KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Astagfirullah! 150 Ribu GP Ansor Siap Bela Ahmadiyah

Posted by KabarNet pada 31/07/2010

Kuningan – Bukannya membantu membubarkan Jemaah Ahmadiyah, Gerakan Pemuda Ansor buru-buru memberikan dukungan. Sekitar 150 ribu Barisan Ansor Serbaguna justru (Banser) siap diterjunkan melindungi jemaah Ahmadiyah dari penyerangan ormas. Hal ini ditegaskan Ketua GP Ansor kabupaten Kuningan Muplihudin kepada wartawan di Kuningan, Juma`at (30/7). GP Ansor siap bahu-membahu dengan jemaah Ahmadiyah untuk melawan kesewenang-wenangan.

…Jika jumlah 50 ribu personil Banser masih kurang ada 150 ribu cadangan siap turun membantu untuk memberikan perlindungan kepada Jema`at Ahmadiyah” katanya…

“Jika jumlah 50 ribu personil Banser masih kurang ada 150 ribu cadangan siap turun membantu untuk memberikan perlindungan kepada Jema`at Ahmadiyah sambil menunggu perintah Kyai-Kyai Nahdatul Ulama,” katanya.

Muplihudin menegaskan GP Ansor mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Tindakan penyegelan masjid jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kuningan, Jawa Barat, beberapa hari lalu, sudah keterlaluan.

“Bentrokan yang terjadi beberapa hari lalu yang menimpa saudara kita yaitu kelompok aliran Jema`at Ahmadiyah merupakan tindakan yang tindakan terpuji,main hakim sendiri,” katanya.

Ahmadiyah Tuduh Bupati Kuningan Penyebab Bentrokan

Selain itu, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda justru dituding sebagai penyebab utama terjadinya bentrokan pada hari Rabu (28/7) di Desa Manis Lor kecamatan Jalaksana. Tudingan tersebut dilontarkan oleh kelompok Jema’at Ahmadiyah.

“Kebijakan yang diambil oleh Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda memperkeruh suasana di Desa Manis Lor sehingga kelompok Jema`at Ahmadiyah merasa dirugikan, baik moril maupun materil,” kata Ketua pengamanan Jema`at Ahmadiyah Deden Sujdana kepada wartawan, Sabtu (31/7).

Akibat kebijakan yang dilakukan oleh Suganda dan Kapolres Kuningan AKBP Yoyoh, tutur Deden, menyebabkan ketenangan jema`at Ahmadiyah terganggu.

Voa-Islam.Com

53 Tanggapan to “Astagfirullah! 150 Ribu GP Ansor Siap Bela Ahmadiyah”

  1. tuxlin berkata

    wew… mungkin saja itu untuk menghindari bentrokan??

  2. peace berkata

    Katanya negara Indonesia adalah negara demokrasi yang bebas beragama, kenapa Ahmadiyah kok di obok2 melulu ? Nanti kalau berhasil obok2 atau membubarkan Ahmadiyah, pasti akan di lanjutkan dengan menghancurkan agama minoroti lainnya. Ini sudah agenda mereka !.
    Biarlah rakyat BEBAS memilih agama nya sendiri2 menurut keyakinan nya masing2.
    Yang sering mau menghancurkan agama orang lain berarti takut karena agamanya sendiri ada yang nggak benar, kalau nggak kenapa kok ketakutan dan marah2 melulu atau hanya mau menang sendiri.
    Biarlah negara kita aman tentram, saling menghormati dan menyayangi, bukannya hanya bisa teriak2 ganyang sana sini dan rakyat menderita.
    Damai di Indonesia.

  3. taUbat berkata

    @ Tuxlin

    Sependapat untuk meredam anarkis.

    Kalau tidak salah GP Ansor adalah konsisten tidak mendukung adanya Ahmadiyah.

    Dan untuk jamaah Ahmadiyahpun harus mengerti pada mayoritas umat muslim pada umumnya juga sebagai Warga Negara Indonesia yang mestinya dapat bertoleransi.

    Semoga diberikan petunjuknya ……

  4. ndutz berkata

    yg namanya sesat y sesat.. mslhnya adlh, ajaran tsb sdh mnympang dari ajaran ISLAM.. yg nmnya mnympang.. ya sdh pasti sesat.. lgpula yg diakui d indonesia cm ada 5 agama.. seandainy mncul agama baru, itu hrs dtnjau kmbali apakah menympang dari agama yg sdh ada atau tdk.. klau mnympang y brarti sesat..

  5. Triyai berkata

    Arogan Banget Yah, Belom Tau Permasalahaanya sudah main vonis aja, terbukti kan dicopot tuh jabatannya bpk yang terhormat Emup Muplihudin
    baca http://www.pikiran-rakyat.com/node/118953

    semoga jadi pelajaran buat kita semua
    aminnn….

  6. erensdh berkata

    Ternyata masih ada juga manusia yang baik di Indonesia ini ya? Itu terbukti dengan artikel ini yang menyalatan GP Ansor mau melindungi umat yang didzolimi oleh massa tertentu yang kurang bagus akhlaknya. Apa pun alasannya, kekerasan terhadap orang lain-terlebih terhadap hal asasinya- itu hanya tabiat binatang.

  7. simpatisan NU berkata

    akhirnya jelas sudah oknum gp ansor di pecat atas pernyataannya yg mempropokasi umat islam ayo dukung pemerintah untuk tindak tegas ahmadiyah,keluarkan kepres untuk pembubaran ahmadiyah.

  8. RATU berkata

    HE ANSOR KM ITU APA APAAN MAU MEMBELA AHMADIYAH,INSYA OLLOH ANSOR DAN AHMADIYAH DI SATU TEMPAT YAITU DI NERAKA JAHANAM,HE ORANG ISLAM YG MIKUT ANGGOTA ANSOR KELUARLAH DR ANSOR SEBELUM MURTAT

  9. mujib berkata

    GP Ansor adalah Organisasi NU Gk mgknlah bela Ahmadiyah yg jelas2 menyimpang klu toh ada yg bela Ahmadiyah itu oknum aja dan jelas oknum itu cm ngaku2 orang NU aja gk punya ilmu agama yg kuat dn mgkn gk pernah nyantri sebab Orang NU sejati pasti berpegang teguh ajaran ahli sunnah wal jamaah madzhabnya Hadrotus Syekh Hasyim Asy’ari pendiri NU jd jgn ngaku2 orng NU lah klu gk berpegang teguh pd Ahli Sunnah Wal Jamaah..!

  10. Logika berkata

    Agama Islam yang diperintah oleh Allah SWT untuk dianut oleh manusia yang beriman cuma satu, yakni yang berkitab sucikan AL-QURAN yang diterima oleh Nabi sekaligus Rasul Utusan terakhir penerima kitab suci Allah SWT, yakni Nabi Muhammad SAW.

    Jika ada orang yang mengaku beragama Islam yang berkitabkan bukan Al-Quran dan bernabi terakhirkan Nabi Muhammad SAW, maka sudah menyimpang dari kitab suci Al-Quran dan sesat.

    perlu ditelusuri agama Islamnya menganut ajaran yang dibuat oleh manusia biasa siapa ?

    Islam sejati Indonesia dan seluruh dunia HARUS MENJADI ISLAM YANG CERDAS DAN BUKAN YANG FANATIK.

    Cerdas berarti tidak mudah dibodohi, diadudomba, ditipu, dipengaruhi dan diperalat oleh organisasi iblis dan anak buahnya, yakni para kafirun.

    Fanatik berarti mengimani sesuatu secara membabi buta tanpa mau mendayagunakan akalnya untuk berfikir, sudah benar atau salah.

    Waspadalah dengan MISI GELAP INTERNASIONAL yang ingin mengadudomba dan melemahkan suatu bangsa dari dalam dengan memperalat kemiskinan dan fanatisme beragama, karena tujuan akhir mereka sebenarnya cuma satu, yakni menguasai kekayaan alam yang penting dan mengendalikan orang-2 setempat untuk bisa menjadi penguasa sekaligus polisi dunia hingga tibanya takdir yang tersuratbagi seluruh bangsa-bangsa di dunia.

    Ingat kembali menjadi Islam yang cerdas, soleh dan maju.
    Cerdas yang bisa meluruskan suatu masalah dengan langkah tepat yang nyata namun tanpa kekerasan, kecuali terpaksa.

    Waspadalah, jangan sampai konspirasi iblis internasional se

  11. fans berkata

    Waktu Gusdur jadi Presiden ternyata ada pembelajaran yang saya pribadi ambil hikmah atas apa yang disampaikan…

    1. Pada saat Gusdur mau membuka hubungan dengan Israel… akhirnya diketahui bahwa Perhatian Masyarakat Islam Di Indonesia Langsung bersatu menentang kebijakan tersebut dan berarti Umat Islam Indonesia masih memperhatikan Palestina…

    2. Ketika Gusdur menyetujui keturunan China diIndonesia menggunakan Kepercayaan mereka (Kong Hu CU). disini Gusdur mengisyaratkan bahwa perekonomian China akan bangkit dan agar menuntut Ilmu sampai kenegri china,, bukan ke negeri Amerika

    3. Gusdur dikenal Oleh segala Pihak Non Muslim sebagai tokoh yang Sangat menghargai Perbedaan, dengan ikut hadirnya segala kegiatan yang dilakukan termasuk dari Pihak Ahmadiyah..
    dan inilah kehebatan Gusdur dalam memberitahu bahwa sebenarnya di Indonesia ada yang namanya Ahmadiyah yang sesat yang untuk menjadi perhatian BUKAN UNTUK DILINDUNGI..

    dan semoga pengikutnya (secara Khusus) dan Masyarakat NU (Pada Umumnya) mampu membaca apa yang disampaikan Gusdur walaupun terkadang dengan cara yang unik (mungkin karena posisinya sebagai presiden pada waktu itu)…

    Semoga NU, FPI dan segala Pihak yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT dan dan bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah Tidak terpancing provokasi…

  12. Anonymous berkata

    bodoh bngt tuh orang mau aja ikutin ajaran ahmadiyah…padahal dia gak tau apa yg ada di dlm ajaran agama ahmadiyah itu…di mengajarkan ajaran yg menyimpang agam islam…bubar kan ahmadiyah atau saya akan bubar kan dngn paksa…saya siap jihad di jln alloh untuk membubarkan ahmadiyah…..allohuakbar….

  13. Anung AHMADIYAH berkata

    MENGAPA SAYA PERCAYA SAMA ISLAM

    PERTAMA, saya percaya Islam karena Islam tidak memaksa saya untuk menerima semua hal yang disebut otoritas agama semata, tetapi Islam dilengkapi dengan argumentasi yang meyakinkan untuk mendukung doktrin-doktrinnya. Keberadaan Tuhan serta perwujudan sifat-sifat-Nya, malaikat-malaikat-Nya, shalat serta pengaruhnya, ketentuan-ketentuan Ilahi dan ruang lingkupnya, ibadah dan perlunya ibadah, Hukum Ilahi dan manfaatnya, wahyu dan pentingnya wahyu, kebangkitan dan kehidupan setelah mati, surga dan neraka — berkenaan dengan semua hal itu, Islam telah memberikan penjelasan rinci dan telah menampilkan kebenarannya dengan argumentasi yang kuat demi kepuasan ruhani manusia.

    Islam tidak hanya memberikan keyakinan kepada saya, tapi juga memuaskan intelektualitas saya dengan pengetahuan yang pasti untuk mengakui perlunya agama.

    KEDUA, saya mempercayai Islam karena Islam tidak didasarkan pada pengalaman orang-orang yang telah wafat, melainkan Islam mengundang setiap orang kepada pengalamannya sendiri sebagaimana yang Islam ajarkan dan janjikan. Islam menyatakan bahwa setiap kebenaran dapat, dalam beberapa cara atau dengan cara lainnya, diuji di dunia ini, dan oleh sebab itu senantiasa memuaskan alasan saya.

    KETIGA, saya mempercayai Islam karena Islam mengajarkan bahwa tidak ada pertentangan antara firman Tuhan dan pekerjaan (sunnah) Tuhan, dan Islam selanjutnya menyelesaikan pertentangan yang diduga ada diantara ilmu pengetahuan dan agama. Islam tidak meminta saya untuk mengabaikan hukum-hukum alam serta mempercayai hal-hal yang bertentangan dengan hukum alam. Kebalikannya, Islam mendesak saya untuk mempelajari hukum-hukum alam dan mengambil manfaat darinya. Islam mengajarkan saya bahwa sebagaimana adanya wahyu yang datang dari Tuhan Sang Pencipta alam semesta, disana tidak terdapat pertentangan antara apa yang Dia kerjakan dengan apa yang Dia firmankan. Islam mengajak saya untuk mengerti kalam-Nya untuk memahami pekerjaan-Nya, dengan menyadari arti sunnah-Nya untuk mempelajari kalam-Nya dengan demikian dapat memuaskan hasrat intelektual saya.

    KEEMPAT, saya mempercayai Islam karena Islam tidak mencoba untuk menghilangkan keinginan alami saya melainkan mengajak keinginan itu pada jalur yang benar. Islam tidak membuat saya menjadi sebuah batu karena meninggalkan keinginan-keinginan itu dengan bebas tanpa kendali sehingga menjadikan saya seperti seekor binatang, namun seperti halnya pakar irigasi yang memanfaatkan air yang tak terkendali menjadi mengalir pada saluran irigasi sehingga membawa kesuburan pada tanah yang gersang, demikian pula dengan Islam merubah keinginan-keinginan alami saya menjadi terkendali dengan baik dan menuntun saya kepada kualitas moral yang tinggi.

    Islam tidak mengatakan kepada saya bahwa : Tuhan telah memberi kamu hati yang penuh cinta tetapi melarang kamu memilih teman hidup, atau Dia telah memberkati kamu dengan cita rasa dan kemampuan menghargai makanan yang baik, namun melarang kamu untuk memakan makanan itu. Sebaliknya, Islam mengajarkan saya untuk mencintai dengan cara yang layak dan alami yang dapat menjamin secara terus-menerus semua amal perbuatan saya melalui keturunan saya. Islam membolehkan saya menggunakan makanan yang baik dalam batas-batas yang wajar, agar tidak makan berlebihan dan membuat tetangga saya kelaparan. Dengan merubah keinginan alamiah saya kepada kualitas moral yang tinggi, Islam memuaskan sifat kemanusiaan saya.

    KELIMA, saya mempercayai Islam karena Islam telah memperlakukan dengan adil dan kasih sayang tidak hanya kepada saya tetapi juga kepada seluruh dunia. Islam tidak mengajarkan saya untuk melepaskan kewajiban-kewajiban saya kepada diri saya sendiri, tapi menuntut saya untuk berlaku adil kepada setiap orang dan hal-hal lainnya, dan Islam telah melengkapi saya dengan petunjuk yang tepat untuk tujuan ini.

    Sebagai contoh, Islam menarik perhatian kepada hak dan kewajiban orang tua sehingga anak berterima kasih kepada orang tuanya. Islam mengingatkan anak-anak agar berperilaku taat dan lemah lembut kepada orang tua, dan membuat seseorang menerima warisan dari pendahulunya. Dengan kata lain, Islam memerintahkan orang tua agar mencintai dan menyayangi anak-anak dan Islam membebankan tanggung jawab kepada orang tua untuk mendidik anak dengan baik, melatih mereka dengan mutu yang baik serta memelihara kesehatan mereka, dan juga membuat mereka sebagai penerus dari orang tua.

    Dengan cara yang sama, Islam menuntut hubungan yang terbaik antara suami-istri dan meminta mereka untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan masing-masing dan mereka harus berlaku penuh kasih sayang. Hal ini secara indah dikatakan oleh Nabi Suci Islam :

    “Seseorang yang memperlakukan istrinya dengan buruk pada siang hari dan mencintainya di malam hari, sangat bertentangan dengan keindahan sifat manusia”.

    Beliau bersabda :

    “Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik”.

    Lagi, beliau bersabda :

    “Perempuan itu rapuh, seperti gelas dan laki-laki seharusnya memperlakukan perempuan dengan halus dan lembut, sebagaimana mereka memperlakukani barang yang terbuat dari gelas”.

    Islam telah menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak perempuan. Nabi saw bersabda : “Seseorang yang mendidik anak perempuannya dengan baik dan memberikan pelatihan dan pendidikan yang baik, dengan demikian dapat meraih surga”

    Islam telah membuat anak laki-laki dan perempuan sebagai pewaris/penerus dari orang tua mereka.

    Selanjutnya, Islam telah meletakkan ketentuan-ketentuan yang wajar sebagai pedoman bagi para penguasa dan hal-hal yang dipimpinnya. Islam mengatakan kepada para penguasa bahwa kewenangan yang ada pada mereka bukanlah milik pribadi melainkan suatu amanah dan mereka wajib melaksakanan amanah itu dengan sebenar-benarnya, selayaknya orang-orang yang jujur dan tulus, dan mereka menjalankan pemerintahan melalui musyawarah dengan rakyat. Islam mengatakan kepada rakyat bahwa kemampuan untuk memilih para pemimpin kamu merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada kamu, dan kamu harus berhati-hati menginvestasikannya hanya kepada orang-orang yang layak diberikan wewenang untuk memerintah dan ketika wewenang diberikan kepada mereka, kamu sayogyanya memberikan kerjasama sepenuhnya dan tidak melakukan perlawanan dengan mereka., jika kamu (tidak bekerja sama dan melakukan perlawanan) berarti kamu sedang berusaha menghancurkan apa yang telah kamu bangun dengan tangan kamu sendiri.

