KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

SBY Anggap Bencana Alam Adalah Musuh

Posted by KabarNet pada 21/01/2011

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sambutan di hadapan peserta rapat pimpinan (rapim) TNI dan Polri. Dalam sambutannya, SBY mengatakan ‘musuh’ TNI dan Polri selain menghadapi musuh adalah menghadapi bencana alam yang akhir-akhir ini terus terjadi.

“Musuh kita hampir tiap hari adalah bencana alam. Gempa bumi, climate change, topan, badai, kemarau panjang, musim basah yang luar biasa ekstrem,” kata SBY di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2011).

Hadir dalam acara ini Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan para petinggi di tubuh TNI dan Polri.

Oleh karenanya, menurut SBY, peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan diperkuat dengan memasukkan para perwira TNI aktif serta anggota Polri yang berprestasi.

“Oleh karena itu BNPB akan diperkuat. Perwira aktif TNI dan Polri akan kita tugaskan. Itu juga menjadi insentif karir,” kata SBY.

Para mayor, letkol yang berhasil menjalankan tugas tanggap bencana menurut SBY harus dipromosikan. “Dua tahun di situ promosi. Bukan yang pensiun, bukan yang alih status. Tapi diisi perwira aktif,” jelas SBY.

“Siapkan kesatuan Saudara. Laksanakan operasi profesional. Cuaca sudah mulai ada krisis,” ujarnya. [detikNews]

Bapak Presiden.. Sesungguhnya Bencana Alam yang Terjadi Adalah Takdir dari Allah Ta’ala. Manusia Seharusnya Bertanya, “MENGAPA TERJADI BENCAN?”.. Ingatlah, Bahwa Bencana Alam adalah Sebuah Peringatan dari Allah Ta’ala dan Janganlah Engkau Anggap  Sebagai Musuh..

11 Tanggapan to “SBY Anggap Bencana Alam Adalah Musuh”

  1. taUbat berkata

    Sesungguhnya Bencana Alam yang Terjadi Adalah Takdir dari Allah Ta’ala. Manusia Seharusnya Bertanya, “MENGAPA TERJADI BENCAN?”.. Ingatlah, Bahwa Bencana Alam adalah Sebuah Peringatan dari Allah Ta’ala dan Janganlah Engkau Anggap Sebagai Musuh..

    Sebagai masyarakat juga bertanya mengapa bencana banyak terjadi di Indonesia dan beruntun, lalu siapakah yang diperingatkan …..

  2. PENGAMAT berkata

    @TaUbat

    Kalimat itu bukan ucapan SBY, tapi sindiran dari admin. Sekarang kalimat tersebut dipindah ke bawah oleh admin dan ditambah “Bapak Presiden….”, agar lebih jelas. Salam

  3. taUbat berkata

    @ PENGAMAT
    @ Admin

    Terima kasih, koreksinya kemungkinan yang dimaksud Admin adalah hendaknya bencana alam itu bukanlah dianggap sebagai musuh melainkan sebagai peringatan atau teguran.

    “Musuh kita hampir tiap hari adalah bencana alam. Gempa bumi, climate change, topan, badai, kemarau panjang, musim basah yang luar biasa ekstrem,” kata SBY di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2011).

    Jadi kalau yang dimaksud bencana alam itu sebagai musuh kita berarti harus kita lawan/perangi, lalu yang harus dilawan apanya ?

    Salam.

  4. taUbat berkata

    JOKOWI : 90 PERSEN DKI SIAP HADAPI BANJIR

    Selasa, 6 November 2012 | 10:07 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.com — Pagi ini, Selasa (6/11/2012), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menggelar apel dalam kesiapan menghadapi banjir di Jakarta. Hal ini terkait dengan situasi akhir-akhir ini di Jakarta ataupun di Bogor yang sudah mulai memasuki musim hujan.

    Persiapan menghadapi banjir ini sudah pada posisi 90 persen. Yang 10 persennya tinggal pelaksanaan di lapangan
    – Joko Widodo

    “Persiapan menghadapi banjir ini sudah pada posisi 90 persen. Yang 10 persennya tinggal pelaksanaan di lapangan,” kata Jokowi, di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

    Dalam apel itu, Jokowi mengatakan, yang dibutuhkan oleh warga yang menjadi korban banjir adalah aksi dan tindakan langsung dari para aparat di lapangan. “Langsung action-nya di lapangan apa, yang paling penting itu. Informasi yang didengar, informasi banjir makin besar atau makin kecil. Jadi pergerakannya jelas,” ujarnya.

    Jokowi pun mengingatkan kepada para peserta apel yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI, Dinas Perindustrian dan Energi DKI, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Dinas Perhubungan DKI, Dinas Kebersihan DKI, Dinas Kesehatan DKI, PLN, PAM, SAR, Polda, dan PMI, untuk memiliki response time yang tepat dan cepat agar proses evakuasi korban banjir dapat segera teratasi.

    “Itu adalah sebuah tindakan-tindakan lapangan, gerakan-gerakan lapangan. Jangan sampai banjir sudah di lapangan, dua sampai empat jam, petugasnya baru sampai,” kata Jokowi.

    Setelah memberikan pengarahan kepada peserta apel, Jokowi selanjutnya memberikan simulasi kepada peserta apel dan melihat-lihat logistik kesiapan dari perangkat SKPD. Jokowi melihat-lihat perahu karet didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Arfan Arkilie.

    Seusai memberikan pengarahan, Jokowi meninjau tenda yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan DKI, Dinas Sosial DKI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Orari, Satpol PP, Dapur Umum Dinsos DKI, mobil Rescue Polisi, tank, mobil Bekangdam Jaya, mobil BNPB, Palyja, mobil water mist light unit, dan mobil light rescue.

    Kurnia Sari Aziza

    ===============

    Bajir besar di DKI Jakarta tahun 1997, 2002 dan 2007 dengan pengalaman rentang waktu 5 tahun tersebut, masyarakat menganggap dan menjadikan tauma/siklus banjir besar bakal datang dalam dengan kelipatan 5 tahun sekali.

    Sebagai masyarakat yang melihat langsung pada peristiwa banjir besar Jakarta khususnya di pintu air manggarai :

    => Menjadi tontonan masyarakat (memantau)

    => Pemulung mengumpulkan perlengkapan rumah tangga dan elektronik yang tebawa hanyut (mengais rezeki)

    => Rumah2 dan kerangkanya yang didirikan diatas kali berjalan terbawa hanyut. (prihatin)

    => Kayu gelondongan dan bambu berserakan malang melintang (penyebab subatan)

    => Pintu air sudah dibuka penuh bahkan tanpa saringan sampahnya telah diangkat tapi jalan air tidak lancar karena sampahnya bertumpuk dan laju airnya tidak lancar melewati bawah sampah (Pintu air kokoh)

    = >Tidak siaga beko dan truk angkut.(kedinginan)

    Penyebab banjir di Jakarta dikarenakan :

    => Ditandai dengan kemarau panjang terlebih dahulu sehingga pepohonan dipinggir kali banyak mati (sewaktu air datang pepohonan terhanyut disertai akar dan longsoran tanah)

    => Hujan lebat yang merata dari Puncak hingga Jakarta (hutan dan penyerapan belum berfungsi)

    => Sampah yang kian hari kian menumpuk dipinggir kali karena kemarau dan tidak terbawa aliran sungai.(kurang peduli)

    Apresiasi kesiapan / siaga Paskah banjir yang telah mencapai 90 persen.

    Yang dijadikan pertanyaan masyarakat sudahkah diantisipasi kendala Daerah Aliran Sungai (DAS) ….

    Semoga tahun ini (2012) Jakarta tidak mengalami banjir yang besar lagi dan kalaupun banjir tidak seperti 3 periode lalu, karena kemarau tidak panjang dan ada hujan walau jarang yang telah memberi sumbangan sampah ke pintu air.

