Potensi Konflik Pembubaran Ahmadiyah Lebih Kecil
Posted by KabarNet pada 31/08/2010
“Kerukunan beragama tidak berarti kita boleh menista agama lain.”
Pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali yang menyerukan agar Ahmadiyah dibubarkan membuat dia dihujat sejumlah orang dan dianggap sebagai menteri yang tak mendukung kebebasan beragama. Namun Suryadarma bergeming. Menurutnya, justru Ahmadiyah yang mengganggu kerukunan sehingga terjadi perpecahan di masyarakat. “Kerukunan beragama tidak berarti kita boleh menistakan agama lain,” kata Suryadarma.
Mengapa Suryadarma menuntut Ahmadiyah dibubarkan? Berikut wawancara Ezra Sihite wartawan beritasatu.com dengan Suryadarma di Gedung DPR hari ini. Pak Menteri usai bertemu dengan anggota MPR.
Pernyataan Anda dinilai bertentangan dengan pernyataan presiden yang menjamin kerukunan dalam keberagaman agama dan kepercayaan?
Tidak kontradiktif. Ahmadiyah malah mengganggu kerukunan [beragama] dan terjadi perpecahan dalam masyarakat. Kerukunan beragama tidak berarti kita boleh menistakan agama lain.
Anda dianggap sebagai menteri agama paling konservatif?
Kalau komentar di era demokrasi bebas saja. Silakan saja yang ultramodern berkata demikian [konservatif].
Banyak yang menentang pernyataan Anda soal pembubaran Ahmadiyah.
Saya belum baca tanggapan-tanggapan. Yang baru saya baca tanggapan yang mendukung tanggapan saya. Itu sebenarnya sudah ada PNPS tahun 1965.
Kemudian keputusan bersama menteri agama, menteri dalam negeri dan jaksa agung ada beberapa dictum. Yaitu diktum kepada masyarakat umum agar jangan melakukan kekerasan dan diktum kepada Ahmadiyah, bahwa ajarannya harus dihentikan dan kalau harus dihentikan berarti tidak boleh terjadi lagi. Kalau terus maka inilah yang menyebabkan kemarahan dan untungnya aparat keamanan bisa meredam kemarahan itu.
Nah kalau ini terus terjadi saya kuatir eskalasi kemarahan terus meningkat dan kalau seperti itu menjadi tambah rumit. Ahmadiyah karena itu dibubarkan dan pemuka ormas Islam hendaknya bisa membimbing jemaah Ahmadiyah pada ajaran yang benar.
Kalau Ahmadiyah dibubarkan, potensi konfliknya juga besar.
Saya berpegang pada aturan. Kalau mereka dibubarkan, apakah tidak akan menyulut konflik? Nah mari pertanyakan sebaliknya, apakah kalau tidak dibubarkan tidak akan timbulkan konflik?
Buat kita yang Islam, nabi terakhir adalah Nabi Muhammad dan kalau Ahmadiyah itu ada lagi. Lalu ada ayat-ayat yang diacak-acak, saya lupa ayatnya tapi kalau itu dibuka maka tidak hanya umat Islam yang tersinggung dan tidak hanya Islam.
Kalau yang Islam saya yakin Nabi Muhammad nabi terakhir dan Alquran kitab satu-satunya. Anda Islam bukan?
Saya bukan
Kita merasa ajaran kita dinodai dan dinista, yang mana ajaran [Ahmadiyah] ini sudah dilarang dan tidak boleh masuk ke Mekkah. Dan saya pikir risiko yang paling kecil itu membubarkan dibanding membiarkan.
Proses pembubaran seperti apa?
Ada prosesnya dan tidak serta merta. Proses pertama itu terbitnya surat keptutusan tiga menteri, dilarang mengembangkan ajaran Ahmadiyah karena bertentangan dengan agama Islam. Ini soal kebebasan beragama. Ada yang meyakini mutlak ya silakan buat agama sendiri tapi jangan mengganggu ajaran agama lain.
Kalau ada ormas yang kemudian cepat bereaksi dan melakukan tindakan sendiri?
Pada saat ini, saya hanya bisa mengimbau agar umat Islam tidak anarkis menanggapi hal [Ahmadiyah] ini. Insya Allah mudah-mudahan enggak.
Kemarin saya sudah katakan bahwa kekerasan dalam nama agama atau alasan apa pun tidak bisa dibenarkan dan kalau sudah terjadi, itu sudah bagian penegak hukum. Source
Entri ini dituliskan pada 31/08/2010 pada 22:06 dan disimpan dalam Aqidah, Kabar Umat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































PRAMUDYA berkata
“PKI JAUH SANGAT LEBIH MULIA DARI PADA AHMADIYAH”
SEKALI LAGI “PKI JAUH SANGAT LEBIH MULIA DARI PADA AHMADIYAH”
SAYA ULANG “PKI JAUH SANGAT LEBIH MULIA DARI PADA AHMADIYAH”
MENGAPA SEKALI LAGI!!!!
MENGAPA !!!!!!
JUTAAN WARGA KOMUNIS INDONESIA KALIAN BANTAI TANPA MELALUI PROSES pENGADILAN!!
PKI TIDAK PERNAH MENGUSIK AL-QUR’AN APALAGI MENISTAKAN!
PKI TIDAK PERNAH MENGHINA NABI AGUNG MUHAMAD SAW APALAGI MENSEJAJARKAN DENGAN MANUSIA BINATANG SEPERTI GULAM AHMAD
ISLAM YANG ADA DIDADA ORANG-ORANG PKI JAUH LEBIH FUNDMENTALIS DIBANDINGKAN ORANG-ORANG MUNAFIK YANG MENGUSUNG PANJI-PANJI NEO LIBERAL KE INDONESIA
ISLAM YANG MENDARAH DAN MEMBAKAR DITUBUH ORANG PKI JAUH LEBIH GARANG TERHADAP PENJAJAH YANG DIMOTORI ZIONIS ISRAEL
SALAH SATU GERAKAN PEMBODOHAN DAN KEPALSUAN YANG DISEMBAH PARA JARINGAN ISLAM LIBERAL DI INDONESIA.
Anti anarkis berkata
Ya,ahmadiah sesat,tapi jauhilah anarkisme dalam penertibannya