    Islam juga telah mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Islam mengatakan kepada pemberi kerja : kamu harus memberikan upahnya sebelum keringatnya kering dari badan dan tidak memandang rendah orang-orang yang bekerja dengan kamu, mereka adalah saudaramu yang mana perlindungan kepada mereka dipercayakan oleh Tuhan kepada kamu dan mereka adalah penyokong kesejahteraan kamu. Oleh sebab itu janganlah kamu berbuat bodoh untuk merusak apa yang merupakan penyangga dan landasan kekuatan kamu. Islam mengatakan kepada pekerja : Ketika kamu sedang disibukkan untuk menyelesaikan pekerjaan bagi seseorang, kamu harus melaksanakan kewajibanmu dengan jujur, penuh perhatian dan ketekunan.

    Islam mengatakan bahwa barang siapa yang dianugerahkan kekuatan dan kesehatan jasmani, mereka tidak diperkenankan menindas yang lemah, juga tidak boleh merendahkan orang-orang yang menderita cacat jasmani, kepada mereka ini seharusnya menimbulkan rasa kasihan ketimbang merendahkannya.

    Islam mengatakan kepada orang kaya : Kamu dituntut untuk memelihara orang miskin dan kamu harus menyisihkan 1/4 dari apa yang kamu timbun/miliki setiap tahun sehingga dapat digunakan untuk membebaskan kemiskinan dan kemelaratan dan untuk meningkatkan kemajuan ruhani bagi orang yang kehilangan arti dari (pentingnya) kemajuan ruhani. Islam mengajarkan mereka untuk tidak menarik bunga ketika meminjamkan uang kepada orang miskin, namun bantulah mereka dengan pemberian cuma-cuma dan pinjaman bebas bunga, bolehlah dikatakan bahwa kekayaan yang diberikan kepada seseorang bukanlah untuk menghabiskan hidupnya dalam kemewahan dan kehidupan yang tidak karuan, melainkan ia seyogyanya menggunakan kekayaan itu bagi kemaslahatan umat manusia sehingga ia layak mendapatkan ganjaran yang terbaik di dunia ini dan di akhirat nanti.

    Sebaliknya, Islam mengajarkan orang miskin agar jangan iri hati dan merindukan apa yang telah didapatkan oleh orang lain, perasaan-perasaan seperti ini secara bertahap dapat menenggelamkan hati seseorang untuk meningkatkan kualitas ruhani yang baik yang telah dianugerahi kepadanya, supaya dapat menghilangkan perasaan tersebut, orang miskin dituntut untuk mencurahkan perhatian agar dapat mengembangkan bakat-bakat yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka, sehingga mereka dapat terus maju seiring dengan sifat kedermawanannya. Islam mengarahkan pemerintahan untuk menyediakan fasilitas bagi kaum miskin yang ada dalam masyarakat dan Islam tidak mengijinkan semua kekayaan dan kekuasaan terkumpul dalam beberapa gelintir orang saja.

    Islam mengingatkan adanya leluhur mereka yang telah meraih martabat serta kehormatan karena upaya-upaya mulia mereka, mengingatkan mereka bahwa tugas mereka juga untuk memelihara martabat dan kehormatan mereka dengan jerih payah yang mulia, dan Islam memperingatkan mereka agar jangan memandang rendah orang lain yang tidak mendapatkan karunia dengan cara yang sama seperti mereka karena Tuhan telah menciptakan semua manusia sama. Islam mengingatkan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kehormatan ini kepada mereka dan juga Tuhan dapat memberikan anugerah yang lebih besar kepada orang lain, dan jika mereka menyalah-gunakan kedudukan serta menganiaya orang lain yang tidak mendapatkan karunia yang sama dengan mereka, maka mereka telah meletakkan landasan yang sama bagi masa depan mereka yakni orang yang dianiaya akan menganiaya mereka. Oleh sebab itu janganlah mereka berbangga hati dengan kebesaran yang dimiliki, namun ambillah kebanggaan dengan menolong orang lain agar menjadi lebih baik, kebesaran yang sejati hanya dimiliki oleh orang yang mengangkat derajat saudaranya dari tingkat rendah menjadi lebih tinggi.

    Islam mengajarkan bahwa suatu negara/negara bagian tidak boleh menyerang negara/negara bagian lain, melainkan mereka harus bekerja sama satu dengan lainnya untuk tujuan dan demi kepentingan seluruh umat manusia. Islam melarang beberapa negara/negara bagian/orang saling bersekutu untuk bersekongkol melawan negara/negara bagian/orang lainnya. Sebaliknya, Islam mengajarkan mereka agar saling mengikat perjanjian antara satu dengan lainnya untuk mencegah saling agresi diantara mereka dan mereka harus saling bekerja sama untuk memajukan keterbelakangan yang ada.

    Singkatnya, Saya temukan bahwa Islam menyediakan suasana nyaman dan damai bagi saya serta semua orang yang ingin menempuh jalan yang ditentukan oleh Islam. Siapapun – apapun – dimanapun mereka, dalam kedudukan apapun saya tempatkan diri saya, saya temukan bahwa Islam sama berguna dan bermanfaatnya bagi saya dan yang saya miliki: untuk para tetangga saya, untuk orang-orang yang tidak saya kenal atau yang tidak pernah saya dengar tentang mereka, bagi laki-laki dan perempuan, untuk tua dan muda, untuk pemberi kerja dan pekerja, untuk yang kaya dan miskin, untuk negara besar dan kecil, bagi masyarakat internasional maupun nasional, dan Islam membuat hubungan yang pasti dan meyakinkan antara saya dengan Sang Pencipta.

    Saya percaya kepada semua yang ada dalam Islam dan bagaimanakah saya dapat meninggalkannya dan menerima sesuatu yang lain yang menggantikan Islam ?

  14. fans berkata

    Pertama..

    agama merupakan makanan dari pada Ruhani kita, apabila makanan itu baik akan membawa kebaikan dan ketenangan. namun apabila makanan tersebut tidak baik maka keburukan dan kegelisahan lah yang dialami, maka jika agama kurang maka penyakit-penyakit hati akan datang.

    begitu pula makanan untuk Jasmani, apabila yang dimakan baik mempunyai kandungan kebutuhan bagi tubuh, maka tubuhpun sehat.

    Maka untuk itulah agama diperlukan,

    Lalu pertanyaannya untuk atas Anung A, siapakah yang membawa kabar (Islam) yang hingga akhirnya sampai ke Kita..?

    Bukankah karena beliaulah kita bisa menemukan Islam (Agama Sempurna)dan berarti tidak perlu lagi
    ada rasul/ nabi setelahnya..

    Sedangkan pengalaman pribadi hanyalah proses seseorang….

    KEDUA,

    Muhammad dikenal sebagai Alquran berjalan, setelah Meninggalnya Muhammad tidak ada lagi Nabi atau Rasul lain..
    maka para sahabatlah (Umar,Abu Bakar, Ustman,Ali) yang menjaga dan mewariskan ajaran rasul,
    Setelah para sahabat tidak ada maka para ulamalah yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad.
    sampai ke para Wali yang kita kenal di Indonesia hingga orang tua kita mengenal Islam dan bukan dari Ulama Pakistan..
    ——
    Islam juga berisi tentang sejarah, maka itulah sudah sepantasnya kitapun mengetahui sejarah Islam, yang berarti mengenal Pengalaman para pejuang yang memperjuangkan Islam hingga kita mengenal Islam…

    Begitu bro, ente juga mesti paham silsilah keluarga ente, masa ente g paham silsilah Islam..
    jadi bukan hanya pengalaman Pribadi…

    Ketiga
    Ada Sunnahtullah dan Ada sunnahrasul…
    kalo sunatulloh ente sudah paham bagaimana dengan sunnah rasul?
    Bukankah sunnah rasul penting juga, karena yang namanya rasul..
    Perbuatan, perkataan, semuanya sesuai dengan alquran..

    Keempat
    Islam itu Jelas, tidak remang-remang. semua sudah diatur berdasarkan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan, semoga paham..

    kelima
    Islam telah memperlakukan dengan adil dan kasih sayang tidak hanya kepada saya tetapi juga BUKAN kepada seluruh dunia tapi seluruh ALAM..


    Dengan cara yang sama, Islam menuntut hubungan yang terbaik antara suami-istri dan meminta mereka untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan masing-masing dan mereka harus berlaku penuh kasih sayang. Hal ini secara indah dikatakan oleh Nabi Suci Islam

    (Siapa Nabi Sucimu itu, katakan dengan jelas agar kami tidak salah paham) terutama dengan hal ini…

    “Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik”.
    —-
    bukankah itu berarti kamu boleh menikmati istri saya, dan saya boleh nikmati Istri kamu”
    —-

    orang miskin dituntut untuk mencurahkan perhatian agar dapat mengembangkan bakat-bakat yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka, sehingga mereka dapat terus maju seiring dengan sifat kedermawanannya.

    Iya, jangan sampai orang harus mendermakan hartanya untuk golongan atau orang lain, palagi tingkat ketakwaannya dinilai dari banyaknya sumbangan.


    -
    Intinya adalah bahwa Islam dikenal setelah Nabi adanya Nabi muhammad dan bukan karena nabi dari Pakistan juga ditegaskan pula dengan kesaksian…
    “Aku Bersaksi Bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah”..

    Itulah Islam…

  15. Anung Ahmadiya berkata

    @Fans
    “agama merupakan makanan dari pada Ruhani kita, apabila makanan itu baik akan membawa kebaikan dan ketenangan. namun apabila makanan tersebut tidak baik maka keburukan dan kegelisahan lah yang dialami, maka jika agama kurang maka penyakit-penyakit hati akan datang.”

    Jawab : Betul apa yang telah anda katakan adalah benar adanya. Tapi ketika kita di uji oleh Allah oleh sebuah sifat kesombongan maka kita akan menjadi mahluk yang ketika berjalan dimuka bumi ini menimbulkan kerusuhan, kesusahan, dan kehancuran. Nilai Agama sudah tidak dihiraukan lagi yang ada hanya nafsu Amarah dan angkara murka.Biasanya mahluk semacam ini memandang mahluk lain adalah lebih rendah darinya,lebih bodoh darinya dan lebih sesat darinya jadi apa yang di sabdakan oleh Tuhannya melaluli Rasul termulia diantara Rasull Allah (Yang Mulya Nabi Besar Muhamad SAW)tidak dihiraukannya. Akhirnya mahluk semacam ini hatinya selalu resah, barbar, dan suka akan fitnah sehingga merasa apa yang diperbuatnya sudah sesuai dengan kententuan Allah dan Rasullnya. Untuk mengobati hati mahluk semacam ini adalah dengan mempelajari Al-qura’n secara mendalam, memohon ampunan kepada Allah SWT,selalu melaksanakan sholat fardu dengan dawam,selalu melakukan shalat tahajud dan memohon petunjuk kepada Allah SWT.

    “Lalu pertanyaannya untuk atas Anung A, siapakah yang membawa kabar (Islam) yang hingga akhirnya sampai ke Kita..?”

    Jawab: Seperti yang anda ketahui yang membawa khabar Islam sehingga sampai ketelinga kita adalah Yang Mulya Nabi Besar Muhamad SAW,diteruskan oleh Parasahabahnya,Para Tabiin, dan para wali. Yang kesemuanya mendapat bimbingan Allah SWT.

    “Bukankah karena beliaulah kita bisa menemukan Islam (Agama Sempurna)dan berarti tidak perlu lagi
    ada rasul/ nabi setelahnya..”

    Jawab: Klo begitu mengapa para ahli sunah wal jama’ah mengimani akan kedatangan untuk kedua kalinya Nabi Isa AS dan Imam Mahdi? klo sudah tidak diperlukan lagi untuk apa beliau datang? Dan apa pekerjaan beliau nantinya? Atau anda tidak mempercainya seperti kelompok ingkar hadist?

    “Begitu bro, ente juga mesti paham silsilah keluarga ente, masa ente g paham silsilah Islam..
    jadi bukan hanya pengalaman Pribadi…”

    Jawab : Yang tidak paham ini ana atau ente? klo melihat dari tulisan ente yang tidak paham itu ente. Untuk itu saya anjurkan ente pelajari siratun Nabi Muhamad SAW.

    “(Siapa Nabi Sucimu itu, katakan dengan jelas agar kami tidak salah paham) terutama dengan hal ini…”

    Jawab : Seharusnya kamu pelajari posting yang terdahulu saya.Siapa nabi suciku? ya pasti nabi suci Yang Mulya Nabi Besar Muhamad SAW. Khatamannabiyina.

    “Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik”.
    —-
    bukankah itu berarti kamu boleh menikmati istri saya, dan saya boleh nikmati Istri kamu”
    —-

    Jawab: wah klo itu tafsirmu ini berbahaya sekali. Dan ini tidak ada dan tidak pernah di ajarkan oleh Nabi Besar Muhamad SAW. Nauzubillah…Anda telah merendahkan islam, dan anda cukup berani sekali berkata begitu.? Bagi orang yang pikiran suci tidak akan terjadi atau keluar seperti itu. Beristigfarlah engkau, mohon ampun dari prilaku yang laknatullah ini.Sedikit untuk kamu coba belajar Islam lebih mendalam jangan setengah-setengah supaya tidak seperti ini.

    “Iya, jangan sampai orang harus mendermakan hartanya untuk golongan atau orang lain, palagi tingkat ketakwaannya dinilai dari banyaknya sumbangan.”

    Jawab : Mendermakan hartanya untuk kemajuan Islam diseluruh dunia,kepentingan agama dan menyiarkan Kalammullah adalah wajib
    dan harus bagi umat yang mengaku Islam.Karena tingkat ketakwaan seseorang adalah bagaimana dia dapat berkorban baik Jiwa, tenaga, Hartanya bagi kepentingan agama.Terbukti dengan adanya pengorban ini Al-Quran telah di sebar ke seluruh penjuru dunia tepatnya ke 198 negara dengan terjemahan berbagai bahasa didunia alias sudah 1000 bahasa terjemahan tersebar. Ini tidak lain hanyalah ingin mendengungkan Kalam Ilahi dan Kemuliaan Yang Mulya Nabi Besar Muhamad SAW. Dan Usaha ini tidak sia-isa sudah jutaan oang dari berbagai bangsa dan keyakinan memeluk islam dan menjadi murid-murid dari Yang Mulya Rasulullah SAW.Allah..Hu akbar…………

    “Intinya adalah bahwa Islam dikenal setelah Nabi adanya Nabi muhammad dan bukan karena nabi dari Pakistan juga ditegaskan pula dengan kesaksian…
    “Aku Bersaksi Bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah”..”

    Jawab: Shadat Kami adalah “Aku Bersaksi Bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah”..” Bunyi syahadat ini tidak akan dan tidak pernah berubah bunyinya beda dengan kamu…coba kamu perhatikan pada oengajian-pengajian di kamu pasti ditambahi sahadatnya…hehehehe

    Semoga anda mendapatkan taufik dan selalu diberikan petunjuk pada jalan yang benar dan insaflah jangan kata-kata seperti”
    bukankah itu berarti kamu boleh menikmati istri saya, dan saya boleh nikmati Istri kamu” Naudzubillah…semoga Allah mengampuni anda.

    wasslam

  16. irma luphvalyaneyla alfariha berkata

    @: Peace Islam tentu tidak pernah berniat menghancurkan agama minoriti. Baca sejarah Nabi di Madinah. Mari kita lihat ini dengan jernih. Ahmadiyah mengatasnamakan Islam tetapi fondasi aqidah berbeda dengan mengakui ada nabi selain Nabi Muhammad SAW. Islam menghormati agama lain yang Tuhan dan Kitabnya berbeda karena itu adalah hak mereka untuk memilih. Tetapi Ahmadiyah, mengaku Islam tetapi merubah syariat. Please be fair!!!

  17. SUARA GHOIB berkata

    LEBIH BAIK TERLIHAT TIDAK SAMA DARI LUAR DARIPADA TERLIHAT SAMA TAPI SESUNGGUHNYA AMAT BERBEDA.

    YAKNI DALAM KITAB SUCI, NABI TERAKHIR DAN PRINSIP TURUNNYA WAHYU ILLAHI.

    SEJAK NABI ADAM DICIPTAKAN HINGGA AKHIR JAMAN NANTI, YANG NAMANYA ISLAM CUMA MENGENAL 4 KITAB SUCI IILAHI YANG DITURUNKAN HANYA KEPAD A4 RASUL UTUSAN ALLAH SWT.

    KETAHUILAH !

    BAHWA KITAB SUCI TERAKHIR YANG DITURUNKAN KEPADA MANUSIA ITU BERNAMA KITAB SUCI AL-QURAN YANG DITERIMA OLEH RASUL TERAKHIR UTUSAN ALLAH SWT, YAKNI NABI MUHAMMAD SAW PADA TAHUN 622 SM HINGGA 645 SM DI KOTA MEKAH DAN MADINAH JAZIRAH ARABIA DAN BERBAHASA ARAB DAN YANG DIKUMPULKAN DAN DIJAGA KEASLIANNYA PADA MASA KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN.

