Masyarakat Ternate Tolak Aliran Ahmadiyah
Posted by KabarNet pada 23/02/2011
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, menyatakan daerahnya tertutup bagi aktivitas jamaah Ahmadiyah guna menghindari konflik antarwarga masyarakat.
“Masyarakat, termasuk tokoh agama di daerah ini menolak keberadaan Ahmadiyah. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya konflik, Pemkot menyatakan Ternate tertutup bagi komunitas Ahmadiyah,” kata Kepala Kesbangpol Kota Ternate, Barham Dayan, di Ternate, Rabu.
Namun, katanya, Pemkot Ternate tidak akan melarang jika ada warga Ternate yang menganut aliran Ahmadiyah, karena hal itu menyangkut hak asasi warga. “Yang penting warga bersangkutan tidak menyebarkannya kepada warga lainnya,” katanya.
Ia mengatakan, sesuai data yang ada di Pemkot Ternate, sampai sekarang belum ada organisasi Ahmadiyah di daerah itu, namun Pemkot Ternate tidak memiliki data adanya warga di daerah itu yang menganut aliran Ahmadiyah.
Pada 2008, sejumlah pengurus Ahmadiyah sekitar 12 orang pernah ke Ternate dan mereka berniat mendirikan organisasi Ahmadiyah di Ternate, bahkan saat itu mereka sudah membeli lahan di Puncak Gamayou untuk pusat kegiatan organisasi.
Namun, kata Barham, rencana untuk mendirikan organisasi Ahmadiyah tersebut batal, karena masyarakat dan tokoh agama setempat menolak kehadiran Ahmadiyah di daerah itu.
Pemkot Ternate saat itu mendukung aspirasi warga dan tokoh agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) karena Pemkot Ternate tidak menginginkan terjadinya konflik berlatarbelakang SARA, seperti yang pernah terjadi tahun 2000 silam.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Kasman Hi Ahmad MAg, mengatakan, pemda dan seluruh elemen masyarakat di Ternate, termasuk daerah lainnya di Malut hendaknya lebih mengedepankan dialog dalam menyikapi masalah Ahmadiyah.
Artinya, kalau di lingkungan warga ada sejumlah orang yang menganut aliran Ahmadiyah, maka warga jangan menyikapinya dengan tindakan anarkis, tetapi lebih mengedepankan cara-cara dialog dan damai. [kn/ant]
Entri ini dituliskan pada 23/02/2011 pada 19:01 dan disimpan dalam Aqidah, Kabar Umat, Penderitaan Rakyat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Kebetulan Lewat berkata
Betul ! Pilih jalan tuh … yang masuk akal, bukan yang akal-akalan.
Abdul Muthalib berkata
Alhamdulillah.
Inilah yg dinamakan gerakan ramai2 menolak aliran sesat ahmadiyah. Dimulai dari Pendeglang, yg akan segera diikuti oleh Prov.Banten. Sekarang Ternate, yg sepertinya akan diikuti pula oleh Maluku Utara. Tak lama lagi Jatim juga akan membubarkan ahmadiyah. Dengan cara ini hasil akhirnya kelompok sesat ahmadiyah akan ditendang dari seluruh wilayah di indonesia. Krn ini wewenang otonomi daerah maka nampaknya cara menolak “satu persatu” ini adalah cara yg paling murah untuk melenyapkan aliran sesat ahmadiyah dari bumi indonesia tanpa merepotkan SBY dan pemerintah pusat.
Desa Tertinggal berkata
Ikut, ikut, ikut !!!
Abdul Muthalib berkata
SBY kan terkenal peragu dan sulit mengambil keputusan. Kelihatannya mulai terbukti kebenaran desas desus yg santer terdengar dari kalangan intelijen bhw SBY diam2 ngasih instruksi kpd seluruh kepala2 daerah utk membubarkan aliran sesat ahmadiyah dari daerahnya masing2. Kira2 ngomongnya begini : “Kalau warga kalian menolak kelompok sesat ahmadiah ya bubarkan dan larang saja dari daerah kalian. Tidk usah merepotkan pemerintah pusat dan membuat saya (SBY) ewuh pekewuh”. Masuk akal khan?
adi purwadi berkata
benar yang penting bila ingin menyeselaikan masalah jangan dengan cara kekerasan tetapi dengan musyawarah dulu.
tong kosong berkata
@abdul muthalib, berita darimana itu?
@adi purwadi, lewat musyawarah tak digubris, lewat hukum tak ditanggapi aparat keamanan, lalu lewat mana lagi?
SUN TZU berkata
Zhēnzhèng de shènglì shì méiyǒu shíxiàn yǔ duō xīshēng, dàn qǔdé le hěn shǎo huò gēnběn méiyǒu xīshēng de.
Nà hǎo ba!
Artinya :
Kemenangan sesungguhnya bukanlah yang berhasil dicapai dengan banyak pengorbanan, melainkan yang dicapai dengan sedikit atau bahkan tanpa pengorbanan sama sekali.
Jadi okelah kalau begitu !
Geli.... berkata
Siiip…
Nurviana berkata
Dengan dibubarkannya Ahmadyah dari Indonesia berarti indonesia bebas dari konflik “SARA”
Maka sia-sialah Zionis yang telah membangun LSM-LSM Koprador di Indonesia untuk memicu terjadinya pertikaian antar umat Beragama.
Khususnya antara Ahmadiyah dengan Umat Islam