    Oh ya, yang sering diberitakan di televisi itu adalah wilayah yang dari dulu pemerintahnya akan merelokasi (daerah rendah dibangun rumah)

  5. taUbat berkata

    Sia2 saja usaha pembuatan / penyelesaian drainase yang telah menelan biaya cukup besar,

    Tujuan melancarkan air tapi tidak mengindahkan dalam pelaksanaan pada proyek pembuatan / penggalian gedung2, air disertai lumpurnya di salurkan pada saluran drainase hingga terjadi pendangkalan dan penyumbatan. (tak ada sanksi)

    Sebagian jalan yang telah dilaksanakan perbaikan drainase masih juga tergenang air …..

  6. taUbat berkata

    Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan (Ensiklopedia)

    Fenomena yang berubah ketika di pinggiran / luar Jakarta mengalami kebanjiran, saat itu diJakarta selalu terkena banjir terlebih dahulu.

    Namun ada beda, yang terjadi malah diluar/pinggiran Jakarta yang mendapatkan musibah banjir.

    Kalau diberita/media yang ditayangkan hanya lokasi dataran rendah Jakarta, pada kondisi debit air hujan dan ketinggian normal sungai saja kebanjiran, (warga terbiasa)

    kecuali tidak ada hujan. (kemarau)

    Perlu partisipasi mengantisipasi dalam menghadapi musim penghujan bagi seluruh warga Jakarta khusunya, agar dapat lebih dioptimalkan lagi …….

    G O T O N G _ R O Y O N G

  7. taUbat berkata

    Terhindar dari siklur 5 tahunan banjir besar, masyarakat memberikan apresiasi pada antisipasi datangnya banjir besar yang dilakukan oleh semua pihak yang peduli pada fungsi sungai dengan menanggulangi sampah, ketinggian air di pintu air manggarai :

    1. Tahun 1997 = 970 (I)
    2. Tahun 2002 = 1050 (II)
    3. Tahun 2007 = 1070 (III)
    4. Tahun 2012 = 920 (tidak terjadi banjir besar)
    5. Tahun 2013 = 1020 (IV)

    Dari data diatas berarti Sampah yang menyumbat dipintu air walau dirasa belum maksimum penanggulangannya namun sudah dapat memberikan arti, terbukti dengan ketinggian air hanya 1020 latuharhary jebol, yang diartikan lolosnya air dari pintu air yang dihalangi sampah ketinggiannya dapat diprediksi …..

    Memang dirasakan bahwa hujan tahun ini luar biasa deras, lama dan merata dari hulu sampai hilir syukur Alhamdulillah tidak menenggelamkan Jakarta

    Ada yang dirasakan janggal bahwa ormas yang berslogan”Bersih Jujur dan Peduli” itu tidak berada di lokasi …….. (ini kemanusiaan bukan untuk dipolitisir)

  8. taUbat berkata

    KENAPA JAKARTA SELALU BANJIR ?

    Sejak ribuan tahun yang lalu, Jakarta sudah sering banjir.

    kidnesia.com – Tak perlu heran. Sebab, kota Jakarta dibangun di daerah rawa dan dataran rendah dengan ketinggian 0 sampai 75 meter di atas laut. Saat hujan deras, 13 sungai yang ada di Jakarta meluap kemana-mana.

    Berbagai usaha mengatasi banjir sudah dilakukan. Sejak pemerintah Hindia Belanda memindahkan kantor VOC dari Banten ke Batavia pada tahun 1619, sungai-sungai pun mulai dikeruk menjadi kanal-kanal seperti di negeri Belanda.

    Namun, pada tahun 1621, tidak lama setelah Belanda membuat kota dagang Batavia, banjir besar merendam seluruh kota. Banjir-banjir besar pun terulang hampir setiap 20 tahun sekali.

    Untuk mengatasi banjir, selain mengeruk sungai dan membuat banyak kanal, pemerintah juga membangun pintu-pintu air. Selain itu, dibangun pula bendungan dan situ untuk menampung dan mengendalikan air di hulu-hulu sungai.

    Dari 13 sungai yang ada di Jakarta, sungai Ciliwung merupakan yang terbesar. Hulu sungai Ciliwung berada di dataran tinggi di sekitar Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan daerah Puncak. Sungai yang panjangnya 120 km ini melintasi Bogor, Depok, dan Jakarta.

