KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Mantan Ahmadiyah: Kembali ke Islam, Hati Saya Plong

Posted by KabarNet pada 15/03/2011

BOGOR – Penganut ajaran Ahmadiyah di Kampung Ciaruteun Udik, Desa Ciareteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, merasa senang sekaligus bahagia bisa kembali ke ajaran Islam yang benar sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an dan Hadits.

Seorang pengajut Ahmadiyah, Nurhasan, usai mengucapkan Syahadat di Masjid Al Hasan, Selasa, tidak dapat menahan rasa harunya saat satu persatu orang mendatanginya untuk berjabat tangan dan memeluknya usai mengucapkan Syahadat di Masjid Al Hasan.

“Saya merasa senang dan tidak terasing lagi. Kini saya punya banyak keluarga serta bisa mengamalkan ajaran Islam,” katanya sambil menyeka air mata di wajahnya. Nurhasan pria berusia 47 tahun merupakan Jemaah Ahmadiyah turunan yang tinggal di RT 05/RW 02 Kampung Ciaruteun Udik, Desa Ciaruteun Udik, baru saja menyatakan ke Islamannya bersama empat orang anaknya.

Nurhasan mengatakan, sejak lahir ia dan keluarganya menjadi pengikut Ahmadiyah. Orang tuanya juga pengikut Ahmadiyah. Kembali ia bersyahadat untuk mengikuti Islam yang sebenarnya diakuinya atas keinginan sendiri, Ia pun mengatakan, sudah sejak lama ingin kembali ke Islam.

“Sudah lama saya ingin kembali, mungkin ini hidayah Allah SWT dan saya bisa kembali kepada keluarga serta saudara-saudara di kampung ini,” katanya. Dengan telah menyatakan syahadat Nurhasan mengatakan ia tidak minder lagi, kedepan ia akan ikut pengajian dan shalat berjamaah dengan warga yang lainnya.

Hal serupa juga dikatakan Pura pria usia 70 tahun, ayah dari Nurhasan. Ia mengaku kembali bersyahadat Islam atas keinginan sendiri. Ia bersama lima orang anaknya termasuk Nurhasan menyatakan ke Islamannya di hadapan para masyarakat, tokoh agama dan jajaran Muspika Cibungbulang.

“Saya menangis karena saya bahagia, saya terharu ternyata banyak yang peduli kepada saya saat saya menyatakan kembali ke Islam. Ada rasa plong di hati saya. Saya jadi banyak saudara,” katanya.

Siang itu menjadi sejarah baru di Kampung Ciaruteun Udik, Desa Ciareuteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sebanyak 17 orang dari 29 orang warga Ahmadiyah menyatakan kembali bersyahadat Islam.

Sementara itu, Kepala Desa Ciaruteun Udik, Eros Kusniawati mengatakan, di daerahnya terdapat 18 kepala keluarga yang menjadi pengikut Ahmadiyah. “Pengikut Ahmadiyah ini ada 18 kepala keluarga dengan total sebanyak 95 orang. Mereka seluruhnya hidup membaur dengan masyarakat lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, ada 29 orang Jemaah Ahmadiyah di kampungnya yang menyatakan kembali ke Islam. Pada ikrar syahadat yang dilakukan hari ini, baru 17 orang yang berirkrar, sisanya lima orang JAI belum mukallaf (Baligh-red) dan tujuh orang berhalangan hadir.

Salah satu dari JAI yang menyatakan ke Islamannya adalah anak dari ketua JAI Ciaruteun Udik. Yakni Budi Harto, ia putra dari Daya yang menjadi ketua JAI Ciaruteun. “Semoga dengan sadarnya anak dari ketua JAI ini dapat menyadarkan orang tuanya dan masyarakat lainnya sehingga mereka bisa kembali ke ajaran yang benar,” ucapnya.

“Ini adalah kewajiban kita untuk saling memperhatikan saudara kita yang tengah kembali ke jalan Allah. Kita akan terus membina dan mendampingi, kita mengajak mereka bersama-sama sholat berjamaah, dan pengajian rutin di masyarakat lainya,” katanya. REPUBLIKA

6 Tanggapan to “Mantan Ahmadiyah: Kembali ke Islam, Hati Saya Plong”

  1. Muhammad berkata

    Salah satu dari JAI yang menyatakan ke Islamannya adalah anak dari ketua JAI Ciaruteun Udik. Yakni Budi Harto, ia putra dari Daya yang menjadi ketua JAI Ciaruteun.

    #######

    Waaah, kelihatan sekali bohong dan rekayasa berita REPUBLIKA ini. Ketua JAI Ciaruteun bukan Daya. Coba tanyakan kepada 29 orang itu, punya kartu & nomor AIMS. Pasti tidak punya, karena ini rekayasa dan bohong. Tujuan bohong? Agar mendapatkan petrodollar dari Timur Tengah dengan laporan bohong ini.

  2. yunus berkata

    Muhammad berkata
    16/03/2011 pada 00:28
    “Waaah, kelihatan sekali bohong dan rekayasa berita REPUBLIKA ini. Ketua JAI Ciaruteun bukan Daya. Coba tanyakan kepada 29 orang itu, punya kartu & nomor AIMS. Pasti tidak punya, karena ini rekayasa dan bohong. Tujuan bohong? Agar mendapatkan petrodollar dari Timur Tengah dengan laporan bohong ini.”

    ////

    pernyataan yang tendensius

    // mengatakan “Ketua JAI Ciaruteun bukan Daya”
    lalu menurut anda siapa?
    dan anggaplah anda benar, bisakah anda memberikan hasil scan/foto copy kartu anggota JAI dari ketua JAI Ciaruteun kepada saya?

    // mengatakan “Tujuan bohong? Agar mendapatkan petrodollar dari Timur Tengah dengan laporan bohong ini.”
    mendapatkan petrodollar?
    apakah anda sudah lupa yang pernah dibahas rekan muslim di Islam vs Ahmadiyah?
    suparman TELAH MENGAKUI DIBAYAR 10.000.000 (sepuluh juta, alex (bukan nama sebenarnya.red) TELAH MENGAKUI DIBAYAR 5.000.000 untuk menyebarkan ahmadiyah?

    jadi kesimpulannya, siapakah yang telah menerima bayaran untuk menyebarkan kebohongan?
    jawabnya SUPARMAN DAN ALEX. mereka DIBAYAR untuk menyebarkan kebohongan (ajaran ahmadiyah.red)

  3. yunus berkata

    Muhammad berkata
    16/03/2011 pada 00:28
    “Waaah, kelihatan sekali bohong dan rekayasa berita REPUBLIKA ini. Ketua JAI Ciaruteun bukan Daya. Coba tanyakan kepada 29 orang itu, punya kartu & nomor AIMS. Pasti tidak punya, karena ini rekayasa dan bohong. Tujuan bohong? Agar mendapatkan petrodollar dari Timur Tengah dengan laporan bohong ini.”

    ////

    pernyataan yang tendensius

    // mengatakan “Ketua JAI Ciaruteun bukan Daya”
    lalu menurut anda siapa?
    dan anggaplah anda benar, bisakah anda memberikan hasil scan/foto copy kartu anggota JAI dari ketua JAI Ciaruteun kepada saya?

    // mengatakan “Tujuan bohong? Agar mendapatkan petrodollar dari Timur Tengah dengan laporan bohong ini.”
    mendapatkan petrodollar?
    apakah anda sudah lupa yang pernah dibahas rekan muslim di Islam vs Ahmadiyah?
    suparman TELAH MENGAKUI DIBAYAR 10.000.000 (sepuluh juta, alex (bukan nama sebenarnya.red) TELAH MENGAKUI DIBAYAR 5.000.000 untuk menyebarkan ahmadiyah?

    jadi kesimpulannya, siapakah yang telah menerima bayaran untuk menyebarkan kebohongan?
    jawabnya SUPARMAN DAN ALEX. mereka DIBAYAR untuk menyebarkan kebohongan (menyebarkan ahmadiyah.red)

  4. Satpam Blog berkata

    Terjadi salah ketik nama oleh Republika pd artikel di atas. Nama ketua JAI Ciaruteun tertulis “Daya”, itu kurang huruf “T”, jadi yang betul “DAYAT” sesuai berita Kabarnet sbb:

    http://kabarnet.wordpress.com/2011/03/12/perumahan-kelompok-aliran-ahmadiyah-bogor-diserang/

    (Ada bajingan yg sakit hati atas datangnya Hidayah Allah bagi para mantan Ahmadi tsb. Jadi teringat lagu ndangdut yg berjudul: ‘TAK RELA’).

  5. LAGU LAMA berkata

    Malu aku malu ….
    Pada umat Rasululah ….
    Yang berbicara di sini ….
    Manatap ku curiga ….
    Seakan penuh tanya ….
    Sedang apa ku di sini ….

    Menanti DOLLAR MATA SATU

  6. Muhammad berkata

    Saya kenal dengan Ketua JAI Ciaruteun, bukan Daya atau Dayat.

    Coba tanya sama Suparman & Alex (bukan nama sebenarnya), lalu verifikasi dengan PB JAI. Untuk apa uang itu? Yang pasti bukan untuk menyebarkan kebohongan, tetapi Dakwah Islam Sejati.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: