Korban Tewas Dapat 2,4 Juta, Sapi Mati 9 Juta
Posted by KabarNet pada 09/11/2010
Santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana Merapi sungguh mengenaskan. Kabupaten Sleman hanya menganggarkan Rp 2 juta per jiwa. Sedangkan untuk biaya pemakaman, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan sebesar Rp 400 ribu. Total jumlah santunan korban tewas sekitar Rp2,4 juta.
Santunan kepada keluarga yang meninggal dunia akibat bencana Merapi ini sangat jauh nilainya dengan penggantian hewan ternak sapi yang mati, yang nantinya akan diganti oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penangglangan Bencana (BNPB). Sapi dihargai senilai harga masih hidup.
“Penggantian sapi yang mati akibat awan panas akan disesuaikan dengan harga sapi saat sapi itu masih hidup,” kata Menteri Pertanian Suswono di Gedung BNPB, Yogyakarta, Senin 8 November 2010.
Menurut Suswono beberapa kriteria di antaranya, penggantian untuk sapi potong jantan dihargai Rp22 ribu per kilogram sapi hidup. Untuk sapi betina perah yang tidak bunting dan tidak sedang diperas susunya (laktasi) dihargai Rp20 ribu per kilogram. Untuk sapi potong jantan dan sapi betina perah beratnya bisa mencapai lebih 400 kilogram perekor. Itu artinya harganya bisa mencapai Rp 8 juta sampai Rp 10 jutaan.
Lebih lanjut Suswono menyatakan jumlah sapi yang saat ini, khususnya pada zona rawan bencana merapi 20 kilometer di Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten, Boyolali jumlahnya mencapai 61.884 ekor.
Untuk sapi yang mati dan nantinya akan mendapatkan penggantian dari pemerintah di Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang mencapai 421 ekor. Ternak sapi yang mati terbanyak di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang.
Tidak menghargai prinsip kemanusian
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menyayangkan kebijakan pemberian santunan korban jiwa Merapi lebih sedikit dibanding penggantian korban ternak.
“Tidak menghargai prinsip kemanusian. Apapun pertimbangan pemerintah dan apapun alasannya-sangat disayangkan model kebijakan tersebut,” ujar Sekjen DPP PDIP di Jakarta, Senin (8/11).
Hal senada juga disampaikan Kordinator LSM Protanikita Bonang. Dia menyatakan ironis jumlah santunan korban ternak lebih besar daripada santunan korban jiwa. “Ironis korban ternak lebih besar ketimbang korban jiwa,” ujar Bonang.
Seperti diketahui santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana Merapi sungguh mengenaskan. Kabupaten Sleman hanya menganggarkan Rp 2 juta per jiwa. Sedangkan untuk biaya pemakaman, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan sebesar Rp 400 ribu. Total jumlah santunan korban tewas sekitar Rp2,4 juta.
Santunan kepada keluarga yang meninggal dunia akibat bencana Merapi ini sangat jauh nilainya dengan penggantian hewan ternak sapi yang mati, yang nantinya akan diganti oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penangglangan Bencana (BNPB). Sapi dihargai senilai harga masih hidup. [slm/kn]







































RATU berkata
SANTUNAN YG TDK BERPERIKEMANUSIAAN,APA INI NEGARA APA? BINATANG SEMUA PEMIMPINNYA
dede berkata
hitunganya besar manusia karena manusia bobot hidupnya lebih ringan,…..heeeeeee(timbangan.com)
Carrie Smillie berkata
Awesome post. I so good to see someone taking the time to share this information