    SELAIN ITU ….. MAKA DAPATLAH DI RENUNGKAN DAN DIFIKIRKAN DALAM-DALAM SERTA DI JAWAB SENDIRI OLEH MANUSIA YANG MERASA DIKARUNIAI AKAL DAN IMAN OLEH ALLAH SWT !

    WASALAM.

  18. Anung Ahmadiya berkata

    @irma luphvalyaneyla alfariha berkata

    Sejujurnya klo anda melihat buah pikiran dari ahli sunah waljama’ah khususnya NU pasti anda tahu sendiri bahwa di akhir zaman Isa Almasih akan datang. Apakah ini mengakui bahwa sesudah Yang Mulya Nabi Besar Muhamad SAW akan datang seorang nabi? Juga perlu anda ketahui bahwa sebagaian umat islam mempercayai bahwa di akhir zaman akan datang seorang imam yaitu imam mahdi. Secara logika klo yang akan datang ini harus diimani oleh kita lantas apa pangkat kerohanian yang nanti akan datang ini apa? manusia biasakah? klo bukan utusan Allah SWT lantas buat apa kita mengimaninya?

    Lalu klo kita membuang jauh-jauh prinsif ini bagaimana dengan hadist2 yang sangat jelas memberitakannya? apakah anda termasuk dari salah seorang kelompok inkar hadist?

    Wassalam
    Semoga akan menjadi pencerahan.

  19. AHMADIYAH berkata

    @Anung Ahmadiya

    SESUAI HADITS NABI SAW, BAHWA NABI ISA AS AKAN TURUN KE BUMI ITU BENAR DAN DIYAKINI OLEH UMMAT ISLAM. BUKAN BERARTI AKAN ADA NABI BARU, SBB NABI ISA AS SUDAH TERLAHIR JAUH SEBELUM NABI MUHAMMAD SAW. BAHKAN DALAM RIWAYAT DIJELASKAN, BAHWA NABI ISA AS DI AKHIR ZAMAN AKAN TURUN DAN MENGIKUTI/ MENJALANKAN SYARI’AT NABI MUHAMMAD (BUKAN MEMBAWA SYARIAT BARU!)… INI YANG PERLU ANDA FAHAMI!

    JADI HADITS TENTANG NABI ISA AS AKAN TURUN KEMBALI KE BUMI JGN DIPELINTIR UNTUK PEMBENARAN ALIRAN AHMADIYAH.

    ADAPUN IMAM MAHDI, BELIAU AKAN DATANG SEBAGAI PEMIMPIN SEKALIGUS MENEGAKKAN KEADAILAN DI MUKA BUMI ALLOH [BUKAN NABI].

    KESIMPULANNYA, TIDAK ADA NABI BARU SETELAH NABI MUHAMMAD SAW DAN NABI ISA AS ADALAH NABI SEBELUM NABI MUHAMMAD SAW.. JELAS KAN.

    SEMOGA HATI ANDA DAPAT MENERIMA DAN KEMBALI KEPADA SYARI’AT NABI MUHAMMAD SAW YANG BENAR.

    SALAM.

  20. fans berkata

    Kedatangan Nabi Isa jelas, akan datang Nabi di akhir Zaman.
    Nabi Isa Jelas Adalah seorang Nabi,dan tidak membenarkan Kitab alquran. yang dijelaskan membawa (Menyebarkan) Kitab SUCI Injil.

    Imam Mahdi jelas BUKAN NABI. dan tidak akan mengaku Nabi. dan tidak membawa Kitab (menyebarkan)Kitab. dan Tidak akan Menambah kesempurnaan Islam, Dimana dalam Azannya hingga duduk diantara dua kalimat syahadat dalam shalatnya adalah disebutkan pula Nama Nabi Muhammad.

    Pangkat Kerohanian seseorang bukan kita yang menentukan karena untuk urusan Ruh Allahlah yang menentukan..

    Untuk pangkat secara JASMANI, secara manusia adalah Kyai, RT, RW, LURAH, CAMAT, sampe PRESIDEN,

    UNTUK PANGKAT KEROHANIAN BUKAN KITA YANG MENENTUKAN KARENA UNTUK URUSAN RUH ALLAHLAH YANG MENENTUKAN..

    Kalau Ahmadiyah menyebut MIRZA, MIRAZ, atau siapapun dengan sebutan Nabi. atas dasar Apa? Karena Perintah dari ALLAH.

  21. Anung Ahmadiya berkata

    @ Ahmadiah Palsu
    @ Fans

    “SESUAI HADITS NABI SAW, BAHWA NABI ISA AS AKAN TURUN KE BUMI ITU BENAR DAN DIYAKINI OLEH UMMAT ISLAM. BUKAN BERARTI AKAN ADA NABI BARU, SBB NABI ISA AS SUDAH TERLAHIR JAUH SEBELUM NABI MUHAMMAD SAW. BAHKAN DALAM RIWAYAT DIJELASKAN, BAHWA NABI ISA AS DI AKHIR ZAMAN AKAN TURUN DAN MENGIKUTI/ MENJALANKAN SYARI’AT NABI MUHAMMAD (BUKAN MEMBAWA SYARIAT BARU!)… INI YANG PERLU ANDA FAHAMI! ”

    Jawab:
    1. Kalau begitu itikad anda sama dengan orang kristen hehehehe seorang anak manusia mempunyai kekekalan abadi…Beliau (Isa as) hidup sampai ribuan tahun? Siapa yang paling mulya diantara Nabi Muhamad SAW dengan Nabi Isa? Klo saya berargumentasi bahwa Yang Paling Mulya diantara para Nabi adalah Nabi Muhamad SAW dan Nabi Isa yang Dulu telah wafat seperti manusia biasa.

    2. Terus anda katakan bahwa nabi Besar Muhamad SAW adalah Nabi Terakhir bagaimana bisa disebut terakhir bila sesudahnya datang lagi seorang Nabi yaitu Nabi Isa disinilah kekeliruan pendapat anda yang tidak bisa di pertanggung jawabkan. Coba kalau saja pendapat anda terapkan seperti Nabi Muhamad SAW adalah penutup para Nabi..pangkat Nabi siapa yang ditutup toh menurut keyakinan anda nabi Isa masih Hidup.

    3. “BAHKAN DALAM RIWAYAT DIJELASKAN, BAHWA NABI ISA AS DI AKHIR ZAMAN AKAN TURUN DAN MENGIKUTI/ MENJALANKAN SYARI’AT NABI MUHAMMAD (BUKAN MEMBAWA SYARIAT BARU!)… INI YANG PERLU ANDA FAHAMI! ”

    Jawab: Nabi Isa Israili adalah pembaya yariat Injil lantas bagaimana Nabi Isa bisa mengikuti Syariat Nabi Muhamad dan Bagaimana beliau mempelajari Al-Qura’an? Apakah beliau belajar dari para ulama? apakah ada keterangan dalam Hadist bahwa nabi Isa as di akhir zaman akan belajar kepada para ulama? ataukah di ajarkan oleh Allah SWT langsung? tapi ini tidak mungkin karena menurut keyakinan anda pula bahwa wahyu sudah tertutup.-Coba anda renungkan siapa yang pendapatnya sesat, anda atau saya? hehehehe PAHAM….PAHAM?

    Note: Sebagai bahan informasi saja bahwa semua umat kristen saat ini sedang menunggu Isa as turun kebumi untuk yang kdua kalinya. Kesamaan itikad anda sama dengan dia kan?….Mohon anda beristigfar dan mohon maaf dari itikad semacam ini…..Ya Allah..Yang Maha Pengampun Dan Maha Penerima Taubat… Ampunilah saudara Hamba atas kekeliruannya. Ammiiinn.

    @ Fans
    Kamu jangan bicara Agama Dulu karena kamu masih berpikiran kotor dan cabul ….untuk itu kamu harus selalu menangis dihadapan Allah SWT untuk mohon pengampunan dosa kamu karena kamu suka atas pencabulan…..
    Ini kalimat kamu yang kamu posting kemarin:
    “Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik”.( ini hadis)

    Tapi Kamu tafsirkan menjadi:
    —-
    bukankah itu berarti kamu boleh menikmati istri saya, dan saya boleh nikmati Istri kamu”

    Mohon ampunlah Fans kepada Allah SWT . Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni anda.

    Wasalam

  22. fans FPI berkata

    wah lu udah mengkafirkan orang neh…. bahaya

    Islam Sempurna karena :
    1. Kitab Sucinya Alquran sempurna
    Berarti ada yang disempurnakan…. (taukan Kitab Apa Aja)
    2. Lahirnya seorang Nabi yang membawa kitab Alqur’an,
    Nabi muhammad dikenal karena kesempurnaan Akhlaqnya. berarti ada yang disempurnakan dari
    nabi-nabi sebelumnya… Kesabaran, keikhlasan.

    Artinya ISLAM SEMPURNA dengan 2 hal tersebut diatas…

    Diantara kedua hal tersebut jelas jika ada Kitab Suci selain Alqur’an berarti menganggap Alqur’an Tidak sempurna…

    Setiap Nabi dan Rasul diutus untuk Umatnya Masing-masing.
    Beda halnya dengan Muhammad di utus untuk seluruh umat,

    Umat nabi Musa adalah Umat yang yang mengikuti Ajaran nabi Musa (yang Tidak ngikutin ajarannya maka tidak disebut umet nabi Musa)

    Demikian juga dengan Umat Nabi Muhammad, ialah umat yang mengikuti nabi Muhammad. maka diakhir hayatnya Muhammad mengucapkan Umatku, Umatku,Umatku….
    ———
    Islam tersebar ke berbagai Dunia dengan diutusnya orang-orang yang ahli mengenai Islam untuk berdakwah. bahkan sampai keIndonesia dengan diutusnya orang-orang YANG KERUHANIANNYA TINGGI dibanding Manusia biasa.termasuk Mbah MARZAN GOMAT. bahkan sampai kapanpun ISLAM akan Tetap mengirim Utusan (Para juru Dakwah) ke berbagai dunia.
    Apakah mereka disebut nabi…

    TIDAK ADA SATUPUN YANG MENYEBUT NABI KECUALI MBAH MARZAN GOMAT.

    4 IMAM yang lebih dikenal seperti; Imam Maliki, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Syafei.
    yang secara Khilafiyah ada perbedaan masing-masing.
    Mereka tidak Disebut bahkan menyebut IMAM MAHDI ataupun NABI kecuali MARZAN GOMAT.
    Ajaran Mereka tetap dengan dua kalimat Aku bersaksi Bahwa Tidak ada tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Bahwa Muhammad utusan ALLAH.

    Dan Bila ada Nabi lagi Selain Nabi Muhammad, apalagi mengaku sebagai NABI seperti mis MARZAn GOMAT.

    berarti anda disebut umat MARZAN GOMAT, bukan Umat Nabi Muhammad.
    —–
    emang pendirinya Ahmadiyah ngaku sebagai Nabi ISA atau IMAM AHMAD?, (Yang jelas dong)
    —-

  23. fans FPI berkata

    Kalo buat hadist yang bener, jangan sepotong-sepotong

    “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya.” (HR. at-Tirmidzi dari Abu Hurairah, at-Tirmidzi berkata,” Hadits hasan shahih.”)

    Kalo Itu Jelas artinya…

    Kalo cuman yang elo maksud… (Kebiasaan.. motong-motong ayat)

    “Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik”.( ini hadis)
    —-
    Temen gw ditawarin langsung tuh…

  24. fans FPI berkata

    Fatwa Liga Muslim Dunia – Ahmadiyah Sesat

    TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA :

    Liga Muslim Dunia melangsungkan konferensi tahunannya di Makkah Al-Mukarramma Saudi Arabia dari tanggal 14 s.d. 18 Rabbiul Awwal 1394 H (6 s.d. 10 April 1974) yang diikuti oleh 140 delegasi negara-negara Muslim dan organisasi Muslim dari seluruh dunia.

    Deklarasi Liga Muslim Dunia – Tahun 1974

    (Rabita al-Alam al-Islami)

    Qadianiyah atau Ahmadiyah : adalah sebuah gerakan bawah tanah yang melawan Islam dan Muslim dunia, dengan penuh kepalsuan dan kebohongan mengaku sebagai sebuah aliran Islam; yang berkedok sebagai Islam dan untuk kepentingan keduniaan berusaha menarik perhatian dan merencanakan untuk merusak fondamen Islam.

    Penyimpangan-penyimpangan nyata dari prinsip-prinsip dasar Islam adalah sebagai berikut :

    1. Pendirinya mengaku dirinya sebagai nabi.

    2. Mereka dengan sengaja menyimpangkan pengertian ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur�an.

    3. Mereka menyatakan bahwa Jihad telah dihapus.

    Qadianiyah semula dibantu perkembangannya oleh imperialisme Inggris. Oleh sebab itu, Qadiani telah tumbuh dengan subur dibawah bendera Inggris. Gerakan ini telah sepenuhnya berkhianat dan berbohong dalam berhubungan dengan ummat Islam. Agaknya, mereka setia kepada Imperialisme dan Zionisme. Mereka telah begitu dalam menjalin hubungan dan bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan anti-Islam dan menyebarkan ajaran khususnya melalui metode-metode jahat berikut ini :

    Membangun mesjid dengan bantuan dari kekuatan anti Islam di mana pemikiran-pemikiran Qadiani yang menyesatkan ditanamkan kepada orang.

    Membuka sekolah-sekolah, lembaga pendidikan dan panti asuhan dimana didalamnya orang diajarkan dan dilatih untuk bagaimana agar mereka dapat lebih menjadi anti-Islam dalam setiap kegiatan-kegiatan mereka.

    Mereka juga menerbitkan versi Al-Qur’an yang merusak dalam berbagai macam bahasa lokal dan internasional.

    Untuk menanggulangi keadaan bahaya ini, Konferensi Liga Muslim Dunia telah merekomendasikan dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

    Seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia harus tetap mewaspadai setiap kegiatan-kegiatan orang-orang Ahmadiyah di masing-masing negara dan membatasi sekolah-sekolah dan panti-panti asuhan mereka. Selain itu, kepada seluruh organisasi-organisasi Muslim di dunia, harus dapat menunjukkan kepada setiap Muslim di seluruh dunia tentang gambaran asli orang Qadiani dan memberikan laporan/data tentang berbagai macam taktik mereka sehingga kaum Muslim di seluruh dunia terlindung dari rencana-rencana mereka.

    Mereka harus dianggap sebagai golongan Non-Muslim dan keluar dari Islam juga dilarang keras untuk memasuki Tanah Suci.

    Tidak berurusan dengan orang-orang Ahmadiyah Qadiani, dan memutuskan hubungan sosial, ekonomi, dan budaya.

    Tidak melakukan pernikahan dengan mereka, serta mereka tidak diizinkan untuk dikubur di pemakaman Muslim serta diperlakukan seperti layaknya orang-orang non-Muslim yang lainnya.

    Seluruh negara-negara Muslim di dunia harus mengadakan pelarangan keras terhadap aktivitas para pengikut Mirza Ghulam Ahmad. Dan harus menganggap mereka sebagai minoritas non Muslim dan melarang mereka untuk jabatan yang sensitif dalam negara.

    Menyiarkan semua penyelewengan Ahmadiyah yang mereka lakukan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an disertai inventarisasi terjemahan-terjemahan Al-Qur’an yang dibuat oleh Ahmadiyah dan memperingatkan umat Islam mengenai karya-karya tulis mereka.

    Semua golongan yang menyeleweng dari Islam diperlakukan sama seperti Ahmadiyah.

    http://ahmadiyah.20m.com/fatwa/RAI_IND.HTM

  25. Anung Ahmadiya berkata

    @ Fans FPI : “4 IMAM yang lebih dikenal seperti; Imam Maliki, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Syafei.
    yang secara Khilafiyah ada perbedaan masing-masing.
    Mereka tidak Disebut bahkan menyebut IMAM MAHDI ataupun NABI kecuali MARZAN GOMAT.”

    Jawab : Disinilah kebodohan anda mulai lagi kelihatan; Yang mengangkat Nabi bukanlah manusia, bukan pula MUI, FPI atau Dunia Arab. Yang mengankat Nabi adalah Allah SWT klo anda mau protes mengapa Hazrat Mirza Gulam Ahmad itu diangkat nabi/Imammahdi ya anda coba tanya kepada Allah SWT? Paham…paham…pahammm . klo anda tidak mengimaninya atau tidak percaya ya itu hak anda dan klo saya mengimaninya ya juga itu hak saya.Berpikir kok nggak pakai akal…hehehehehe makanya pikiran lu jangan cabul melulu hehehehe.Beristigparlah…supaya pikiran anda bersih dan berpikir lebih realistis….

  26. Anung Ahmadiya berkata

    PERBEDAAN PAHAM KAMI DENGAN ORANG LAIN DAN KAMI ADALAH ISLAM

    Barangkali Anda akan merasa heran, kendati kami mempercayai segala akidah-akidah dalam Islam, lalu apakah perbedaan faham di antara kami dan orang lain, dan sementara ulama demikian panas hati dan membenci kami, dan mengapakah mereka menjatuhkan fatwa kafir atas diri kami?
    Wahai pembaca yang budiman, semogalah Allah Taala berkenan memelihara Anda dari kejahatan-kejahatan dunia, dan Dia membukakan pintu-pintu karunia-Nya kepada Anda. Sekarang kami akan menjelaskan kecaman-kecaman yang dilontarkan terhadap kami yang karenanya kami dinyatakan keluar dari Islam.

