SBY: Ada Gerakan Politik yang Saat ini Berkampanye Keliling Daerah-daerah di Indonesia untuk Menjelek-jelekkan Pemerintah
Posted by KabarNet pada 28/07/2010
Jakarta – Gerakan politik yang menjelek-jelekkan pemerintahan SBY semestinya tidak perlu dirisaukan. Sebaliknya, Presiden SBY menjawab segala kritikan dan kampanye jelek dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kinerja.
“Saya tidak tahu kalau ada gerakan yang ingin menjelekkan pemerintah. Tapi menurut saya, tidak perlu dijelekkan-jelekkan, pemerintahan ini memang sudah jelek. Yang penting adalah bagaimana pemerintah meningkat kinerja kepada rakyat. Karena cara terbaik untuk menjawab kritikan adalah bekerja. Biarkan ada 2 ribu sehari kritikan, tapi pemerintah tetap bekerja,” ujar Gurubesar Universitas Indonesia Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 28/7).
Meski tidak mengetahui ada gerakan yang berkampanye menjelek-jelekkan pemerintah, namun Iberamsyah yakin saat ini sedang terjadi kekecewaan masyarakat di seluruh daerah.
Dia membeberkan, saat ini mafia masih bergentayangan. Mulai dari mafia pajak, hutan, birokrasi. Penanganan mafia pajak untuk Gayus Tambunan saja sekarang ini telah menjadi abu-abu. Dia beralasan, karena hanya Kompol Arafat saja yang dijadikan korban. Sementara pejabat Kepolisian dan Kejaksaan lainnya tidak tersentuh. Paling hanya Komjen Susno Duadj dari elit Polri yang kena.
“Belum lagi masalah Sembako yang mencekik. Bagaimana mungkin ada daerah yang menjadi lumbung padi, tapi tidak ada beras. Dan tabung gas yang sering meledak dan sebagainya. Lucunya, untuk tabung gas yang meledak, ada menteri yang menyalahkan rakyat. Makanya pemerintah jawab saja kekecewaan rakyat itu dengan kinerja,” tegasnya lagi.
Sekadar diketahui, kemarin, dalam acara pencanangan Gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Mataram, Presiden SBY mengatakan ada gerakan politik yang saat ini berkampanye keliling daerah-daerah di Indonesia untuk menjelek-jelekkan pemerintahannya.
Presiden SBY menyebut ada gerakan politik yang saat ini berkampanye keliling Indonesia menjelek-jelekkan pemerintahan. Gerakan itu mengatakan seolah-olah Indonesia akan hancur. “Saya terima berita dari daerah. Ada sms, ada yang telepon, ada juga yang kirim surat. Ada yang sedang keliling kampanye seolah-olah Indonesia akan hancur. Di mata mereka seolah-olah Indonesia ini buruk sekali,” kata Presiden di sela-sela pencanangan Gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Listrik Bergilir di Mataram.
Presiden seharusnya lebih sering mendengar rakyat, bukan malah curhat dan berkeluh kesah kepada rakyatnya. “Kalau mengunjungi daerah-daerah, presiden lebih baik mendengar, bukannya curhat.







































P4ngeran Mud4 berkata
Pemerintah skr cukup bagus cuma sampai di daerah kocar-kacir tolong perketat pengawasan di daerah disni byk sarang KKN. tegakkan supremasi Hukum. Tegakkan keadilan. jgn wacana terus buktikan
Nusantara berkata
Pemerintahan SBY sebetulnya yang paling bagus dalam sejarah pemerintahan Indonesia, sayang nya di gerogoti dengan pihak2 lawannya dan pihak2 yang punya agenda sendiri.
Lawan2 hanya bisa mengkritik tanpa memberi solusi yang positive atau membangun. Ini ciri kas bangsa Indonesia jaman sekarang, nggak ada jiwa nasionalisnya, adanya jiwa korupsi dan munafik, bisa nya complaint dan jadi maling (korupsi).