Mbah Maridjan Bukanlah SBY
Posted by KabarNet pada 03/11/2010
SEMUA orang pasti mengakui bahwa Mbah Maridjan adalah seorang yang setia kepada tugas sampai akhir hayatnya. Dia pasti tahu bahwa awan panas Merapi yang biasa disebut wedus gembel sewaktu-waktu bisa mencabut nyawanya. Dia juga tahu jika ingin selamat segera turun dari tempat tinggalnya. Namun Mbah Maridjan terlanjur berjanji. Dan janji bagi seorang ksatrya sejati adalah sumpah yang tidak boleh dilanggar. Bahkan jika perku dengan taruhan nyawa sekalipun.
Mbah Maridjan ingat betul ajaran dan filosofi yang terkandung dalam huruf dan abjad Jawa. Demi memegang amanat yang dipercayakan kepadanya. Matipun bukan halangan. Bagaimana dengan SBY? Dia adalah Presiden kita. Dia adalah orang nomor satu di Indonesia. Kedua tokoh ini pernah dan kabarnya beberapa kali ketemu. Yang membedakan antara keduanya adalah yang satu (Mbah Maridjan) adalah abdi yang setia dalam mengemban amanat. Yang lain adalah orang nomor wahid di Indonesia yang dapat memerintah siapa pun.
Jika antara yang diperintah dan yang memerintah nyambung. Kita yakin bangsa Indoensa akan menjadi bangsa yang hebat. Murah sandang, murah pangan. Tidak akan ada orang yang kelaparan. Tidak akan ada pengemis yang berjibun. Tidak akan ada antrian panjang untuk memebeli beras miskin (raskin). Anak-anak dan bayi tidak akan dibuang oleh orang tuanya gara-gara factor ekonomi. Tidak akan ada yang bunuh diri karena tidak sanggup lagi menatap hari esuk.
Sayang, kita belum sampai ke arah itu. Padahal bumi kita diberi rahmatan lil alamin. Laut kita laksana kolam susu. Segala macam organ laut bisa hidup di Nusantara. Karena itu sering dipakai untuk nyanyian dan puja-puji doa. Namun sekali lagi sayang. SBY adalah Presiden kita yang cepat tanggap. Setiap ada masalah, kecil sekali pun pasti direspon. Sampai ada yang curiga jika sikapnya tersebut sengaja untuk mencitrakan dirinya. Hanya masalahnya, selama ini yang kita lihat SBY hanya bisa komentar. Tapi pelaksanaannya tidak pernah tuntas!
Contoh soal bail out Bank Century, SBY komentar agar dituntaskan. Namun seperti yang kita lihat masalah tersebut belum tuntas juga. Waktu namanya disebut oleh seorang perempuan yang diduga bernama Ong Yuliana dalam rekaman yang diperdengarkan KPK di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. SBY juga meminta agar masalah tersebut diusut tuntas. Sampai sekarang kita juga belum mendengar ada dimana gerangan Ong Yuliana tersebut. Juga kita tidak mendengar lagi SBY minta masalah tersebut diclearkan. Karena itu timbul pertanyaan, yang badung anak buahnya, atau SBY yang memang tidak serius?
Jika saja SBY adalah Mbah Maridjan, yang rela mati demi kesetiaan pada tugas dan tanggungjawab. Kita yakin bangsa Indonesia tidak bakalan jadi bangsa pengemis. Kalau saja SBY ikuti jejak Mbah Maridjan, pasti semua persoalan di negeri ini cepat terselesaikan. Maka sekali lagi dan sangat disayangkan, SBY memang bukan Mbah Maridjan, dan Mbah Maridjan bukanlah SBY.
Penulis: Tubagus Januar Soemawinata (Unas)
Berita: JakartaPress
Foto : goodreads







































Anonymous berkata
SBY bukan Mbah maridjan
Anonymous berkata
mbah maridjan adalah slah satu contoh yg ksetiaanya teruji btul bkan kata saja tp ujud nyata iya betul,bkan iya iya an….