Tabung Gas Meledak, 3 Orang Terbakar
Posted by KabarNet pada 10/08/2010
SURABAYA – Tiga orang dari satu keluarga dari pria bernama Ramelan menderita luka bakar karena ledakan elpiji 3 kilogram, Senin (9/8/2010) di Jalan Tambak Gringsing, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Tiga korban di antaranya Hoesniyah (47), istri Ramelan, ibunya Hosiah (69), dan Huslan Hasrul Akbar (26). Ketiganya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Irsyad, Surabaya.
Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Besar Polisi Widodo mengatakan belum bisa memastikan penyebab ledakan tabung 3 kg karena masih disidik.
“Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi beserta Tim Laboratorium Forensik Markas Besar Polri Cabang Surabaya untuk mencari penyebab terjadinya ledakan,” paparnya.
Barang bukti berupa tabung elpiji 3 kg, selang, dan regulator telah diamankan polisi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan rumah korban yang bagian atapnya jebol telah dipasangi garis polisi. Para tetangga korban mengatakan, saat itu Ramelan baru mengisi tabung elpiji 3 kg, tetapi ketika regulator dipasang, terdengar suara selang bocor.
“Melihat kejadian itu, regulator dicabut dan Ramelan merendamnya di kamar mandi. Ternyata tabung itu semakin bergelembung karena bocor,” ujar A Syukur, tetangga korban. Ramelan kemudian mengeluarkan tabung elpiji ke luar rumah dan meminta semua keluarganya ikut keluar.
Menganggap tabung sudah aman, keluarga Ramelan meletakkannya lagi di dapur dan melanjutkan memasak menggunakan kompor minyak tanah. Namun, ketika Hoesniyah menyalakan korek api untuk menghidupkan kompor, percikan api menyambar gas dan ledakan pun terjadi.
Hoesniyah yang berada di dapur pun terkena api. Tidak hanya itu, ibu dan anaknya juga terkena sambaran ledakan. Bahkan, plafon atap rumah mereka jebol. [Surya Online]







































taUbat berkata
Bertahun-tahun menggunakan Gas tanpa ada rasa takut dan resah, namun akhir2 ini merasa ada kekhawatiran menggunakan Gas.
Rasa percaya diri dan rasa aman sudah tidak ada lagi karena apabila terjadi kebocoran, yang lalu itu sudah dapat diketahui sejak awal melalui aroma/bau gas LPG yang begitu menyengat, kemudian gas yang keluar itu dibiarkan sampai aroma gas hilang, baru menyalakan kompor (Teknisnya)
Kalau sekarang untuk mengecek tabung bocor dilakukan dengan cara merendam ke dalam air terlebih dahulu, Regulatornya harus standar SNI selangnya harus yang Otomatis berisolasi merah, tapi tetap saja meledak.
Sifat Gas itu apabila keluar merayapnya kebawah jadi terjadi kebakaran itu bukan lantaran menyalakan kompor saja tapi sewaktu menyalakan korek/api dimanapun dapat meledak karena rumah sudah dipenuhi gas tanpa bau.
Jadi intinya yang utama seringnya meledak adalah kadar farfum/aroma/bau, kalau masalah tabung, selang dan regulator itu juga sangat penting/mendukung tapi bila terjadi kerusakan minimal sudah dapat diketahui sejak awal, walau oleh orang awam sekalipun dengan baunya.
yang menjadi pertanyaan siapakah yang bertanggung jawab dan kontrol mengenai aroma Gas……
Jangan hanya mencari untung yang sebesar-besarnya kemudian melalaikan keselamatan konsumen dengan mengurangi tambahan aromanya.
Mudah2an ada solusi dan kedepannya tidak ada yang meledak lagi.
P4ngeran Mud4 berkata
ini SDM kurang kenapa karena para koruptur brantas para koruptur dan lebih kecam dari para teroris
P4ngeran Mud4 berkata
Koruptor bisa mnghancurkan /meledakan kapan saja koruptor lebih kecam dari teroris ini sebenarnya teroris yg harus d brantas