Undangan: APEL SIAGA UMAT ISLAM 1 Maret 2011
Posted by KabarNet pada 28/02/2011
Umat Islam Menuntut Pembubaran “AHMADIYAH”
UNDANGAN TERBUKA

APEL SIAGA UMAT ISLAM
“BUBARKAN AHMADIYAH”
Selasa, 1 Maret 2011, Pukul 13:00 WIB – Selesai
Start Bundaran HI, Long March ke Depan Istana Negara
Bersama para Kyai, Ulama, Tokoh dan Habaib se-Jabodetabek
Informasi : Bernard Abdul Jabbar, HP : 0856 9261 7859
FORUM UMAT ISLAM [FUI]
——————
KEISLAMAN KAMI TERUSIK DENGAN PENISTAAN “AHMADIYAH”
MAKA DENGAN IJIN ALLAH…
KAMI AKAN HADIRI UNDANGAN SEMATA KARENA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA… KAMI AKAN HADIR KARENA AGAMA KAMI DINODAI… KAMI AKAN HADIR KARENA BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW DIDUSTAKAN OLEH PEMBOHONG… KAMI AKAN HADIR KARENA KEHORMATAN ISLAM DILECEHKAN OLEH KAUM PEMBOHONG… KAMI AKAN HADIR KARENA PEMERINTAH MEMELIHARA ALIRAN PEMBOHONG YANG MELUKAI HATI UMAT ISLAM…
YA ALLAH SAKSIKANLAH, BAHWA KAMI TELAH BERDA’WAH DAN BERJUANG UNTUK MEMPERTAHANKAN KESUCIAN AQIDAH ISLAM DAN KEHORMATAN BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW…
HASBUNALLAH WA NA’MAL WAKIIL
NI’MAL MAULA WA NI’MANNASHIIR
Catatan : Abaikan pengumuman ini bila Pemerintah membubarkan Organisasi Ahmadiyah sebelum tanggal 1 Maret 2011.
Entri ini dituliskan pada 28/02/2011 pada 00:00 dan disimpan dalam Info, Kabar Umat, Penderitaan Rakyat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































ALIEN berkata
Munculnya Imam Mahdi
Posted on 2 March 2008 by admin
Di antara tanda-tanda Kiamat kubro adalah datangnya al-Mahdi yang memegang kendali umat, memperbarui agama, memimpin dengan landasan Islam, menebarkan keadilan di antara manusia, tidak ada satu sunnah Islam kecuali dia menegakkannya, tidak ada bid’ah kecuali dia memberantasnya. Umat mengecap nikmat di bawah kepemimpinannya yang belum pernah didengar sebelumnya. Datangnya Mahdi menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah kebenaran yang telah ditetapkan oleh dalil-dalil yang shahih.
Telah tertulis dalam sunnah yang shahih bahwa nama al-Mahdi dan bapaknya sesuai dengan nama Nabi saw dan bapaknya.
Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw berkata, “Seandainya tidak tersisa dari dunia ini kecuali satu hari niscaya Allah akan memanjangkan hari itu sehingga Dia mengutus di hari itu seseorang dariku atau dari ahli baitku namanya sama dengan namaku, nama bapaknya sama dengan nama bapakku, dia memenuhi bumi….”
Dalam riwayat lain, “Dunia tidak akan berakhir sehingga orang-orang Arab dipimpin oleh seorang laki-laki dari ahli baitku namanya sesuai dengan namaku.” (HR. Abu Dawud no. 4282 dan at-Tirmidzi no. 2231 dan dia berkata, “Hasan shahih”. Dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no.1529). Jadi Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah.
Nasabnya tidak diragukan dari ahli bait Rasulullah saw. Riwayat-riwayat yang berjumlah banyak menyatakan bahwa dia adalah keturunan Fatimah yang suci putri Nabi saw.
Dari Ummu Salamah berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fatimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284 dan Ibnu Majah no.4135)
Dari Ali bin Abu Thalib berkata, Rasulullah saw telah bersabda, “Al-Mahdi dari kalangan kami ahli bait, Allah menjadikannya baik dalam satu malam.” (HR. Ahmad 1/84 dan Ibnu Majah no. 4136)
Dari sabda Nabi saw dalam riwayat-riwayat di atas tentang nasab al-Mahdi, “… Kemudian muncul seorang laki-laki dari keluargaku atau dari ahli baitku….”
Semua hadis-hadis ini menegaskan bahwa al-Mahdi berasal dari Nabi saw dari putra Fatimah Az-Zahra. Ini adalah keyakinan mayoritas umat, maka tidak boleh membuang hadits-hadits ini dengan mengambil hadits-hadits yang lemah dan palsu karena tujuan dan hawa nafsu tertentu.
Di antara sifat-sifat al-Mahdi yang tertulis di dalam sunnah adalah tipisnya rambut yang tumbuh di kedua sisi kepalanya karena setengah kepalanya botak. Di antara sifat-sifatnya adalah berhidung mancung, ujung hidungnya tipis, bagian tengahnya menonjol, seperti yang tertulis dalam hadis Abu Said al-Khudri berkata, saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Al-Mahdi dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun.” (HR. Ahmad 3/17 dan Abu Dawud no. 4285, dishahihkan oleh al-Albani dalam takhrij al-Misykah no. 5454).
Di antara petunjuk tentang al-Mahdi adalah munculnya dia di zaman di mana kezhaliman dan penindasan merajalela, lalu dengan perintah Allah dia menegakkan keadilan dan kebenaran, melarang kedzaliman dan penindasan, dengannya Allah menegakkan panji kebaikan pada umat, di mana Allah menurunkan hujan dengan lebat tidak setetes pun yang disimpan, bumi menumbuhkan segala macam buah-buahan tanpa menyimpan satu pun, binatang ternak berkembang biak dengan cepat karena banyaknya makanan, dan harta kekayaan mengalir lalu dibagi-bagi secara sama rata di antara manusia.
Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Rasulullah bersabda, “Al-Mahdi akan muncul di akhir umatku, Allah menurunkan hujan untuknya, bumi menumbuhkan pohon-pohonnya, harta kekayaan dibagi secara merata, binatang ternak berkembang pesat, umat menjadi besar. Dia hidup tujuh atau delapan.” (HR. al-Hakim 4/557-558, dia berkata, “Sanadnya shahih tetapi tidak diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.” Disetujui oleh adz-Dzahabi, hadits ini dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 711).
Tidak ada riwayat yang shahih dan jelas yang menunjukkan tempat kemunculannya atau zamannya. Akan tetapi para ulama menarik kesimpulan dari pengertian sebagian riwayat meskipun tidak seratus persen pasti.
Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Fitan Wal Malahim berkata, “Kemunculan al-Mahdi terjadi di akhir zaman, di negara-negara belahan timur, bukan dari Sirdab Samura’ seperti yang diklaim oleh orang-orang Syi’ah yang bodoh di mana al-Mahdi telah berada di sana saat ini, sementara mereka menunggu kemunculannya di akhir zaman. Keyakinan ini adalah kebodohan, bisikan dan tipu daya setan….”
Dalam buku yang sama Ibnu Katsir berkata, “Menurut saya kemunculan al-Mahdi mendahului turunnya Isa bin Maryam AS sebagaimana hadits-hadits menunjukkan hal itu.”
Di sini saya menyuguhkan kepada pembaca yang mulia sebagian riwayat yang yang menunjukkan secara tersirat tentang al-Mahdi.
Dari Jabir bin Abdullah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Akan selalu ada segolongan manusia dari umatku yang berperang di atas kebenaran, mereka memperoleh kemenangan sampai hari Kiamat. Lalu Isa turun, Amir kaum muslimin berkata, ‘Kemarilah, jadilah kamu sebagai imam shalat bagi kami.’ Dia menjawab, ‘Tidak. Sesungguhnya sebagian di antara kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain dan hal itu adalah kehormatan dari Allah kepada umat ini’.” (HR. Muslim no. 156). Syaikh al-Albani dalam tahqiq shahih Muslim menyatakan bahwa imam atau amir ini adalah al-Mahdi.
Yang bisa dicermati dari riwayat ini tidak ditentukannya nama imam atau amir yang shalat sebagai imam sampai dengan datangnya Nabi Isa.
Akan tetapi terdapat riwayat yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Manar al-Munif dengan lafazh, “Lalu amir mereka al-Mahdi berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam….” Kemudian Ibnul Qayyim berkata sesudahnya, “Riwayat ini sanadnya jayid (bagus).”
Dari Ummu Salamah berkata, Rasulullah saw berkata, “Seseorang berlindung kepada baitullah, lalu sebuah tentara dikirim kepadanya. Ketika mereka sampai di tanah yang lapang, mereka dibenamkan.” Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan orang yang terpaksa?” Nabi saw menjawab, “Dia dibenamkan bersama mereka tetapi dia dibangkitkan pada Hari Kiamat sesuai dengan niatnya.” (HR. Muslim no. 2882 dan at-Tirmidzi no 1272)
Dari Hafshah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Akan berlindung dengan rumah ini yakni Ka’bah suatu kaum, mereka tidak mempunyai perlindungan, tidak pula memiliki sekutu, dan tidak pula memiliki perlengkapan untuk membela diri, sebuah pasukan diutus kepada mereka, ketika pasukan ini sampai di tanah lapang mereka dibenamkan.” (HR. Muslim no. 2883 dan an-Nasa`i 5/207).
Kedua riwayat dari Ummul Mukminin ini mengandung isyarat yang jelas adanya seseorang yang berlindung kepada baitullah, dan bahwa dia dari Quraisy, dia didukung oleh pertolongan Allah dengan membenamkan musuhnya. Akan tetapi apakah dia adalah al-Mahdi yang namanya secara nyata disebutkan dalam hadits-hadits shahih di atas? Tidak ada dalil yang qath’i dalam hal ini, akan tetapi secara tersirat adalah dia. Wallahu a’lam.
Hadits-hadits yang shahih telah menyebutkan adanya seorang khalifah di mana kemakmuran mencapai puncaknya pada zamannya sehingga dia meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya, dia membagikan harta itu tanpa perhitungan. Akan tetapi riwayat-riwayat itu tidak menyebutkan nama khalifah tersebut.
Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Nabi saw bersabda, “Akan muncul di kalangan kalian seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya.” Dalam riwayat lain, “Memberikan harta kepada manusia tanpa perhitungan.” Dalam riwayat lain, “Akan muncul di akhir umatku seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya.” (HR. Muslim no. 2913).
Dari kumpulan riwayat di atas jelaslah bagi kita secara tersurat dan tersirat bahwa al-Mahdi adalah seorang yang shalih yang muncul dari arah timur, dia lari dari Madinah berlindung ke baitullah, lalu dia di baiat di Ka’bah yang mulia di antara rukun dan maqam, lalu satu pasukan diutus untuk membunuhnya, tetapi mereka dibenamkan, Allah memberikan pertolongan dan dukungan kepadanya dan dia berhukum kepada Islam. Dia menyebarluaskan keadilan di antara manusia, kemakmuran dan ketenteraman merata, dia bertemu dengan Nabi Isa, dia menjadi imam bagi umat dan Nabi Isa shalat di belakangnya, lalu dia membantunya membunuh Dajjal, dia hidup 7 atau 9 tahun.
Ada beberapa ulama dan imam yang telah menyatakan bahwa hadits-hadits tentang Mahdi mencapai tingkatan mutawatir secara maknawi. Kepada pembaca yang budiman saya nukilkan beberapa ucapan mereka agar jiwa kita semakin mantap terhadap pendapat kita.
Allamah Muhammad As-Sifarini dalam bukunya Al-Masihud Dajjal Wa Asrorus Saa’ah berkata, “Allamah Syaikh Mar’i di dalam bukunya Fawaidul Fikri menukil dari Abul Hasan Muhammad bin Al-Husain berkata, ‘Hadits-hadits dari Rasulullah saw tentang al-Mahdi dan bahwa dia dari ahli bait Nabi saw telah mencapai tingkatan mutawatir dan para perawinya terkumpul dalam jumlah yang banyak’.”
Dia juga berkata, “Riwayat-riwayat yang berjumlah banyak telah menyatakan kedatangannya sehingga riwayat-riwayat itu mencapai tingkatan mutawatir maknawi. Hal ini telah dikenal luas di kalangan Ahlus Sunnah sehingga ia termasuk salah satu keyakinan mereka.”
Dia juga berkata, “Terdapat riwayat-riwayat yang beragam dari para sahabat baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebut namanya begitu pula dari para tabiin sesudah mereka, di mana secara keseluruhan menunjukkan ilmu yang qath’i (pasti) maka iman kepada kedatangan al-Mahdi hukumnya wajib sebagaimana hal itu telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Begitu pun di kalangan syi’ah, hanya saja al-Mahdi mereka adalah Muhammad bin Hasan Al-Askari.”
Syaikh Muhammad Al-Barzanji dalam bukunya Al-Isya’ah Li Asyrotis Saa’ah berkata, “Telah diketahui bahwa hadits-hadits tentang al-Mahdi, kemunculannya di akhir zaman dan bahwa dia dari keluarga Rasulullah saw dari keturunan Fatimah telah mencapai tingkatan mutawatir maknawi, maka tidak ada alasan untuk mengingkarinya.”
Allamah Muhammad Sidik Khalid bin Hasan Al-Qanuji dalam bukunya Al-Idza’ah Lima Kaana Wa Ma Yakunu Baina Yadayis Saa’ah berkata, “Hadits-hadits tentang al-Mahdi dengan riwayat-riwayat yang beragam sangatlah banyak mencapai derajat mutawatir maknawi. Hadits-hadits itu terdapat dalam buku-buku sunan, musnad-musnad, mu’jam-mu’jam dan lain-lainnya.”
Dalam buku yang sama, dia menukil ucapan Imam asy-Syaukani, “Hadits-hadits mutawatir yang menerangkan al-Mahdi yang ditunggu-tunggu yang bisa diketahui berjumlah 50 hadis. Di antaranya ada yang shahih, hasan, dhaif dan dhaif yang terkatrol. Semua hadits-hadits itu mutawatir tanpa keraguan dan tanpa kesamaran, bahkan untuk angka yang di bawahnya sudah cukup disebut mutawatir menurut istilah-istilah yang telah disepakati dalam ilmu ushulul hadits. Adapun atsar-atsar dari sahabat yang secara nyata menerangkan al-Mahdi maka jumlahnya banyak juga di mana atsar-atsar itu mempunyai hukum hadits marfu’ karena tidak ada peluang ijtihad dalam masalah seperti ini.”
ALIEN berkata
Nabi Isa AS (عيسى)
Isa (عيسى) merupakan seorang nabi yang penting dalam agama Islam. Dalam Kitab Suci Al Qur’an, ia dipanggil Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Kata ini diperkirakan berasal dari bahasa Aram, Eesho atau Eesaa. Yesus Kristus adalah nama yang umumnya dipakai umat Kristen untuk menyebutnya, sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu’ al-Masih (يسوع المسيح).
Narasi Qur’an tentang Isa dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya. Kemudian Qur’an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (QS Ali Imran: 45)
Beberapa kepercayaan yang dianut ummat Islam mengenai Isa antara lain :
1. Silsilah nabi Isa tersambung kepada nabi Ibrahim melalui putranya Ishak
2. Isa adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa bersama dengan (Muhammad, Ibrahim, Musa dan Nuh).
3. Isa diutus untuk kaum bani Israil
4. Isa bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan, melainkan salah seorang manusia yang diangkat menjadi nabi dan rasul sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum.
5. Kelahiran Isa terjadi dengan ajaib, tanpa ayah biologis, atas kekuasaan Tuhan. Ibunya (Maryam) adalah dari golongan mereka yang suci dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
6. Isa memiliki beberapa keajaiban atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, Ia mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari, Ia berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur’an juga diceritakan saat Ia menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan penyakit lepra.
7. Isa menerima wahyu dari Tuhan yakni Injil (merujuk pada Perjanjian Baru agama Kristen), namun versi yang dimiliki oleh umat Kristiani saat ini dipercayai telah berubah dari versi aslinya. Beberapa pendapat dalam Islam menyebutkan bahwa Injil Barnabas adalah versi Injil paling akurat yang ada saat ini.
8. Isa tidaklah dibunuh maupun disalib, Tuhan membuatnya terlihat seperti itu untuk mengelabui musuh-musuhnya. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia, sedangkan Isa sendiri diangkat langsung ke surga dan musuhnya yang diserupakan tadi adalah orang yang disalib.
Sementara pendapat lain (antara lain Ahmad Deedat) mengatakan bahwa Isa benar-benar disalib namun tidak hingga mati kemudian diangkat ke surga. Terdapat pula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan Yudas Iskariot.
Isa masih hidup dan berada di surga, suatu hari Ia akan datang kembali ke bumi untuk melawan Dajjal (atau Antikristus dalam agama kristen) dan merupakan salah satu tanda-tanda dekatnya hari kiamat.
Isa bukan merupakan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia bertanggung jawab dan akan diadili atas perbuatannya sendiri.
ALIEN berkata
Tanda-Tanda Hari Kiamat
Posted on 2 March 2008 by admin
Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.
Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.
Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.
Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)
Tanda-Tanda Kiamat Kecil
Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.
Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:
1. Diutusnya Rasulullah saw
Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)
2. Disia-siakannya amanat
Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)
3. Penggembala menjadi kaya
Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)
4. Sungai Efrat berubah menjadi emas
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)
5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam
”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).
6. Banyak terjadi pembunuhan
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)
7. Munculnya kaum Khawarij
Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).
8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman
“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)
9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)
10. Dominannya Fitnah
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).
11. Sedikitnya ilmu
12. Merebaknya perzinahan
13. Banyaknya kaum wanita
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)
14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)
15. Menyebarnya riba dan harta haram
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)
Tanda-Tanda Kiamat Besar
Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.
Hudzaifah bin As-yad al-Ghifaryberkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi MuhammadS.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :
1. Asap
2. Dajjal
3. Binatang melata di bumi
4. Terbitnya matahari sebelah barat
5. Turunnya Nabi Isa A.S
6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
7. Gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di jazirah Arab
10. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka.
Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa.Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.
Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka. Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, iaakan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’. Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.Sakan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.
Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satulagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini,bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum nescaya tidak akan tinggal walau pun setitik.
Rasulullah S.A.W telah bersabda,” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualandi pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan.Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina,orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang dimasjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”
Berkata Ali bin Abi Talib,Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja,agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut AsmaAllah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga.Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain dari pada agama, orang lelaki taat kepada isterinya,mendurhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, oarng dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan kerana takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat.”
Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya: Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)
Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)
Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :
1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
3. Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
5. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.
Alam dunia adalah salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh manusia, suatu saat nanti dunia ini akan berakhir dan manusia berpindah kepada fase kehidupan berikutnya yaitu alam akhirat. Akhir kehidupan dunia inilah yang disebut Kiamat.
Kiamat pasti tiba tanpa ragu sedikit pun, kepastian terjadinya ditetapkan oleh dalil-dalil al-Qur`an dalam jumlah yang besar. Di antara dalil-dalil tersebut adalah:
a. Firman Allah, “Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7).
b. Firman Allah, “Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir: 59).
c. Firman Allah, “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1).
Dari sunnah Nabi saw di antaranya sabda beliau,
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَبْنِ وَيَقْرِنُ إِصْبَعَيْهِ السَّبـَّابَةَ وَالوُسْطَى .
“Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat adalah seperti ini,’ beliau menyandingkan antara jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Meskipun Kiamat pasti terjadi akan tetapi Allah merahasiakan waktunya. Dia tidak berkenan memberitahukan kepada seorang pun, tidak kepada nabi yang diutus tidak kepada malaikat yang dekat. Jadi ilmu tentangnya mutlak di tangan Allah semata.
Dalil yang menetapkan hal itu di antaranya:
Firman Allah, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-A’raf: 187).
Firman Allah, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman: 34).
Firman Allah, “Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi Hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab: 63).
Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi saw bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi saw menjawab,
مَا المَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ .
“Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Walaupun Allah merahasiakan kapan terjadinya Kiamat akan tetapi tidak dengan tanda-tandanya. Dia berkenan memberitahukannya kepada Nabi saw lalu beliau menyampaikannya kepada kita. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda,
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيْمَتَانِ ، يَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيْمَةٌ ، دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ . وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ ، قَرِيْبٌ مِنْ ثَلاَثِيْنَ ، كُلُّهَمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ ، وَحَتَّى يُقْبَضَ العِلْمُ وَتَكْثُرُ الزَّلاَزِلُ ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ ، وَتَظْهَرَ الفِتَنِ ، وَيَكْثُرَ الهَرْجُ ، وَهُوَ القَتْلُ . وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمْ المَالِ ، فَيَفِيْضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ المَالِ مَنْ يَقْبَلْ صَدَقَتَهُ ، وَحَتَّى يَعْرِضَهُ ، فَيَقُوْلُ الّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ : لاَ أَرَبَ لِي بِهِ . وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي البُنْيَانِ . وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُوْلُ : يَا لَيْتَنِي مَكَانَه .
“Kiamat tidak terjadi sehingga ada dua kelompok besar bertikai yang memakan korban besar, seruan keduanya satu, dan sehingga muncul para Dajjal pembual besar mendekati 30, semuanya mengaku sebagai rasul Allah dan sehingga ilmu diangkat, gempa terjadi dalam jumlah besar, zaman menjadi dekat, fitnah besar muncul dan pembunuhan merajalela, sehingga harta melimpah di kalangan kalian, ia melimpah sehingga pemilik harta mencari-cari siapa yang menerima sedekahnya, dan sehingga dia menawarkannya maka orang yang ditawari berkata, ‘Aku tidak memerlukannya,’ sehingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan dan sehingga seseorang melewati kubur orang lain dan dia berkata, ‘Seandainya aku yang menggantikannya’.”
ben spies berkata
apakah ini syarat-syarat bai’at dlm jemaat ahmadiyah?
1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu tanpa putus-putusnya sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga berikhtiar senantiasa akan mengerjakan shalat tahajud, dan mengirimkan shalawat kepada junjungannya Yang Mulia Rasulullah s.a.w, dan setiap hari akan membiasakan mengucapkan pujian dan sanjungan terhadap Allah Ta’ala dengan mengingat karunia-karunia-Nya dengan hati yang penuh rasa kecintaan.
4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah seumumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.
5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah atau pun senang, dalam keadaan duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas putusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di dalam jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan jadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.
7. Meninggalkan takabur dan sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus dan sopan-santun.
8. Akan menghargai agama, kehormatan agama, dan mencintai Islam lebih daripada jiwanya, harta bendanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya.
9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah seumumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.
10.Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba Allah Ta’ala ini, semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya.
Sinargalih berkata
LOGIKA berkata
28/02/2011 pada 19:52
###Mengenai Al-Mahdi, yang disyatratkan dalam sabda nabi di atas akan bernama sama seperti Nabi Muhammad SAW, yakni Muhammad dan bernama bapak sama seperti Nabi Muhammad SAW, yakni Abdul Muthalib akan dimunculkan oleh Allah SWT dari belahan dunia Timur.###
ALIEN berkata
28/02/2011 pada 21:26
Munculnya Imam Mahdi
Posted on 2 March 2008 by admin
###Dalam riwayat lain, “Dunia tidak akan berakhir sehingga orang-orang Arab dipimpin oleh seorang laki-laki dari ahli baitku namanya sesuai dengan namaku.” (HR. Abu Dawud no. 4282 dan at-Tirmidzi no. 2231 dan dia berkata, “Hasan shahih”. Dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no.1529). Jadi Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah.###
Kedua tulisan diatas menyimpulkan nama Imam Mahdi yang berbeda. Ada Muhammad bin Abdul Mutholib dan ada Muhammad bin Abdullah. Silahkan, kalian berbeda pendapat dalam hal ini, sebagaimana Ahmadiyah pun berhak untuk berbeda pendapat, karena menurut Rasulullah saw, “perbedaan pendapat di dalam umatku adalah Rahmat”.
Ahmadiyah menyimpulkan bahwa Imam Mahdi itu namanya adalah Ahmad (Shahih Bukhari) yang sesuai dengan nama sifat Nabi Muhammad saw (HR. Abu Dawud no. 4282 dan at-Tirmidzi no. 2231). Nama bapaknya adalah Ghulam Murtadha (Hamba yang diridhoi-Nya) yang seperti Abdullah (Hamba Allah) nama bapaknya Nabi Muhammad saw (Misykat Jilid II, hadits no.5452).
Terlepas dari perbedaan kesimpulan dalam menafsirkan hadits-hadits mutawatir tersebut, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk menganalisa kedatangan Imam Mahdi, seperti misalnya waktu kedatangannya, tempatnya, keturunannya dan tanda falaq serta keadaan umat Islam pada saat kedatangan Imam Mahdi. Saya ingin menyampaikan pertanyaan berikut ini:
Kapankah Allah akan mengutus/membangkitkan Imam Mahdi menurut Al Quran & hadits?
- Dalam kitab An-Najmuts-Tsaqib jilid II hal.259 diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Yaman ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila sudah lewat 1240 tahun Hijrah, Allah akan membangkitkan Imam Mahdi.”
- Imran bin Hushain ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tiga abad pertama Islam akan merupakan masa yang terbaik, sesudah itu kepalsuan akan tersebar, dan suatu masa kegelapan akan datang dan meluas sampai seribu tahun.” (HR Bukhari & Tirmidzi). Kata seribu tahun merupakan tafsir Rasulullah saw tentang QS As-Sajdah 32:6 yang artinya, “Dia (Allah) merencanakan peraturan ini dari langit sampai bumi, kemudian (peraturan) itu akan naik kepada-Nya dalam satu hari, yang hitungan lamanya seribu tahun dari apa yang kamu hitung.”
- Di dalam QS Al Buruuj 85:3, Allah berfirman: “Dan demi Hari yang dijanjikan.”
“Hari yang dijanjikan” dapat berarti hari, ketika Imam Mahdi/Masih Mau’ud as akan diutus Allah untuk kebangkitan Islam. Pada hakikatnya dalam sejarah Islam, hari-hari semacam itu dapat juga disebut “Hari yang dijanjikan”, misalnya hari saat Pertempuran Badar dan hari ketika Pertempuran Khandak yang berkesudahan dengan kejayaan besar umat Islam, dan juga hari jatuhnya Mekkah. “Hari yang dijanjikan” itu dapat pula berarti, hari ketika orang-orang muttaki akan merasakan kelezatan nikmat pertemuan dengan Tuhan mereka. Tetapi, “Hari yang dijanjikan” yang paripurna itu ialah masa kebangkitan Rasulullah saw yang kedua-kalinya dalam wujud pribadi wakil beliau saw pada permulaan abad ke-14 Hijriah ketika agama Islam akan memperoleh kehidupan baru dan akan menang atas semua agama lainnya. Bila dihitung jumlah huruf Arab dalam kalimat “walyaumil mau’uud” atau “Hari yang dijanjikan” ada 13. Maka angka 13 dapat ditafsirkan bahwa nubuatan Rasulullah saw tentang kedatangan Imam Mahdi/Masih Mau’uud akan zahir setelah lewat 13 abad Hijriah.
Dari dua hadits dan ayat suci Al Quran tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Imam Mahdi akan dibangkitkan pada akhir abad ke-13H (setelah tahun 1240H) atau pada permulaan abad ke-14H (setelah 13 abad Hijriah). HMGA as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi pada tahun 1306H atau permulaan abad ke-14 Hijriah.
Adakah orang lain (misalnya: Muhammad bin Abdul Mutholib atau Muhammad bin Abdullah) yang diutus Allah untuk mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi pada permulaan abad ke-14H, selain HMGA?
Marilah kita berfikir, berjuang dan berdoa untuk kebangkitan Islam tanpa harus Demo atau Apel Siaga dan semacamnya untuk pembubaran Ahmadiyah (yang minoritas di NKRI ini) dengan revolusi atau menggulingkan pemerintahan SBY. Kontra Produktif.
Wahyu Blogger Indonesia berkata
mantap……
ayo dukung penegakan Islam Kaffah…
Selamat berjuang !!!
ISMU SULTAN berkata
“AKHLAK”
(AKurasi Hidup LAkonkan Kitab)
Akhlak ANAK
Bergantung pada akhlak AYAH IBUnya.
(Pemimpin dalam keluarga)
Akhlak MURID
Bergantung pada akhlak MURSYID GURUnya.
(Pemimpin dalam menuntut ilmu)
Akhlak UMMAT
Bergantung pada akhlak ALIM ULAMAnya.
(Pemimpin dalam agama)
Akhlak RAKYAT
Bergantung pada akhlak RAJA dan SULTANnya. (Pemimpin dalam negara)
Akhlak PEMIMPIN
Bergantung pada ILMU PENGETAHUANnya.
(Lahir dan Batin)
Tingkah laku anak
Tingkah laku murid
Tingkah laku ummat
Tingkah laku rakyat
Semuanya adalah cerminan dari tingkah laku para pemimpinnya.
Pemimpin dapat berbohong namun cermin tak dapat berdusta.
Lihatlah rakyat dalam cermin pemimpinnya, sudah tentu DUPLIKASI.
Inilah disebut INJIL artinya FENOMENA
(gambaran).
Yang telah tertulis didalam AL-QUR’AN
artinya BACAAN (teks) sebagai KITAB artinya PELAJARAN,maksudnya….. pelajari-lah
KI-T-AB(KIasan & Tamsilan ABadi).
Yang tertuang didalam;
NASKAH PROKLAMASI 1
(NASib dan langKAH)
(PRO Kontra LAnjutan MAsa SIlam)
Selama 64 tahun.
Sampai dengan
NASKAH PROKLAMASI 2
(NASib KAmu Hingga)
(PRO Kontra LApisan MAsyarakat SIrna)
9 tahun kedepan
Allah memulai kejadian, kemudian dia pula mengulangnya sesudah itu kamu dikembalikan kepadaNya.
(Ar-rum 11)
Tiadakah mereka memperhatikan, bagaimana Allah memulai kejadian, kemudian Dia mengulangnya. Sesungguhnya
demikian itu mudah bagi Allah.
(Al-ankabut 19)
Sesungguhnya Kami jadikan apa yang dimuka bumi sebagai perhiasan, supaya Kami uji, mana diantara mereka, orang yang lebih baik perbuatannya.
(Al-kahfi 7)
Perangilah(pola fikir) mereka itu, hingga tak ada fitnah dan adalah sekalian agama milik Allah. Jika mereka berhenti (berselisih), sesungguhnya Allah Mahamelihat apa-apa yang mereka kerjakan.
Apabila mereka berpaling ketahuilah,
bahwa Allah wali kamu, sebaik-baik wali
dan sebaik-baik penolong.
(Al-anfal 39-40)
Demikianlah keterangan dari ALLAH semoga ummat ini jangan salah DOKTRIN.
Bersatulah generasi mudaku, robahlah pola fikirmu lebih terbuka untuk menerima kebenaran.
Jadilah generasi muda yang
SUFI(SUci FIkirannya).
Untuk menegakkan FILSAFAT negeri tercinta ini yaitu;
PANTJASILA
(PANcaran TJAhaya SInar LAngit)
Pedoman Anak Negeri Tujuan Jang Akhir
Seluruh Insan Lima Ayat
PANTJASILA ABADI!!!
Wassalam
Sinargalih berkata
Wahyu Blogger Indonesia berkata
01/03/2011 pada 02:47
###mantap……
ayo dukung penegakan Islam Kaffah…
Selamat berjuang !!!###
Setujuuuuu. Tapi, bagaimana caranya?
(1) Hentikan kekerasan, demo-demo, apel siaga dan semacamnya, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang Kaffah.
(2) Jangan hiraukan ajakan para pemimpin ormas-ormas radikal yang mengatas-namakan Islam, karena menurut Rasulullah saw salah-satu tugas Imam Mahdi adalah menghentikan radikalisme peperangan.
(3) Waspadailah dan hindarilah tulisan-tulisan para Ulama Uhum yang berisi fitnah tentang Ahmadiyah, karena fitnah itu lebih buruk daripada pembunuhan (QS Al Baqarah 2:192).
(4) Untuk menegakkan Islam yang Kaffah, umat Islam harus bersatu dalam Jamaah Islam, tidak boleh bercerai-berai (QS Ali Imran 3:104), maka ta’atilah perintah Allah dan Rasulullah saw berikut ini:
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah, Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud no.4074, Sunan Ibnu Majah no.4084).
Geli.... berkata
Sinargalih berkata
01/03/2011 pada 07:23
Wahyu Blogger Indonesia berkata
01/03/2011 pada 02:47
###mantap……
ayo dukung penegakan Islam Kaffah…
Selamat berjuang !!!###
Setujuuuuu. Tapi, bagaimana caranya?
(1) Hentikan kekerasan, demo-demo, apel siaga dan semacamnya, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang Kaffah.
(2) Jangan hiraukan ajakan para pemimpin ormas-ormas radikal yang mengatas-namakan Islam, karena menurut Rasulullah saw salah-satu tugas Imam Mahdi adalah menghentikan radikalisme peperangan.
(3) Waspadailah dan hindarilah tulisan-tulisan para Ulama Uhum yang berisi fitnah tentang Ahmadiyah, karena fitnah itu lebih buruk daripada pembunuhan (QS Al Baqarah 2:192).
(4) Untuk menegakkan Islam yang Kaffah, umat Islam harus bersatu dalam Jamaah Islam, tidak boleh bercerai-berai (QS Ali Imran 3:104), maka ta’atilah perintah Allah dan Rasulullah saw berikut ini:
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah, Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud no.4074, Sunan Ibnu Majah no.4084).
Ujung2nya Ghulam…..
Maaf mas, umat Islam telah bersatu tuh…!
pelangi berkata
sinargalih poin 4
“(4) Untuk menegakkan Islam yang Kaffah, umat Islam harus bersatu dalam Jamaah Islam, tidak boleh bercerai-berai (QS Ali Imran 3:104)”
umat Islam telah bersatu untuk melawan ahmadiyah & pembela-pembelanya yang ingkar qur’an dan sunnah
Sinargalih berkata
Geli…. berkata
01/03/2011 pada 08:58
###Maaf mas, umat Islam telah bersatu tuh…!###
Ya, memang umat Islam bersatu dalam cerai-berai, ada Sunny ada Syi’ah, Wahabi, Naqsabandiyah, Qadariyah, Muta’zilah, Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyyah, FPI, MMI dan lain sebagainya yang tidak kompak.
Pelangi berkata
01/03/2011 pada 12:00
###umat Islam telah bersatu untuk melawan ahmadiyah & pembela-pembelanya yang ingkar qur’an dan sunnah.###
Memang, umat Islam hanya bersatu dalam kebencian kepada Ahmadiyah saja, selebihnya bercerai-berai, tidak mau bersatu. Anda menuduh Ahmadiyah ingkar Quran dan Sunnah? Buktikan dulu dengan menjawab dalil nomor 5 diatas berdasarkan Quran & Sunnah! Jika tidak bisa, maka Anda yang ingkar Quran & Sunnah.
langsung berkata
sinargali “Ya, memang umat Islam bersatu dalam cerai-berai, ada Sunny ada Syi’ah, Wahabi, Naqsabandiyah, Qadariyah, Muta’zilah, Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyyah, FPI, MMI dan lain sebagainya yang tidak kompak.”
wuahahaha
only sunni, mu’tazillah, khawarij & syiah.
slebihnya -Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyyah, FPI, MMI dan lain sebagainya yang tidak kompak.- cuma berbeda dalam hal yang cabang, bukan pondasi utama “MUHAMMAD UTUSAN ALLAH, LA NABIYYA BA’DA”
dan saling kompak
sinargalih “Memang, umat Islam hanya bersatu dalam kebencian kepada Ahmadiyah saja, selebihnya bercerai-berai, tidak mau bersatu. Anda menuduh Ahmadiyah ingkar Quran dan Sunnah? Buktikan dulu dengan menjawab dalil nomor 5 diatas berdasarkan Quran & Sunnah! Jika tidak bisa, maka Anda yang ingkar Quran & Sunnah.”
wuahahaha
sudah barang pasti ahmadiyah ingkar al-qur’an dan hadits, ahmadiyah punya kitab suci sendiri, tadzkiroh
langsung berkata
mau saya ajari ilmu tauhid, kalam, tasawuf, filsafat, fiqih?
biar anda tau mana yang menyimpang dari al-qur’an dan hadits?
langsung berkata
mau saya ajari ilmu tauhid, kalam, tasawuf, filsafat, fiqih?
biar anda tau mana yang menyimpang dari al-qur’an dan hadits?
SATRIA MUJADID NUSANTARA berkata
Manusia Jenis Penista Agama Islam si Mirza Gulam Ahmad yang mengaku nabi dengan ajarannya Ahmadiyah sangat mersesahkan masyarakat dan bangsa Indonesia. Di negara asalnya yaitu India dan Pakistan sudah dilarang. Kenapa pemerintah SBY masih ragu-ragu dan cenderung mau mencederai mayoritas rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim. Tunggu apalagi Pa SBY jangan ikuti agenda asing dan orang-orang liberal, bubarkan ahmadiyah hukum pentolan ahmadiyah seperti Ahmad Musadek, Lia Eden, Ahmad Tantowi dll. Kemudian himbauan bagi para pengikutnya dimohon taubat dan kembali ke ajaran aqidah Islam yang salim/lurus dan beribadah yang shohih/benar. Astagfirullah 33 x
Ampun dah ini si Gulam.....! berkata
Sinargalih berkata
01/03/2011 pada 13:13
****Memang, umat Islam hanya bersatu dalam kebencian kepada Ahmadiyah saja***
Nah itu tau.., introspeksi dong…! wkwkwkwk
TANYA berkata
TANYA KENAPA ?
ALIEN berkata
PERBEDAAN NABI DAN RASUL
Nabi dalam agama Islam merupakan orang yang diberi wahyu (ajaran Islam yang mengandung peraturan tertentu) oleh Allah sebagai panduan hidup.
Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah :
Rasul adalah nabi yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada kaumnya pada zamannya. Percaya kepada para nabi dan para rasul merupakan Rukun Iman yang keempat dalam Islam.
Kata “nabi” berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di tempat tinggi’ semestinya punya penglihatan ke tempat yang jauh (kias untuk masa depan) yang disebut nubuwwah. Para Nabi boleh menyampaikan wahyu yang diterimanya tetapi tidak punya kewajiban atas umat tertentu atau wilayah tertentu. Sementara, kata “rasul” berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Karena itu, para rasul, setelah lebih dulu diangkat sebagai nabi, bertugas menyampaikan wahyu dengan kewajiban atas suatu umat atau wilayah tertentu. Dari semua rasul, Nabi Muhammad sebagai ‘Nabi Penutup’ yang mendapat gelar resmi di dalam Al-Qur’an Rasulullah adalah satu-satunya yang kewajibannya meliputi umat dan wilayah seluruh alam semesta ‘Rahmatan lil Alamin’.
Al-Qur’an menyebut beberapa orang sebagai nabi. Nabi pertama adalah Adam. Nabi sekaligus rasul terakhir ialah Nabi Muhammad yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam dan peraturan yang khusus kepada manusia di zamannya sehingga hari kiamat
Tidak diketahui berapakah jumlah nabi yang sebenarnya tetapi diperkirakan mereka berjumlah lebih kurang 124.000 orang sedangkan para rasul diperkirakan berjumlah 300 orang. Walau bagaimanapun jumlah ini tidak dapat dipastikan.
Selain ke-25 nabi sekaligus rasul, ada juga nabi lainnya seperti dalam kisah Nabi Khidir bersama Nabi Musa yang tertulis dalam Surah Al-Kahfi ayat 66-82.
Juga nabi-nabi yang tertulis di Hadits dan kitab-kitab, seperti Nabi Yusya’ bin Nun (Yoshua), Nabi Dhu al Qarnain (Iskandar Zulkarnain), dan Nabi Iys.
Sedangkan orang suci yang masih menjadi perdebatan sebagai seorang Nabi atau hanya wali/waliyah adalah Maryam (Ibunda Isa a.s.), dan Luqman (dalam Q.S. Luqman).
Adapun Nabi dan rasul yang wajib kita percayai adalah sebagai berikut :
1. Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Saleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Ismail AS
8. Nabi Luth AS
9. Nabi Ishaq AS
10.Nabi Yakub AS
11.Nabi Yusuf AS
12.Nabi Syu’aib AS
13.Nabi Ayub AS
14.Nabi Zulkifli AS
15.Nabi Musa AS
16.Nabi Harun AS
17.Nabi Daud AS
18.Nabi Sulaiman AS
19.Nabi Ilyas AS
20.Nabi Ilyasa AS
21.Nabi Yunus AS
22.Nabi Zakaria AS
23.Nabi Yahya AS
24.Nabi Isa AS
25.Nabi Muhamad SAW
Diantara 25 nabi dan rasul tersebut ada 4 diantaranya adalah penerima Kitab Suci:
1. Nabi Daud AS (Zabur),
2. Nabi Musa AS (Taurat),
3. Nabi Isa AS (Injil),
4. Nabi Muhammad SAW (Al Quran).
Jadi sejarah yangada pun hanya mencatat Nabi MUhammad SAW sebaga Nabi dan rasul terakhir atau penutup (Khataman Nabiyyin)
ALIEN berkata
Cerita selingan
NOAH ARK BAHTERA NABI NUH AS
Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat. Segala kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin
Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin. Mereka mencoba mengukur panjang perahu Noah dan didapati berukuran panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki, sebagian lainnya tenggelam di dalam salju. Hasil dari perjalanan itu dibawa pulang dan mau diserahkan kepada Tsar, malangnya sebelum sempat melaporkan temuan itu ke tangan kaisar, Revolusi Bolshevik Komunis (1917) meletus. Laporan itu akhirnya jatuh ke tangan Jenderal Leon Trotsky. Sehingga sampai sekarang masih belum diketahui, apakah laporan itu masih disimpan atau dimusnahkan.
PERTANYAAN
Siapakah gerangan yang tidak senang atau ketakutan ditemukannya Noah Ark sebagai salah satu bukti besar dalam sejarah dunia tentang kebenaran Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW ?
Kenapa takut ?
