KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Inilah Pidato Bung Karno untuk Malaysia

Posted by KabarNet pada 31/08/2010

Perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kembali mencuat. Ketegagan negeri serumpun kali ini dipicu dari ditangkap dan disiksanya tiga petugas kelautan Indonesia oleh kepolisian Malaysia. Kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah. Dimana, pada tahun 1962-1966 Indonesia juga sempat terlibat cekcok dengan Negri Jiran. Kala itu, persoalan dipicu ulah Malaysia yang dahulu dikenal dengan Persekutuan Tanah Melayu ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi Federasi Malaysia. Tindakan tersebut, sontak saja dikecam oleh Presiden Indonesia yang kala itu dijabat Soekarno. Bung Karno menilai, Malaysia adalah boneka Inggris, dan langkah tersebut akan mengganggu keamanan di Indonesia. Bung Karno memproklamirkan gerakan “Ganyang Malaysia” melalui pidato bersejarah pada 12 April 1963. Berikut kutipan pidato Sang Proklamator Indonesia tersebut:

Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu juga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu.

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan ke seluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo… ayoo… kita… Ganjang…

Ganjang… Malaysia…

Ganjang… Malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita badja

Peluru kita banjak

Njawa kita banjak

Bila perlu satoe-satoe!

Menyikapi pidato Bung Karno, Malaysia pun murka. Mereka mendemo Kedubes RI di Kualalumpur dan merobek-robek foto Soekarno. Bahkan, demonstran juga sempat membawa lambang burung garuda kepada Tunku Abdul Rahman dan meminta agar dia menginjaknya.

Namun, polemik tersebut mereda setelah posisi Soekarno digantikan Soeharto. Pada 28 Mei 1966, Indonesia dan Malaysia pun sepakat untuk berdamai, dan penandatanganan perdamaian dilakukan pada 11 Agustus. Source

6 Tanggapan to “Inilah Pidato Bung Karno untuk Malaysia”

  1. Zainal berkata

    Presiden sby perlu memiliki sikap tegas seperti bung karno,agar malaysia tidak menganggap remeh negeri kita.bila perlu putuskan hubungan diplomatik dengan tetangga yang sering membuat ulah tersebut.MERDEKA

  2. maria berkata

    Wau keren. Seharusnya pemimpin kita tegas seperti Bung Karno. Salut. Memang dari dulu malaysia mencari gara-gara.

  3. winant berkata

    menunggu kemunculan Sukarno selanjutnya
    yang bisa membawa negara ini dalam tataran diperhitungkan oleh dunia

  4. arm berkata

    jangan mimpi kalo sby bisa sama seperti soekarno. kalo bung karno seh pidatonnya terlihat patriotik nya tapi kalo sby seh kalo berpidato sebentar bentar menggunakan bahasa inggris malas mendengar nya presiden kok tidak bangga akan bahasa nya sendiri gmana bisa mau patriot

  5. bion berkata

    SBY nggak bakalan berani kayak Bung Karno Karna SBY banyak Mengikuti bangsa kafir dari bada bangsanya sendiri

  6. [...] Inilah Pidato Bung Karno untuk Malaysia Inilah Pidato Bung Karno untuk Malaysia [...]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: