Pertempuran Berkecamuk, Khadafi Asyik Main Catur
Posted by KabarNet pada 14/06/2011
TRIPOLI – Televisi negara memperlihatkan gambar Moammar Khadafi bermain catur dengan kepala Persatuan Catur Dunia, Minggu (12/6), di Tripoli saat pertempuran antara pasukan orang kuat Libia itu dengan pemberontak berkecamuk.
Jadi incaran pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), pemimpin Libya Moammar Khadafi tenang-tenang saja. Khadafi sempat-sempatnya menerima tamu dan menjajal kemampuannya main catur.
Televisi itu tidak menyebut tempat pertandingan catur, tapi Ilyumzhinov mengatakan kepada kantor berita Rusia Interfax, bahwa ia bermain melawan Khadafi di Tripoli pada Minggu.
Tokoh aneh Rusia itu, yang pernah mendaku (mengklaim) menjadi tuan rumah mahluk luar angkasa, juga duduk untuk bermain catur dengan Muhammad dan keduanya memainkan pertahanan Sisilia, kata Interfax.
“Pertemuan itu berlangsung sekitar dua jam. Kami bermain catur dengan Khadafi,” kata Ilyumzhinov, yang berkunjung ke Tripoli sebagai ketua FIDE, kepada Interfax. “Khadafi menyatakan tidak akan meninggalkan Libia, dengan menekankan bahwa itu tanah airnya dan tempat anak dan cucunya mati. Ia juga mengatakan tidak mengerti sebagai apa turunnya,” katanya.
“Saya bukan presiden atau perdana menteri atau raja. Saya tidak memegang jabatan apa pun di Libia dan karenanya, saya tidak memiliki kedudukan, yang saya harus serahkan,” kata Ilyumzhinov mengutip ucapan Khadafi kepadanya. Ilyumzhinov, yang juga bertemu dengan menteri luar negeri dan pendidikan, menyatakan melihat banyak kehancuran di Tripoli.
Pertandingan catur itu terjadi saat pertempuran antara pasukan Khadafi dengan pemberontak berkecamuk di Libia, dengan korban dilaporkan jatuh di Zintan dan penguasa menyatakan telah melumpuhkan perlawanan di Zawiyah di barat ibukota negara tersebut.
Laporan kantor berita Rusia, Interfax, Ilyumzhinov mengakui pertemuan itu. Bekas Gubernur Kalmykia, daerah otonomi Rusia yang mayoritas warganya merupakan penganut Buddha, itu mengatakan, selain main catur bareng Khadafi, dia juga menjajal kemampuan putra Khadafi, Muhammad.
Ilyumzhinov meninjau tempat-tempat yang menjadi sasaran serangan udara NATO di Tripoli. Khadafi, kata Ilyumzhinov, juga menunjukkan rumah yang terkena lima bom NATO sehingga menyebabkan putra dan tiga cucunya terbunuh. [rm/kn/sh]
Entri ini dituliskan pada 14/06/2011 pada 13:47 dan disimpan dalam Dunia, Kabar Unik, Kesenian, Politik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.






