Geli.... berkata
Sinargalih berkata
01/03/2011 pada 13:13
Geli…. berkata
01/03/2011 pada 08:58
###Maaf mas, umat Islam telah bersatu tuh…!###
*****Ya, memang umat Islam bersatu dalam cerai-berai, ada Sunny ada Syi’ah, Wahabi, Naqsabandiyah, Qadariyah, Muta’zilah, Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyyah, FPI, MMI dan lain sebagainya yang tidak kompak*******
Jangan terlalu memaksakan pemakaian kata dalam kalimat mas, BERSATU koq DALAM BERCERAI-BERAI…..
Umat Islam memang bersatu, dan itu kenyataannya….!
Ahmadiyah itu bercerai-berai itu pun kenyataan, ada Qodiyani, Lahore, Zahiri, Timarpuri, Sambaryali dll.
Jadi daripada mengajak2 kami bersatu dengan anda sampai kiamat pun itu tidak akan terjadi, lebih baik ajaklah teman-teman anda yang Ahmadiyah itu bersatu dalam Ahmadiyah Sinargalih (merger).
Martha berkata
@ Sinargalih!!
Anda lebih baik mengakui bahwa anda adalah “BODOH” baru nantinya setiap orang yang membaca tulisan anda semua bisa memaklumi,
Mungkin saja dalam dunia anda, andalah yang paling hebat dalam melakukan analisa terhadap setiap fenomina yang terjadi, sehingga anda terlampau percaya diri dalam mengobral argumentasi anda diforum publik, tanpa anda sadari kurangnya wawasan pengetahuan yang anda miliki,
Widya Suci Merpati berkata
@Sinargalih
Layak mendapat Record di forum ini!!
“Yaitu seagai manusia TERBODOH yang tidak sadar akan kebodohanya”
Widya Suci Merpati berkata
@ Sinargalih
Dalam dunia pewayangan Sinargalih itu diibaratkan sama dengan sosok Antarejo, yang dalam ceritanya antarejo dikalahkan dengan Werkudoro, tetapi anehnya antarejo tidak mau mengakui kekalahannya.
Cuma Antarejo berkoar didepan anak buahnya mengatakan bahwa, aku tidak kalah hanya saja aku dipukuli werkudoro sampai babak belur dan tidak berdaya untuk membalas.
Sama dengan kebodohan yang di miliki @Sinargalih!!
Widya Suci Merpati berkata
#RALAT#
Bukan Antarejo tetapi Dursosono!! Maaf!!
Pramudya berkata
AHMADIYAH PELAYAN IMPERIALIS
Februari lalu, sebuah surat mampir ke meja Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama (Depag), Nasaruddin Umar. Pengirimnya empat negara sekaligus, di antaranya Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Mereka meminta Ahmadiyah tak dibubarkan. ”Suratnya ditujukan kepada Menteri Agama dan ada tembusannya ke saya,” ungkap Nasarudin kepada Republika, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Lantas, apa yang akan dilakukan Depag? ”Itu tidak akan mempengaruhi apa-apa. Kita tak mau didikte negara lain.”
Saat surat itu datang. Badan Koordinasi Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) memang sedang memantau 12 poin penjelasan Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (PB JAI) di seluruh Indonesia. Bila 12 poin tak sesuai kenyataan, Bakorpakem berjanji bertindak tegas.
Mengapa negara lain sampai perlu melakukan intervensi? Merujuk fakta sejarah, semuanya menjadi masuk akal. Hubungan Inggris dengan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dan keluarganya memang mesra. ‘Nabi’ MGA berjasa menyerukan penghapusan jihad saat India dijajah Inggris.
Hasan bin Mahmud Audah, mantan direktur umum Seksi Bahasa Arab Jemaat Ahmadiyah Pusat di London, menilai hubungan MGA dan Inggris tak ubahnya hubungan seorang pelayan kepada majikannya. Bukan semata hubungan terima kasih seorang Muslim pada orang yang berjasa padanya.
Di Ruhani Khazain hlm 36, MGA menyatakan: ”Tidak samar lagi, atas pemerintah yang diberkahi ini (Britania), saya termasuk dari pelayannya, para penasihatnya, dan para pendoa bagi kebaikannya dari dahulu, dan di setiap waktu aku datang kepadanya dengan hati yang tulus.”
Di Ruhain Khazain hlm 155, MGA menulis: ”Sungguh aku telah menghabiskan kebanyakan umurku dalam mengokohkan dan membantu pemerintahan Inggris. Dan dalam mencegah jihad dan wajib taat kepada pemerintah (Inggris), aku telah mengarang buku-buku, pengumuman-pengumuman, dan brosur-brosur yang apabila dikumpulkan tentu akan memenuhi 50 lemari.”
Tengok pula Ruhani Khazain hlm 28: ”Sungguh telah dibatalkan pada hari ini hukum jihad dengan pedang. Maka tidak ada jihad setelah hari ini. Barang siapa mengangkat senjata kepada orang-orang kafir, maka dia telah menentang Rasulullah… sesungguhnya saya ini adalah Al Masih yang ditunggu-tunggu. Tidak ada jihad dengan senjata setelah kedatanganku ini.”
MGA yang mengaku nabi, rasul, almaasih, almahdi, brahman avatar, krishna, dan titisan nabi-nabi, teryata tunduk belaka di hadapan Ratu Victoria. Audah dalam bukunya Ahmadiyah; Kepercayaan-kepercayaan dan Pengalaman-pengalaman : ”Perbuatan tidak bermalu Mirza Ghulam ‘sang nabi’ merendahkan diri depan Ratu Victoria… tak bisa saya terima, bahkan saat saya masih sebagai seorang Ahmadi sejati.”
Pengabdian pada Inggris itu sudah dilakukan leluhur MGA sejak tahun 1830-an. Saat itu, India yang masih dikuasai Muslim, menghadapi dua kekuatan: Inggris dan kaum Sikh. Dalam perang sabil menghadapi kedua kekuatan itu, keluarga Mirza memihak kaum Sikh dan Inggris.
Fakta tersebut diungkap Bashiruddin Mahmud Ahmad, anak MGA yang juga khalifatul masih II dalam bukunya, Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad. Leluhur MGA merupakan pemimpin tentara yang membantu Maharaja Ranjit Singh, Jenderal Nicholson, dan Jenderal Ventura.
Dalam bukunya, Bashiruddin tak menjelaskan konteks pemberian bantuan itu. Dia mengungkapkannya layaknya sebuah kehormatan besar bagi keluarganya. Namun fakta sejarah memang tak bisa ditutupi, betapa yang diserang Ranjit Sing, Nicholson, dan Ventura, adalah umat Islam.
”Keuntungan yang utama bagi Inggris karena munculnya Almasih dan Imam Mahdi itu adalah timbulnya perpecahan di kalangan ummat Islam yang tidak bisa dielakkan lagi,” demikian kesimpulan Abdullah Hasan Alhadar dalam bukunya Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah.
Saat masalah pertentangan soal Ahmadiyah mencapai puncaknya di Pakistan dan konstitusi negara itu akhirnya mencantumkan bahwa penganut Ahmadiyah merupakan non-Muslim, terjadilah ketegangan. Buntutnya, kekhalifahan Ahmadiyah yang mirip ‘dinasti’ itu hengkang dari Pakistan.
Sejak tahun 1985, kekhalifahan tersebut berkedudukan di London, Inggris. Di sana, sejak tahun 1994, Ahmadiyah memiliki sebuah corong untuk menyebarkan ajarannya, yaitu Muslim Television Ahmadiyyah (MTA). Perlu dana luar biasa besar untuk melakukan siaran empat bahasa itu.
Audah yang merupakan mantan orang dalam di markas pusat Ahmadiyah, berkomentar tak mungkin televisi itu dijalankan dengan biaya dari sumbangan orang-orang Ahmadiyah. ”Kami tidak mendapat informasi akurat mengenai identitas orang yang memberi dana proyek itu.” osa/run/RioL
‘Islam tak Butuh Mirza Ghulam Ahmad’
Sebut saja namanya Budi. Pria paruh baya yang tinggal di Desa Manis Lor, Kec Jalaksana, Kab Kuningan, Jawa Barat, ini menjadi anggota Jemaat Ahmadiyah pada 1983. Selama menjadi pengikut Mirza Ghulam Ahmad (MGA), dia mengaku selalu mengalami pergolakan batin.
Sekitar 25 tahun lalu, orang-orang Ahmadiyah mendatanginya, menawarkan bantuan materi. Budi yang sedang terlilit masalah ekonomi tentu saja senang.
Tapi, si pemberi bantuan mensyaratkan masuk Ahmadiyah. Tak begitu memahami hakikat Ahmadiyah, Budi mau saja dibaiat. Tapi, setelah resmi menjadi penganut Ahmadiyah, Budi mulai merasakan kejanggalan. Antara lain, soal adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Budi juga tak bisa lagi shalat di sembarang masjid, karena penganut Ahmadiyah dilarang shalat di belakang imam non-Ahmadi.
Selain itu, Budi juga diharuskan menyetorkan uang pengorbanan sebesar 10 persen dari total penghasilan setiap bulan. Sesuatu yang dinilainya memberatkan. ”Karena miskin, mereka suka ‘tidak menganggap’ dan sepertinya memandang sebelah mata ke saya,” kata Budi dengan logat Sunda.
Budi juga minder karena tak mampu membeli ‘kavling surga’. Padahal, hanya bila dikubur di tempat itulah, mereka mendapat jaminan masuk surga. Sudah 20 orang yang dikuburkan di sana, setelah membayar jutaan rupiah. Adanya doktrin-doktrin yang tak lazim yang berlawan dengan yang didapatnya selama ini, dan tak leluasa lagi bergaul dengan masyarakat, membuat batin Budi bergolak. ‘Hidup saya terasa mengambang, jauh dari ketenangan,” kata Budi kepada Republika di Manis Lor, beberapa waktu lalu.
Selama bertahun-tahun, Budi mengabaikan pergolakan batinnya, sampai akhirnya dia tak tahan lagi. Awal 2008, dia memutuskan keluar. ”Saya sekarang lebih tenang, tidak dikejar-kejar pengurus Ahmadiyah yang menagih uang pengorbanan. Saya juga bisa shalat Jumat di mana saja.” Orang seperti Budi tak sedikit. Hasan Mahmud Audah, direktur umum seksi bahasa Arab Jemaat Ahmadiyah yang berpusat di London, juga keluar dari ajaran Mirzaiyah itu pada 17 Juli 1989.
Padahal, sebelumnya dia adalah seorang mubaligh Ahmadiyah dan pernah menetap lama di Qadian. ”Menurut pendapat saya, Islam itu telah tampak dalam keadaan sempurna dengan Nabi Muhammad SAW dan tidak membutuhkan Mirza Ghulam Ahmad untuk menyempurnakannya,” katanya dalam bukunya, Al-Ahmadiyyah, Aqa’id Wa Ahdats.
Di buku yang telah diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) dengan judul Ahmadiyah; Kepercayaan-kepercayaan dan Pengalaman-pengalaman itu, Audah memburaikan isi perut Ahmadiyah. Mulai dari doktrin-doktrinnya, administrasi, sanpai keuangannya.
Soal doktrin-doktrinnya, dia mencantumkan banyaknya wahyu MGA yang kontradiktif. Dia juga menyoroti wahyu-wahyu MGA yang sangat mendukung Inggris–yang saat itu menjajah India, soal kengototan MGA mengawini gadis 17 tahun, dan MGA yang menggunakan ucapan-ucapan berisi caci maki dalam ‘wahyu-wahyunya’–termasuk saat merendahkan Nabi Isa.
Selain itu, dia menulis bahwa menjadi penganut Ahmadiyah sangat banyak dituntut mengeluarkan uang. Mulai dari setoran bulanan sebesar enam persen penghasilan, 10-13 persen penghasilan untuk memesan kavling surga, serta sumbangan untuk kegiatan tahunan seperti jalsah salanah. Total ada sekitar 10 item sumbangan yang harus disetorkan kepada pimpinan Ahmadiyah, yang berakhir di Jemaat Ahmadiyah Pusat di London. Audah mengatakan dana itu dalam pengawasan langsung khalifah, dan tak seorang pun mengetahui dikemanakan dana-dana itu.
Jumlah pengikut
Saat ini, pihak Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengklaim penganut Ahmadiyah telah mencapai 150 juta, tersebar di 120 negara. Adapun di Indonesia, jumlah penganutnya 500 ribu. Soal klaim-klaim, Audah menilainya banyak yang kebesaran. Mirza Thahir yang merupakan khalifatul masih IV, dalam wawancaranya dengan Sunday Times, Desember 1989 lalu, kata Audah, menyatakan pengikut Ahmadiyah hanya sekitar 10 juta, tersebar di 80 negara. Jumlah 10 juta itu pun dinilai Audah meragukan.
Dari 80 negara atau 120 negara, Audah menyatakan sebenarnya kebanyakan hanya 1-1.000 orang Ahmadiyah di setiap negara. Di Cina, bisa dihitung dengan jari. Di Mesir, hanya 30-40 orang. Di Inggris yang merupakan pusatnya, hanya 8.000-an orang. Itu pun imigran Pakistan. Negara-negara yang penganut Ahmadiyahnya besar, hanya di Pakistan, Ghana, dan Nigeria. ”Padahal, ajaran ini telah berumur hampir 100 tahun,” kata Audah. Propaganda-propaganda lewat Muslim Television Ahmadiyyah (MTA) soal besarnya jumlah penganut Ahmadiyah, kata Audah, sebenarnya hanya menipu diri.
Di Indonesia, penganut Ahmadiyah tak diketahui pasti. Yang terbesar terkonsentrasi di dua tempat, yaitu Manis Lor dan Pancor, Lombok Tengah, NTB. Di Manis Lor, Ahmadiyah yang masuk tahun 1954, kini dianut 70 persen dari 4.200 jiwa. Di NTB, jumlah mereka disinyalir hanya beberapa ribu. Di Kampus Mubarak, Parung, Bogor, yang merupakan markas pusat JAI, juga tak banyak orang Ahmadiyah. Saat Republika mengunjungi tempat itu, Ketua RT 03/04, Ismat, mengatakan hanya ada 12 kepala keluarga (KK) di RT 03. Belasan KK lainnya di RT 01. ”Tapi, rumah-rumah mereka sering kosong,” katanya.
Alhasil, klaim 500 ribu penganut Ahmadiyah di Indonesia memang tanda tanya besar. Seperti markas pusatnya di London, yang ditonjolkan JAI adalah jumlah cabang. Pada 2005, misalnya, JAI mengklaim memiliki 305 cabang di seluruh Indonesia. Saat datang ke Indonesia, Khalifah Mirza Tahir, juga mendatangi Manis Lor, Juni 2000 lalu. Pulang dari Indonesia, Mirza Tahir berkata kepada majalah Al Fadhl International edisi Juli 2000: ”Saya tegaskan kepada kalian bahwa Indonesia pada akhir abad baru ini, akan menjadi negara Ahmadiyah terbesar di dunia ….”
Kata-kata seorang khalifah, bagi warga Ahmadiyah, tak ubahnya separuh wahyu, bahkan wahyu–karena mereka meyakini wahyu tak terputus. Tapi, yang terjadi dalam kenyataan malah sebaliknya. Warga Muslim NTB marah atas adanya penganut ajaran itu dan membuat warga Ahmadiyah terusir. Di Bogor, warga yang gerah telah menutup Kampus Mubarak. Di Manis Lor, sampai saat ini suasananya seperti bara dalam sekam. Di berbagai sudut jalan, tergantung pengumuman anti-Ahmadiyah.
Junaidi, ketua Remaja Masjid Al Huda, Manis Lor, mengatakan warga telah berupaya mengembalikan warga Ahmadiyah kepada Islam. ”Kami sayang kepada mereka karena mereka adalah saudara kami. Kami hanya ingin mereka kembali pada ajaran Islam yang sesungguhnya. Itu saja,” katanya.
Sejumlah ulama sebelumnya juga mengajak penganut Ahmadiyah untuk ruju’ilal haq atau kembali kepada kebenaran. Sebelumnya, MUI dan ormas-ormas Islam bersedia membuka pintu untuk membimbing warga Ahmadiyah. Bangsa ini memang tak membutuhkan Ahmadiyah dan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku nabi dan memperjualbelikan kavling surga.
Fatimatuzzahrah berkata
tidak ada makhluk yg mampu menjabarkan kesesatan ahmadiyah sedemikian terperinci melebihi orang ahmadiyah sendiri melalui ucapan dan tulisannya.
makin banyak ahmadiyah menulis pembelaan tentang dirinya, bahkan semakin mengungkap kesesatan ahmadiyah.
jadi silahkan menulis terus wahai kaum ahmadiyah, agar kami kaum muslimin makin bisa membedakan dan menilai bhw ahmadiyah bukan islam.
LOGIKA berkata
Pernahkah ada yang bertanya :
APA BEDANYA GELAR SAW PADA NABI MUHAMMAD DENGAN DAN AS PADA NABI-2 DAN RASUL-2 SEBELUMNYA ?
MENGAPA HANYA NABI MUHAMMAD YANG DIBERI GELAR SAW, SEDANGKAN PARA PARA NABI SEKALIGUS RASUL PENERIMA KITAB SUCI DAN NABI SEBELUMNYA TIDAK ?
ADA APA DENGAN NABI MUHAMMAD SAW ?
APA DASAR PEMBERIAN GELAR SAW BAGI NABI MUHAMMAD SAW ?
APA MAKNA PEMBERIAN GELAR SAW HANYA PADA NABI MUHAMAD SAW DAN TIDAK PADA PARA NABI DAN RASUL LAIN SEBELUMNYA ?
JAWABAN :
SAW merupakan singkatan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam, yakni sebuah lafaz yang disunnahkan kepada kita untuk mengucapkannya ketika menyebut nama Rasulullah SAW.
Perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan perintah dari
Al-Quran yaitu Surat Al-Ahzab ayat 56 yang artinya :
” Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .”(QS. Al-ahzab : 56)
Kenapa Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 56 di atas memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bershalawat mengucapkan salam hormat kepada Nabi Muhammad ?
Jawaban yang paling logis dari pertanyaan di atas adalah karena kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke alam semesta ini sebagai rahmat bagi semesta alam.
Mengapa dikatakan rahmat ?
Karena menyampaikan KABAR GEMBIRA bahwa telah datang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seorang Rasul yang diutus Allah Azza wa Jalla yang diisyaratkan (ditunggu-tunggu) bagi umat manusia.
Mengapa dikatakan sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN (RAHMAT BAGI ALAM SEMESTA) ?
Karena Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah yang akan menyelamatkan UMAT MANUSIA SEJAK BELIAU DIANGKAT SEBAGAI NABI SEKALIGUS RASUL HINGGA AKHIR JAMAN dari kesesatan dan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan yang lurus.
Apa makna ‘MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA SEJAK DIANGKAT SEBAGAI NABI DAN RASUL HINGGA AKHIR JAMAN’ bagi seorang Nabi Muhammad SAW ?
Artinya adalah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah :
1. Nabi terakhir yang diangkat oleh Allah bagi manusia hingga akhir jaman.
2. Penutup para Nabi (Khataman Nabiyyin)
3. Nabi bagi seluruh umat manusia sepeninggal beliau hingga akhir jaman.
4. Nabi yang mempunyai derajat paling mulia diantara Nabi dan Rasul Ilahi.
5. Nabi yang menyampaikan ajaran yang sempurna
6. Nabi yang menerima kitab suci penyempurna dari kitab-2 suci sebelumnya.
Oleh karenanya dalam surat Al-Ahzab ayat 40, Allah SWT :
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi ia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al-Ahzaab: 40]
Sedangkan AS atau singkatan dari lafadz Alaihis Salam, ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW seperti diisyaratkan dalam Surat Ash-Shaffaat ayat 181 :
“Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.”
Sedangkan mengenai perbedaan antara Rasul dan Nabi, Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi mengatakan bahwa :
orang yang diberikan berita oleh Allah swt dengan berita dari langit, jika DIA DIPERINTAHKAN UNTUK MENYAMPAIKANNYA kepada orang lain maka ia adalah nabi dan rasul, sedangkan jika dia TIDAK DIPERINTAHKAN UNTUK MENYAMPAIKANNYA KEPADA ORANG LAIN maka ia adalah nabi dan bukan rasul. Rasul lebih khusus daripada nabi, setiap rasul adalah nabi dan tidak setiap nabi adalah rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)
Syeikh ‘Athiyah Saqar mengatakan bahwa :
nabi adalah seorang manusia yang diberikan wahyu kepadanya dengan suatu syariat untuk diamalkan akan tetapi dia TIDAK DIPERINTAHKAN UNTUK EMNYAMPAIKANNYA. Sedangkan Rasul adalah seorang manusia yang diberikan wahyu dengan suatu syariat untuk diamalkan dan dia DIPERINTAHKAN UNTUK MENYAMPAIKANNYA.
Ummat Nasrani, yang mendustakan dan tidak mau mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti mereka juga telah mendustakan dan tidak mengikuti Nabi ‘Isa al-Masih bin Maryam Alaihimussalam, karena Nabi ‘Isa Alaihissalam sendiri pernah menyampaikan kabar gembira dengan kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke alam semesta ini sebagai RAHMAT BAGI ALAM SEMESTA. Kata ‘menyampaikan kabar gembira’ ini mengandung makna bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang Rasul yang diutus Allah Azza wa Jalla, yang akan menyelamatkan mereka dari kesesatan dan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan yang lurus.
Wassalam.
Sinargalih berkata
Maaf yah, saya enggan untuk merespon komentar-komentar kalian yang penuh kebencian terhadap Ahmadiyah. Saya hanya bisa mengingatkan bahwa kebencian kalian itu timbul semata-mata karena fitnah para Ulama Uhum. Para Ulama Uhum itu perumpamaan para Ulama Yahudi yang menentang Nabi Isa Al Masih ibnu Maryam as (yang menurut Al Quran sudah wafat, tetapi kalian menganggapnya masih hidup di langit) hingga disalib, tetapi Allah menyelamatkannya (QS Al Mu’minun 23:51) dan beliau as hidup di Hindustan hingga wafat secara wajar pada usia 120 tahun. Sedangkan, Pendiri Ahmadiyah itu adalah perumpamaan Isa ibnu Maryam yang juga Imam Mahdi yang di dalam hadits-hadits mutawatir dijanjikan akan datang setelah Rasulullah saw.
Maaf yah, saya tidak bermaksud menyakiti umat Islam, tetapi menurut Nabi Muhammad saw sendiri, Imam Mahdi itu adalah utusan Allah (Rasul Allah):
###“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu (Isyarat munculnya Al-Mahdi):
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,“Bila tdk tersisa dari dunia kecuali satu hari –Za`idah mengatakan dalam haditsnya – tentu Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga Allah utus pada seorang lelaki dariku atau dari keluargaku (AL-MAHDI).### (Copas tulisan Logika no.98), juga di dalam hadits ini:
Diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Yaman ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila sudah lewat 1240 tahun Hijrah, Allah akan membangkitkan Imam Mahdi.” (Kitab An-Najmuts-Tsaqib, Jilid II, hal.259).
Allah utus (arsala) atau Allah membangkitkan (ba’atsa) Imam Mahdi, artinya Imam Mahdi itu utusan Allah atau Rasul Allah atau Nabi Allah dari antara umat Nabi Muhammad saw untuk melanjutkan dan memperkuat syari’at Islam. Jadi, tidak ada alasan untuk sakit hati dan membenci Ahmadiyah, apabila kalian memahami Al Quran dan hadits dengan pikiran dan hati yang jernih dan tidak dipengaruhi fitnah para Ulama Uhum.
(1) JANJI-JANJI ALLAH DI DALAM AL QURAN:
(a) QS Ali Imran 3:82, Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian (dari manusia melalui) nabi-nabi, ‘Apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan Hikmah (dan) kemudian datang kepadamu seorang rasul yang menggenapi apa yang ada padamu, maka haruslah kamu beriman kepadanya dan haruslah kamu membantunya.’ Dia berfirman, “Adakah kamu mengakui dan menerima tanggung-jawab yang (Aku bebankan) kepadamu mengenai itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami mengakui.’ Dia berfirman, ‘Maka kamu hendaknya menjadi saksi dan Aku pun besertamu termasuk orang-orang yang menjadi saksi’.”
(b) QS Al Ahzab 33:8, Allah berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji mereka dari para nabi mereka itu, dan dari engkau (Muhammad), dan dari Nuh, dan Ibrahim, dan Musa dan ‘Isa ibnu Maryam, dan Kami pernah mengambil janji yang kuat dari mereka itu.”
(c) QS An-Nur 24:56, Allah berfirman: “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan (bagi) mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah (bagi) orang-orang sebelum mereka; dan Dia akan meneguhkan (bagi) mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan niscaya Dia akan menggantikan bagi mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka.”
Nampak jelas, Janji Allah di dalam tiga ayat suci Al Quran tersebut, seorang rasul yang menggenapi apa yang ada pada kita (umat Islam) akan datang dan kita harus beriman kepadanya dan harus membantunya, karena Janji Allah itu berupa Khalifah-Nya yang hanya akan dijadikan dari antara orang-orang beriman dan beramal shaleh di antara umat Islam. Inilah yang mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi itu Khalifah Allah (Khalifatullah) menurut hadits mutawatir berikut:
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud, hadits no.4074 & Sunan Ibnu Majah hadits no.4084). Jadi di dalam hadits mutawatir tersebut, Imam Mahdi itu adalah Khalifah/Khalifatullah sebagaimana Allah janjikan di dalam QS An-Nur 24:56.
(2) SABDA-SABDA RASULULLAH SAW TENTANG KEDATANGAN IMAM MAHDI
(a) Kapan Allah akan mengutus/membangkitkan Imam Mahdi?
- Dalam kitab An-Najmuts-Tsaqib jilid II hal.259 diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Yaman ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Apabila sudah lewat 1240 tahun Hijrah, Allah akan membangkitkan Imam Mahdi.”
- Imran bin Hushain ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tiga abad pertama Islam akan merupakan masa yang terbaik, sesudah itu kepalsuan akan tersebar, dan suatu masa kegelapan akan datang dan meluas sampai seribu tahun.” (HR Bukhari & Tirmidzi). Kata seribu tahun merupakan tafsir Rasulullah saw tentang QS As-Sajdah 32:6 yang artinya, “Dia (Allah) merencanakan peraturan ini dari langit sampai bumi, kemudian (peraturan) itu akan naik kepada-Nya dalam satu hari, yang hitungan lamanya seribu tahun dari apa yang kamu hitung.”
- Di dalam QS Al Buruuj 85:3, Allah berfirman: “Dan demi Hari yang dijanjikan.”
“Hari yang dijanjikan” dapat berarti hari, ketika Imam Mahdi/Masih Mau’ud as akan diutus Allah untuk kebangkitan Islam. Pada hakikatnya dalam sejarah Islam, hari-hari semacam itu dapat juga disebut “Hari yang dijanjikan”, misalnya hari saat Pertempuran Badar dan hari ketika Pertempuran Khandak yang berkesudahan dengan kejayaan besar umat Islam, dan juga hari jatuhnya Mekkah. “Hari yang dijanjikan” itu dapat pula berarti, hari ketika orang-orang muttaki akan merasakan kelezatan nikmat pertemuan dengan Tuhan mereka. Tetapi, “Hari yang dijanjikan” yang paripurna itu ialah masa kebangkitan Rasulullah saw yang kedua-kalinya dalam wujud pribadi wakil beliau saw pada permulaan abad ke-14 Hijriah ketika agama Islam akan memperoleh kehidupan baru dan akan menang atas semua agama lainnya. Bila dihitung jumlah huruf Arab dalam kalimat “walyaumil mau’uud” atau “Hari yang dijanjikan” ada 13. Maka angka 13 dapat ditafsirkan bahwa nubuatan Rasulullah saw tentang kedatangan Imam Mahdi/Masih Mau’uud akan zahir setelah lewat 13 abad Hijriah.
Dari dua hadits dan ayat suci Al Quran tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Imam Mahdi akan dibangkitkan pada akhir abad ke-13H (setelah tahun 1240H) atau pada permulaan abad ke-14H (setelah 13 abad Hijriah). HMGA as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi pada tahun 1306H atau permulaan abad ke-14 Hijriah.
Adakah orang lain (misalnya: Muhammad bin Abdul Mutholib atau Muhammad bin Abdullah) yang diutus Allah untuk mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi pada permulaan abad ke-14H, selain HMGA?
(b) Dari desa/kampung apa, negara mana, dan siapa nama Imam Mahdi yang diutus Allah?
- Dalam Shahih Bukhari, Anas ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Akan datang segolongan pejuang Islam dari wilayah India yang dipimpin oleh Imam Mahdi yang namanya Ahmad.” (Tafsir QS Ash-Shaf 61:7 & Al Jumuah 62:4).
- Dalam Al-Jawahirul Asror hal.56 dan Hujajul Kiramah hal.358 disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Akan datang Imam Mahdi dari satu desa yang disebut Qada’ah.” Ibnu Nua’im ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Mahdi akan datang dari sebuah kampung yang dinamai Kar’ah.” (Riwayat Ibnu Nu’aim ra dan Abu Bakar bin Al Muqri). Qadian adalah metamorfosis dari kata Qada’ah/Kar’ah, karena pada waktu Rasulullah saw (yang orang Arab) mengatakannya, kampung/desa Qadian itu belum ada.
- Dari Abdullah bin Mas’ud ra, Rasulullah saw bersabda, “Dunia tidak akan musnah sampai Arab ditaklukan oleh seseorang dari ahlul baitku yang namanya sesuai dengan namaku, atau dunia tidak akan tersisa kecuali hanya satu hari dimana Allah memanjangkan hari itu sampai Allah membangkitkan di dalamnya (pada hari itu) seorang lelaki dariku atau dari ahlul baitku yang namanya sesuai namaku dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Misykat Jilid II, Kitab Ar-Raqaq bab Asyrath As-Sa’ah no.5452). HMGA ialah ahlul bait Nabi Muhammad saw dari anak-cucu Fatimah ra atau dari kaum Salman Al Farisi (bangsa Persia) ra (HR Bukhari). Beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi setelah diutus Allah dengan panggilan Ahmad yang sesuai dengan salah-satu nama sifat Nabi Muhammad saw. Nama bapak HMGA ialah Ghulam Murtadha (hamba yang diridhai-Nya) seperti Abdullah (hamba Allah) bapaknya Nabi Muhammad saw.
Dari keempat riwayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Imam Mahdi itu ialah ahlul bait Nabi Muhammad saw yang bernama Ahmad (sesuai salah-satu nama sifat Nabi Muhammad saw) bin Ghulam Murtadha (seperti Abdullah, bapaknya Nabi Muhammad saw) yang berasal dari Qadian, India.
Adakah ahlul bait Nabi Muhammad saw yang lain bernama Ahmad bin Ghulam Murtadha, berasal dari Qadian, India yang mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, selain HMGA?
(c) Keturunan bangsa apa Imam Mahdi yang diutus Allah?
- Dalam Ruh-al-Ma’ani, Rasulullah saw diriwayatkan pernah bersabda “Jika iman telah terbang ke Bintang Suraya, seorang keturunan bangsa Parsi akan membawanya kembali ke bumi.” (Tafsir QS Muhammad 47:39).
- Dalam HR Bukhari, Abu Hurairah ra meriwayatkan, ”Pada suatu hari, kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw, ketika Surah Al Jumu’ah diturunkan. Saya bertanya kepada Rasulullah saw: ”Siapakah yang diisyaratkan dalam kalimat – Dan Dia akan membangkitkannya pada kaum lain dari antara mereka yang belum bertemu dengan mereka? – , Salman Al Farisi (Salman dari Parsi/Persia) ra sedang duduk diantara kami. Setelah saya mengajukan ulang pertanyaan itu sebanyak tiga kali, barulah Rasulullah saw bereaksi, dan sambil meletakkan tangan beliau saw pada Salman Al Farisi ra, Rasulullah saw bersabda, ”Bila iman telah terbang ke Bintang Suraya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara mereka ini pasti akan menemukannya” (Tafsir QS Al Jumu’ah 62:4).
Dari kedua hadits yang merupakan tafsir Al Quran tersebut dapat disimpulkan bahwa Imam Mahdi itu berasal dari keturunan bangsa Parsi/Persia atau dari kaum Salman Al Farisi ra.
Adakah orang lain dari keturunan bangsa Parsi/Persia yang mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, selain HMGA?
(d) Apakah tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi yang diutus Allah?
- Dalam Sunan Ad-Daru-Quthni hal.188, Imam Baqar Muhammad bin Ali ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya untuk Mahdi kita ada dua tanda yang belum pernah terjadi sejak langit dan bumi diciptakan. Yaitu Gerhana Bulan akan terjadi pada malam pertama bulan Ramadhan, dan Gerhana Matahari akan terjadi pada pertengahannya.”
- Dalam HR Abu Dawud & Tirmidzi, Misykat hal.30, Rasulullah saw bersabda, “Suatu masa akan datang bilamana umatku akan terpecah menjadi 73 golongan; semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.”
Kedua hadits tersebut diyakini para ulama salaf-ush-shalihin sebagai bagian penting dari beberapa tanda-tanda diutus-Nya Imam Mahdi.
Pada tanggal 13 (malam pertama dari tiga malam Gerhana Bulan, yaitu 13, 14 & 15) Ramadhan 1311 Hijriah atau 22 Maret 1894 terjadi Gerhana Bulan, dan pada tanggal 28 (pertengahan dari tiga hari Gerhana Matahari, yaitu 27, 28 & 29) Ramadhan 1311 Hijriah atau 6 April 1894 terjadi Gerhana Matahari di belahan bumi India (The Natural Almanac & Astronomical for year 1894).
Menurut catatan sejarah, HMGA lahir pada tanggal 13 Pebruari 1835 (14 Syawal 1250H) di Qadian, dan wafat di Lahore pada tanggal 26 Mei 1908, dimakamkan di Qadian. Mirza adalah suatu gelar ningrat yang menjadi jati diri orang yang berasal atau keturunan bangsawan Persia/Parsi (Iran). Ghulam dalam bahasa Parsi artinya “Hamba”. Ahmad adalah nama salah-satu sifat dari Nabi Muhammad saw. Jadi, Ghulam Ahmad dapat diartikan sebagai Hamba Nabi Muhammad saw. Beliau mendakwakan diri pada tahun 1306 Hijriah atau 1891, dan lima tahun kemudian terjadi Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari di bulan Ramadhan, yaitu pada tahun 1311H atau 1894, ketika perpecahan umat Islam sedang mencapai puncaknya.
Adakah orang lain yang mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi yang didukung oleh tanda-tanda tersebut, selain HMGA?
(e) Rasulullah saw bersabda:
يُوْشِكُ مَنْ عَا شَ مِنْكُمْ اَنْ يَلْقَاى عِيْسَاى اِبْنَ مَرْ يَمَ اِمَامًامَهْدِيًّاوَحَكَمًاعَدَلاًيَكْسِرُالصَّلِيْبَ وَيَقْتُلُ الْحِنْزِيْرَوَيَضُع الْجِزْيَةَ وَتَضَعُ
الْحَرْبُ اَوْزَارَهَا
“Orang yang hidup di antara kamu segera dia akan berjumpa dengan Isa bin Maryam yang jadi Imam Mahdi dan Hakim yang Adil, memecahkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah dan menghentikan peperangan” (Musnad Ahmad bin Hambal Juz. II hal. 411/No.9343/Dar al-kutub al-ilmiyah/Beirut-Libanon/1993M). Tafsir QS Az-Zukhruf 43:58).
Dalam hadits tersebut sangat jelas bahwa Al Masih Isa bin Maryam yang dijanjikan (Masih Mau’ud) itu jadi Imam Mahdi, sehingga Imam Mahdi dan Isa bin Maryam itu wujudnya hanya satu orang saja, bukan dua oknum yang berbeda. Hal ini diperkuat pula oleh sabda Rasulullah saw dalam hadits mutawatir maknawi berikut ini:
لاَمَهْدِ ىَّ اِلاَّعِيْسَى
“Tidak ada Mahdi melainkan Isa.” (Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr, Jld. II, hal.362).
Maksud hadits ini adalah bahwa apabila banyak orang yang mengaku sebagai imam mahdi, maka semuanya itu palsu, kecuali dia itu diutus Allah sebagai Imam Mahdi sekaligus Isa bin Maryam.
Adakah orang lain (dari Qadian, India, bernama Ahmad, keturunan bangsa Persia) yang diutus Allah dan mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi sekaligus Isa bin Maryam, selain HMGA as?
Silahkan tela’ah dan pahami uraian di atas, jika tidak bisa dipahami juga, saran saya berdoalah (Shalat Istikharah) dan tanyakan langsung kepada Allah, apakah HMGA itu Imam Mahdi/Isa bin Maryam yang benar?
Jika Allah menjawab dalam bentuk mimpi yang mengisyaratkan bahwa HMGA itu Imam Mahdi/Isa bin Maryam yang benar, maka tidak ada pilihan bagi kalian, kecuali menta’ati perintah yang mulia Nabi Muhammad Musthafa Rasulullah saw:
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud no.4074).
Walaupun kalian membenci HMGA dan Ahmadiyah (karena fitnah para Ulama Uhum), tetapi kalian pasti mencintai yang mulia Nabi Muhammad Musthafa Rasulullah saw, maka, saran saya, ta’atilah perintah Rasulullah saw tersebut, karena menta’ati Rasulullah saw sama dengan menta’ati Allah.
Tulisan ini adalah yang terakhir dari saya. Semoga kalian berbahagia di dunia ini dan akhirat kelak. Amin.
Masroor berkata
Akhirnya hengkang juga
Semoga ahmadi penggantinya rada2 cerdas dan tdk DUNGU serta TAQLID BUTA seperti yg sudah2.
Ahmad Muhammad berkata
Masroor berkata
01/03/2011 pada 22:11
###Semoga ahmadi penggantinya rada2 cerdas dan tdk DUNGU serta TAQLID BUTA seperti yg sudah2.###
Hujatan-hujatan Anda akan berlaku untuk Anda jika tidak bisa menjawab tulisan Sinargalih berdasarkan Al Quran & hadits.
Penginapan di jakarta berkata
ada ada aja nih si gulam …
akulah nabi mogedek berkata
Ahmad Muhammad berkata
01/03/2011 pada 22:41
Masroor berkata
01/03/2011 pada 22:11
###Semoga ahmadi penggantinya rada2 cerdas dan tdk DUNGU serta TAQLID BUTA seperti yg sudah2.###
Hujatan-hujatan Anda akan berlaku untuk Anda jika tidak bisa menjawab tulisan Sinargalih berdasarkan Al Quran & hadits.
sudah terlalu banyak al-qur’an dan hadits yang diungkapkan, lagi-lagi ahmadi cuma mau tafsirnya doang, tafsir dari kalangan ahmadi doang, gak mau dari kalangan lain.
kalau begitu susah jadinya.
saya mau mengupas tafsir dari berbagai ulama yang berpaham dari ahlus sunnah, syiah, pastinya ditolak, karena yang dimau cuma tafsir mubaligh ahmadi
ahmadi menempatkan posisi tafsir buatan ahmadi lebih tinggi dibandingkan al-qur’an & hadits itu sendiri
akulah nabi mogedek berkata
“Imam Mahdi berasal dari keturunanku. Beliau memiliki dahi yang lebar dan hidung yang mancung. Di masanya, akan tersebar keadilan di muka bumi, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezholiman dan kelaliman. Beliau akan berkuasa selama 7 tahun.” HR. Abu Daud
apakah sama MGA dengan ciri-ciri Imam Mahdi?
apakah MGA berkuasa selama 7 tahun kalender hijriyah, karena yang dipakai Nabi Muhammad adalah hijriyah?
jika benar, kezaliman apa yang diberantas? mengapa masih sangat banyak kezaliman yang terjadi dimuka bumi ini?
“Dunia ini tidak akan sirna hingga seorang pria dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku (yaitu Muhammad) menguasai Arab.” HR. Tirmidzi
“Dia berasal dari keluargaku. Namanya (yaitu Muhammad) sama dengan namaku. Nama ayahnya (yaitu ‘Abdullah) pun sama dengan nama ayahku.” HR. Abu Daud
apa nama MGA sama dengan Rasulullah SAW?
apa nama ayahnya sama?
apa MGA menguasai Arab? jangankan menguasai arab di tempatnya muncul saja sudah ditolak
ahmadiyah sejati berkata
believe it or not
sinargalih dan ahmad muhammad adalah orang yang sama dan bukan jemaat ahmadiyah, melainkan jemaat kristen protestan
tak percaya? tanya saja pada mereka
pasti mereka membantah
pasti mereka menuduh saya berbohong
pasti mereka bilang saya fitnah
ibarat maling mana ada yang mau ngaku
ahmadiyah sejati berkata
believe it or not
sinargalih dan ahmad muhammad adalah orang yang sama dan bukan jemaat ahmadiyah, melainkan jemaat kristen protestan
tak percaya? tanya saja pada mereka
pasti mereka membantah
pasti mereka menuduh saya berbohong
pasti mereka bilang saya fitnah
ibarat maling mana ada yang mau ngaku?
ahmadiyah sejati berkata
believe it or not
sinargalih dan ahmad muhammad adalah orang yang sama dan bukan jemaat ahmadiyah, melainkan jemaat kristen protestan
tak percaya? tanya saja pada mereka
pasti mereka membantah
pasti mereka menuduh saya berbohong
pasti mereka bilang saya fitnah
ibarat maling mana ada yang mau ngaku
betul tidak?
a s t a g a - berkata
HARI KE [ 7 ] TIDAK ADA RESPON PEMERINTAH TERHADAP TUNTUTAN “BUBARKAN AHMADIYAH ATAU REVOLUSI”
a s t a g a - berkata
HARI KE [ 9 ] TIDAK ADA RESPON DARI PEMERINTAH TERHADAP TUNTUTAN “BUBARKAN AHMADIYAH ATAU REVOLUSI”
a s t a g a - berkata
HARI KE [ 11 ] TIDAK ADA RESPON DARI PEMERINTAH TERHADAP TUNTUTAN “BUBARKAN AHMADIYAH ATAU REVOLUSI”
a s t a g a - berkata
HARI KE [ 12 ] TIDAK ADA RESPON DARI PEMERINTAH TERHADAP TUNTUTAN “BUBARKAN AHMADIYAH ATAU REVOLUSI”