Surat Terbuka untuk Nurdin Halid
Posted by KabarNet pada 01/01/2011
Kepada Yang Mulia
Bapak Nurdin Halid
Di Tempat
Bpk Nurdin Halid Yang Mulia.
Sudah berbilang ratusan, ribuan dan bahkan berjuta anak bangsa ini, rakyat negeri ini, pencinta bola negeri ini menyuarakan aspirasi agar Bapak dengan kerelaan hati mundur sebagai Ketua PSSI. Namun Bapak masih berkeras hati bahwa Bapak akan tetap memegang jabatan ini karena Bapak menghormati demokrasi. Jadi jabatan ini harus diemban sesuai konstitusi PSSI.
Kalau itu yang menjadi kendala, mestinya Bapak harus mengaca diri dan harus belajar lagi tentang arti demokrasi kepada para pakar demokrasi yang banyak di negeri ini. Karena esensi demokrasi sejati adalah menyerap aspirasi dan tidak hanya mengacu pada apa yang tertulis, karena kadang yang tertulis itu cuma hanya sebagai prosedural yang kadang sudah tertinggal jauh dengan akselerasi aspirasi yang akan terus berkembang.
Bapak Nurdin Halid Yang Mulia,
Selama Bapak mengemban amanah persebakbolaan bangsa ini sejak 2003. Tiada piala dan medali bisa didapat anak-anak negeri di bidang sepak bila. Juga tiada yang bisa dibanggakan kepada siapa-siapa dan tentang apa-apa. memang pada tahun ini Tim Nasional kita bisa berlaga di final piala AFF 2010, namun itu semua karena kerja keras para pemain dan official yang karena ingin mempersembahkan sesuatu kepada bangsa yang sudah lama haus akan presati Tim Nasionalnya.
Jadi bukan karena presatai Bapak Tim Nasional kita bisa menggapai babak final piala AFF 2010. Bahkan intervensi Bapak yang mempolitisasi Tim Nasional di saat-saat mereka membutuhkan konsentrasilah yang menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk memboyong piala AFF yang sangat dirindukan semua penggemar bola negeri ini.
Bapak Nurdin Halid Yang Mulia,
Sebenarnya bangsa ini sangat respek dan hormat kepada Bapak sekiranya Bapak bisa tahu diri bahwa Bapak telah gagal membina sepak bola negeri ini. Bangsa ini sebenarnya sangat sayang kepada Bapak karena saat Bapak mendekam di dalam terali besi tempo hari karena kasus korupsi, kursi Bapak sebagai ketua PSSI tidak ada yang mengusik. Karena kalau itu diusik selagi Bapak mendapat cobaan dan teguran dari Tuhan kala itu, niscaya beban batin dan pikiran Bapak akan bertambah.
Maka sekarang disaat Bapak sudah bebas dan disaat Tim Nasional kita lagi disayang oleh semua anak bangsa serta disaat bangsa ini masih ingat bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam tubuh persepak bolaan kita. Alangkah bagusnya kalau Bapak mengundurkan diri. Bapak akan dikenang oleh semua elemen bangsa, oleh semua anak negeri bahwa Bapak sangat elegan dan demokratis karena Bapak bersedia mengundurkan diri dari ketua PSSI.
Nama baik Bapak akan dicatat dengan tinta emas dalam dunia persepakbolaan tanah air, bukan diukir karena organisasi sepak bola nasional yang amburadul dan dikendalikan dari balik jeruji besi.
Bapak Nurdin Halid Yang Mulia,
Lebih akan terhormat lagi kalau sekiranya pengganti Bapak selepas mengundurkan diri nanti adalah generasi muda anak negeri yang belum tercemar polusi politik dan polusi korupsi. Saya khaqul yakin bahwa banyak anak negeri ini yang pintar dan jenius dalam berorganisasi dan manajemen yang mampu mengelola dan menggerakkan persepak bolaan negeri ini untuk lebih maju dan lebih diperhitungkan oleh bangsa lain.
Untuk itu saya mohon dengan sangat dan dengan kerendahan hati sekali lagi kepada Yang Mulia Bapak Nurdin Halid untuk mundur dari Ketua PSSI. Sudah cukup PSSI Bapak pimpin selama tujuh tahun ini. Rakyat negeri ini sudah sangat merindukan prestasi bagus Tim Nasional kita, presatsi bagus Klub-klub Sepak bola kita, prestasi bagus pemain-pemain kesebelasan kita. Karena sudah berbilang tahun, berbilang windu dan berbilang dasa warsa prestasi itu lari dari dambaan kami.
Dari Kami Pencinta Sejati Sepak Bola dan Pencinta Sejati Tim Nasional,
Ahmad Mustofa







































obat herbal mujarab berkata
wah iya Pak Nurdin… dengar aspirasi bawah dong
sutan marajo berkata
Selamat pak Nurdin… udah ada muridnya yaitu Gamawan Fauzi ttg keistimewaan Yogyakarta….. berapa persen sih rakyat Yogya dibandingkan seluruh rakyat Indonesia.Jadi kalaupun seluruh rakyat Yogya meminta rajanya ditetapkan sbg Gubernur,itu belum demokrasi sebab paling2 brp % sih dibandingkan 200 jt rakyat Indonesia.Percayalah makin lama akan makin banyak orang /pejabat yg berlindung di kata -demokrasi- utk mempertahankan kekuasaan dan pendapatnya.Biarpun orang pencinta bola, kan bukan pengurus baik di daerah atau pusat,jadi sia2 saja bersuara.Emangnya lu siape?
Semendo berkata
Bener tuh sepak bola itu olah raga bukan politik. Demokrasinya demokrasi prestasi, yang berprestasilah yg harusnya pimpim pssi
anonim berkata
orang kalau sudah terlalu nyaman, lupa akan segalanya
berlindung di balik kata demokrasi adalah sebuah kemunafikan yang akan hancur
jefri66 berkata
yang tau diri donk nurdin….kalo semua da ga suka…kalo semua da tau dirimu gagal…mbok ya mundur…masa iya sih…menpora aja da minta mundur dengan jelas…rakyat juga da minta mundur..koq tetap aja hati kamu ky tembok..muke lu ky gedeg bambu…belajarlah untuk mempunyai rasa maluuuu…