    Pada saat musim hujan, volume air Ciliwung sangat besar. Selain besar dan deras, air Ciliwung juga membawa sedimentasi tanah dan sampah, sehingga daerah aliran sungai Ciliwung yang melintasi Jakarta cepat dangkal.

    Untuk mengatasi banjir di Ciliwung agar tidak meluap ke tengah kota Jakarta, pada tahun 1920 pemerintah Hindia Belanda membuat kanal banjir dengan pintu air di daerah Manggarai.

    Air Ciliwung yang tadinya mengalir melalui daerah Cikini, Gondangdia, lalu ke daerah Gambir, langsung digelontorkan ke kanal banjir barat melalui Pasar Rumput, Karet, Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, Pluit, lalu ke laut.

    Belanda sudah merencanakan membuat dua kanal untuk memecah aliran sungai Ciliwung ini. Sayangnya, kanal banjir timur belum sempat dibuat oleh Belanda. Baru pada tahun 2003, Indonesia membuat kanal banjir timur untuk mengurangi banjir di Jakarta.

    Akan tetapi, setiap musim hujan, Jakarta masih saja banjir.

    Penyebabnya, karena sungai-sungai dan kanal-kanal yang ada di Jakarta semua dangkal dan banyak sampah, sehingga air meluap ke pemukiman.

    Selain itu, pembangunan jalan, gedung, dan perumahan yang tidak menyediakan sumur resapan, membuat air yang tercurah dari atap gedung dan permukaan jalan langsung terbuang ke selokan. Padahal, selokan dan gorong-gorong di Jakarta banyak yang tidak berfungsi dengan baik karena pembangunannya asal-asalan.

    Lalu, bagaimana mengatasi banjir di Jakarta?

    Menurut Nesi, setiap rumah/bangunan wajib memiliki sumur resapan. Banyaknya sumur resapan tergantung dari luas tanah yang dimiliki. Sumur resapan berguna untuk menampung air hujan, sekaligus untuk mengisi air tanah.

    Setiap orang yang tinggal di Jakarta, wajib membuang sampah pada tempatnya, agar sampah tidak berceceran sehingga menyumbat selokan atau masuk ke sungai.

    Sepanjang bantaran sungai dan kanal harus bebas dari pemukiman untuk menghindari kebiasaan membuang sampah di sungai dan kanal.

    Sungai dan kanal dikeruk secara rutin agar sungai dan kanal mampu menampung air sebanyak-banyaknya.

    Selokan selalu dibersihkan dan selalu diperiksa untuk memastikan air bisa mengalir dengan lancar. Air dari selokan dialirkan ke kolam penampungan buatan agar air bisa meresap ke dalam tanah.

    Selain itu, bendungan, dam, dan pintu air diperbanyak untuk mengendalikan banjir.

    Bagaimana, apakah kamu ingin menambahkan? Apa idemu untuk mengatasi banjir di Jakarta?

    Sigit Wahyu / Ricky Martin / Bobo

    =====================

    BERKAITAN DENGAN SIFAT AIR DAN PANTAUAN KETINGGIAN AIR GUNA MENCEGAH BANJIR ADALAH DENGAN CARA MELOLOSKAN AIR DARI PINTU AIR SEBANYAK-BANYAKNYA GUNA DAPAT MENGURANGI KETINGGIAN KARENA KANAL BARAT SUDAH TIDAK DAPAT MENAMPUNG MAKA SETIDAKNYA DAPAT DICARIKAN SOLUSINYA …….

  9. taUbat berkata

    JADI SALAH SATU ALTERNARTIF SOLUSI UNTUK MENGATASI BANJIR DIKONSENTRASIKAN SAJA PADA PINTU AIR MANGGARAI

    DENGAN BERMAIN CANTIK BUKA TUTUP PINTU AIR YANG LAINNYA . (FLEXIBLE)

    DENGAN MEMBUAT SALURAN LAIN BERBENTUK APAPUN YANG MENUJU LAUT MEMBACKUP KANAL BARAT.

    KANAL DAN PINTU AIR BELANDA TELAH DIAKUI DUNIA.

  10. HIKMAH berkata

    taUbat berkata
    23/01/2011 pada 00:16

    @ PENGAMAT
    @ Admin

    Terima kasih, koreksinya kemungkinan yang dimaksud Admin adalah hendaknya bencana alam itu bukanlah dianggap sebagai musuh melainkan sebagai peringatan atau teguran.

    “Musuh kita hampir tiap hari adalah bencana alam. Gempa bumi, climate change, topan, badai, kemarau panjang, musim basah yang luar biasa ekstrem,” kata SBY di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/1/2011).

    Jadi kalau yang dimaksud bencana alam itu sebagai musuh kita berarti harus kita lawan/perangi, lalu yang harus dilawan apanya ?

    Salam.

    ***

    BAGUS SEKALI PERTANYAAN Sdr. TAUBAT !

    Itulah yang seharusnya dimusuhi oleh semua umat manusia yang beragama sesungguhnya. Bukan memusuhi akibatnya, yakni bencana alam banjir, gempa, tpan, badai, penyakit bahkan perang.

    Mengapa YANG PERLU DIMUSUHI BERSAMA OLEH UMAT MANUSIA adalah SEBAB DARI BENCANA dan bukan AKIBAT DARI BENCANA ???

    Karena sesungguhnya :

    BENCANA ALAM yang menimpa manusia di suatu tempat (Yang dikehendaki Allah SWT) seperti banjir, gempa dan sebagainya adalah MERUPAKAN PERINGATAN KERAS dari Yang Maha Kuasa SEBAGAI AKIBAT dari PERBUATAN DOSA-2 yang dilakukan manusia sadar atau tidak sadar. Dosa yang diperbuat manusia banyak bentuk dan derajatnya dari yang paling halus seperti berhura-hura yang bersifat boros, takabur dan mubajir (tidak berguna) sampai yang berat seperti berbuat maksiat, bermabuk-mabukan dan sebagainya yang kerap banyak dilakukan saat menjelang pergantian tahun.

    SUMBER BENCANA yang mengakibatkan timbulnya bencana alam di suatu tempat seperti hujan lebat yang mengakibatkan banjir, pergeseran lempeng tektonik yang mengakibatkan gempa, penyakit yang mengakibatkan sakit dan perang yang mengakibatkan berbagai kerusakan dan korban jiwa adalah merupakan KEHENDAK YANG MAHA KUASA yang diazabkan SEBAGAI PERINGATAN KERAS kepada manusia AGAR SEGERA MENYADARI AKAN KESALAHANNYA dan KEMBALI KE JALAN YANG BENAR yang diridhoi oleh-NYA.

    Jika kita melihat pada kedua gambar di atas yang jarak kejadiannya cukup dekat, yakni hitungan belum satu bulan, maka percaya atau tidak sungguh menggambarkan HUBUNGAN SEBAB AKIBAT ANTARA PERBUATAN MANUSIA SEBELUMNYA DENGAN KEJADIAN ALAM YANG TIDAK DIKEHENDAKI MANUSIA SEBAGAI PERINGATAN DARI ALLAH SWT.

    Oleh kaena itu janganalan kita memusihi bencana alam, tapi sebaliknya justru musuhilah segala perbuatan dosa yang menyebabkan Allah SWT memberi peringatan keras kepada kita manusia sebagai hamba-hamba-Nya, yang diciptakan oleh-Nya dan kelak akan kembali kepada-Nya DENGAN SEGALA BENTUK PERTANGGUNGJAWABAN DUNIA YANG DIADILI DIHADAPAN-NYA KELAK.

    Terima kasih atas pertanyaannya Taubat.

  11. taUbat berkata

    @ HIKMAH

    Bencana alam yang telah berulang salah satunya di Ibu kota selalu kebanjiran seharusnya dapat tangani dengan baik karena peristiwa dan waktunya sudah dapat diprediksi.

    Yang disesalkan Jakarta punya “Kanal Timur” tapi tidak berfungsi, beban “Kanal Barat” tidak mampu menampung dan jebol serta pintu air manggarai meluap. (dari kiriman dan hujan lokal)

    Bencana alam sebagai peringatan dan teguran semoga dapat mengambil hikmahnya …….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: