Gempa 7,1 SR Guncang Cilacap
Posted by KabarNet pada 04/04/2011
Jakarta – Gempa bumi kembali mengguncang Pulau Jawa. Dini hari ini, Senin (4/4/2011), pukul 03.06 WIB gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang Cilacap, Jateng dan berpotensi tsunami. Gempa tersebut membuat warga di kabupaten di Jawa Tengah itu berhamburan ke jalan.
Tepatnya di Jl Brigjen Katamso, Cilacap, ketika gempa terjadi pada 03.06 WIB, terdengar suara genteng yang bergerak dan semacam gemuruh dari dinding bangunan tinggi. Beberapa warga tampak membunyikan kentongan guna membangunkan warga yang lain.
Begitu merasakan adanya goncangan ini, warga yang tertidur lelap langsung berhamburan ke jalan raya. Ketika gempa mulai berhenti, mereka tetap belum mau masuk ke rumah karena takut terjadi gempa susulan. Dan kebanyakan warga belum mengetahui kalau gempa tersebut berpotensi tsunami. “Hah, berpotensi tsunami yah,” ujar salah seorang warga di Jl Brigen Katamso, Cilacap.
Sejumlah warga Cilacap dengan mengendarai sepeda motor dan mobil berlomba-lomba menjauhi pantai demi menghindari kemungkinan tsunami. Sementara sejumlah warga yang tidak memiliki kendaraan memilih jalan cepat menuju terminal Cilacap di Jl Ahmad Yani. Sekitar seratusan orang berbondong-bondong berjalan cepat menuju terminal. Beberapa dari mereka adalah ibu-ibu yang menggendong anak. Gempa yang berpotensi tsunami ini juga terasa hingga Yogyakarta dan Jakarta.
“Hampir seluruh Jogja merasakan, dari laporan yg masuk ke JM,” demikian twit akun @jalimmerapi, yang selama ini memberikan informasi mengenai kondisi Merapi, Senin (4/4/2011).
“Saya lagi makan terus berasa oleng,” kata Kris, warga Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (4/4/2011).
Tidak hanya daerah di Pulau Jawa yang ikut merasakan gempa 7,1 SR di Cilacap, Jawa Tengah. Denpasar, Bali juga turut merasakan gempa pada skala II Modified Mercalli Intensity (MMI).
Sementara ini, BMKG mengimbau warga Cilacap menjauhi bibir pantai dari sekitar pantai Pangandaran sampai pantai di wilayah Cilacap.
“Imbauan tadi telah kita keluarkan sesuai dengan prosedur yang ada, yang terpenting kita mengimbau agar masyarakat menjauhi wilayah laut, menjauhi bibir pantai dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, sekitar pantai Pangandara sampai ke pantai Cilacap,” ujar Kasi Informasi Gempa BMKG, Suharjono Senin (4/4/2011) dinihari.
Suharjono mengatakan, saat ini pihak BMKG tengah mengkaji lebih lanjut mengenai potensi tsunami pasca gempa berkekuatan 7,1 SR tersebut. Jika data akurat mengenai ada tidaknya tsunami pasca gempa telah diketahui, BMKG akan segera membuat pengumuman susulan.
“Biasanya sekitar satu jam atau lebih, tergantung dengan kondisi lapangan,” papar Suharjono.
Informasi dari Madan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT. Pusat gempa berada kedalaman 10 km dan berpotensi tsunami. Selain di Denpasar, gempa juga dirasakan di Pangandaran IV MMI, KarangKates II MMI, Cisarua II MMI. [slm/kn/dtk]






