    (l) Kecaman pertama yang dilontarkan orang-orang yang menentang kami ialah, karena kami mempercayai bahwa Hadhrat Isa a.s. telah wafat dan dikatakan, bahwa dengan demikian kami menghina Hadhrat Almasih dan mendustakan Alquranul Karim serta membantah keputusan Rasulullah saw. Namun kendati benar bahwa kami mengakui Hadhrat Isa a.s. telah wafat, tetapi tidaklah benar kalau demikian kami menghina Almasih a.s. dan mendustakan Alquranul Karim serta membantah keputusan Rasulullah saw. Sebab, kian dalam kami merenungkan, kian kami menyadari bahwa dengan mempercayai Nabi Isa a.s. wafat segala tuduhan tersebut tidak mengenai sasaran, bahkan kebalikannya apabila kami mempercayai beliau masih hidup, barulah segala tuduhan itu dapat dikenakan kepada kami.
    Kami ini orang-orang Islam. Selaku orang-orang Islam maka yang pertama-tama terbayang di dalam pikiran kami ialah keagungan Allah Taala dan kehormatan Rasul-Nya saw. Walaupun kami mempercayai segenap rasul, akan tetapi kecintaan dan ghairat kami kepada Sang Nabi itu dengan serta merta lebih bergelora. Beliaulah yang telah membuat dirinya menderita demi kita dan untuk meringankan beban kita, beban itu diangkatnya di atas kepala beliau seorang diri. Demikian rupa beliau berduka cita melihat kita seakan-akan mati; seolah-olah kematian itu didatangkan diatas diri beliau sendiri.
    Dan untuk mendatangkan kesenangan pada diri kita, beliau sendiri meninggalkan segala macam kesenangan . Untuk menjunjung kita ke atas, beliau sendiri menunduk ke bawah. Siang hari dilewatkan beliau untuk memikirkan kebahagiaan kita dan malam hari dilewatkan beliau dengan berjaga-jaga demi kepentingan kita sehingga kedua belah kaki beliau membengkak karena berdiri lama (sembahyang tahajud, Peny).Walaupun beliau pribadi tak berdosa, beliau demikian rupa meratap-tangis sehingga tempat sujud beliau basah kuyup, semata-mata demi menghapuskan dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari azab. Demikian besar kesedihan beliau demi kita sehingga gemuruh suara dada beliau lebih nyaring dari suara gelagak air di periuk tengah mendidih.
    Beliau telah menarik kasih sayang Tuhan untuk kita dan telah menyerap keridhaan-Nya bagi kita, dan telah menyelimutkan cadar karunia-Nya kepada kita, dan meletakkan jubah rahmat-Nya di atas pundak kita, dan mencarikan jalan menuju pertemuan dengan Dia bagi kita, dan beliau telah memohon untuk kita agar ditunjukkan cara memanunggalkan diri dengan Dia, dan bagi kita beliau telah menyediakan segala kemudahan yang tidak pernah seorang nabi pun menyediakan bagi umatnya.
    Kiranya bagi kami lebih sedap digelari kafir daripada kami menyamakan derajat Almasih dengan Tuhan Yang menciptakan kita, Yang memelihara kita, Yang menganugerahkan kehidupan kepada kita, Yang melindungi kita. Yang memberi rezeki kepada kita, Yang memberi ilmu kepada kita, dan Yang menganugerahkan petunjuk kepada kita.
    Kita bayangkan. seperti halnya Dia hidup di atas langit tanpa makan minum, Almasih pun tanpa memenuhi sarana hidup manusiawi tinggal hidup di atas langit. Kami menghormati Almasih a.s. hanya karena beliau adalah nabi dari Tuhan kami. Kami mencintai beliau hanya karena beliau cinta kepada Allah dan Tuhan mencintai beliau. Segala hubungan kita dengan beliau membenalu lalu betapa mungkin kami menghina” Tuhan kami demi beliau dan melupakan kebajikan-kebajikan-Nya, dan membantu padri-padri Kristen yang memusuhi Islam dan Alquran, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk berkata, “Lihatlah, bukankah dia yang hidup di atas langit itu Tuhan? Seandainya ia manusia, mengapakah ia tidak mati seperti manusia lain? Betapa kami harus menyerang dengan mulut kami terhadap Ketauhidan Tuhan, dan betapa kami dapat mengampak agama-Nya dengan tangan kami sendiri. Biarlah para ulama dan para kiai masa kini mengatakan sesuka hati mereka terhadap kami dan berbuat sesuka hati mereka serta menyuruh orang lain berbuat terhadap kami, baik kami digantung maupun dilempari batu hingga mati (dirajam), kami tidak dapat meninggalkan Tuhan demi Almasih. Kami memandang maut seribu derajat lebih baik daripada saat ketika kami harus menyatakan dengan mulut kalimat kufur, yakni, di samping Tuhan kami ia pun tinggal hidup dan karena orang-orang Kristen menyebut beliau anak Allah, mereka menghina Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri. Andai kata kami tidak memiliki ilmu, boleh jadi kami dapat menyatakan hal serupa itu. Akan tetapi ketika utusan Tuhan telah membuka mata kami dan membuat nyata kepada kami martabat keesaan -Nya, kegagahan-Nya, keagungan-Nya, kebesaran-Nya, dan kekuasaan-Nya, maka apapun yang akan terjadi, kami tidak dapat memilih seorang manusia dengan meninggalkan Allah Taala. Apabila kami berbuat demikian, .kami tidak tahu di mana tempat kami berpijak, sebab segala kehormatan, segala derajat adalah datang dari Dia. Jika nampak dengan jelas kepada kita bahwa dengan hidupnya Almasih merupakan penghinaan bagi Tuhan kami, maka betapa kami dapat mengakui kebenaran akidah itu, dan kendati pun hal itu ada di luar jangkauan otak kami bahwa dengan mengakui Almasih telah wafat menjadi kehinaan untuk beliau. Apabila para nabi yang lebih tinggi derajatnya dari beliau telah wafat dan tidak menjadi suatu kehinaan bagi mereka, maka dengan wafatnya Almasih a.s. betapa akan merupakan penghinaan terhadap beliau. Akan tetapi kami berkata, apabila pada suatu waktu tidak ada pilihan lain bagi kami kecuali harus memilih antara menghina Tuhan atau menghina Almasih a.s., maka kami dengan senang hati akan menerima kepercayaan yang dengan kepercayaan itu merupakan penghinaan terhadap diri Almasih a.s.
    Akan tetapi kami Sekali-kali tidak akan menerima sesuatu yang merupakan penghinaan terhadap Allah Taala. Dan kami berkeyakinan bahwa Almasih a.s. pun yang adalah termasuk orang-orang yang cinta kepada Tuhan tidak akan sudi kalau kehormatan beliau terpelihara tetapi Ketauhidan Allah Taala tercedera.
    Arab 14
    “Almasih sekali-kali tidak akan merasa hina menjadi hamba bagi Allah, dan tidak pula malaikat-malaikat yang karib kepada-Nya” (4:173).
    Kemanakah akan kami bawa firman Allah Taala ini? Dalam pada itu kami membaca dengan mulut kami sendiri ayat berikut,
    Arab 14 b
    ‘Dan aku senatiasa menjadi penjaga atas mereka selama aku berada di antara mereka; akan tetapi setelah Engkau wafatkan aku, maka Engkaulah Yang menjadi Pengawas mereka dan Engkau menjadi saksi atas segala sesuatu’ (5:118).
    Di dalam ayat itu Allah Taala Sendiri menerangkan ungkapan Almasih a.s. bahwa orang-orang Kristen sesat sepeninggal beliau, sedang tatkala beliau masih hidup, mereka tetap berpegang pada agama benar. Dalam pada itu, betapa kita dapat mengatakan bahwa Almasih masih hidup di langit kalau Allah Taala berfirman.
    Arab 15
    ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau secara biasa dan akan meninggikan derajat engkau di sisiKu dan akan membersihkan engkau dari tuduhan orang-orang yang ingkar dan akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang yang ingkar, hingga Hari Kiamat’( 3:56).
    Dengan demikian jelaslah bahwa Almasih diangkat setelah beliau wafat. Tiada syak lagi, orang yang mengaku lebih fasih bahasanya dari pada Tuhan biar mengatakan, bahwa Dia (Allah Taala) memberitahukan wafat Almasih dengan kata insert lebih dahulu, padahal seyogyanya kata insert harus didahulukan. Akan tetapi kami mengetahui bahwa Kalam Allah adalah paling fasih dari segala Kalam, dan bersih dari segala kesalahan.
    Betapa mungkin kita sebagai makhluk dapat menunjukkan kesalahan Alkhalik, Sang Pencipta kita. Sementara di dalam keadaan tuna ilmu betapa mungkin memberi pelajaran kepada Yang Maha Mengetahui.
    Mereka berkata kepada kami, “Katakanlah, di dalam Kalam Allah terdapat kesalahan. Akan tetapi janganlah mengatakan bahwa kami sendiri keliru di dalam memahami Kalam Allah itu.” Akan tetapi, betapa kami dapat menerima nasihat itu, karena di dalam nasihat itu nampak kepada kami kebinasaan yang nyata. Dalam keadaan kami memiliki mata, bagaimanakah mungkin kami ingin jatuh ke dalam jurang? Dalam keadaan kami memiliki tangan, mengapakah kami tidak akan menyingkirkan dari mulut kami piala berisikan racun?
    Sesudah kepada Allah Taala, kami mencintai Sang Khatamul Anbiya Muhammad Mustafa saw. Pada satu pihak beliau diberi kelebihan derajat oleh Allah Taala daripada sekalian nabi, dan pada pihak lain dari beliaulah kami dapati apa jua pun yang kami peroleh. Apa pun yang beliau mengerjakan bagi kami, seperseratusnya pun tidak pernah dikenakan oleh seseorang lain, baik ia nabi atau pun bukan nabi untuk kami. Kami tidak dapat menghormati orang lain biar siapa pun, lebih dan hormat kami terhadap beliau saw.
    Bagi kami tidaklah mungkin dapat memahami Hadhrat Almasih a.s. dinaikkan hidup-hidup ke langit, sedangkan Muhammad Rasulullah saw. dikubur di dalam tanah; bersamaan dengan itu pula berkeyakinan bahwa beliau saw. lebih mulia dari Almasih a.s. juga. Betapa mungkin orang yang oleh Allah Taala diangkat ke langit karena nampak sedikit saja bahaya mengancamnya, jadi lebih rendah derajatnya. Sedangkan pribadi Yang diburu-buru oleh musuh-musuhnya sampai jauh, Allah Taala tidak pernah mengangkatnya ke suatu bintang pun untuk meninggikan derajatnya. Andai kata benar-benar Almasih a.s. berada di langit dan Penghulu dan Majikan kita itu terkubur di dalam tanah, maka bagi kami tidak ada kematian yang lebih pedih daripada kenyataan itu. Kami tidak dapat memperlihatkan muka pun kepada orang-orang Kristen.
    Namun tidak, tidaklah demikian halnya! Allah Taala tidak mungkin memperlakukan rasul-Nya yang suci secara demikian. Dia Hakim di atas segala hakim. Betapa mungkin Dia pun mengangkat beliau saw. sebagai Penghulu segala anak-cucu Adam, lalu Dia lebih cinta kepada Almasih a.s. dan lebih memperhatikan kesulitan-kesulitannya.
    Guna menegakkan kehormatan Muhammad Rasulullah saw. Dia menjungkir-balikkan dunia, dan Dia menghinakan orang yang berniat menghina beliau saw. sedikit saja, apakah ketika itu mungkin kiranya Dia dengan tangan-Nya Sendiri menjatuhkan kebesaran beliau dan memberi peluang kepada musuh untuk mencela beliau? Bila kami membayangkan bahwa Muhammad Rasulullah saw. berkubur di dalam tanah dan Hadhrat Almasih a.s. hidup di langit, bulu kuduk kami jadi berdiri dan nafas kami jadi sesak, dan pada saat itu juga hati kami berseru, Allah Taala tidak mungkin berbuat demikian! Di antara segala wujud, Muhammad Rasulullah saw lah yang paling dicintai-Nya. Dia sekali-kali tidak akan sudi melihat beliau saw. wafat dan dikubur di dalam tanah, sedang Hadhrat Almasih a.s. masih tetap hidup di langit. Apabila seseorang berhak tetap hidup dan naik ke langit, maka seyogyanya orang itu Nabi mulia kita Muhammad saw. Jika beliau telah wafat, maka semua nabi pun telah wafat. Mengingat keluhuran dan ketinggian derajat beliau dan mengenal kedudukan beliau. betapa kami dapat menerima bahwa pada saat hijrah ketika beliau dengan susah payah menapakkan kaki beliau di atas pundak Sayyidina Abubakar r.a. untuk memanjati batu-batu padas Gunung Thur yang terjal, Allah Taala tak pernah menurunkan seorang malaikat pun untuk beliau. Akan tetapi ketika orang-orang Yahudi datang untuk menangkap Almasih a. s. segera Dia mengangkat beliau ke langit dan memberikan tempat kepada beliau di petala langit keempat. Demikian pula betapa kami dapat mempercayai bahwa, ketika di dalam Perang Uhud beliau hanya disertai beberapa sahabat terkepung oleh musuh, pada saat itu Allah Taala tidak mengangkat beliau s.a.w. barang sebentar saja ke langit dan mengubah rupa salah seorang musuh seperti rupa beliau dan disuruh mematahkan giginya. Malahan Dia mengizinkan musuh-musuh menyerang beliau sehingga beliau tidak sadarkan diri dan tergeletak di atas tanah bagaikan telah wafat, dan musuh berserak-sorai gembira dan berseru, ‘Kita sudah membunuh Muhammad!’ Akan tetapi berkenaan dengan Almasih a.s, Dia tidak suka kalau beliau mendapat suatu kesulitan. Baru saja orang-orang Yahudi hendak menyerang beliau, Dia mengangkat beliau ke langit lalu salah seorang musuh beliau diganti rupanya hingga menyerupai rupa beliau dan menggantikan beliau untuk digantung di atas salib.
    Kami heran apa yang terjadi pada orang-orang itu! Pada satu pihak mereka mengaku cinta kepada Rasulullah saw., dan pada pihak lain mereka menyerang kehormatan beliau saw; dan tidak hanya hingga di situ, bahkan orang-orang yang saking cintanya kepada beliau saw. menolak untuk menjunjung tinggi seseorang lebih dari beliau. Mereka itu diberi kesusahan dan dinyatakan kafir karena perbuatan mereka itu. Apakah istilah kafir itu dikenakan kepada perbuatan menegakkan kehormatan Muhammad Rasulullah saw? Adakah menyatakan derajat beliau yang sebenarnyakah yang disebut tidak beragama? Adakah cinta kepada beliau itukah yang disebut murtad? Jika itulah yang dinamakan kufur, jika yang demikian itulah yang disebut tak beragama, dan jika yang demikian itulah yang disebut murtad, maka demi Allah, kami menganggap seribu kali lebih baik kekafiran yang demikian itu ketimbang keimanan yang dihayati kebanyakan orang. Lebih baik ketidakberagamaan semacam inilah ketimbang keberagamaan kebanyakan orang. Dan lebih baik kemurtadan semacam inilah ketimbang pengakuan iman kebanyakan orang. Tanpa takut dari celaan orang kami akan menyuarakan satu suara dengan pemimpin kami Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Mau’ud a.s. dalam mengumandangkan:

    “Setelah asyik dan cinta kepada Tuhan Aku
    Aku mabuk cinta kepada Muhammad
    Jika inilah yang disebut kufur
    Maka demi Allah aku ini memang sangat kafir” (Peny).

    Pada akhirnya semua orang pada suatu hari akan mati dan menghadap ke hadirat Allah Taala serta akan berurusan dengan Dia. Lalu, mengapakah kami harus takut kepada orang-orang? Apakah yang dapat dilakukan orang-orang untuk memudaratkan kami? Kami hanya takut kepada Allah dan kepada-Nyalah kami cinta. Sesudah itu, kecintaan dan penghormatan paling besar yang bermukim di dalam lubuk hati kami adalah kepada Rasulullah saw. Mudahlah bagi kami melepaskan segala kehormatan dunia, segala perhubungan dengan dunia, dan segala kesenangan dunia, akan tetapi kami tidak dapat menahan diri jika pribadi beliau saw. dihinakan. Kami tidak menghinakan para nabi lain, namun dengan memandang quat qudsiah (daya pengkudusan) beliau, ilmu beliau, kearifan beliau, perhubungan beliau dengan Tuhan, sekali kali kami tidak dapat menerima bahwa Allah Taala lebih sayang kepada salah seorang nabi lain ketimbang kepada beliau saw. Seandainya kami berbuat demikian tidak ada orang yang lebih layak dihukum selain kami. Sementara kami memiliki sepasang mata, betapa kami dapat mempercayai hal demikian bahwa ketika orang-orang Arab mengatakan kepada Rasulullah saw. :

    “Tidak akan Sekali-kali kami percaya kepada engkau sebelum engkau naik ke langit, dan kami tidak akan meyakmi kenaikan engkau itu sebelum engkau membawa kliab dan langit yang dapat kami baca’ (17:93).
    Maka Allah Taala berfirman kepada beliau,

    “Katakanlah, Tuhanku Mahasuci dan segala kelemahan. Aku hanya lah seorang manusia yang menjadi rasul’ (17:93).

    Akan tetapi, Dia telah mengangkat Almasih a.s. ke langit. Apabila timbul masalah mengenai Muhammad Rasulullah saw., maka dikatakan bahwa kenaikan ke langit adalah bertentangan dengan sifat manusia. Namun apabila timbul masalah mengenai Almasih a.s., maka tanpa guna beliau dinaikkan ke langit. Apakah dengan demikian tidak akan sampai kepada kesimpulan, bahwa Almasih a.s. bukanlah seorang manusia melainkan Tuhan, naudzu billah min dzalika! Atau, kesimpulan lainnya lagi ialah, beliau lebih mulia daripada Rasulullah saw. dan Allah Taala lebih sayang kepada beliau. Akan tetapi ketika hal itu nampak jelas seperti terang benderangnya matahari bahwa Rasulullah saw. termulia dari segala rasul dan segala nabi, lalu betapa akal dapat mempercayai beliau saw. memang tidak naik ke langit, bahkan beliau wafat di atas bumi ini dan dikubur di bawah tanah; namun Almasih naik ke langit dan terus hidup hingga ribuan tahun. Lagi pula masalah ini bukanlah hanya menyangkut masalah ghairat belaka, bahkan pula menyangkut masalah kebenaran Rasulullah saw. Beliau saw. bersabda,
    “Seandainya Musa dan Isa masih hidup, tidak boleh tidak kedua-dua beliau harus mengikutiku” (Alyawaqitu wal jawahir, oleh Imam Abdul Wahab al Syi’rani r. a. ).
    Apabila Isa a.s. masih hidup, maka ucapan beliau ini menjadi batal, naudzubiliah! Sebab, beliau dengan mengatakan insert mengabarkan tentang wafatnya kedua nabi itu, karena Musa a.s. dan Isa a.s. disatukan. Walhasil setelah memperoleh kesaksian dari Nabi saw., betapa seorang yang mengaku menjadi umat beliau dapat meyakini, bahwa Hazrat Almasih a.s. masih hidup. Seandainya beliau masih hidup, maka kebenaran dan ilmu Rasulullah saw. akan ternoda, karena beliau saw. sendiri mengatakan Nabi Isa a.s. telah wafat.
    Diriwayatkan dari Rasulullah saw. juga, bahwa beliau bersabda kepada Siti Fatimah r.a. tatkala beliau dalam keadaan sakit yang membawa wafat kepada beliau,

    “Jibrail biasa membacakan Alquran kepadaku sekali setahun. Akan tetapi kali ini ia telah membacakan dua kali Ia mengabarkan kepadaku bahwa tidak ada seorang nabi pun berlalu yang umurnya tidak seperdua umur nabi sebelumnya. ia pan mengabarkan pula kepadaku bahwa Isa O.S. berusia seratus duapuluh tahun. Jadi, kukira umurku akan mencapai kurang lebih enampuluh tahun” ‘(Mawahib-ud-dunia oleh Qastalani, jilid l, hlm. 42).

    Keterangan di dalam. riwayat itu bersumber pada ilham, sebab di dalam riwayat itu Rasulullah saw. tidak menerangkan sesuatu dari diri beliau pribadi, melainkan beliau menerangkan apa yang diterangkan oleh Jibril a.s. ; yaitu, usia Almasih a.s. seratus duapuluh tahun. Pendeknya, pendapat orang-orang yang menyatakan bahwa Almasih a.s. di dalam usia beliau yang ke32 atau ke33 tahun telah diangkat ke langit adalah salah. Sebab, andai kata Almasih a.s. telah diangkat ke langit di dalam usia itu, maka usia beliau bukanlah seratus duapuluh tahun, melainkan usia beliau sampai masa Rasulullah saw. Mendekati enam ratus tahun. Di dalam keadaan seperti itu seharusnya usia Rasulullah saw. mencapai paling kurang tiga ratus tahun. Akan tetapi beliau saw. wafat dalam usia 63 tahun; dan melalui ilham diberitahukan kepada beliau bahwa Hadhrat Isa a.s. telah wafat pada usia 120 tahun. Hal demikian jelas membuktikan bahwa kehidupan Hadhrat Isa a.s. dan bermukim beliau di atas langit sama sekali bertentangan dengan ajar an Rasulullah saw., lagi hal itu disangkal oleh ilham beliau. Dan bila demikianlah peristiwa sebenarnya, lalu betapa kami dapat mempercayai keterangan mengenai hidup Hadhrat Almasih a.s. dari penuturan seseorang dan mengesampingkan ungkapan Rasulullah saw.
    Dikatakan bahwa apakah masalah itu di dalam jangka waktu seribu tigaratus tahun terbuka hanya kepada mereka (orang-orang) Ahmadi, dan tidak dimaklumi oleh orang-orang arif terdahulu? Akan tetapi sayang, orang-orang yang mencela itu membatasi pemandangan mereka pada pikiran orang-orang tertentu saja, yang mereka namakan ijmak dan mereka tidak memperhatikan bahwa ulama-ulama paling Awal adalah para sahabat sendiri. Sesudah beliau datang pula tokoh-tokoh alim ulama yang tersebar di seluruh dunia.
    Jika kita memperhatikan para sahabat, maka beliau-beliau itu semuanya senafas dengan pendapat kami. Dan bagaimanakah dapat terjadi, bahwa para sahabat Rasulullah saw. sedetik pun dapat menerima kepercayaan yang merendahkan keluhuran martabat Rasulullah saw. Para sahabat tidak hanya sependapat dengan kami mengenai masalah itu, bahkan sesudah Rasulullah saw. wafat pun beliau-beliulah yang pertama-tama berijmak dalam masalah ini, bahwa Hadhrat Isa a.s. telah wafat. Buktinya, di dalam hadis-hadis dan sejarah tercantum riwayat bahwa wafat Rasulullah saw. telah memberi kesan mendalam pada para sahabat demikian rupa sehingga mereka tergoncang dan sebagian di antaranya bicara pun tidak dapat, dan sebagian di antaranya lagi berjalan pun tidak dapat, dan sebagian pula tidak dapat menguasai perasaan dan pikiran mereka. Kesedihan itu diartikan rupa berbekas di hati sebagian orang sehingga beberapa di antaranya setelah bersusah hati beberapa hari lamanya lantas meninggal dunia. Kesedihan itu menimpa Hadhrat Umar r.a. demikian mendalam bekasnya sehingga beliau tidak mempercayai berita wafat Nabi saw., dan seraya menghunus sebilah pedang berdiri dan berkata, barangsiapa mengatakan Rasulullah saw. telah wafat beliau akan membunuhnya. Rasulullah saw., seperti halnya Musa a.s. dahulu, dipanggil dan kembali lagi empatpuluh hari kemudian, demikian pula halnya Rasulullah saw. sesudah beberapa waktu kemudian akan kembali lagi. Barangsiapa menuduh Rasulullah saw. wafat mereka ada lah orang-orang munafik, dan beliau akan membunuh mereka dan beliau akan membunuh mereka dan menyalibkan mereka. Demikian pula beliau dengan meluap-luap bersikeras pada pendirian beliau, sehingga tiada seorang pun di antara para sahabat berani menyangkal perkataan beliau. Melihat gejolak semangat beliau itu beberapa orang menjadi yakin bahwa benarlah Rasulullah tidak wafat dan mulailah nampak pada wajah mereka tanda kegembiraan. Tadinya mereka menundukkan kepala, tiba tiba mereka mengangkat kepala lagi karena kegirangan. Melihat keadaan demikian, beberapa sahabat yang berpandangan jauh menyuruh seorang sahabat berlari supaya segera memangil Hadrat Abu bakar r.a. yang telah pergi ke suatu kampung di dekat kota Medinah dengan seizin Rasulullah saw. dalam selang waktu ketika nampak keadaan beliau agak membaik. Baru saja sahabat itu berangkat di pertengahan jalan bertemulah ia dengan Hadhrat Abubakar r.a. Begitu beliau melihat Hadhrat Abubakar, beliau mencucurkan air mata karena tidak kuasa menahan rasa sedih. Hadhrat Abubakar r.a. mengerti apa yang kiranya telah terjadi. Beliau bertanya kepada sahabat itu, “Apakah Rasulullah saw. telah wafat?” Sahabat itu menjawab bahwa Hadhrat Umar r.a. telah berkata, barangsiapa yang mengatakan Rasulullah saw. wafat, beliau akan mempancung lehernya dengan pedang. Mendengar ini beliau langsung pergi ke rumah Rasulullah saw., dan beliau membukakan kain cadar yang menutupi tubuh suci beliau dan melihatnya. Diketahui lah oleh beliau bahwa Rasulullah saw. benar-benar telah wafat. Air mata beliau berderai karena sedih berpisah dari kekasihnya. Beliau membungkukkan diri dan mengecup kening Rasulullah saw. seraya berkata, Demi Allah, Tuhan tidak akan mendatangkan maut dua kali kepada engkau. Dengan kemangkatan engkau, menimpalah kepada dunia malapetaka yang tidak pernah menimpa kepada dunia karena kemangkatan seorang nabi lain mana pun. Pribadi engkau tiada terlukiskan. Kebesaran engkau demikian keadaannya sehingga tiada ungkapan belasungkawa dapat mengurangi kesedihan perpisahan dengan engkau. Sekiranya untuk menghalangi kemangkatan engkau ada dalam di dalam jangkauan kemampuan kami, kami sekalian akan menghalangi kemangkatan engkau dengan menyerahkan jiwa raga kami.”
    Setelah mengatakan demikian beliau menutup kembali kain ke atas wajah suci Rasulullah saw., dan pergi ke tempat Hadhrat Umar r.a. yang tengah berbincang dengan para sahabat serta mengatakan kepada mereka bahwa. Rasulullah saw. tidak wafat, bahkan masih hidup. Sesampainya di sana Hadhrat Abubakar r.a. berkata kepada Hadhrat Umar r.a. agar diam sebentar. Akan tetapi Hadhrat Umar r.a. tidak mengindahkan perkataan beliau dan terus jua mengoceh. Melihat gelagat demikian Hadhrat Abu bakar berpaling ke arah lain dan mulai berkata kepada orang-orang, se sungguhnya Rasulullah telah wafat. Para sahabat meninggalkan Hadhrat Umar r.a. dan berkumpul di sekeliling Hadhrat Abubakar dan pada akhir nya Hadhrat Umar r.a. pun terpaksa menyimak perkataan Hadhrat Abu bakar r.a..

    “Dan Muhammad tidak lam melainkan seorang Rasul Sesungguhnya telah berlalu rasul-rasul sebelumnya. Jadi jika ia mati atau terbunuh akan berpalingkah kamu atas tumitmu?” (3:145).

    “Sesungguhnya wahai Muhammad engkau akan mati dan sesungguh nya mereka itu akan mati pula” (39:31).

    “Hai manusia, barangsiapa menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad itu sudah wafat; dan barangsiapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah itu hidup dan tidak akan mati” (Bukhari, jilid 2, Bab Manaqib Abubakar).

    Tatkala beliau r.a. membaca ayat-ayat tersebut di atas dan mene rangkan kepada orang-orang bahwa Rasulullah saw. telah wafat, maka jadi jelaslah kepada para sahabat keadaan sebenarnya dan serta merta mereka mulai meratap. Hadhrat Umar r.a. sendiri berkata, ketika Hadhrat Abubakar r.a. membuktikan kemangkatan Rasulullah saw. Dengan ayat-ayat Alquran tersebut, maka beliau merasa bahwa kedua ayat itu seolah-olah baru turun pada hari itu, dan tiada kekuatan pada kedua lutut beliau untuk berdiri. Kaki beliau gemetar dan beliau tidak menguasai diri lalu terkulai ke tanah dari kesedihan yang amat sangat.
    Dari riwayat ini tiga masalah telah terbukti:

    Pertama, ialah, dengan wafatnya Rasulullah saw. ijmak (kesesuaian pendapat) para sahabat pertama-tama cenderung kepada pendapat bahwa para nabi sebelum beliau saw. semuanya telah wafat. Sebab, seandainya siapa pun di antara sahabat-sahabat mempunyai keraguan bahwa ada beberapa nabi belum wafat, tidakkah pada waktu itu juga beberapa di antara mereka akan berdiri dan mengatakan bahwa ayat-ayat yang dipakai dalih oleh Hadhrat Abubakar r.a. itu tidak benar? Sebab Nabi Isa a.s. semenjak enam ratus tahun yang lalu masih hidup di langit; jadi, tidaklah benar kalau sekalian nabi sebelum beliau saw. telah wafat dan seandainya beberapa di antara mereka masih hidup, apakah sebabnya Rasulullah saw. pun tidak . tetap hidup?

    Kedua, ialah, kepercayaan mereka terhadap kemangkatan sekalian nabi terdahulu tidak disebabkan oleh suatu pendapat pribadi, melainkan oleh karena mereka menarik pengertian dan ayat-ayat Alquranul Karim. Sebab, seandainya tidak demikian, maka salah seorang sahabat pasti akan berdiri dan berkata bahwa walaupun hal itu benar para nabi telah wafat namun ayat yang dibaca beliau (Hadhrat Abubakar r.a.) tidak dapat disimpulkan bahwa sekalian nabi sebelum Rasulullah saw. telah wafat.
    Pendek kata, pembuktian Hadhrat Abubakar Siddiq r.a. mengenai kemangkatan seluruh nabi terdahulu sebelum beliau saw. dengan ayat “kodkholatmin” dan bukan hanya diamnya para sahabat semuanya bahkan mereka menikmati kelezatan menimba arti dan (ayat) itu, dan lalu lalangnya para sahabat di lorong-lorong dan pasar-pasar membaca ayat itu membuktikan bahwa mereka semuanya sepakat dengan kesimpulan semacam itu.

    Ketiga, ialah, dan riwayat itu terbukti bahwa walaupun mereka (para sahabat, Peny.) percaya atau pun tidak atas kemangkatan salah seorang nabi lain, namun demikian pasti mereka tidak mengetahui ten tang Nabi Isa a.s. masih hidup. Sebab, sebagai telah terbukti dari semua hadis yang sahih dan riwayat-riwayat yang terpercaya, Hadhrat Umar r.a. pada waktu itu ada di dalam keadaan emosi, mengatakan kepada para sahabat lainnya bahwa barangsiapa mengatakan Rasulullah saw. wafat beliau akan memenggal lehernya. Pada waktu itu, untuk membuktikan kebenaran pendapat beliau, dikemukakan beliau peristiwa kepergian Hadhrat Musa a.s. selama empatpuluh hari ke gunung. Akan tetapi beliau sekali pun tidaklah mengemukakan peristiwa kepergian Nabi Isa a.s. ke langit. Seandainya para sahabat berkepercayaan bahwa Nabi Isa a.s. masih hidup di atas langit, apakah sebabnya Hadhrat Umar r.a. atau para sahabat yang sependapat dengan beliau tidak mengemukakan peristiwa itu untuk menguatkan pendapat beliau-beliau? Adanya kenyataan mereka menarik kesimpulan dari peristiwa Nabi Musa a.s. dan mereka tidak menarik kesimpulan dari peristiwa Nabi Isa a.s. itu menjadi jelaslah kiranya bahwa di dalam pikiran mereka Sekali-kali tidak ada gagasan semacam itu mengenai peristiwa Nabi Isa a.s.

    ANGGOTA KELUARGA RASULULLAH SAW. SEPAKAT MENGENAI KEMATIAN NABI ISA

    Di samping kata sepakat(ijmak)para sahabat, kami mengetahui, para anggota keluarga Nabi (ahlulbait) pun sepakat mengenai kewafatan Nabi Isa a.s., hal demikian ternyata dari riwayat yang dituturkan oleh Hazrat Imam Hasan r.a., seperti tercantum di dalam ”Thabaqat Ibn Sa’ad” jilid ketiga mengenai peristiwa kemangkatan Hadhrat Ali r.a. Beliau berkata,

    “Wahai sekalian manusia, malam ini telah wafat seorang yang se bagian amal perbuatannya tidak pernah dicapai orang-orang sebelum nya dan tidak pula akan dicapai oleh orang-orang yang akan datang kelak. Rasulullah saw. mengutus beliau ke medan perang, maka Jibril menjaga di sebelah kanannya dan Mikail di sebelah kirinya. Walhasil, beliau tidak pernah kembali tanpa membawa kemenangan. Beliau meninggalkan peninggalan (warisan) sebesar tujuh ratus dirham saja. Dengan uang itu beliau bermaksud membeli seorang budak belian (untuk dimerdekakan, Peny). Beliau wafat pada malam ketika Isa ibnu Maryam pada malam yang lama rohnya diangkat ke langit, yakni, pada malam tanggal dua puluh tujuh bulan Ramadhan”(Thabaqat Ibn Sa’ad, jilid III).

