Surat untuk Alm Presiden Pertama RI
Posted by KabarNet pada 11/02/2011
Perkenankanlah disini kami sebagai salah satu putera bangsa ini menyampaikan perjalanan bangsa ini setelah kemangkatan Bapak.
Pemerintahan Orde Baru yang bertujuan membangun negeri agar bisa sejajar dengan bangsa yang maju, telah mengundang pemodal-pemodal asing untuk menggarap negeri ini. Kekayaan tambang, hutan dan bahkan laut telah digadaikan demi keperluan tersebut, mereka sudah lupa akan nasehat Bapak tentang “Neokolonialisme” sebagai bentuk dari upaya negara-negara adi kuasa melakukan “Penjajahan Model Baru” atas negara bekas koloni.
Pencucian otak yang berkedok kerja sama militer yang diantaranya mengirim putera terbaik untuk bersekolah di West Point, telah meruntuhkan mental dan moral angkatan bersenjata bangsa ini ke titik terendah sepanjang masa.
Mereka lebih percaya kepada teori yang diajarkan disana dari pada bukti sejarah kalau bangsanya pernah mengusir tank penjajah hanya dengan bambu runcing. Mereka bangga berbicara yang disisipi bahasa asing ketimbang berbicara dengan bahasa ibunya.
Faham gotong royong yang merupakan nilai sosial yang pernah kita banggakan telah berganti dengan egoisme dan berakibat fatal dengan tumbuhnya Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Muak dengan KKN yang melanda negeri ini, para mahasiswa datang dan teriak reformasi hingga akhirnya terjadilah penggantian rezim.
Habibi yang hebat itu, pernah memerintah negeri ini walau cuma seumur jagung dan tergantikan oleh Gus Dur yang juga karena keterbatasannya dia lebih suka menerima “bisikan” dari pada mendengar langsung dari wakil Presiden.
Gus Dur berhasil memisahkan militer dari kekuasaan di republik ini, tapi kesukaan beliau akan jalan-jalan ke luar negeri membuat orang bertanya apakah dia ini duta wisata atau Presiden.
Peristiwa Ambon dan Palu yang bermuara pada SARA, hanya ditangani dengan komentar-komentar sinis tanpa ada tindakan kongkrit yang pada ahirnya membuat dia harus turun dari tahtanya sebelum masa kepresidenan berahir.
Mbak Mega juga pernah memimpin negeri ini, kasihan beliau mewarisi negeri yang sudah kacau lahir dan batin.
Bangsa yang dulu dikenal sebagai bangsa yang santun ini tiba-tiba menjadi beringas lebih suka mendahulukan otot dari pada akal, terorisme ada dimana-mana, seolah tidak ada lagi tempat yang aman di negeri ini.
Pemerintahan mbak Mega tergantikan oleh pemerintahan SBY seorang pensiunan jenderal yang pernah mengenyam pendidikan di The U.S. Army Command and General Staff College (USAC&GSC) .
Beliau ini selalu berpenampilan rapi dan mempunyai banyak watak kadang nangis, kadang nyanyi, kadang marah.
Banyak keanehan-keanehan pada jaman pemerintahan SBY ini, ketika muncul gerakan yang dianggap akan meresahkan kedudukannya selalu saja dipatahkan dengan kelihaiannya.
Diawal pemerintahannya, ketika ingin memutus/mengurangi subsidi BBM dan sepertinya sudah diprediksi huru hara apa yang akan terjadi bila dilaksanakan, dengan mudah saja dimunculkan kasus ambalat (yang seolah olah kita akan berperang dengan Malaysia) yang mengundang reaksi rakyat, bendera Malaysia dibakar dan patriotisme dimana mana dan …………..kasihan rakyat lupa BBM telah naik dengan mulus.
Banyak kejadian-kejadian yang mengerikan yang membuat kami merasa apa ini hanya dipakai sebagai “tumbal” untuk kasus-kasus bobrok yang melanda bangsa ini.
Sebut saja ada kasus A, bila pemerintah sudah terdesak pasti akan ada berita yang menutup berita ya teroris tertangkap lah atau pemboman dll.
Perseteruan antar partai politik dinegeri ini tidak lebih dari pemaksaan kehendak penguasa partai saja. Sebut saja kasus Century, setelah manusia yang dikehendaki oleh penguasa partai jadi di”lengser”kan seolah telah selesai dan kami tidak pernah dengar lagi kerja pansus Century.
Kasus Gayus, paling-paling Gayus akan di”bunuh diri”kan bila tidak ada titik temu dalam tawar menawar kasus Century VS Gayus, dan untuk menghilangkan kasus ini dari pikiran rakyat yaaa….dibuat dua peristiwa yang bakal heboh, bunuh Ahmadiyah dan Bakar gereja.
Bapak Almarhum Presiden pertama Republik ini, ada keinginan kami untuk hijrah ke negeri Mesir negeri temanmu Alm Presiden Gamal Abdel Nasser, tapi kami dengar keadaannya juga tidak lebih dari negeri kita.
Malah menurut berita yang sahih (dokumen ditemukan di kantor polisi di Iskandariyah yang hangus dibakar massa) bahwa otak pelaku pengebom Gereja di Alexandria (Iskandariyah) pada malam pergantian tahun 2010/2011 adalah menteri dalam negeri Mesir sendiri, karena di negeri Mesir kepolisian berada dalam atap kementerian dalam negeri dan masih banyak lagi cerita menyeramkan tentang wakil Presiden Omar Sulaiman yang mantan menteri urusan intelijen negara itu.
Bapak Almarhum Presiden pertama, kami ingin pamit dulu untuk surat yang ini dan sampai jumpa di surat yang akan datang.
Abdullah Salim – Malang







































Tweets that mention Surat untuk Alm Presiden Pertama RI « K@barNet -- Topsy.com berkata
[...] This post was mentioned on Twitter by Proletar and ella rusdiana, -ucup freelancer-. -ucup freelancer- said: Kereenn::—> Surat untuk Alm Presiden Pertama RI http://bit.ly/fPlFVK [...]
abinsa jaya berkata
Pak Abdul kami nungguin surat2 bapak ke pak pres R.I yg I lagi ya?
setiaonebudhi berkata
nice post..
nitip akh, http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/02/11/silent-night-theme-bernuansa-hijau-yang-elegan/
SYAIFUL berkata
kedutaan arab saudi semoga Allah swt menempatkan rohnya pada tempat yang diridhoinya dan semoga tanah haromain tetap terjaga hingga hari akhirat
SYAIFUL berkata
semoga Allah swt menempatkan rohnya pada tempat yang diridhoinya dan semoga tanah haromain tetap terjaga hingga hari akhirat
Wong nDeso berkata
ini tambah sesat lagi, wong orang sudah mati kok dikirimi surat
kalau waras mestinya kirim surat kepada yang masih hidup, entah itu Presiden, atau ketua DPR atau pak Wakijan,
jangan-jangan nanti ada yang buat surat buat malaikat,
hati-hati penyesatan baru
Fagins berkata
Hmmm… Mencerahkan. Menyadarkan.
Mazdan Ali berkata
“… Terlalu mengada-ada, setiap pemerintahan pasti ada kelebihan dan kekurangn. Jika anda memiliki bukti yg kuat tentang yg anda maksud, laporkan saja. jika anda benar dan benar-benar punya nyali serta bukan omong doang buktikan di pengadilan… Dan anda adalah pahlawan hari ini ..!! Merdeka..!!
RAKYAT berkata
Penulis surat OKE, tinggal yang baca sadar ngga…. Sentilannya cukup mengena… Makasi mas Abdullah. O iya, kapan nulis surat lagi? hehehe..
paulus sujono berkata
anda memang hebat.
Nasionalis sejati.
Hidup bangsa Indonesia
jantung hati berkata
hmmmm…..kira2 dibales nggak ya sama alm. presiden pertama??