SEANDAINYA ANGGOTA DEWAN CERDAS
Posted by KabarNet pada 30/03/2011
Kira-kira 6 tahun yang lalu tanpa sengaja penulis menyaksikan suatu peristiwa yang sangat menarik dalam salah satu acara di TV swasta, yang menarik bagi penulis bukan acaranya, namun peristiwanya yang ternyata peristiwa tersebut masih terekam baik dibenak penulis.
Acara tersebut judulnya Uang Kaget dimana ada seorang yang diberi uang sebesar 10 juta rupiah, uang tersebut harus dibelanjakan dalam waktu tertentu dan yang berhak menjadi miliknya adalah yang dibelanjakan. Pada waktu itu yang ketiban rejeki uang kaget adalah seorang remaja putri (yatim) yang tinggal di petak sederhana bersama ibunya.
Melihat penampilannya, baik dari pakaian maupun tempat tinggalnya remaja tersebut terkesan hidup dibawah standar, baik dalam hal ekonomi maupun pendidikan. Setelah menerima uang 10 juta remaja tersebut dengan sigap membelanjakan uangnya dan tepat pada waktu yang ditentukan uang 10 juta tersebut habis dibelanjakan, selanjutnya pemandu menyatakan bahwa semua hasil belanjanya menjadi miliknya.
Ada beberapa hal yang sangat luar biasa dan jauh diluar dugaan penulis terhadap kepribadian remaja tersebut sehingga tanpa terasa penulis meneteskan air mata:
- Pada waktu selesai belanja dan semua hasil belanjaannya dinyatakan syah menjadi miliknya, betapa dia dengan tulus berkali-kali mengucapkan syukur ke hadlirat Illahi, yang seakan-akan dia mendapat dunia dan seluruh isinya
- Pada waktu ditanya oleh pemandu, akan diapakan barang-barang tersebut , remaja tersebut dengan spontan menjawab “ barang-barang tersebut akan saya jual dan nanti akan saya bagikan kepada teman-teman saya sesama anak yatim, biar mereka ikut merasakan kegembiraan saya “
Dari peristiwa tersebut dapat kami tarik kesimpulan bahwa, Remaja putri tersebut sangat cerdas mengimplementasikan Agama/Islam dalam kehidupannya :
- Remaja putri tersebut yang pakaian maupun tempat tinggalnya dibawah standar tapi ternyata hatinya sangat kaya, hadiah 10 juta rupiah yang diterima seakan menerima dunia serta isinya, dia merasa sangat kaya, sehingga rezeki yang diterima perlu dibagi kepada sesama,
- Remaja putri tersebut meskipun penampilannya sangat sederhana namun jiwanya sangat mulia, ia tak rela dirinya mendapat kenikmatan sendiri, ia tak rela teman senasib tak ikut menikmati kebahagian yang diterimanya.
- Remaja putri tersebut ternyata sangat tepat menterjemahkan arti dari syukur dalam kehidupannya
Sesaat kemudian setelah acara tersebut selesai, penulis berandai-andai, seandainya para pejabat kita, para wakil rakyat kita mempunyai kecerdasan beragama seperti Remaja putri tersebut, yang mempunyai kepedulian sosial tinggi, mempunyai hati yang kaya dan mempunyai jiwa yang mulia, betapa bahagianya rakyat Indonseia tercinta ini, insya Allah tidak ada rakyat yang melarat.
Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, sebagaimana kita baca, kita dengar, kita lihat, dari berbagai media, baik media cetak maupun eletronik, banyak saudara-saudara kita tersebut yang bermasalah dengan uang rakyat dengan cara yang hina. Mereka memakan uang rakyat mengatasnamakan rakyat miskin, mengatasnamakan anak yatim untuk memuaskan keserakahan pribadi. Padahal dari segi penghasilan gaji yang mereka terima perbulan bukan hanya 10 juta, namun bisa 5 kali atau lebih, ditambah lagi beberapa fasilitas lainnya, misalnya Mobil dinas, Rumah dinas dll, dan dari segi pendidikan banyak diantara mereka yang bergelar sarjana, bahkan tidak sedikit yang berpredikat haji.
Suatu hal yang sangat memalukan dan sangat tidak pantas apa yang mereka lakukan:
- mereka berpendidikan tinggi bahkan ada yang berpredikat haji namun dalam beragama mereka bagai keledai, mereka tak peka sama sekali terhadap kondisi saudara-saudaranya
- mereka berpenampilan rapi, ber jas dan berdasi, bermobil mewah dan bersopir pribadi, ternyata jiwanya hina,
- mereka berpenghasilan melimpah namun hatinya sangat miskin, sehingga untuk memuaskan keserakahannya perlu mencuri dan merampok uang rakyat
- mereka sama sekali tak mensyukuri limpahan nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya
Dari peristiwa tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka sama sekali tidak cerdas dalam mengimplementasikan agama dalam kehidupannya
Pada saat ini dimana bangsa sedang prihatin dengan berbagai masalah : kemiskinan, pengangguran serta berbagai bencana dan musibah, banyaknya gedung sekolah ambruk, baik karena tertimpa bencana, atau karena usianya sudah tua, atau memang tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, akibatnya banyak muridnya yang terpaksa mengikuti pelajaran di di tenda-tenda, kini kita dihebohkan lagi oleh ulah para wakil rakyat, yang akan membangun gedung senilai Rp. 1.138 trilyun.
Jika demikian apanya yang disebut mewakili rakyat tersebut, saya kira tak satupun rakyat ini yang faham terhadap tingkah polah para manusia yang mengatakan mewakili rakyat tersebut.
Jika seandainya para anggota dewan tersebut cerdas maka yang paling mendesak untuk diselesaikan adalah, bagaimana mengentaskan kemiskinan, bagaimana mengentaskan pengangguran, bagaimana membangun sekolah-sekolah yang ambruk dan yang sudah reot, dan masih banyak lagi masalah yang jauh lebih penting dari sekedar membangun Gedung yang masih berdiri megah.
Jika seandainya para anggota dewan cerdas !
Jika seandainya anggota dewan cerdas maka uang sebesar Rp. 1.138 trilyun tersebut sudah bisa dipakai untuk membangun gedung sekolah yang cukup banyak.
Coba kita hitung, seandainya gedung sekolah dengan ukuran 8 X 40 m2 = 320 m2 dengan asumsi biaya pembangunan per m2 sebesar Rp. 1.5 juta = Rp. 480 juta, maka uang sebesar Rp. 1.138 trilyun tersebut dapat dipakai untuk membangun gedung sekolah sebanyak = 1.138.000.000.000 : 480.000.000 = 2.370 gedung sekolah.
Jika seandainya para anggota dewan cerdas !
Jika uang sebesar Rp. 1.138 trilyun tersebut diapakai untuk pengentasan kemiskinan dengan membentuk usaha didaerah/desa tertinggal dengan mengembangkan potensi didaerah masing-masing dengan modal masing-masing daerah/desa Rp.1 milyar, maka uang tersebut dapat dipakai untuk mendirikan 1.138 perusahaan.
Jika masing-masing perusahaan dapat menampung tenaga : S 1 = 20 orang, D3 = 40 orang, SMP/SMA 140 orang, maka uang tersebut sekaligus dapat mengentaskan pengangguran : S 1 = 22.760, D3 = 45.520, SMP/SMA = 159.320 orang, total = 227.600 orang.
Disamping tenaga yang bisa ditampung pada perusahaan tersebut, dengan adanya perusahaan baru tersebut maka secara otomatis akan tercipta lapangan kerja baru lainya ( multiplier effec ) yang diasumsikan sebesar 20% dari 227.600 orang = 45.520 orang, jadi total tenaga yang bisa dientaskan sejumlah 283.120 orang.
Konsep pengentasan kemiskinan dengan membentuk usaha didaerah/desa tertinggal dengan mengembangkan potensi didaerah, minimal ada tiga sasaran yang bisa dicapai sekaligus yaitu : pengantasan pengangguran, pengentasan kemiskinan dan penekanan urbanisasi.
(Untuk pengentasan kemiskinan dengan mengembangkan potensi daerah ini saya ada konsepnya)
Dunia beserta isinya tidak akan dapat memuaskan keserakahan manusia.
Luqmanul Hakim pernah memberi nasihat kepada anaknya : “ Duania ini sebetulnya cukup untuk memenuhi kebutuhan semua manusia, akan tetapi takkan pernah cukup untuk memuaskan keserakahan hanya seorang saja “
Bahkan Nabi Muhammad saw, pernah mengingatkan kepada manusia : “ jika manusia diberi satu lembah emas niscaya mereka ingin lembah yang kedua, jika diberi lembah yang kedua niscaya mereka menginginkan lembah yang ke tiga, dan mereka baru berhenti setelah perutnya penuh dengan tanah ( alias dikubur ) “
Memang kadang manusia bisa menjadi serakah, keserakahan manusia tersebut sebenarnya akibat dari kemiskinan hati, kemiskinan hati ini hanya bisa terpuaskan dengan mendekatkan diri kepada Allah sang pencipta dan selalu mensyukuri semua nikmat yang telah diterima dariNya, jadi tak mungkin kemiskinan hati bisa terpuaskan dengan materi, anehnya untuk memuaskan kemiskinan hatinya manusia selalu mengejar materi, ibaratnya orang haus minum air garam, makin banyak minum semakin haus, sehingga yang ada dibenaknya hanya ingin mengumpulkan materi/harta sebanyak-banyaknya tanpa mengindahkan aturan/tatanan yang ada, yang akhirnya semakin hari semakin menjauh dari Allah sang pencipta.
Allah mengingatkan kita dalam Hadist Qudsi : “ wahai hamba-hambaku sempat-sempatkanlah olehmu beribadah kepada-Ku, niscaya kupenuhi hatimu dengan kekayaan dan kedua tanganmu dengan rezeki, dan janganlah kau jauhkan diri dari-Ku, nanti hatimu penuh kemiskinan dan kedua tanganmu sarat kerepotan”
Mudah-mudahan ada guna dan manfaat bagi kita semua
Penulis: R Mintardjo Wardhani







































Alfin berkata
Smoga Alloh membls para penghisap duit rakyat itu scara kontan
RAKYAT LAPAR berkata
Bapak Mintardjo Wardhani, artikel anda sangat bagusdan cerdas. Masalahnya Anggota DPR RI itu rata2 mentalnya BOBROK!.. mereka tidak peduli terhadap RAKYAT!.. lebih baik Bapak ngurusin [maaf], kebon binatang di ragunan ketimbang ngurusin para pengkhianat RAKYAT di DPR. Sebab RAGUNAN lebih MULIA daripada gedung DPR.
Hampir 600 anggota DPR RI rata2 BAJINGAN, merekan tidak menyuarakan aspirasi RAKYAT. Yang mereka perjuangkan adalah PARTAInya masing2 dan berlomba meloloskan/ memenangkan TENDER2 mafia yang berani bayar uang jumlah besar, ini FAKTA!!!.. Bayangkan, 1 anggota DPR RI bisa meraup uang 200-500 juta per pex jika berhasil meloloskan, bahkan ada yang mendapat hingga miliaran rupiah/ org.. Tapi betapa pun saya terimakasih kepada Bapak Mintardjo Wardhani, yang sangat peduli terhadap RAKYAT dengan menyumbangkan artikel2 CERDASnya.
Abu nabil berkata
Ternyata wakil2 rakyat tidak lebih cerdas dari abg putri yg anak yatim. Sudah saatnya kita menyadari bahwa dimana2 kalo sistem demokrasi diterapkn pasti menghasilkan pejabat monyet serakah, dungu lagi korup; penguasa serigala tiran yg memangsa rakyat; rakyat bagai sapi perahan. Solusinya kedepan rakyat jgn memilih siapapun jadi pemimpin selama masih memakai sistem demokrasi dan merupakan suatu keharusan kita kembali pada sistem Islam yg bergaransi resmi dari sang pencipta manusia untuk memakmurkan bumi. Semoga kita semakin cerdas. Amin.
Wong Ndeso berkata
Apa yang dikatakan Rakyat Lapar memang benar dan meskipun Wong nDeso saya faham betul, faktanya memang demikian, jangan harap menang tender besar jika tidak ada upeti,
Dan saya juga sepakat dengan Abu Nabil selama aturan yang dipakai bukan aturan Sang Pencipta dijamin Negara tidak akan tentram alias pasti kacau balau, apalagi kalau sitem yang dipakai sistem Demokrasi, karena sistem Demokrasi kata Bapak Mintardjo dalam artikelnya di Blog ini tanggal 7 Maret 2011, sama dengan sitem Dajjal
abuhanif berkata
Semoga bapak R Mintardjo Wardhani selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT. untuk menghasilkan tulisan-2 yang cerdas dan bermanfaat bagi kita semua
taUbat berkata
CARA CERDAS MEMILIH CALONG ANGGOTA DEWAN
Siapa orangnya yang tidak “ngiler” dengan profesi sebagai anggota Dewan. Lihat saja buktinya pada masa-masa pemilihan umum legislative, orang-orang tak segan mengekor kepada sebuah partai politik yang baru dikenalnya hanya karena iming-iming pekerjaan sebagai calon anggota legislative yang sangat menggiurkan.
ANGGOTA DEWAN
Bagaimana tidak, selain kedudukan yang terhormat di masyarakat, dan profesi sebagai anggota legislative memungkinkan anda bias keliling daerah bahkan keluar negeri secara gratis dan Cuma-Cuma. Belum lagi gaji jutaan rupiah ditambah tunjangan lainnya, rumah dinas, mobil dinas dan seterusnya.
Pendek kata, seorang bisa menyulap dirinya menjadi seorang kaya raya dalam masa lima tahun jabatannya. Belum lagi jika ia tak hanya sebagai anggota dewan yang pandai, tapi juga pandai-pandai menyisihkan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya aliah korupsi. Peluang yang dimiliki untuk menjadi kaya raya, terhormat dan hidup mewah semakin terbuka lebar.
Pada saat menjelang pemilihan umum legislative, kita sering melihat sosok yang tiba-tiba saja muncul berlagak pahlawan. Berjanji akan memperjuangkan aspirasi kita sebagai rakyatnya, tapi sebelum-sebelumny kita tak pernah melihat kiprahnya di masyarakat.
Ada juga calon legislatif yang sok ingin mengayakan pemilihnya dengan sejumlah uang yang tak seberapa. Calon legislatif begini rela menghambur-hamburkan puluhan juta kekayaannya untuk mencalonkan sebagai Caleg.
Yang menyedihkan apabila usai penghitungan suara diketahui namanya tidak lolos memenuhi kuota, yang tertinggal pada orang seperti ini adalah rasa stress bawa ke psikiater dan rumah sakit jiwa.
Bukankannya terpilih sebagai anggota dewan, yang ada justru ia bergabung di komunitas orang-orang gila.
TIPS MEMILIH ANGGOTA DEWAN
Buat kita para rakyat juga tak baik jika terlalu apatis dan cuek terhadap calon-calon anggota dewan tersebut.
Bagaimana pun kita tetap harus menjalankan kewajiban kita untuk memilih pemimpin.
Persoalannya adalah bagaimanakah mengetahui dan memilih calon pemimpin yang baik untuk kita ?
BERIKUT TIPS UNTUK MEMILIH CALON ANGGOTA DEWAN YANG BAIK, ANTARA LAIN :
1. JANGAN PILIH CALEG KARENA UANGNYA
Kadang-kadang orang mencalonkan diri sebagai anggota dewan akan mengikuti gaya berbisnis.
Mengeluarkan modal terlbeih dahulu selanjutnya berupaya mengembalikan modal tersebut dan kalau bisa juga dengan meraih keuntungan yang besar. Inilah yang jadi persoalan.
Caleg-caleg partai politik yang memberlakukan prinsip bisnis dalam pencalonan dirinya sangan merangsang pelestarian budaya korupsi di kalangan instansi dan pejabat pemerintahan.
Bagaimanapun bentuk-bentuk politik uang seperti serangan fajar adalah bagian yang dilarang dalam perundang-undangan.
Namun sudah menjadi rahasia umum, salah satu factor penentu kemenangan seorang calon tak lain karena factor modal yang dimiliki dan dikeluarkan.
2. JANGAN PILIH CALEG YANG GAGAL MENGURUS KELUARGA DAN RUMAH TANGGA
Tahukah anda, keluarga adalah salah satu wujud organisasi terkecil yang mencerminkan kepemimpinan seseorang.
Sebelum ia berangkat mengurusi masyarakat dan Negara, yang pertama kali akan ia urus tentulah keluarganya.
Jangan pernah pilih caleg yang terbukti menyia-nyiakan keluarganya, member nafkah keluarganya dengan cara-cara yang tak benar, atau bahkan sampai menyakiti keluarganya sendiri secara hati dan fisik.
Pilihlah calon anggota dewan yang memiliki karmonisan dalam berumah tangga. Anak dan istri yang ditinggal selalu rindu dan menyenangi dirinya.
3. JANGAN PILIH CALEG YANG JAUH DARI NILAI-NILAI AGAMANYA
Bagaimanapun agama merupakan norma tidak tertulis yang mengikat seseorang untuk berlaku tak baik dan tak pantas.
Seseorang yang memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat, ia akan memiliki rem pribadi yang akan menghentikannya saat berbuat sesuatu hal yang menyalahi aturan.
Persoalannya adalah kejelian anda menilai sejauh manakah aplikasi nilai-nilai agama pada kehidupan calon yang akan anda pilih tersebut. (anneahira)