    Dari riwayat itu jelas bahwa menurut para anggota keluarga (ahlulbait) Rasulullah saw. pun Hadhrat Isa a.s. telah wafat, karena sekiranya pada diri beliau-beliau tidak ada gagasan semacam itu, maka mengapakah Imam Hasan r.a. mengatakan bahwa pada malam ketika roh Hadhrat Isa a.s. diangkat ke langit pada malam itu juga Hadhrat Ali r.a. telah wafat.

    Kecuali para sahabat dan para anggota keluarga Rasulullah saw. niscaya orang-orang terkemuka yang kemudian pun mempercayai wafatnya Almasih a.s. ‘Sebab, orang-orang itu sangat mencintai Alquran Suci, sabda-sabda Rasulullah saw., tutur-tutur para sahabat, dan pendapat-pendapat anggota keluarga Rasulullah saw. Akan tetapi, oleh karena hal itu mereka anggap sebagai hal biasa, maka agaknya tutur-tutur mereka itu tidak dipelihara secara istimewa. Akan tetapi sepanjang kita ketahui, hal itu membenarkan ihwal itu juga bahwa mereka pun percaya Hadhrat Isa a.s. telah wafat. Terbukti di dalam “Majma’al Bahar pun ada tercantum, yakni Hadhrat Malik r.a. mengatakan bahwa Hadhrat Nabi Isa a.s. sudah wafat.
    Pendeknya, kecuali Alquran Suci dan hadis-hadis, kata sepakat para sahabat dan pendapat-pendapat para anggota keluarga Nabi saw. Dan para imam pun menguatkan pendirian kami, yakni, ternyata Nabi Isa a.s. telah wafat.
    Walhasil, tuduhan terhadap kami bahwa dengan kepercayaan Nabi Isa a.s. telah wafat, kami menghina Hadhrat Isa a.s. dan mengingkari Alquranul Karim dan hadis-hadis Rasulullah saw. adalah tidak benar. Kami tidak menghina Almasih a.s., bahkan dari segi kepercayaan itu kami menegakkan Ketauhidan Allah Taala dan membuktikan kehormatan Rasul-Nya saw. dan pula berbakti kepada Hadhrat Almasih a.s. Sebab, tidak akan pernah beliau menyukai diberi sebuah martabat yang demikian keadaannya sehingga dengan martabat itu Ketauhidan Allah Taala jadi ternoda dan membantu kemusyrikan serta merupakan penghinaan kepada Penghulu sekalian nabi.
    Sekarang sudi apalah kiranya Anda menimbang dan memperhatikan, apakah kecaman lawan-lawan kami itu benar ataukah kami yang benar? Apakah mereka berhak marah terhadap kami, ataukah kami yang berhak marah terhadap mereka? Sebab mereka mempersekutukan Tuhan kami dan telah menghina Rasul kami saw. Sementara mereka mengaku kawan, mereka menyerang bagaikan lawan.

    ALMASIH YANG DIJANJIKAN ADALAH DARI UMAT NABI SAW.

    Keberatan kedua yang dialamatkan kepada kami, ialah, bertentangan dengan kepercayaan orang-orang Islam lain, kami mempercayai Almasih yang dijanjikan itu seorang di antara umat ini juga. Padahal yang demikian itu, menurut mereka, bertentangan dengan hadis-hadis Nabi saw., sebab dari situ jelas bahwa Almasih akan turun dari langit.
    Memang benar sekali kami menganggap Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, penduduk desa Qadian, distrik Gurdaspur, propinsi Punjab, negeri Hindustan sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi. Akan tetapi manakala telah terbukti dari Alquran Karim dan hadis-hadis serta akal sehat bahwa Isa a.s. telah wafat, kemudian kami tidak mengerti mengapa kepercayaan kami ini dianggap bertentangan dengan Alquran Karim dan hadis-hadis. Manakala kewafatan Hadhrat Almasih a.s. terbukti dari Alquran Karim dan hadis-hadis memberi kesaksian terhadap hal demikian itu, dan apabila khabar mengenai kedatangan seorang yang dijanjikan dan disebut ibnu Maryam kita ketahui dari hadis-hadis Nabi, maka jelaslah kiranya bahwa orang yang dijanjikan kedatangannya itu adalah seorang dari umat ini juga, dan bukan Almasih dari Nazareth yang telah wafat.
    Dikatakan bahwa sekalipun terbukti juga dari Alquran Karim dan hadis-hadis mengenai kewafatan Hadhrat Almasih, namun demikian karena di dalam hadis-hadis dikabarkan tentang kedatangan Masih ibnu Maryam maka kita hendaknya juga percaya kepada kedatangan beliau; sebab, tidakkah Allah Taala Mahakuasa menghidupkan beliau kembali, lalu mengutus ke dunia guna mengadakan perbaikan-perbaikan? Dituduhkan kepada kami bahwa kami seakan-akan mengingkari kodrat-Nya. Akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Bahkan kenyataannya sama sekali terbalik. Adalah bukan karena kami mengingkari kodrat Allah Taala, bahkan justru karena beriman kepada kodrat-Nyalah maka kami berpegang pada kepercayaan bahwa Hadhrat Almasih dari Nazareth itu tidak akan diutus kembali oleh Allah Taala setelah dihidupkan lagi, melainkan Dia telah mengutus seorang wujud dari umat ini sebagai Masih Mau’ud.
    Kami tidak dapat memahami dan tidak kami mengharapkan bahwa siapa jua pun yang akan merenungkan sepenuhnya perkataan ini akan menerima, bahwa Allah Taala mengutus Almasih setelah dihidupkan kembali itu merupakan tanda kodrat Allah Taala. Kita menyaksikan di dunia ini bahwa seorang hartawan tidak akan menyuruh menjahitkan pakaian dan bekas pakaiannya yang jahitannya dilepas dan kainnya dibalikkan. Bahkan bila perlu, ia menanggalkannya dan menjahitkan pakaian baru. Orang-orang miskin biasa memakai barang bekas dengan mempermaknya (mengubahnya) ke dalam bermacam-macam bentuk, dan mengurus barang kepunyaan mereka dengan hati-hati sekali. Kapankah Allah Taala merasa terdesak sehingga pada saat hamba-hamba-Nya memerlukan petunjuk dan bimbingan, lalu Dia terpaksa harus mengutus seorang nabi yang telah wafat dengan menghidupkannya kembali? Untuk memberi petunjuk kepada hamba-hamba-Nya Dia senantiasa memilih seorang di antara orang-orang pada zaman itu juga dan mengutusnya untuk memperbaiki keadaan mereka. Semenjak Nabi Adam a.s. hingga zaman Rasulullah saw., sekali pun Dia tak pernah berbuat demikian, yakni, mengutus seorang nabi yang terdahulu, setelah Dia menghidupkan kembali, untuk memberi petunjuk kepada dunia.
    Dia terpaksa berbuat demikian hanya apabila pada suatu ketika pekerjaan mensucikan hati manusia berada di luar jarak jangkau kodrat -Nya, dan kedaulatan-Nya telah hilang lenyap dari manusia. Akan tetapi, karena hal demikian Sekali-kali tidak mungkin terjadi, maka hal itu pun tidaklah mungkin terjadi pula — Dia mengutus seorang nabi yang telah wafat dengan mengeluarkannya dari sorga untuk memperbaiki keadaan dunia. Dia Mahakuasa! Apabila Dia membangkitkan seorang manusia utama seperti Muhammad Rasulullah saw. setelah Almasih a.s., maka tidaklah di luar kekuasaan-Nya apabila Dia membangkitkan seorang pribadi lain seperti dan bahkan lebih utama dari Almasih a.s.
    Pendek kata, kami mengingkari kedatangan Almasih dari Nazareth untuk kedua kalinya ke dunia, bukanlah karena kami tidak menganggap Tuhan Mahakuasa, melainkan kami mengingkari oleh karena kami menganggap Allah Taala Mahakuasa; yaitu, apabila Dia menghendaki, Dia membangkitkan seorang di antara hamba-hamba-Nya dengan tugas memberi penyuluhan dan dengan perantaraan dia menghimbau kepada-Nya orang-orang yang kehilangan jalan. Barangsiapa mempunyai pikiran bahwa Dia tidak dapat berbuat demikian dan apabila terdesak Dia akan mengambil kembali salah seorang nabi terdahulu, sungguh ia keliru.

    “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya “ (39:68).

    Di samping hal demikian bahwa di dalam kedatangan kembali untuk kedua kalinya Almasih a.s. dari Nazareth menodai kodrat Allah Taala, juga akan mendatangkan noda kepada daya kudusiah (quwat qudsiyah) Rasulullah s.a.w. ”Sebab, seandainya Hadhrat Almasih a.s. saja seorang yang harus datang kembali kedua kalinya kedua kalinya ke dunia maka hal itu berarti bahwa apabila umat-umat terdahulu telah rusak, maka untuk memperbaiki mereka Dia senantiasa membangkitkan seorang di antara mereka. Akan tetapi tatkala akan terjadi kerusakan di tengah-tengah umat Rasulullah saw. maka untuk memperbaiki keadaan itu Allah Taala akan mendatangkan kembali seorang nabi di antara para nabi terdahulu. Di antara umat beliau sendiri tidak seorang pun akan mampu memperbaiki keadaan umat ini.
    Seandainya keadaan itu kami terima, maka sungguh kami tidak kurang dari orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi dalam memusuhi Rasulullah saw., sebab mereka pun tidak mengakui daya kudusiah Rasulullah saw. Dan, dengan kepercayaan yang demikian itu kami pun akan menjadi orang-orang yang tidak mempercayai daya kudusiah beliau. Jika sebuah pelita sedang menyala, maka pelita itu pasti dapat menyalakan pelita-pelita lain. Yang tidak dapat menyalakan pelita lain adalah pelita padam.
    Jadi, andai kata kelak datang juga kepada umat Rasulullah saw. Zaman serupa itu, ketika keadaan mereka demikian rusak sehingga tiada seorang pun di antara mereka layak dibangkitkan untuk memperbaiki mereka, maka bersamaan dengan itu haruslah diakui bahwa keberkatan Rasulullah saw. pun akan lenyap, naudzu billah min dzalik!
    Siapa di antara orang Islam yang tidak mengetahui bahwa selama Allah Taala merestui berlakunya syariat Musa a.s., selama itu pula di antara pengikut-pengikut beliau pula terus menerus bangkit orang-orang yang selalu mengadakan perbaikan di antara umat beliau a.s. Akan tetapi, tatkala Dia memutuskan syariat beliau harus dihapuskan, maka Dia menutup kenabian bagi kaum beliau, lalu mengutus nabi dari Bani Ismail.
    Jadi, seandainya sesudah Rasulullah saw. akan datang seorang nabi dari antara umat Musa a.s, maka hal itu berarti bahwa Dia pun akan menghapuskan syariat Nabi Muhammad saw. Naudzubiliah min dza lik! Lalu syariat lain akan diberlakukan; pada waktu itu daya kudusiah Rasulullah saw. akan menjadi lemah dan keberkatan beliau tidak akan mampu menyiapkan seorang pun dari antara umat beliau untuk menerima nur dari beliau dan membawa mereka ke jalan benar. Naudzu biliah min dzalik!
    Sayang sekali, manusia memperlihatkan rasa harga dirinya lebih dari semestinya. Ia tidak suka kalau sesuatu aib dialamatkan kepada pribadinya. Akan tetapi mereka dengan berani mengalamatkan setiap aib kepada pribadi Rasulullah saw. Apakah gunanya kecintaan yang hanya sampai di bibir saja namun di dalam hatinya tiada bekas sedikit pun? Apa gunanya pengakuan yang tidak didukung oleh suatu bukti apa pun? andaikan sungguh-sungguh mereka cinta kepada Rasulullah saw., maka sedetik pun mereka tidak akan suka kalau seorang nabi Bani Israil datang untuk memperbaiki keadaan umat beliau saw. Apakah seorang yang memiliki harga diri akan pergi minta-minta kepada orang lain padahal ia mempunyai persediaan di dalam rumahnya sendiri? Atau, sementara ia mempunyai kekuatan pada dirinya, adakah ia akan meminta bantuan kepada orang lain?

    Para ulama mengatakan, bahwa naudzu biliah min dzalik untuk memperbaiki umat Rasulullah saw. dan untuk menyelamatkannya dari musibah-musibah, Almasih dari Nazareth akan datang. Bagi dirinya sendiri demikian rupa mereka memperlihatkan harga diri, sehingga seandainya mereka sedang terdesak di dalam bertukar pikiran, mereka tidak mengakui kekalahan mereka, dan mereka tidak suka kalau memanggil orang lain untuk membantunya, dan seandainya ada seorang atas kehendaknya sendiri bersedia membantu mereka, maka daripada mereka menyambut kebaikan hati orang itu malahan mereka marah kepadanya, seraya mengatakan. “Apakah kami dianggap orang bodoh sehingga engkau berani mengajar kami?” Akan tetapi, berkenaan dengan pribadi Rasulullah saw. betapa gegabahnya mereka menyatakan, bahwa guna membantu beliau seorang nabi akan didatangkan dari umat lain, sedangkan daya kudusiah beliau sendiri tidak kuasa berbuat apa-apa.

    Aduhai, sudah matikah hati ini, atau sudah tidak bekerja lagikah akal ini? Apakah segala harga diri hanya teruntuk bagi diri mereka semata, dan tiada lagi tersisih harga diri bagi Tuhan dan rasul-Nya? Apakah segala amarah hanya diumbar terhadap musuh-musuh mereka, sedangkan tiada sedikit pun tersisa bagi orang-orang yang menyerang Tuhan dan rasul-Nya?

    Dikatakan kepada kami bahwa mengapakah kami mengingkari kedatangan seorang nabi Bani Israil? Akan tetapi, kemanakah akan kami bawa hati kami, dan betapa kami dapat menghapus cinta yang bersarang pada hati kami? Kami tidak menjunjung tinggi kehormatan seorang lain lebih daripada kehormatan Muhammad Rasulullah saw. Sejenak pun kami tidak dapat menahan diri kalau Muhammad Rasulullah saw harus berhutang budi terhadap seseorang lain. Sesaat pun hati kami tidak dapat menahan diri dari pikiran, bahwa pada hari kiamat tatkala segenap makhluk dari Awal hingga akhir akan dihimpun dan tiap-tiap amal perbuatan mereka diperlihatkan dengan sejelas-jelasnya. Pada waktu Muhammad Rasulullah saw. akan tetap menundukkan kepala beliau kepada kebaikan hati Almasih Bani Israil, dan dengan suara membahana malaikat akan berseru mengatakan di hadapan seluruh makhluk, bahwa tatkala daya kudusiah Rasulullah saw. hilang, maka pada waktu itu Almasih Bani Israil telah berbuat bajik kepada beliau dengan telah sudi keluar dari sorga dan turun ke dunia untuk memperbaiki umat beliau saw. dan menyelamatkan mereka dari kebinasaan.

    Kami lebih suka kalau lidah kami dipotong daripada mendengar kata-kata demikian hina dialamatkan kepada Rasulullah saw.; dan lebih suka kalau tangan kami jadi lumpuh daripada kalimat-kalimat serupa itu ditulis mengenai pribadi beliau saw.
    Muhammad Rasulullah saw. adalah wujud kekasih Allah Taala. Daya kudusiah beliau Sekali-kali tidak mungkin dapat hapus. Beliau adalah Khataman Nabiyyin. Keberkatan beliau Sekali-kali tidak mungkin akan berhenti. Kepala beliau tidak mungkin tunduk di hadapan kebajikan sia pa pun. Bahkan kebajikan beliau menaungi semua nabi. Tiada seorang nabi pun menyuruh manusia percaya kepada beliau saw., dan menyuruh orang-orang yang ingkar kepada beliau mengakui kebenaran beliau saw. Kebalikannya, tidakkah Muhammad Rasulullah saw. Menyuruh kepada ratusan ribu dan jutaan manusia mempercayai kenabian para nabi lain? Di tanah Hindustan terdapat delapan puluh juta orang Islam *) di antaranya amat sedikit berasal dari luar negeri, selebihnya adalah penduduk Hindustan yang tadinya tidak tahu-menahu nama salah seorang nabi pun. Akan tetapi karena mereka beriman kepada Muhammad Rasulullah saw., mereka telah ikut beriman kepada Nabi Ibrahim a.s.. Nabi Musa a.s, dan Nabi Isa a.s. Seandainya Islam tidak merembes ke dalam rumah-rumah mereka, maka mereka pada waktu ini tentu mencaci-maki nabi-nabi itu dan menganggap beliau-beliau termasuk orang-orang pendusta, sebagaimana anggapan saudara-saudara mereka yang lain (orang-orang Hindu, Peny.). Demikian pula bilakah bangsa Afghanistan, bangsa Cina, dan bangsa Iran pernah mempercayai Hadhrat Musa a.s. dan Hadhrat Isa a. s.., Rasulullah saw. lah yang telah menyuruh mereka mempercayai kebenaran nabi-nabi itu.
    *) Bilangan ini menurut sensus tahun 1922, Peny.

