ditempat, dasar kumpret.
rakyat berkata
maaf tdk kaget uda biasa?
herdi berkata
sangat ironis apa yang dilakukan oleh oknum polisi yang bernama herlambang terhadap satibi, sungguh ini tidak mencerminkan sikap PENGAYOM & PELINDUNG civil society.. padahal saat ini citra polisi dimasyarakat tidak baik, baik dalam pelayanan dan penegakan hukum, ditambah lagi dengan masalah penembakan terhadap salah satu warga masyarakat civil yaitu satibi.. tambah ancur deh citranya..
jika kepolisian ingin membersihkan citranya dari buruk ke baik atau lebih baik lagi kedepan maka disinilah saatnya kepolisian harus menegakan hukum yang berkeadilan.. tidak tebang pilih dalam penindakan.. siapapun dia,, apapun jabatan dia apabila melakukan pelanggaran hukum maka harus di tindak tegas dan tidak pandang bulu…
Anonymous berkata
Briptu Herlambang HARUS dipecat dari Polri supaya yg lain2 nya tidak ikut2an spt dia dan dia harus dipenjara dan memberi ganti kerugian.
Sangat memalukan citra alat negara yg seharusnya mengayomi SELURUH rakyat. Betul2 arogan dan laknat itu manusia (mungkin malah binatang)
Toni Kurniawan berkata
Mental Tempe…berani sama sipil aja, itu karena dia punya senjata, coba klo tidak punya senjata atau embel2 dia anggota polisi, pasti deh nyalinya kayak ayam potong….gae jamin deh….
Polisi seperti ini harus dibuang nih, supaya tdak menular bagi yang lainnya…bila perlu PECAT dan Kurungan 20 Tahun, emank Negara ini Negara TEXAS ya….dasar bajingan ya tetep bajingan….
korban polisi berkata
polisi, melayani dan melindungi siapa ya?
yang pasti bukan rakyat