Cak Nun: Pemimpin Indonesia Tak Punya Moral!!
Posted by KabarNet pada 28/08/2010
Surabaya – Melihat berbagai fenomena kejahatan di Indonesia, termasuk membudayanya perilaku korupsi, budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) menilai pemimpin Indonesia hingga kini belum memiliki moralitas.
“Mulai dari Presiden SBY, menteri, hingga anggota DPR/DPRD nggak mau berubah. Tunggu saja, nanti akan ada yang mengubah,” katanya di Surabaya, Kamis malam.
Ia mengemukakan hal itu dalam Buka Bersama dan Shalat Tarawih Keluarga Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan Cak Nun. Dalam acara bertopik “Excellence with Morality” itu, Cak Nun memberi apresiasi dengan semangat Unair yang mengusung visi dan misi “Excellence with Morality.”
“Mulai dari Presiden SBY, menteri, hingga anggota DPR/DPRD nggak mau berubah. Tunggu saja, nanti akan ada yang mengubah,” katanya di Surabaya, Kamis malam
“Itu karena di Indonesia nggak ada yang mau berubah. Mereka ’nyolong’ (korupsi) seenaknya sendiri,” katanya didampingi Rektor Unair Prof Dr H Fasich pt.
Suami dari artis Novia Kolopaking itu menyatakan para pemimpin di Indonesia juga hanya menghargai diri sendiri dan tidak menghargai rakyatnya. “Kalau menghargai orang lain itu berarti memiliki moralitas yang tinggi. Moralitas itu lebih tinggi dari hukum, karena hukum itu bisa direkayasa, sedangkan moralitas itu dari nurani,” katanya.
Menurut “arek Jombang” kelahiran 27 Mei 1953 itu, pemimpin yang menghargai orang lain itu tidak mementingkan jabatan, namun mementingkan moralitas. “Jabatan itu nggak penting, karena apapun jabatan kita kalau memiliki moralitas, maka hal itu lebih penting, meski kita adalah tukang sapu,” katanya.
Pemimpin kelompok “Kiai Kanjeng” itu menyatakan pemimpin yang memiliki moralitas itu tidak menarik pajak sebelum memberikan fasilitas yang memadai. “Kalau punya moral itu tidak hanya narik pajak dengan aturan-aturan hukum yang ada, tapi justru mengutamakan fasilitas, baru narik pajak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Cak Nun mencontohkan dirinya yang sekarang tidak menghargai diri sendiri, karena membuat segala bentuk jabatan yang disandang. “Saya sudah nggak menghargai diri, apa saja akan saya lakukan, termasuk ngamen, karena saya ingin menghargai orang lain,” katanya.
Dalam agama, Allah SWT sudah mengajarkan penarikan pajak hanya 2,5 persen, tapi fasilitas sudah diberikan terlebih dulu dan bahkan sangat berlebihan.
“Allah SWT mengajarkan hubungan ’suami-istri’ antara diri-Nya dengan manusia. Suami itu memberi fasilitas, baru memberikan perintah ini-itu. Kalau kita mau seperti itu, Insya-Allah akan ada perubahan, jangan menunggu Allah yang mengubah,” katanya.
Voa-Islam.Com)







































RATU berkata
MEMAMG PEMIMPIN INDONESIA TDK PUNYA MORAL DAN TDK PUNYA MUKA
suara timur berkata
Ada musuh yang lebih besar bagi negara kesatuan Republik Indonesia sekarang selain Malaysia,
yaitu saatnya rakyat indonesia waktunya di bick up oleh TNI untuk maju bersama perang terbuka atau bahasa lain Revolusi fisik terhadap koruptorisme, yang semakin menggila pada usia Republik yang ke 65,
Dan kami pun mengajak semua komponen bangsa semua LSM dan seluruh mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia untuk menduduki DPR bilamana nantinya DPR coba-coba berani menolak kehadran Bung Yusro dan bambang sebagai calon hasil PANSEL KPK menggantikan Antasari Ashar sebagai ketua KPK ditolak oleh DPR, hanya karena DPR ketakutan yang mereka sendiri adalah biangnya koruptor
Saya orang nomor satu menolak adanya lembaga kehormatan Negara didominasi oleh preman-preman politik yang manusia-manusianya sering melakukan kejahatan dengan modus mafia korupsi dengan eksekutif untuk merampok uang rakyat sebagaimana yang dilansir oleh media.
Maka rakyat indonesia secara keseluruhan untuk bangkit melawan DPR baik yang ada dipusat maupun yang ada didaerah supaya mewaspadai momentum penentuan calon KPK hasil PANSEL dan lebih baik perang melawan Koruptor khususnya pada jaringan mafia bailout century yang sampai sekarang belum juga terkuak bahkan rakyat harus lebih marah yang pada akhirnya pemerintah SBY memberikan grasi dan amnesti pada penjahat pengemplang uang rakyat untuk lebih leluasa,
Dan Pemerintah SBY terbukti yang sehari-harianya lebih mengobral pencitraannya dibanding dengan nuraninya apabila melihat jutaan rakyat yang terinjak-injak berebut infak 30.000 yang setiap tahunya menghiasi layar TV.
sekali lagi rapatkan barisan untuk memantau DPR letakan kasus Malaysia yang merupakan pengalihan Isu koruptor semata
tidak akan ada perubahan kecuali dengan semangat Revolusi dan bukan Reformasi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Muhammad Yatin Ali berkata
sekarang malahan mereka tanpa malu cak……………..membeli apa saja didepan umum. ya kalau yang dibeli pisang goreng, ini yang dibeli adalah hukum. dipertontonkan dirumah makan, di cafe, dan dimana saja tempatnya. hingga seorang penegak hukum hanya sebagai ajang pelecehan uang. kertas berharga itu ternyata menjadi kiblat arah sholat orang buta hati. Allah dianggap gampang karena Maha Pemaaf, dosa cuma guyonan saat senja hari bercanda dengan relasi. tapi setelah tertangkap dan masuk bui bukan bertobat malah sibuk mencari gandengan dalam jeruji. dan yang lebih lucu lagi cak, mereka membenarkan perbuatan mereka karena mereka sendiri adalah bawahan. udah salah, Dosa, bangga, dan merasa benar. jan….jane………..iku menungso opo dudu cak…………………?
rasya berkata
Negeri indonesia adalah negeri sinetron.