    Walhasil, kebajikan beliau meliputi semua nabi, karena kebenaran beliau-beliau yang dahulunya tersembunyi dari orang-orang, sekarang kebenaran itu dinampakkan oleh beliau. Kebalikannya, seorang pun tidak ada yang berbuat bajik terhadap beliau saw.. Allah Taala tidak akan sekali-kali mendatangkan hari, ketika keberkatan beliau akan berhenti, dan seorang nabi lain akan datang untuk memperbaiki keadaan umat beliau. Bahkan bila saja akan timbul keperluan untuk perbaikan umat beliau saw., Allah Taala akan mengangkat orang-orang di antara murid muridnya dari umat beliau juga yang akan mengambil segala sesuatu dari beliau dan telah mendapat ajaran dari beliau saw. juga, guna memperbaiki orang-orang yang sudah rusak dan mengembalikan orang-orang yang kehilangan jalan. Pekerjaan orang-orang itu merupakan pekerjaan beliau saw. juga, sebab seorang murid tidak dapat dipisahkan dari gurunya, dan seorang ummati tidak dapat dinyatakan terpisah dari nabinya. Kepala mereka akan tunduk di hadapan kebajikan beliau saw., dan hati mereka sarat dengan anggur kecintaan beliau saw., dan kepala mereka dikabuti oleh kemabukan cinta kepada beliau.
    Pendek kata, di dalam mempercayai kedatangan seorang nabi kedua kalinya merupakan penghinaan terhadap Rasulullah saw., dan dengan itu martabat beliau yang dianugerahkan Allah Taala menjadi batal. Allah Taala berfirman,

    “Allah Taala tidak mencabut kembali sesuatu nikmat yang Dia telah menganugerahkan kepada sesuatu bangsa selama di dalam bangsa itu sendiri belum timbul kerusakan” (13:12).

    Sekarang, dengan menerima akidah serupa itu, yakni, kedatangan nabi kedua kali, berarti kita harus percaya bahwa telah terjadi suatu perubahan di dalam pribadi Rasulullah saw., naudzubiliah. Atau, kita haruslah mempercayai bahwa Allah Taala telah menyalahi janji-Nya. Terhadap semua orang Dia berlaku seperti berikut bahwa Dia tidak akan mengambil kembali nikmat yang telah dianugerahkan kepada mereka. Namun terhadap Rasulullah saw. Dia berlaku sebaliknya. Kedua dua hal itu menyebabkan kufur, sebab yang pertama mengingkari Allah Taala, dan yang kedua mengingkari Rasul-Nya saw.

    Jadi, karena alasan-alasan itulah kami berlepas tangan dari kepercayaan serupa itu. Kepercayaan kami ialah, Almasih a.s. yang kedatangannya telah dijanjikan akan datang kelak dari antara umat ini juga. Hal ini merupakan kewenangan Allah Taala untuk mengaruniakan suatu kedudukan kepada seseorang yang dikehendaki-Nya. Dari hadis-hadis Nabi saw. pun terbukti, bahwa Almasih yang akan datang adalah dari antara umat ini juga. Rasulullah saw. bersabda,

    “Tiada Mahdi kecuali Isa” (Ibnu Majah).
    Pada tempat lain beliau saw. bersabda,

    ‘Bagaimanakah keadaanmu ketika Ibnu Maryam turun di tengah-tengahmu dan menjadi imam bagimu dari antara kamu” (Bukhari, Kitabul Anbiya, Bab Isa Ibnu Maryam).

    Dengan memperhatikan kedua sabda Nabi itu jelaslah bahwa pada masa Almasih a.s. tidak ada Mahdi lain kecuali beliau sendiri, dan beliau akan menjadi imam bagi umat ini, akan tetapi beliau adalah dari umat inijuga dan bukan dari umat lain.

    Wasalam

  27. fans berkata

    Anung

    Lu bego ya…
    emang ga baca postingan gw sebelumnya:

    UNTUK PANGKAT KEROHANIAN BUKAN KITA YANG MENENTUKAN KARENA UNTUK URUSAN RUH ALLAHLAH YANG MENENTUKAN..
    ——

    Yang Masalah Cabul LU BACA LAGI…
    —-
    Kalo buat hadist yang bener, jangan sepotong-sepotong

    “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya.” (HR. at-Tirmidzi dari Abu Hurairah, at-Tirmidzi berkata,” Hadits hasan shahih.”)

    Kalo Itu Jelas artinya…

    Kalo cuman yang elo maksud… (Kebiasaan.. motong-motong ayat)

    “Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan istrinya dengan baik”.( ini hadis)
    —-
    Temen gw ditawarin langsung tuh…
    Lu Mau gw temuin orangnya yang ditawarin…
    Mau berape orang….

    Fans = Fans FPI,
    emang beda orang….
    Lu liat ciri tulisannya

  28. fans berkata

    Lu Tulis Anung = Abah Anom
    kan gw tulis

    Ga Ngaruh

  29. fans berkata

    dari Tulisan luh sebenernya udah banyak dibahas..

    Trus lu tulis lagi dan nyangkain kecaman..

    Muter-muter aja dah jadinya…
    —–
    Kalo kaga ada buktinya…
    ngapain Liga Muslim Dunia ngeluarin Fatwa…

    Ini Liga Muslim Dunia
    ga bakal sembarangan ngeluarin Fatwa….
    —–
    Artinya gabungan perwakilan Organisasi seluruh Umat didunia… Mau yang diwakiln NU, Muhammadiyah, Persis, Salafih dsb…
    —-
    Rujukannya apa :
    ALQUR’AN dan HADIST RASULLULLAH ..

    Semua bersatu dengan satu FATWA….

    AHMADIYAH HARAM
    -

  30. Anung Ahmadiya berkata

    @ Fans
    “dari Tulisan luh sebenernya udah banyak dibahas..”

    Jawab :Yang muter-muter itu siapa? Ane anatu ente …? Mendingan lu jualan kambing tuh sebentar lagi kan mo lebaran haji…hehehehe…payah dialog ama orang cabul mah…ilmunya itu-itu aja gak ada perkemangan seribu kali di kasih penjelasan juga percuma…soalnya yang di dahulukan kebencian dan emosional ….

  31. Anung Ahmadiya berkata

    @ Fans
    “Lu bego ya…
    emang ga baca postingan gw sebelumnya:

    UNTUK PANGKAT KEROHANIAN BUKAN KITA YANG MENENTUKAN KARENA UNTUK URUSAN RUH ALLAHLAH YANG MENENTUKAN..”

    Jawab: Naaaaahhhh lu sekarang dah mulai pinter…gitu dong klo jadi orang….makanya ogut katakan juga ape karena pangkat kerohanian itu Allah SWT yang mengangkat, makanya lu tanya sama yang di Atas(Allah SWT). Kan dah diajarin semua orang islam untuk berhubungan langsung dengan Allah SWT.Ada satu sarat di kabulkannya sebuah doa: 1. Diri lu harus bersih dari fitnah mempitnah,omongan lu ngak cabul, tidak pernah boong(dusta),sirik,Suka merendahkan orang lain dan sebagainya…lu cari diri lah yang lainnya masak lu nggak tahu…..

    “Temen gw ditawarin langsung tuh…
    Lu Mau gw temuin orangnya yang ditawarin…
    Mau berape orang….”

    Jawab: Eh Fans disini kita ngobrol tentang Agama, knape lu masuk ke masalah perek ada-ada aja lu….inget hukum berjinah itu fans….lagian buat ape lu shalat dan puasa klo masih melakukan seperti itu mah…cekcekcek…Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kamu supaya insaf dari prilaku yang di larang Agama Islam

    Wasalam

  32. fans berkata

    eh bego lu g tau beda KAMU ama Kalian Ya…
    dan sebelum gw tulis kalimat
    gw nulis.. (Siapa Nabi Sucimu itu, katakan dengan jelas agar kami tidak salah paham) terutama dengan hal ini…

    Biar kagak SALAH PAHAM eh lu malah ngatain cabul…
    gw bilang ada saksi.. elu bilang emosi…
    berartikan yang mancing emosi elu duluan…

    —-

    eh Ahmadiyah….

    Dari setiap tulisan lo,. yang lo ambil adalah Kebenaran Islam, keindahan Alqur’an baik secara Ruhani maupun jasmani. dan elo cukup baik dalam penyampaiannya. dan itu merupakan salah satu taktik lu untuk memancing umat Islam agar tertarik sama Ahmadiyah…. dan elo yakin cuman ajaran elo yang bisa begitu… setelah mereka masuk baru dah doktrin-doktrin kesesatan elo masukin…
    —-

    Bahkan ada yang terpancing untuk membenarkan ucapan elu…
    dan itu bukan cuman tugas gw sebagai Muslim (Umat Islam) buat ngawasin gerak-gerik elo….

    Gw cuman berpayung pada keputusan Liga muslim dunia, diperkuat keputusan MUI…..
    —-
    orang-orang yang kaya elu yang ngerusak Islam, disuruh bikin keyakinan sendiri, bilang Tiada paksaan meluk Islam…

    Licik lu,…
    -
    Elo hapus kata jihad, malah..
    elo dukung amerika, inggris,yahudi dan sekutu lainnya buat ngelawan pejuang islam di Irak, Afgan, Pakistan..
    —-
    Inget disini gw berkewajiban ngawasin elo,…
    elo dah termasuk nyebarin ajaran elo… (Tulisan2 elo dah gw simpan)

    dan gw bisa aja nyeret elo…..

  33. fans berkata

    elo ngomong masalah agama, tapi elo lebih suka debat ama umat Islam, ajaran elo sebenernya bisa ditujukan ke atheis…. dan bisa jadi pembanding buat agama laen…

    tapi inilah liciknya elo…
    ——

  34. fans berkata

    lo tau Islam ga bakal kalah bila perang fisik, biarpun didukung peralatan super canggih, makanya Ajaran Islam yang sesungguhnyalah yang lagi coba diacak-acak,

    Muncullah AHMADIYAH…. yang mencobah menggoyahkan Iman Umat Islam dengan ajaran yang lebih ke sifat KERUHANIAN….
    —-

  35. HITLER berkata

    Setelah membaca dengan seksama isi komen 26, bisa ditarik kesimpulan bahwa dalam hal-hal tertentu ajaran Ahmadiayah anda mirip dengan ajaran Non Islam.

    Di mana kemiripannya ?

    Yakni :

    PERSAMAAN 1 AJARAN AHMADIYAH DENGAN NON ISLAM :
    - AHMADIYAH MENGAJARKAN NABI ISA TELAH WAFAT.
    - NON ISLAM MENGAJARKAN ISA AL-MASIH TERSALIB (TELAH WAFAT)

    Padahal Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran, yakni pada surat An-Nisa, yakni pada :

    Ayat 157 sbb :
    dan (Kami hukum juga)karena ucapan mereka,”Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan ) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,

    Catat :
    …. PADAHAL MEREKA TIDAK MEMBUNUHNYA DAN TIDAK PULA MENYALIBNYA,
    …. TETAPI YANG MEREKA BUNUH ADALAH ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ISA,
    …. SELALU DALAM KERAGU-RAGUAN TENTANG YANG DIBUNUH ITU.
    …. MELAINKAN MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA,

    Ayat 158 :
    tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahapekasa, Maha bijaksana.

    Catat :
    TETAPI ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA KE HADIRAT-NYA.

    KESIMPULAN :

    NABI ISA ATAU ISA AL-MASIH SAAT DIANGKAT OLEH ALLAH SWT KEHADIRAT-NYA ADALAH DALAM KEADAAN MASIH HIDUP !
    JADI AMAT TIDAK BENAR JIKA ADA YANG MENGATAKAN ISA AL-MASEH TELAH WAFAT KARENA APAPUN JUGA SAAT SEBELUM DIANGKAT OLEH ALLAH SWT KEHADIRAT-NYA, TERMASUK TELAH PERBUATAN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH TENTARA ROMAWI KOLABORASI YAHUDI.

    INGAT ! MEREKA CUMA MENANGKAP ORANG LAIN YANG WAJAHNYA DISERUPAKAN DENGAN ISA AL-MASIH !

    LOGIKA ILMIAH 1 :
    GIMANA NABI ISA ATAU ISA AL-MASIH MAU DIKATAKAN “TELAH MATI SEBELUM DIANGKAT” OLEH ALLAH SWT KEHADIRAT-NYA JIKA SAAT AKAN DITANGKAP OLEH TENTARA ROMAWI KOLABORASI YAHUDI ITU KEBURU DIANGKAT OLEH ALLAH SWT SEBAGAIMANA DIFIRMANKAN ALLAH SWT DALAM SURAT ANISA AYAT 157 ?

    LOGIKA ILMIAH 2 :
    MENGAPA SETELAH MENGATAKAN TELAH MENGANGKAT NABI ISA ALIAS ISA AL-MASEH DALAM SURAT ANISA AYAT 158, ALLAH SWT MENGATAKAN BAHWA IA ADALAH TUHAN YANG MAHA PERKASA DAN MAHA BIJAKSANA ?

    LOGIKA 3 :
    AL-QURAN ADALAH KITAB SUCI YANG BERISIKAN FIRMAN-FIRMAN ALLAH SWT YANG DIWAHYUKAN MELALUI PERANTARAAN MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RASUL ATAU UTUSAN TERAKHIR ALLAH SWT BAGI UMAT MANUSIA DI BUMI HINGGA KIAMAT TIBA. JADI JELAS TINGKATANNYA JAUH LEBIH TINGGI KETIMBANG HADIST NABI YANG ASLI (BUKAN YANG TELAH DIPALSUKAN ATAU YANG TELAH DIPELINTIR OLEH OKNUM KAFIRUN ANTI ISLAM SEBAGAIMANA BANYAK TERJADI).

    SOAL KEBERADAAN HADIST-2 PALSU, BACA HASIL PENELITIAN PROFESOR BUCHERI, YANG KEMUDIAN MASUK ISLAM SETELAH MENELITI KEILMIAHAN KANDUNGAN KITAB SUCI AL-QURAN.

    PERTANYAANNYA :
    JIA AL-QURAN LEBIH TINGGI KARENA BERISIKAN FIRMAN-2 ALLAH SWT, MAKA MENGAPA ALLAH SWT TIDAK MEMBERIKAN PETUNJUK (MEMFIRMANKAN) PERISTIWA KEWAFATAN NABI ISA AS ATAU ISA AL-MASIH SEBELUM DIANGKAT KEHADIRAT-NYA SAAT AKAN DITANGKAP OLEH TENTARA ROMAWI KOLABORASI YAHUDI ?

    MAHA PERKASA MENUNJUKKAN KEMAMPUAN ALLAH SWT SEBAGAI SATU-SATUNYA TUHAN YANG ADA DAN YANG TELAH MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA BESERTA ISINYA, YANG MENGATURNYA, YANG MEMELIHARANYA DAN YANG MENENTUKAN TAKDIRNYA TERMASUK TAKDIR YANG MENIMPA NABI ISA AS ALIAS ISA AL-MASEH “HARUS SELAMAT (MASIH HIDUP)” KETIKA AKAN DITANGKAP OLEH TENTARA ROMAWI KOLABORASI YAHUDI DAN MENGGANTIKANNYA DENGAN “ORANG LAIN YANG WAJAHNYA DISERUPAKAN DENGAN ISA AL-MASIH”

    MAHA BIJAKSANA MENUNJUKKAN SIFAT ALLAH SWT YANG MAHA MENGETAHUI ATAS SEGALA YANG DIKEHENDAKI-NYA TERMASUK PADA PENGANGKATAN NABI ISA ALIAS ISA-ALMASIH KE HADIRAT-NYA.

    SIFAT ALLAH SWT “YANG MAHA PERKASA DAN MAHA BIJAKSANA” YANG DIRENDENGKAN SETELAH MENJELASKAN BAHWA SEBETULNYA NABI ISA AS ATAU ISA AL-MASIH SELAMAT (MASIH HIDUP) KETIKA AKAN DITANGKAP TENTARA ROMAWI KOLABORASI YAHUDI KARENA TELAH DIANGKAT OLEH ALLAH SWT KEHADIRAT-NYA MENUNJUKKAN BAHWA “PERISTIWA PENGANGKATAN NABI ISA AS ALIAS ISA AL-MASIH OLEH ALLAH SWT KEHADIRAT-NYA SEBAGAI PERISTIWA YANG HANYA MUNGKIN TERJADI KARENA ADANYA “KEHENDAK, RESTU DAN KEKUASAAN ALLAH SWT SEMATA” SEBAGAI SATU-SATUNYA TUHAN YANG ADA, YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA INI BESERTA ISINYA, MENGATUR DAN MEMELIHARANYA DAN YANG MENENTUKAN TAKDIRNYA.

    PERSAMAAN 2 AJARAN AHMADIYAH DENGAN NON ISLAM :
    - AHMADIYAH MENGAJARKAN BEBAN UMATNYA AKAN DIRINGANKAN ISA AL-MASIH.
    - NON ISLAM MENGAJARKAN DOSA PENGIKUTNYA DITANGGUNG ISA AL-MASIH

    Padahal Al-Quran memberikan petunjuk bahwa pembalasan Allah SWT kepada hamba-Nya sangat tergantung kepada amal perbuatan hamba-Nya sendiri selama hidup di dunia. Adapun para Nabi dan Rasul Allah SWT hanyalah sekedar Utusan (Rasul) Allah SWT yang menyampaikan petunjuk-petunjuk Allah SWT dalam kitab suci yang diterima oleh para Rasul terkait.

