Penghentian Kasus Century
Posted by KabarNet pada 28/07/2010
PARTAI Demokrat, partai terbesar dan berkuasa saat ini, akhirnya menunjukkan kemauan politik mereka untuk menghentikan kasus Bank Century. Seusai Rapat Paripurna DPR, Senin (26/7), Ketua Komisi III DPR Benny K Harman yang berasal dari partai tersebut terang-terangan meminta kasus itu ditutup secara hukum. Alasannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung sudah menyatakan tidak menemukan unsur tindak pidana korupsi. Pernyataan Benny itu, meskipun tidak otomatis merupakan sikap resmi partai, jelas merefleksikan sikap Partai Demokrat dalam mengusut skandal Century. Dan sesungguhnya, gejala ini tidak mengejutkan. Sebab, sejak jauh hari, sebelum DPR membentuk Pansus Century, publik sudah skeptis dengan komitmen politik Partai Demokrat dalam mengusut tuntas skandal itu.
Salah satu buktinya, para anggota Pansus Century dari Demokrat tidak bertanya secara kritis kepada narasumber yang dipanggil dalam sidang terbuka yang disiarkan langsung oleh televisi.
Namun, betapa pun tidak mengejutkan, pernyataan Benny sangat memprihatinkan. Di saat publik terus mendesak penegak hukum mengusut setuntas-tuntasnya dan seterang-terangnya skandal Century, pemimpin Komisi III DPR itu malah ingin membuat kasus itu segera berakhir.
Kasus Century merupakan kasus yang nyata-nyata menimbulkan kerugian negara secara masif. Kasus itu telah menjadi amanat konstitusional agar diusut secara hukum hingga tuntas karena telah diputuskan DPR dalam sidang paripurna, yang sangat jelas dan tegas menyatakan dalam kasus Century telah terjadi pelanggaran hukum.
Keputusan itu merupakan keputusan yang tidak saja mengikat seluruh fraksi, tetapi juga anggota DPR. Bahkan, DPR juga telah membentuk badan pengawas kasus Century untuk mengawal proses hukum kasus itu yang dijalankan KPK, kepolisian, dan kejaksaan. Sebab ada kesan KPK, kepolisian, dan kejaksaan lambat dalam memproses kasus tersebut.
Eh, yang terjadi sekarang, malah dalam kedudukan sebagai Ketua Komisi III DPR, yang mengurus masalah hukum, Benny justru meminta terang-terangan agar skandal Century ditutup secara hukum.
Semestinya sebagai pemimpin Komisi III, Benny justru memberikan tekanan politik kepada kepolisian, kejaksaan, dan KPK agar bertindak lebih cepat dan tegas dalam memproses siapa yang bersalah dan harus bertanggung jawab di depan hukum. Bukan mendorong kasus yang sudah terang menjadi gelap kembali.
Skandal Century adalah kejahatan besar yang harus dihukum. Bukan diberikan pengampunan, bahkan sebelum para tersangkanya ditentukan dan kasusnya sampai di pengadilan. EDITORIAL MI]







































Hariop09 berkata
saya setuju dangan semboyan jangan hanya diam itu,, jd saya dan seluruh rakyat Indonesia sangat menginginkan kasus century secepatnya dituntaskan,, Hidup rakyat Indonesia!!!
Ratu berkata
YG MERINTAH UNTUK MENUTUP URUSAN KASUS CENTURY BERARTI DIA JELAS TERLIBAT,SAYA MINTAK RAKYAT INDONESIA JANGAN TINGGAL DIAM,SEMUA HARUS DI USUT SAMPAI TUNTAS,JANGAN MAU DI BODOH BODOHKAN SAMA PEMERINTAH YG KOTOR
Mr.Nunusaku berkata
Buat saya seharus Ahmadiyah menyusun kekuataan perang tanding melawan islam di Jawa dan Jakarta. Jika berdiam diri menujukan islam akan angkoh dan sombong. Tetapi jika Ahmadiyah melakukan kekuatan bersatu melawan islam di Jawa dan Jakarta dalam hal yang sama pembakaran mesjid islam di Jawa dan Jakarta.
Jika mereka membunuh Ahmadiyah, balas juga dengan pembantaian…islam Jawa.
Anda harus pelajar tentang peristiwa kami Patimura Muda Maluku, saat laskar jihad dari Jawa dan Jakarta masuk ke Maluku dan kita perang tanding habisan…dara kan dibalas dengan dara, jika mereka berani membantai kita juga balas dengan penbantaian setelah itu kita minum dara mereka…terbukti berapa mayat laskar jihad dalam beberapa kontainer kami buang di laut Maluku. Dan bisa tayakan pada mesjid Alfatah Ambon berapa banyak kuburan laskar Jihad Jawa tak bernama dimaluku saat keruruhan Maluku 1999-203.
Islam bisa jaya di pulau Jawa dan Jakarta mereka bisa menunjukan taring mereka, tetapi di Maluku dan Minahasa Menado islam akan mati kutuk dan Keok juga.
Oleh sebab itu Ahmadiyah harus menyusun kekuatan bersatu untuk melawan islam di Jawa dan Jakarta, teror dibalas dengan teror hanya dengan kekuatan bersatu Ahmadiyah dapat melakukan perang tanding untuk menundukkan musuh dan kita harus belajar tentang musuh kita.
Jika Ahmadiyah berdiam diri…,kengkohan dan kesombonngan islam tetap jajah, Ahmdiyah harus berani melawan islam di Jawa dan Jakarta. Ahmadiyah harus belajar dari anak-anak Maluku Patimura Muda bagaimana kami berperang dan menundukan laskar islam Jawa, akhirnya mereka Keok juga dan pulang ke pulau Jawan dan berapa banyak janda dijawa
yang kehilangan suminya di Maluku.