    Nah, apabila ada yang mengatakan “lebih suka disebut kafir ketimbang harus menganggap Isa Al-Maseh MASIH HIDUP (belum wafat) baik saat atau setelah peristiwa diangkatnya Isal Al-Masih oleh Allah SWT kehadirat-Nya dari penangkapan tentara Romawi kolaborasi Yahudi DENGAN ALASAN “MENCEGAH” TERJADINYA PEMIKIRAN PARA PENGIKUTNYA UNTUK MENYAMAKAN ISA AL-MASIH DENGAN ALLAH SWT YANG BERTENTANGAN DENGAN KE-MAHAESA-AN ALLAH SWT SEBAGAI TUHAN, merupakan MODEL PEMELINTIRAN pemikiran.

    Mengapa bisa dikatakan demikian ?

    Karena takdir diangkatnya Nabi Isa AS atau Isa Al-Masih oleh Allah SWT kehadirat-Nya sebagaimana diisyaratkan oleh Allah SWT dalam firman Allah SWT sendiri, yakni dalam surat An-Nisa ayat 157 dan 158 JUSTRU MENUNJUKKAN KUASA ALLAH SWT SEBAGAI TUHAN YANG :
    1. MAHA ESA
    2. MAHA PERKASA
    3. MAHA BIJAKSANA

    Jika Allah SWT sudah mengatakan bahwa diri-Nya adalah Tuhan yang Maha Perkasa, maka TIDAK ADA YANG MENJADI TIDAK MUNGKIN BAGI ALLAH SWT termasuk untuk sekedar mengangkat Nabi Isa atau Isa Al-Masih kehadirat-Nya DALAM KEADAAN MASIH HIDUP KARENA TIDAK TERTANGKAP DAN TERSALIBKAN (SURAT AN-NISA AYAT 157) dan menggantinya dengan orang lain YANG WAJAHNYA DISERUPAKAN dengan Isa Al-Masih yang diangkat (SURAT AN-NISA AYAT 158)

    Memang, suka atau tidak suka, Surat An-Nisa ayat 157 dan 158 ini menjadi PUKULAN TERAMAT TELAK bagi golongan kafir anti Islam sejak turunnya kitab suci Al-Quran kepada nabi Muhammad SAW sekitar 14 abad yang lalu, yakni tahun 622 SM. Pukulan telak yang mengancam Iblis beserta golongan kafir anti Islamnya berusaha di atasi dengan berbagai TIPU-DAYA termasuk mengancurkan Islam dari dalam Islam sendiri.

    Ajaran iblis :
    Jika ingin menghancurkan musuh, maka jadilah musuh itu sendiri.
    Caranya ?

    Dengan :
    1. MEMPELAJARI DAN MENGUASAI KELEMAHAN ISLAM SECARA MENDALAM
    2. MENYUSUP JAUH KE DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAM
    3. MENYAMAR SEBAGAI AHLI ISLAM (BAHKAN TIDAK TANGGUNG-2 SBG UTUSAN ALLAH !)

    Fakta sejarah telah membuktikan bahwa konfrontasi terbuka dengan muslim di berbagai belahan dunia terbukti selalu gagal alias tidak pernah bisa membawa hasil yang memuaskan mereka.

    Jadi penyesatan Islam dari dalam ini dimaksudkan untuk MEMECAH BELAH UMAT ISLAM yang dipicu OLEH MUNCULNYA PERBEDAAN MENCOLOK DALAM KEYAKINAN TERTENTU ANTAR UMAT ISLAM SENDIRI, yakni antara umat Islam yang masih lurus YANG HANYA MENDASARKAN KEIMANANNYA KEPADA KITAB SUCI AL-QURAN YANG DITERIMA OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI UTUSAN TERAKHIR ALLAH SWT dan umat Islam yang percaya adanya kitab suci lain yang diterima oleh nabi terakhir lain ATAS DASAR KEYAKINAN MENYIMPANG BAHWA WAHYU ILLAHI TIDAK BERHENTI SETELAH WAFATNYA NABI MUHYAMMAD SAW.

    Model pemelintiran pemikiran seperti ini sama dengan teknik menutupi kesalahan dengan kebenaran.

    Kesalahannya terletak pada anggapan Isa Al-Masih sudah wafat, yang berarti tertangkap, bahykan tersalib oleh tentara Romawi.

    Kebenarannya terletak pada sifat Ke-Esa-an Allah SWT harus diyakini untuk meniadakan keyakinan adanya Tuhan lain termasuk yang menyamakan Isa Al-Masih sebagai Tuhan.

    Pemelintiran terjadi ketika kebenaran tentang ke-Esa-an Allah SWT dijadikan alasan untuk memaksakan keyakinan bahwa Isa Al-Masih telah wafat saat dikejar tentara Romawi kolaborasi Yahudi. Kembali pada Surat An-Nisa ayat 157 dan 158 dengan tegas memberi petunjuk bahwa Isa Al-Masih TIDAK TERTANGKAP, APALAGI MATI KARENA SYOK ATAU TERSALIB oleh tentara Romawi kolaborasi Yahudi. Jadi Isa Al-Masih alias Nabi Isa saat diangkat oleh Allah SWT kehadirat-Nya MASIH HIDUP.

    Soal nasib Isa Al-Masih setelah diangkat ke hadirat Allah SWT, apakah sudah mati atau masih hidup JELAS MENJADI RAHASIA ALLAH SWT. namun satu petunjuk pasti dalam kitab suci Al-Quran, yakni dalam surat An-Nisa

    Ayat 159 :
    Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi.

    Catat :
    DAN PADA HARI KIAMAT DIA (ISA) AKAN MENJADI SAKSI

    Apa artinya ?

    Kondisi yang bagaimanakah yang harus dialami oleh Isa Al-masih agar bisa dikatakan LAYAK menjadi saksi pada hari kiamat sebagaimana firman Alla SWT di atas ?

    Apakah jenazah Isa Al-Masih atau Isa Al-Masih yang masih hidup ?

    JELAS YANG PALING MASUK AKAL ADALAH ISA AL-MASIH YANG MASIH HIDUP DAN DITURUNKAN OLEH ALLAH SWT DAN BUKAN ISA AL-MASIH YANG SUDAH MATI, APALAGI DIBANGKITKAN SEMENTARA UNTUK DIMATIKAN LAGI. KARENA SAAT KIAMAT SEMUA MAHLUK HIDUP AKAN MATI DAN DIBANGKITKAN LAGI SAAT HARI PEMBALASAN.

    SELAMAT BERFIKIR !!!!!!!

  36. fans berkata

    Penjelasan Ahmadiyah dikomen 26 sebenernya banyak ditemukan disitus laen. dan itu mereka jadikan senjata. Senjata yang digunakan tatkala berhadapan dengan Umat Muslim yang pengetahuannya cukup tinggi….
    dan untuk menghadapi Umat Islam yang pengetahuannya masih rendah, mereka menjejali dengan Memanfaatkan mengapa aku memilih Islam dengan keindahan Islam dan Keindahan Alqur’an….yang isinya akan membuat umat Islam yang masih rendah pengetahuan ini terkesima…

    karena mereka yakin, untuk mengajak umat Islam ke dalam ajaran mereka, maka masukilah titik lemahnya, yaitu Umat Islam takkan curiga bila dimulai dengan dengan keindahan Islam dan Keindahan Alqur’an

    setelah mereka masuk, barulah proses pencucian otak dimulai dengan berbagai hal yang mampu menyentuh perasaan seperti dijejalilah dosa-dosa yang ada pada diri mereka, hingga mereka akan sangat merasa bersalah terhadap diri mereka, yang pada akhirnya mereka akan mengikuti apa saja yang dijejali hingga inti dari ajaran “nabi Isa telah wafat, datangnya nabi setelah nabi Muhammad hingga meyakini bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah Nabi yang jika ditentang Hanya mengatakan Tanya aja sama Allah…Benar-benar telah ada pada mereka.

    Bagi Ahmadiyah bila seseorang telah berhasil dijejali hingga tahap meyakini bahwa Nabi Isa telah Wafat, maka menjadi sangat mudah Meyakini pula bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah Nabi. karena mereka akan mengatakan bahwa pendiri ajaran inilah yang telah menyadarkan mereka maka layaklah Mirza dipercaya sebagai Nabi….

    Naudzubillah tsuma Naudzubillah

  37. RAMADHAN berkata

    Saudara-2 sesama muslim.

    Jika kita memang merasa seiman, yakni sama-sama Islam, maka kembalilah ke jalan yang benar, yakni jalan yang diridhoi oleh Allah SWT, yang telah ditunjukkan-Nya dalam kitab suci Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu.

    Sesungguhnya Islam dalah agama keselamatan, damai dan penuh toleransi.
    Selamat dalam arti menghindarkan manusia dari kekufuran.
    Damai dalam arti menghindarkan manusia dari kekerasan.
    Toleransi dalam arti menghindarkan diri dari perpecahan.

    Islam tidak mengenal prinsip mengganggu orang lain.
    Islam hanya mengelan prinsip membela diri jika diganggu.

    Agar tidak saling menggangu, maka hindarilah hal-hal yang bisa menggangu ketenangan Islam, yakni meyakini Islam yang berbeda keyakinannya. Islam yang sudah ada 14 abad yang lalu hanya meyakini kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi sebagai petunjuk keselamatan hidupnya di dunia dan akherat kelak dan meyakini bahwa Isal Al-Masih akan diturunkan (bukan dibangkitkan dari kematian) kembali ke bumi oleh Allah SWT untuk menjadi saksi di hari kiamat. Menjadi saksi adalah bukan bagi manusia “yang sudah benar” imannya, melainkan bagi “yang belum benar’.

    Marilah kita bersama-sama merenungkan untuk makin menipiskan perbedaan dan kembali ke jalan yang benar yang diridhoi oleh Alah SWT. Sangat disayangkan jika ada yang mengatakan Islam berjumlah lebih dari satu karena sejak jaman Nabi Adam AS hingga sekarang islam itu cuma satu, yakni yang berpedoman pada Rukun Islam dan Rukun Iman. Salah satu dari rukun Iman itu adalah iman kepada kitab-2 suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para Rasulnya, yakni Dzabur, Taurat, Injil dan Al-Quran.

    Akhirnya marilah kembali kita songsong bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah yang penuh berkah Allah SWT ini dengan tenang, khidmat dan suka cita. Bulan suci dimana terdapat malam yang lebih baik dari 1.000 bulan, yakni Lailatul Qadar.

    Malam yang lebih baik dari 1000 bulan, berarti malam itu lebih baik dari 83 tahun lebih !

    Berapakah usia rata-rata manusia saat ini ? Sekitar 70 tahunan, bukan ? Di atas itu merupakan bonus dari Yang Maha Kuasa.

    Jadi jika kita berhasil mendapatkan berkah dari malam yang lebih baik dari 1000 bulan itu di bulan suci Ramadhan, maka amat beruntunglah ia, kembali menjadi suci, Fitrah seperti saat lahir kedunia. Alhamdulillah, semoga kita sesama muslim diridhoi Allah SWT untuk mendapatkannya.

    Salah satu kuncinya adalah mampu mengendalikan hawa nafsu diri baik yang bersifat badaniah, seperti : berpuasa makan dan minum, maupun yang rohaniah seperti berpuasa syahwat dan perilaku sejak subuh hingga saat berbuka puasa. Perbanyaklah amal kebajikkan pada sesama karena dikatakan balasannya jauh lebih baik dari bulan-bulan yang lain. Raihlah kemenangan diri sebagai hamba yang diridhoi Allah SWT di bulan suci Ramadhan ini dan selalu mendoakan saudara kita yang lain yang belum mendapat petunjuk yang benar agar segera memperoleh hidayah dari Allah SWT.

    Sekali lagi kepada sesama muslim,
    Mohon maaf lahir dan bathin

    Wasalam.

  38. Caplin berkata

    Walah, walah, Ahmadiyah !

    Fokus kok cuma ke Isa Al-Masih, mana cerita kasihnya dibilang bisa ngurangin dosa pengikutnya lagi, kayak Yesus aja, euy !

    Ini syareat Islam ato ajaran Kristen sih ?

    Islam mengajarkan keselamatan hidup manusia di dunia dan akherat sangat ditentukan oleh amal perbuatan seseorang selama hidup di dunia, bukan kasih Isa Al-Masih. Isa Al-Masih cuma sebatas Rasul penyampai firman-2 Allah SWT dalam kitab Injil. Itu juga yang asli yang sudah hilang dibakar tentara Romawi Yahudi. Jadi Isa Al-Masih bukan pemberi garansi atau jaminan dosa dikurangin apalagi dihapus-hapus kayak Kristen percaya pada Yesus yang diTuhankannya saja.

    Eling, eling euy, mumpung masih siang alias belum kiamat.
    Nyesel tenan koe !

  39. Ramadhan berkata

    Pada awalnya mewafatkan status Isa Al-Masih yang berarti sama dengan Yesus dalam agama Kristen yang disangka tertangkap dan mati setelah tersalib tentara Romawi.

    Kemudian memunculkan keyakinan bahwa wahyu yang diturunkan Allah tidak terputus setelah meninggalnya nabi terakhir jaman, yakni Nabi Muhammad SAW yang berarti akan terus ada nabi-nabi baru setelahnya.

    Kemudian memunculkan Ghulam Ahmad warga negara Pakistan (katanya) sebagai nabi yang datang kemudian setelah Nabi Muhammad SAW dan menyiarkan kitab suci baru yang isinya cuma sebenarnya cuma menaikan derajat sang penyebar keyakinan Ghulam Ahmad dan ajarannya saja.

    Jadi kelihatan banget misi pembelokkannya yang menyebabkan antar umat Islam jadi saling bentrok.

    Makanya mumpung masih pada dikasih kesempatan hidup dan kesehatan, KEMBALILAH KE JALAN YANG BENAR,

    WAHAI AHMADIYAH,

    JALAN YANG BENAR ADALAH JALAN YANG DIRIDHOI OLEH ALLAH SWT, YAKNI YANG DITUNJUKKAN ALLAH SWT DALAM KITAB SUCI AL-QURAN DAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW.

    BUKAN YANG LAIN.

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 HIJRIAH
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.

  40. Nicholas Renk berkata

    This weblog appears to get a great deal of visitors. How do you get traffic to it? It gives a nice unique twist on things. I guess having something useful or substantial to post about is the most important factor.

  41. Great blog you have here. Lots of blogs like yours cover subjects that can’t be found in magazines and newspapers. I don’t know how we got on 10 years ago with just print media.

  42. Great blog you have here. Many websites like this cover subjects that can’t be found in magazines and newspapers. I don’t know how we got on 15 years ago with just magazines and newspapers.

  43. I’ve been looking for a website exactly like this for a long time.  Thank you for taking the time to produce this…never easy when you’re busy.

  44. Great blog. So many blogs like this cover subjects that can’t be found in print. I don’t know how we got on 12 years ago with just print media.

  45. Buy Cheap Soma berkata

    They who can give up essential liberty to obtain a little temporary safety deserve neither liberty nor safety.
    There are two things that are more difficult than making an after-dinner speech: climbing a wall which is leaning toward you and kissing a girl who is leaning away from you.

  46. Be at war with your vices, at peace with your neighbors, and let every new year find you a better man.
    I do the very best I know how – the very best I can; and I mean to keep on doing so until the end.

  47. If there is one principle more deeply rooted in the mind of every American, it is that we should have nothing to do with conquest.
    In the 20th century, the United States endured two world wars and other traumatic and expensive military conflicts; the Depression; a dozen or so recessions and financial panics; oil shocks; a flu epidemic; and the resignation of a disgraced president. Yet the Dow rose from 66 to 11,497.

  48. Hey. Neat article. There’s an issue with the website in firefox, and you may want to test this… The browser is the market chief and a large component of folks will leave out your excellent writing because of this problem.

  49. Desmond Piela berkata

    Excellent summary, bookmarked your blog for interest to see more information!

  50. daily cash berkata

    It is appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy. I’ve read this post and if I could I desire to suggest you few interesting things or suggestions. Maybe you could write next articles referring to this article. I want to read more things about it!

  51. jabrik berkata

    awas hati hati banyak oknum ormas islam yg di bayar kafirun.untuk mendukung ahmadiyah.jadi seakan akan suarah dia suarah dari NU . harap di perhatikan oknum itu karena jika tidak di perhatikan mka akan memecah bela umat islam seperti yg dilakukan oleh oknum gp ansor kuningan.muplihun.ucapan dia sangat memecah belah umat .jelas jelas NU menolak ahmadiyah.kok dia malah mendukungnya

  52. jabrik berkata

    permasalahn kerusuan ahmadiyah di berbagai daerah di indonesia di akibatkan kerena keterlibatan USA dan tidak ada ketegasan dari presiden SBY dan pemerintah.SBY tidak punya nyali ntuk membubarkan ahmadiyah karena SBY terlalu patuh sm USA .melalui antek antek USA di indonesia seperti jaringan iblis libelar ,komnas ham.mereka slalu membela habis habisan ahmadiyah.inilah antek2 USA di indonesia.tapi kok bisa ya ketua JARINGAN IBLIS LIBERAL ,ULIL ABDILLAH ABSAR yg uda di cuci otaknya sm yahudi di amerika. menjadi anggota partai demokrat . kok bisa ya partai apakah ini ya ?

  53. jabrik berkata

    ayo ngaji bareng habib riziek smua biar mengerti tentang islam lebih dalam dan jangan ngaji sama media atau mendengarkan informasi dati TV .itu smua berita banyak bohong nya ok

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: